
Pagi hari Daniel sudah tiba di kantornya, Ia sengaja datang pagi karena menunggu hasil kerja dari Harry dan David. Daniel terus membaca setiap laporan yang di berikan oleh karyawannya. Semenjak sahamnya menurun, Daniel sangat berhati-hati dalam memeriksa laporan yang di berikan padanya.
Saat Daniel berkutat dengan pekerjaanya. Terdengar suara pintu di ketuk, Daniel sudah tahu jika itu Harry. Sudah pasti Harry akan melaporan hasil kerjanya.
Benar saja Harry masuk, tidak berapa lama.
"Selamat pagi Tuan" Ucap Harry dengan hormat.
"Pagi, apa kau ingin melaporkan hasil kerja mu dengan David?"
"Benar Tuan"
"Katakan" Perintah Daniel yang sudah tidak sabar untuk mendengar hasil kerjasama Harry dan juga David.
"Saat ini perusahaan cabang kita di Australia sudah stabil, dan juga kini mengalami kenaikan saat mendengar Renaldy Company bekerja sama dengan Hutomo Company untuk membangun apartemen dan juga Hotel" Ujar Harry yang membuat Daniel tersenyum puas.
"Dan untuk Linfard Company, mereka yang telah berusaha menjatuhkan nama perusahaan kita, mereka mengalami penurunan saham 7%" Ujar Harry yang kembali membuat Daniel tersenyum.
"Good! kerja yang bagus Harry." Puji Daniel sambil tersenyum.
"Tuan, ada satu lagi"
"Ada apa?" Daniel mengernyitkan dahinya.
"Tuan Alvonso sekarang telah membuka perusahaan baru. Karena Leonard Company sudah di ambil alih oleh Renaldy Company. Sekaran Tuan Alvonso membuat Gerald Company yang investornya tidak lain adalah Linfard Company" Tutur Harry.
"Kau terus pantau perusahaan mereka, kita harus selangkah lebih baju" Perintah Daniel.
"Baik Tuan"
"Sekarang kembalilah bekerja" Perintah Daniel dan Harry pun langsung mengangguk dan meninggalkan ruang kerja tuannya.
"Mike Linfard, bukan hanya 7% aku hilangkan saham mu. Tapi aku bisa membuat mu kehilangan semuanya" Gumam Daniel yang menarik sudut bibirnya membentuk senyuman.
***
Hari ini merupakan jadwal Grace libur, ia memilih untuk bersantai di mall. Rasanya sudah lama sekali ia tidak jalan-jalan. Terkakhir masa liburnya harus datang membantu kakaknya dalam mengurus perusahaan.
Baru-baru ini Grace telah membuka butik di Los Angeles. Karena dia sudah memutuskan untuk tidak kembali tinggal di Paris. Jadi ia membuka butik di Los Angeles. Saat butiknya baru di buka, banyak sekali pengunjung yang datang. Grace pun sangat bahagia karena butiknya banyak di minati oleh orang. Sedangkan butik Grace yang berada di Paris, ia meminta untuk assistantnya yang mengurusnya.
Grace berjalan menuju salah satu restaurant, langkahnya terhenti saat seseorang memanggilnya.
__ADS_1
"Nona Grace" Panggil seorang pria yang membuat Grace menoleh.
"Tuan Edward?" Sapa Grace lalu Edward berjalan mendekat ke arah Grace.
"Nona Grace tidak ke rumah sakit hari ini?" Tanya Edwrad.
"Tidak Tuan, hari ini jadwal saya libur." Jawab Grace sambil tersenyum.
"Oh begitu, apa Nona ingin makan di sini?" Tanya Edward kembali sambil melihat ke arah restaurant di hadapannya. Dan Garce pun langsung mengangguk.
"Benar Tuan"
"Jika tidak keberatan, apa Nona ingin makan bersama ? kebetulan saya ingin ke restaurant ini untuk makan siang" Balas Edward.
"Tentu Tuan, mari kita ke dalam" Ajak Grace dan Edward pun langsung mengikuti Grace dar belakang.
Edward memesan salmon steak dengan mashed potato untuknya dan juga prawn dengan mashed potato untuk Grace. Untuk minumannya Edward memesan orange juice untuk mereka.
"Nona Grace kesini hanya sendirian?" Tanya Edward yang sudah duduk di hadapan Grace.
