Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 22 - Bertemu Kembali


__ADS_3

Daniel mengemudikan mobilnya menuju mansion mewah milik keluarganya. Dia ingin bertemu dengan ayahnya dan langsung bertanya pada ayahnya.


Setibanya di mansion keluarganya, seperti biasa Daniel sudah disambut dengan pelayannya. kali ini Daniel tidak memperdulikan pelayannya ketika menyapa dirinya. Dia berjalan cepat menuju ruang kerja ayahnya.


tok


tok


Suara ketukan pintu


"Masuk"ucap Gio


"Pa, aku mau bicara"Daniel yang terus menatap ayahnya.


"Bisakah kita bicara nanti? papa ada janji bertemu dengan teman papa"


"Tidak bisa pa, ini sangat penting"


"Baiklah nak, ada apa?"tanya Gio yang penasaran


"Papa mantan kekasih dari ibunya Callista?"tanya Daniel


Pertanyaan Daniel sontak membuat Gio kaget. Wajahnya pucat hingga gio tidak bisa menjawabnya.


"Jujurlah pa, apa yang terjadi"


Gio menghela nafasnya


"Daniel, papa tidak bisa menceritakan apapun. yang papa inginkan kamu hidup bahagia. Papa dan mama menjodohkan mu karena papa yakin Debora lah yang terbaik"jawab Gio yang menatap Daniel


"Pa, apa papa tahu? akibat ulah papa dan mama. Aku telah melukai gadis yang aku cintai."ucap Daniel


"Pa, jika tujuan papa adalah karena mama callista adalah mantan kekasih papa. percayalah pa, suatu saat jika aku menikah dengan debora lalu kami memiliki anak dan saat dia dewasa dia jatuh cinta dengan anak callista, lalu aku melakukan hal yang sama seperti yang papa lakukan saat ini. Anak ku akan membenci kakeknya."seru Daniel yang menahan emosinya.


Gio yang terdiam mendengar ucapan Daniel, lalu dia memutuskan berjalan meninggalkan Daniel. Seketika Daniel menahan tangan Gio.


"Pa, tolong tunjukan sikap bijaksana papa yang papa ajarkan pada ku"ucap Daniel yang mulai kesal

__ADS_1


"Daniel, biarlah waktu yang menjawabnya nak"


Gio melanjutkan langkahnya berjalan keluar ruang kerjanya.


**********


Hutomo Mansion


"Pa, apa papa tahu kalau Callista memutuskan untuk pindah ke paris?"ucap Alice kearah suaminya


"Ya, papa tahu. Jessica menceritakan semuanya. Sekarang kita harus bersyukur karena Gio menjodohkan anaknya. Sekarang papa akan menjodohkan Callista dengan pria lain"


"Jangan dulu pa, Callista masih terluka. Biarkan dia sendiri dulu pa. Kita pindahkan dia ke Paris. Biar dia menjalani lebaran baru di hidupnya pa"ujar Alice


Michael menghela nafasnya, memang benar lebih baik memberikan waktu untuk Callista. Bagaimana pun dia ingin putri bungsunya bahagia.


Jessica sudah menceritakan semuanya pada orang tuanya. Meskipun Jessica penasaran dengan apa yang terjadi. Jessica memilih untuk menghargai orang tuanya. Jessica percaya orang tuanya akan melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya.


Alice meminta ijin suaminya untuk pergi ke butik temannya yang berada disalah satu mall. Alice ingin membeli beberapa dress untuk kedua putrinya.


Setibanya Alice di butik, Alice sudah membeli beberapa baju untuk Callista dan Jessica. Setelah dari butik, Alice berjalan menuju salah satu restaurant. tiba tiba Alice menambrak pria asing.


Maaf Tuan


"Alice?"ucap Gio


"Gio?"


Keduanya saling menatap satu sama lain.


"Lama tidak jumpa alice"


"Ya, lama tidak jumpa Gio"


"Kau kesini sama siapa?"tanya Gio


"Sendiri, aku membeli beberapa baju untuk kedua putri ku"jawab Alice

__ADS_1


"Kau sendiri Gio?" tanya Alice


"Iya Alice, aku sendiri"jawab gio


"Alice, bisakah kita berbicara sebentar?"


Alice mengangguk dan Gio mempersilahkan alice duduk.


"Bagaimana kabar Michael?"tanya Gio


"Suami ku sangat baik, bagaimana dengan Alin?"


"Istri ku sangat baik juga"


"Alice, aku sudah bertemu dengan putri mu. Putri mu sangat cantik, aku benar-benar tidak sadar dia putri mu Alice. Setelah aku ingat, dia memiliki mata seperti michael. dan wajah yang mirip dengan mu. Putri bungsu mu memiliki wajah perpaduan kamu dan suami mu"ucap Gio sambil menatap Alice


"Iya kamu benar, dan aku pun sudah bertemu dengan putra mu. Pria yang sangat tampan dan gagah"saut Alice


"Alice, aku benar-benar tidak tahu harus seperti apa. Anak kita saling mencintai. Aku yang tidak bisa mendapatkan mu tapi sekarang putra ku menjadi kekasih anak mu. Apa aku harus membiarkan putra ku seperti ku?"ucap Gio yang terus melihat Alice


"Gio, kesalahan ada pada ku. Maafkan aku untuk semuanya. Putri ku Callista akan pindah dari Los Angeles. Aku tahu, jika istri mu melihat putri ku. dia akan membenci putri ku"


Gio menghela nafasnya.


"Alice, aku juga bersalah pada mu"


"Sudah Gio, kita bertemu saat usia kita sudah tidak muda lagi. Istri mu pasti akan semakin membenci ku jika dia melihat kita bersama. Aku harap Daniel bisa menemukan gadis baik untuknya dan begitu pun putri ku. Selamat tinggal Gio"ucap Alice sambil berjalan keluar restaurant


Gio menatap Alice yanh berjalan keluar.


"Dikehidupan selanjutnya, aku berharap kita bisa bersama Alice"Batin Gio


**********


Author minta votenya yaa, author usahain buat bisa crazy up. ❤


Jangan lupa like dan koment jugaaa

__ADS_1


Terimakasih ❤


__ADS_2