Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 80 - Amsterdam II


__ADS_3

Malam hari Daniel mengajak istrinya makan malam di sebuah restaurant mewah di Amsterdam. Sudah lama sekali memang Daniel tidak berkunjung ke Amsterdam. Biasanya jika ada urusan pekerjaan, ia akan meminta perwakilan dari Direktur pemasaran di perusahaanya atau ia akan meminta Harry.


Mobil Daniel sudah tiba di Restaurant Bougainville. Sebuah makanan internasional yang terkenal di Amsterdam. Daniel menggenggam tangan istrinya dan mulai memasuki restaurant.


Daniel memesan Lamb steak dengan mashed potato Dan memesan prawn dengan mashed potato. Minumnya Daniel memesan wine.


“Sayang, restaurant ini sangat bagus” Ucap Callista sambil menikmati makananya.


“Iya, aku tahu kamu pasti menyukainya”


“Sayang, aku merasa kasihan dengan Olivia”


“Kenapa?” Tanya Daniel.


“Iya, dia menggantikan tugas ku. Aku yakin dia pasti sangat sibuk” Ujar Callista yang merasa tidak enak.


“Tidak masalah, setelah ini aku akan memberikan bonus yang besar pada sahabat mu. Dia sangat membantu mu”


“Benarkah?”


Daniel mengangguk.


“Olivia banyak membantu mu, aku sudah menaikan gajinya dan juga memberikannya bonus karena telah menggantikan mu” Ujar Daniel yang membuat Callista tersenyum.


“Terimakasih sayang" Ucap Callista dengan lembut.


“Tuan Daniel?” Panggil seorang pria yang membuat Daniel menoleh.


“Tuan Darel Smith?” Sapa Daniel.


“Tuan Daniel apa kabar” Sapa Darel yang langsung mengulurkan tangan ke arah Daniel dan Daniel pun membalas uluran tangannya.


“Baik Tuan Darel, anda sedang berada di Amsterdam?” Tanya Daniel.


“Benar Tuan, perkenalkan ini istri ku Maisha” Ucap Darel yang memperkenalkan istrinya di sampinya.


“Dan perkenalkan ini istri ku Callista ” Daniel memperkenalkan istrinya.


“Tuan Daniel sudah menikah?” Tanya Darel yang sedikit terkejut mendengar Daniel memperkenalkan istrinya.


“Sudah Tuan, maaf waktu itu aku ingin mengundang mu tapi Tuan Darel sedang tidak ada di Los Angeles” Tutur Daniel.


“Tidak apa Tuan Daniel, memang belakangan ini saya selalu melakukan perjalanan bisnis bersama dengan istri saya” Jawab Darel.


“Nyonya Renaldy, apa anda selalu ikut Tuan Daniel dalam perjalanan bisnis?” Tanya Maisha ke arah Callista.


“Tidak Nyonya Smith, saya bekerja. Jadi saya tidak bisa ikut dengan suami saya” Jawab Callista sambil tersenyum.


“Anda bekerja? Jika boleh tahu, apa pekerjaan anda Nyonya?” Tanya Maisha sambil tersenyum ramah.


“Saya seorang dokter bedah di Queen Hospital Los Angeles” Jawab Callista.

__ADS_1


“Nyonya Renaldy seorang dokter?” Tanya Maisha yang sedikit terkejut.


“Benar Nyonya Smith, saya adalah dokter”


“Nyonya Renaldy sangat hebat, ternyata selain sangat cantik tapi juga cerdas” Puji Maisha.


“Terimakasih Nyonya Smith, anda pun sangat cantik” Puji Callista.


“Nyonya Renaldy, sepertinya saya pernah bertemu dengan anda?” Tanya Darel yang mencoba mengingat.


“Benarkah tuan?”


Darel pun mengangguk dan mencoba mengingat.


“Mungkin Tuan Darel melihat saat konferensi pers Keluarga Hutomo” Ujar Daniel.


“Ah benar, saya pernah melihat Nyonya Renaldy adalah putri bungsu dari Tuan Michael Hutomo. Yang baru-baru ini muncul di media.” Ujar Darel.


“Benar Tuan, saya adalah putri bungsu dari Michael Hutomo” Ucap Callista sambil tersenyum.


“Ternyata benar Tuan Michael memiliki putri bungsu. Dulu saya mengira hanya Nona Jessica putri tunggal Tuan Michael” Ucap Darel.


“Istri ku memang selalu bersembunyi dari media, dia tidak suka di liput sebagai putri dari keluarga hutomo” Sambung Daniel.


“Nyonya Renaldy putri dari Keluarga Hutomo? Ayah anda terkenal sangat hebat dalam dunia bisnis Nyonya” Puji Maisha.