"Iya saya sendiri, tapi Tuan bolehkah anda memanggil saya dengan Grace saja tanpa sebutan Nona? ini bukan di kantor Tuan" Pinta Grace.
"Baiklah, kalau begitu anda harus memanggil ku dengna Edward saja. Tanpa sebutan Tuan" Balas Edward dan Grace pun langsung mengangguk setuju.
"Selamat menikmati Grace" Ucap Edward dan Grace pun tersenyum.
"Edward, kenapa kamu hanya sendiri?" Tanya Grace.
"Ya, aku kesini karena baru selesai meeting di hotel terdekat. Lalu aku memutuskan untuk makan di restaurant ini" Jawab Edward sambil menikmati makanannya.
"Kamu sangat pekerja keras Edward, jarang sekali ada orang seperti mu" Puji Grace.
"Aku hanya ingin merubah nasib ku Grace. Dulu banyak orang yang menghina ku karena aku tidak berasal dari keluarga kaya. Itu yang membuat ku bekerja keras" Ujar Edward dan Grace pun kembali tersenyum.
"Mungkin jika aku menjadi mu, aku tidak tahu harus bagaimana. Sejak kecil aku memang selalu di manja oleh orang tua ku. Hingga aku dewasa mereka selalu mengatakan jika aku putri kecil mereka" Balas Grace.
"Itulah beruntungnya kamu Grace, ayah ku meninggalkan ku sejak kecil. Dan aku hanya tinggal berdua dengan ibuku saja. Terkadang ayah ku pulang tapi setelah itu dia akan pergi lagi" Ujar Edward.
Grace sempat terdiam mendengar masa lalu dari Edward.
"Edward, aku yakin ibu mu sangat bangga dengan mu saat ini. Aku belum pernah bertemu dengan pria seperti mu. Kamu mengajarkan ku untuk bersyukur dengan apa yang aku miliki" Tutur Grace.
__ADS_1
Mendengar penuturan Grace, Edward pun tersenyum.
"Kau sangat beruntung Grace, bahkan kau memilki kakak yang hebat" Puji Edward.
"Ya aku tahu, tapi kakak ku dan aku sama. Kita lahir sebagai anak dari Keluarga Renaldy." Balas Grace.
"Itu yang membuat ku bekerja keras Grace, aku ingin anak ku bangga memiliki ayah seperti ku" Ujar Edward.
"Aku yakin itu, anak mu pasti bangga memiliki ayah seperti mu" Ucap Grace sambil tersenyum menatap Edward.
Obrolan mereka kembali terhenti saat pelayan mengantarkan juice yang di pesan lagi oleh Edward.
"Grace ini untuk mu" Edward memberikan juice pada Grace dan Garce pun langsung menerimanya.
"Terimakasih Edward" Ucap Grace yang langsung meminum juice pemberian Edward dan Edward juga meminum juice miliknya.
"Edward" Panggil Grace yang pandangannya mulai buram.
"Grace kau kenapa?" Tanya Edward yang melihat Grace memijat pelipisnya.
"Sepertinya aku harus ke kamar mandi. Entah aku merasa pusing" Jawab Grace yang langsung berdiri. Namun badannya mulai goyah, dia hampir jatuh dengan sigap Edward langsung menangkap tubuh Grace.
"Ayo aku antar pulang saja" Ucap Edward yang memapah tubuh Grace. Sebelumnya Edward sudah meminta bill makanannya pada pelayan dan ia pun sudah membayarnya.
Edward berjalan menuju parkiran mobil. Mobil Grace di bawa oleh supir Edward, Edward masih memapah tubuh Grace masuk ke dalam mobilnya.
Bugh
Bugh
Pandangan Edward mulai buram, ia merasa ada orang yang memukul tengkuk lehernya. Saat ia menoleh melihat pria tegap yang memukulnya. Ia langsung tersungkur jatuh ke tanah. Sedangkan Grace yang tadi di papah oleh Edward, ia pun jatuh pingsan tidak lama setelah Edward jatuh.
Pria itu langsung memberikan kode pada temannya dan langsung memapah Grace masuk ke dalam mobil mereka. Sedangkan Edward masih tersungkur di tanah tepat di hadapan mobil miliknya.
***
Novel author yang berjudul "Love In Milan" itu sudah up dari kemarin, tapi masih di review dari pihak mangatoon. Harap bersabar yaa.
Oiyaa follow ig author ya : abigailranadewi
Like,coment dan vote terus setiap karya author yaa.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan kalian selama ini.