Stolen Heart

Stolen Heart
BAB 52 - Konferensi Pers


__ADS_3

Sesuai yang dikatakan oleh Daniel, ia membawa Callista untuk datang ke perusahaan entertainment miliknya. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju perusahaan enetertainment miliknya. Di dalam mobil Callista memulai percakapannya.


“Sayang, untuk apa memberitahu media,aku sangat malu” Ucap Callista.


“Aku hanya ingin memberitahu seluruh pria jika kamu sudah menjadi milik ku” Jawab Daniel sambil menyetir.


“Tapi aku malu”


“Kenapa kamu harus malu?” Tanya Daniel.


“Aku tidak suka berada di depan media, ketika papa ku mengadakan acara perusahaan yang di liput oleh media, aku akan bersembunyi untuk tidak terlihat media. Itulah kenapa kakak ku Jessica yang selalu muncul” Tutur Callista.


Callista memang tidak suka dirinya menjadi sorotan media, terlebih ayahnya merupakan pengusaha suskses. Ia tidak suka dirinya menjadi bahan pembicaraan public. Sekarang ia memiliki kekasih seorang Daniel Renaldy. Kali ini ia tidak bisa bersembunyi dari media. Karena pasti kekasihnya akan menarik dirinya dari tempet persembunyiannya.


Setibanya mobil Daniel di lobby perusahaan entertainmentnya, Daniel dan Callista pun turun dari mobil. Para wartawan yang melihat Daniel dan Callista terus mengambil foto Daniel dan Callista.


Daniel terus memegang tangan Callista memasuki ruang pertemuannya untuk konferensi pers yang sudah di siapkan oleh assistantnya Harry.


Daniel berjalan memasuki ruang pertemuan dan masih terus menggandeng tangan Callista. Banyak wartawan yang memanggil nama Callista dan Callista pun membalasnya dengan senyuman ramah pada wartawan.


“Baiklah para wartawan, kalian bisa mengajukan pertanyaan satu satu pada Tuan Daniel dan juga Nona Callista” Ujar Harry.


“Tuan Daniel, apa benar anda akan menikah dengan putri bungsu Keluarga Hutomo?” Tanya salah satu wartawan.


“Benar, kami akan menikah dalam waktu dekat” Jawab Daniel.


“Tuan Daniel, apa anda mencintai Nona Callista Hutomo?” Tanya wartawan.


“Aku sangat mencintai gadis cantik yang berada di sampingku” Ucap Daniel yang membuat Callista tersenyum.


“Tuan Daniel, Bagaimana anda bisa bertemu dengan Nona Callista?” Tanya wartawan.


“Saya bertemunya di Marien Caffe. Dia adalah gadis tercantik yang pernah saya temui dalam hidup saya” Jawab Daniel.


Ucap Daniel sontak membuat wartawan bertepuk tangan.


“Nona Callista, kenapa anda tidak pernah muncul di media saat para wartawan meliput Keluarga.


Hutomo?” Tanya seorang wartawan kepada Callista.


“Aku memang tidak suka disorot oleh media. Aku lebih suka menjadi orang biasa saja” Jawab Callista.


“Nona Callista bagaimana perasaan anda setelah di lamar oleh seorang Daniel Renaldy?” Tanya seorang wartawan.


“Aku sangat Bahagia menjadi kekasih dari Daniel Renaldy. Sosok pria yang sangat baik dan bijaksana. Di tambah dia pun sangat hebat” Balas Callista.


“Nona Callista, setelah anda menikah apa anda akan tetap bekerja?” Tanya wartawan kembali.


“Aku akan tetap bekerja, tapi aku akan mengutamakan suami dan anak-anak ku” Jawab Callista sambil melihat ke arah Daniel. Daniel yang mendengar ucapan Callista ia langsung tersenyum.


Setelah acara konferensi pers berakhir, Daniel menggandeng Callista meninggalkan ruang pertemuan.

__ADS_1


Amel yang sejak tadi melihat Daniel dan Callista, ia benar-benar sangat iri dengan Callista. Dia ingin segera melupakan perasaannya pada Daniel. Bagaimana pun ia sadar jika dirinya tidak akan bisa menang melawan seorang Callista.


Amel pun sudah mencari tahu siapa Keluarga Hutomo, saat ia mendapatkan informasi tentang Keluarga Hutomo. Ia benar-benar sangat terkejut saat mengetahui Keluarga Hutomo adalah salah satu keluarga terkaya di Los Angeles. Meskipun Keluarga Renaldy tetap berada di atas Keluarga Hutomo tapi jika di bandingkan Amel yang hanya seorang Artis, Amel tidak ada apa-apanya dengan sosok putri bungsu Keluarga Hutomo.


KIni Amel akan berusaha melupakan perasaaanya pada Daniel. Ia akan berusaha untuk tidak mengingat Daniel kembali. Meskipun sulit, tapi ia yakin ia akan melupakam Daniel. Amel berharap bisa mendapatkan pria yang baik yang bisa mencintainya seperti Daniel mencintai Callista.