“Iya, papa ku memang sangat pekerja keras” Ucap Callista sambil tersenyum.


“Tuan Daniel sangat beruntung memilki istri dari Keluarga Hutomo” Tutur Darel.


“Saya pun beruntung Tuan Darel, memiliki suami Daniel Reanaldy” Sambung Callista.


“Anda benar Nyonya, suami anda terkenal dengan kesuksesan dan ketampanannya yang selalu di kagumi para wanita” Ujar Darel yang membuat Callista tersenyum.


“Baiklah Nyonya Renaldy, kami harus pamit dulu. Selamat menikmati makan malamnya” Ucap Darel yang kini berpamitan.


***


Kini Olivia baru saja kembali dari rumah sakit. Olivia benar-benar kelelahan karena banyak menggantikan tugas Callista. Tapi ia tetap bahagia, karena sahabatnya sedang berbulan madu. Ia tidak akan masalah jika harus mengagantikan sahabatnya. Terlebih Suami dari sahabatnya kini telah menaika gajinya dan memberikan bonus untuknya.


Harusnya Olivia kemarin makan malam bersama dengan Taylor, tapi terpaksa membatalkannya karena ada pasien yang baru saja mengalami kecelakaan yang harus di periksa oleh Olia.


Olivia benar-benar merasa tidak enak dengan Taylor karena membatalkan makan malamnya. Meskipun Olivia belum berani untuk membuka hatinya, tapi Olivia merasa ketulusan dari hati Taylor. Olivia sadar dengan apa yang di katakan oleh Callista sahabatnya. Jika masa lalu harus di tinggal dan kita harus tetap berjalan menatap masa depan.


Olivia memang selalu enggan membuka hati untuk pria, tapi saat Taylor berusaha mendekatinya, Olivia merasa ketulusan dari Taylor. Di tambah Taylor sangat dipercayai Daniel memimpin perusahaan sahabatnya itu artinya Taylor memiliki sifat yang bisa di percayai oleh Daniel.


Awalnya memang Olivia berfikir Taylor suka berganti wanita, karena Taylor memili sebuah club malam. Ia berfikir seorang yang pemilik club pasti suka berganti wanita. Tapi saat mengenal Taylor, sama sekali tidak menunjukan jika Taylor adalah pria yang suka berganti-ganti wanita.


Olivia berjalalan menuju meja, ia mengambil handphonenya. Ia ingin menghubungi Taylor untuk meminta maaf karena telah membatalkan makan malam mereka.


“Hallo” Ucap Olivia.

__ADS_1


“Iya, kamu sudah pulang?” Tanya Taylor.


“Sudah”


“Taylor, aku ingin mengatakan sesuatu”


“Iya, ada apa?”


“Aku ingin minta maaf”


“Minta maaf untuk apa?” Tanya Taylor yang bingung.


“Untuk kemarin yang sudah membatalkan makan malam dengan mu” Ucap Olivia yang tidak enak.


“Tidak masalah, pasien mu pasti membutuhkan mu” Tutur Taylor.


“Terimakasih atas pengertian mu” Balas Olivia.


“Hem, Taylor aku besok off. Apa bisa kamu besok siang datang ke apartement ku? Aku akan memasak untuk mu” Ucap Olivia yang membuat Taylor terkejut.


“Kamu ingin memasak untuk ku?” Tanya Taylor kembali.


“Iya, aku akan memasak untuk mu. Itu pun jika kamu tidak keberatan” Ucap Olivia.


“Ti...dakk, tentu tidak. Aku pasti besok akan datang ke apartement mu.”


“Baiklah, kalau begitu sampai besok”


“Iya, sampai besok. Aku sudah tidak sabar mencoba masakan mu” Ujar Taylor.


“Iya aku pasti akan memasak makanan yang lezat untuk mu” Balas Olivia.


“Yasudah aku tutup dulu ya” Ucap Olivia.


Olivia mematikan sambungan teleponnya dan meletakan ponselnya di atas nakas.


Olivia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, ia tidak mengerti kenapa ia mengundang Taylor untuk datang ke apartementnya. Tujuannya adalah menebus kesalahaannya karena telah membatalkan makan malam mereka. Semakin mengenal Taylor, Olivia merasa Taylor adalah pria yang baik.


“Semoga memang benar dia pria yang baik, bukan seperti apa yang aku pikirkan selama ini” Gumam Olivia.


***


Yang belum baca karya author yang lain. Baca yaa


judulnya "Love In Milan"


Author minta votenya ya.


Like dan coment juga.


Makin banyak vote,like dan coment.

__ADS_1


Weekend besok author bakalan crazy up di novel ini sama di Love in Milan.


Terimakasih atas dukungannya😘


__ADS_2