
Waktu berjalan cepat kini kandungan Callisa sudah sembilan bulan. Dokter mengatakan jika Callista akan melahirkan dalam waktu satu minggu lagi. Menjelang kelahiran Callista, Daniel semakin overprotective. Keseharian Callista selalu berada di rumah. Callista menghabiskan waktu hanya menonton film. Namun, Daniel sering meluangkan waktu untuk Callista.
Terakhir Calllista keluar rumah saat kakaknya melahirkan. Jessica melahirkan seorang putri kecil yang sangat cantik. Jessica memberi nama Annabele. Callista memang belum tahu jenis kelamin anaknya. Dia memilih untuk menunggu sampai dirinya melahirkan.
Kini Callista tengah duduk di taman. Melihat bunga-bunga yang tumbuh dengan indah di taman. Kehamilannya ini membuat Callista lebih banyak menikmati waktunya ditaman. Melihat bunga bunganya tumbuh dengan indah ditaman membuat Callista tersenyum.
"Nyonya." sapa Maria yang kini menghamprii Callista.
Callista menoleh. "Ya?"
"Ada Nyonya Alice datang nona."
"Ibu ku datang?"
"Iya nyonya."
"Sekarang dimana ibu ku?"
"Beliau akan segera menghampiri nyonya."
"Ya, terima kasih."
Alice sudah melihat putrinya sedang duduk menikmati suasana taman. Ia langsung melangkah mendekat. "Apa kabar putri kecil mama?"
"Mama?" Callista langsung bangun dan memeluk ibunya.
"Kamu semakin cantik sayang." ucap Alice, lalu ia dan Callista duduk di kursi taman.
"Mama juga semakin cantik,"
Alice tersenyum. "Pintar sekali anak mama ini."
__ADS_1
"Bagaiaman cucu mama? apa kamu sudah tahu dia perempuan atau laki-;laki?"
Callista menggeleng pelan. "Aku ingin mengetahuinya saat dia lahir ma."
"Memangnya Daniel tidak penasaran?"
"Sebenarnya penasaran. Tapi akhirnya kami sepakat mengetahuinya saat dia lahir."
"Baiklah, yang terpenting kalian sehat."
"Oh ya Callista, bagaimana kabar Olivia?" tanya Alice.
"Olivia sedang dalam program kehamilan ma. Dia juga sedang banyak beristirahat di rumah."
"Kalian sudah besar ya, semua sudah menikah. Mama merasa sudah sangat tua."
Callista tersenyum. "Tidak ma, mama masih sangat muda dan cantik."
Callista memeluk erat ibunya. "Mama saat muda saja direbutkan banyak pria. Kecantikan mama tidak pernah luntur. Meskipun mama memiliki banyak keriput. Bagi ku mama adalah wanita tercantik di dunia ini."
Alice mengelus rambut putrinya. "Mama senang kamu hidup berbahagia dengan suami mu nak. Tugas mama telah selesai. Daniel yang akan menjaga dan melindungi mu."
***
Daniel duduk di kursi kebersarannya smabil berkutat dengan macbook. Dia melirik arloji kini sudah pukul tiga sore. Semenjak mendekati Callista akan melahirkan Daniel selalu pulang lebih awal.
Tidak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu. Daniel langsung memintanya masuk. Ia sudah tahu itu pasti Harry.
"Tuan." sapa Harry yang kini masuk ke ruang kerja tuannya.
"Ya."
__ADS_1
"Saya ingin memberi kabar tentang Rossa tuan."
Daniel menatap Harry. "Katakan."
"Rossa sudah masuk ke dalam rumah sakit jiwa tuan. Dokter mengatakan kejiwaanya terganggu."
Daniel tersenyum sinis." Good, wanita itu pantas mendapatkanya."
Harry menunduk. "Saya juga ingin memberi kabar tentang Esme tuan."
Daniel menautkan alisnya. "Ada apa dengan wanita itu bukankah dia sudah meninggalkan kota ini?"
"Benar tuan. Ternyata Esme meninggalkan kota ini karena dia hamil tuan. Sekarang Jace pria yang tuan bayar sedang mengejar Esme. Esme selalu berpindah negara setiap minggunya." jelas Harry.
"Biarkan, dia pantas mendapatkannya. Dia yang berbuat licik dia yang menuai apa yang terlah dia lakukannya." balas Daniel.
Daniel menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya. Tersenyum puas dengan nasib dua wanita yang telah berniat merusak kehidupan rumah tangganya.
***
Maaf kalau jarang up. Auhor harus selesai novel lain. Info selalu ada di Ig.
abigailranadewi
Like, coment dan vote
Terima kasih atas dukuannya.
__ADS_1