Saat Daniel dan Callista berjalan meninggalkan ruang meeting, Amel yang berdiri dan diam seorang diri membuat Callista menyapa Amel.


“Amel?” Sapa Callista.


“Nona Callista, Tuan Daniel selamat siang” Sapa Amel.


“Siang Amel, kamu disini?” Tanya Callista.


Daniel hanya membalasnya dengan senyuman.


“Iya Nona, saya tadi tidak sengaja lewat” Jawab Amel yang terpaksa berbohong. Tujuan ia datang adalah ingin melihat Daniel.


“Sayang aku harus pergi, nanti supir ku akan mengantar mu. Aku ada meeting dengan client ku dari singapore” Ucap Daniel.


“Sayang, kamu pergilah. Aku masih ingin disini” Jawab Callista.


“Benar tidak apa-apa?” Tanya Daniel kembali.


Callista pun mengangguk.


“Baiklah, aku pergi dulu” Daniel berpamitan dan langsung mengecup pucuk kepala Callista.


“Belum nona”


“Baiklah, ayo kita makan bersama. Aku juga belum makan” Jawab Callista.


Saat Callista dan Amel berjalan menuju salah satu restaurant terdekat dari perusahaan entertainment milik kekasihnya. Tiba-tiba ada seseorang pria yang memanggilnya.


“Nona Callista”


“Harry?”


“Ada apa Harry?” Tanya Callista yang heran karena Herry menghampirinya.


“Nona, Tuan Daniel berpesan pada saya, Mulai detik ini nona di larang untuk membayar apapun yang nona butuhkan menggunakan uang nona pribadi. Ini kartu kredit milik Tuan Daniel” Harry menyerahkan kartu kredit America Express milik Daniel kepada Callista.


“Harry, katakan pada kekasih ku. Aku memiliki uang, jadi aku tidak membutuhkan kartunya” Tolak Callista yang tidak enak menerima kartu kredit milik Daniel.


“Nona, mohon jangan menolaknya. Saya bisa dipecat nona” Ucap Harru memohon pada Callista.


Callista menghela nafas dalam.


“Baiklah, aku akan memakainya. Terimakasih” Ucap Callista.


Sebenarnya Callista ingin menolaknya, tapi ia yakin Daniel akan tetap memaksanya.

__ADS_1


Setelah Callista menerima kartu kredit milik Daniel, Harry langsung berjalan meninggalkan Callista dan Amel.


“Nona Callista hidup dengan sangat sempurna. Memiliki wajah yang cantik, lahir dari keluarga kaya raya dan memiliki pria yang hebat dan begitu mencintainya. Aku benar-benar iri padanya.” Gumam Amel dalam hati.


“Amel, ayo kita segera makan. Aku sangat lapar” Ajak Calista memasuki restaurant terdekat dari perusahaan entertainment milik kekasihnya.


Setibanya di restaurant Calista memesan Sirloin Steak untuk mereka.


“Amel, terimakasih telah menemani ku makan siang” Ucap Callista sambil memotong steaknya.


“Saya yang harus berterimakasih pada nona, karena nona menyempatkan waktunya untuk makan siang bersama saya” Balas Amel.


“Kau tidak perlu terlalu sungkan pada ku” Ucap Callista.


“Nona Callista, bolehkah aku bertanya pada nona?” Tanya Amel kepada Callista.


“Katakan Amel, apa yang ingin kau tanyakan?”


“Apa anda sudah lama mengenal Tuan Daniel?”


“Kurang lebih hampir 6 bulan aku mengenalnya” Jawab Calista.


“Nona, anda sangat beruntung memiliki Tuan Daniel yang hebat”


“Benar, aku memang beruntung memilikinya” Ucap Callista sambil tersenyum.


“Bagaimana dengan mu Amel, apa kau memiliki kekasih?” Tanya Callista kepada Amel.


“Belum nona,tapi aku menyukai seorang pria” Ucap Amel.


“Benarkah? Pasti pria itu akan menyukai mu. Kamu cantik Amel. Dan kamu adalah seorang artis. Sudah pasti banyak pria yang menginginkan mu” Tutur Callista.


“Tidak nona, pria yang aku sukai sudah memiliki kekasih”


“Amel, jika memang dia jodoh mu dia akan menjadi milik mu. Tapi jika dia bukan jodoh mu, percayalah kamu akan mendapatkan pria yang lebih baik darinya” Ujar Callista sambil menyentuh tangan Amel.


“Terimakasih nona” Ucap Amel sambil tersenyum.


“Pantas saja Tuan Daniel begitu mencintai kekasihnya, dia sangat baik” Gumam Amel dalam hati.


***


Jangan lupa baca karya author yang lain ya


"Love In Milan"


Bacaa yaaa hehe


Like,coment dan vote terus yaa.


Maaf kalau ada konflik kalian jadi bete aama author.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian.


__ADS_2