
Daniel yang udah tiba di alamat yang diberikan istrinya. Ia melihat mobil istrinya sudah terparkir. Daniel pun langsung berjalan cepat masuk ke dalam diikuti oleh Edward dan Harry.
Mereka berjalan dengan hati-hati karena lorongnya sangat gelap. Daniel mendengar suara berisik di ruangan ujung, dengan cepat Daniel berlari ke arah suara berisik itu.
Brakkkk
Daniel mendobrak pintu.
Betapa terkejut ia melihat istrinya melawan dua pria. Sedangkan Nick melawan tiga pria . Dengan sigap Harry membantu Nick melawan pria itu.
Saat Callista menlihat suaminya datang ia langsung berteriak " Selamatkan Grace!!"
"Tuan Daniel, selamatkan Callista. biar saya yang menolong Grace" Ucap Edward yang langsung berlari ke arah ruangan lain karena Grace sudah dipindahkan. Daniel pun langsung mengangguk setuju.
Daniel mengambil alih, ia langsung menghajar orang-orang yang telah melawan istrinya. Ia menghajar pria yang telah memukul istrinya. Pukulan Daniel membuat pria itu tersungkur ke lantai hingga membuat mereka tidak bisa bangun. Sedangkan Callista pun menghajar lawannya, meskipun ia mendapat banyak pukulan di wajahnya tapi ia masih bisa melawan musuhnya.
Edward yang melihat Grace dengan keadaan baju yang di robek. Ia langsung menarik kedua pria itu. Menendang dan menghajarnya berkali-kali. Tidak hanya itu, wajah pria itu pun diinjak oleh Eward. Rasa emosinya meluap ketika melihat seorang gadis dilecehkan. Kedua pria itu pun tidak bisa bangkit lagi setelah mendapatkan serangan dari Edward.
Edward berlari ke arah Grace, ia langsung melepaskan jasnya dan menutupi tubuh Grace. Edward bersyukur ia bisa menyelematkan Grace tepat waktu. Baju yang di pakai Grace pun tidak terlalu parah dirobek. Hanya saja Edward yang kini langsung memeluk tubuh Grace, ia tahu jika Grace masih sangat takut. Air mata Grace terus membasahi pipinya.
"Grace, maaf aku terlambat" Ucap Edward dengan lembut sambil memeluk Grace.
"Terimakasih Edward" Lirih Grace yang berada di pelukan Edward.
Edward pun berjalan keluar ruangan dan langsung bertemu dengan Daniel dan juga Callista.
"Grace, kamu baik-baik saja?" Callista langsung memeluk Grace dengan erat.
"Iya, aku baik-baik saja. Edward datang tepat waktu. Terimakasih" Lirih Grace dengan isakan tangisnya.
Daniel pun langsung memeluk adiknya dengan erat.
"Ayo, kita pulang. biar Nick dan Harry yang membawa anak buah Mike" Ujar Daniel.
Mereka pun langsung meninggalkan tempat itu. Daniel yang melihat adiknya masih ketakutan, ia pun akan membawa Grace ke apartemen miliknya.
__ADS_1
"Edward, terimakasih atas bantuan mu" Ucap Daniel sambil menyentuh bahu Edward.
"Saya yang minta maaf Tuan, saya tidak bisa menjaga Grace saat kita makan siang bersama tadi" Jawab Edward yang merasa tidak enak.
"Sudah lupakan, aku harus mengantar adik dan istri ku pulang." Ucap Daniel kembali.
"Baik Tuan, kalau begitu saya pulang dulu" Pamit Edward yang langsung berjalan menuju mobil miliknya.
Daniel pun membawa istri dan adiknya ikut dengan mobilnya. Sedangkan Harry dan Nick di tugaskan oleh Daniel untuk mengurus anak buah Mike. Daniel pun meminta Harry untuk segera menemukan Mike. Rasa marah didiri Daniel tidak bisa ditahan lagi saat melihat keadaan adiknya. Ia akan membalas apa yang di lakukan Mike.
Di dalam mobil Callista melihat Grace hanya terdiam dan terus memeluk tubuhnya. Callista benar-benar bersyukur tidak terjadi hal buruk dengan adik iparnya. Edward pun bisa membantu Grace, ini yang membuat Callista senang. Ia tidak salah jika memilih Edward sebagai pasangan untuk adik iparnya. Callista sangat yakin Edward akan mampu melindungi adik iparnya.
Setibanya di apartemen, Callista langsung berjalan masuk bersama Grace menuju kamar tamu. Callista meminta Daniel untuk membiarkan mereka di kamar tamu. Callista ingin menenangkan Grace yang masih terus ketakutan.
Setah Callista membersihkan diri dan mengganti bajunya. Grace pun membersihkan diri dan memakai baju tidur milik Callista. Karena mereka memiliki ukuran tubuh yang sama, jadi tidak sulit untuk mencarikan baju tidur milik Callista untuk Grace.
"Grace" Panggil Callista dan ia langsung duduk di ranjang.
Grace pun langsung menoleh saat Callista memanggilnya.
"Grace, maafkan aku. Ini semua salah ku" Lirih Callista.
"Ini semua karena Mike yang gila itu yang berusaha mendapatkan ku. Dia malah jadi menculik mu" Lirih Callista yang benar-benar tidak enak.
"Kakak ipar, aku selamat dan kalian datang tepat waktu. Meskipun hingga sekarang aku masih ketakutan. Tapi tadi Edward datang tepat waktu. Aku sangat bersykur itu" Tutur Grace sangat lembut.
"Grace, selama Mike belum ditemukan, aku minta kamu harus pergi dengan pengawal ya. Jangan pergi sendiri seperti kemarin" Ujar Callista dan Grace pun mengangguk setuju.
"Grace, kamu sudah aku anggap sebagai adik ku sendiri. Aku pun akan selalu melindungi mu sama seperti aku melindungi kakak ku." lanjutnya dan langsung memeluk Grace dengan erat.
"Terimakasih kau sudah menyayangi ku." Balas Grace.
"Yasudah, kamu istrihat ya. Aku juga akan istirahat" Ucap Callista yang langsung meninggalkan Grace dan menuju kamarnya.
Callista yang melihat suaminya sudah merebahkan tubuhnya diranjang, ia pun langsung berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya di ranjang.
__ADS_1
"Apa sakit?" Daniel langsung menarik dagu Callista. Ia melihat luka memar di wajah istrinya.
"Sudah aku obati" Jawab Callista dengan lembut.
"Kenapa kamu pergi sendiri kesana tanpa menunggu ku? bagaimaa jika terjadi sesuatu dengan mu?" Seru Daniel yang kesal mengingat istrinya pergi sendiri.
"Mike meminta ku datang sendiri. Tapi kan yang penting aku membawa Nick"
Daniel menghela nafas dalam. Ia bersyukur istrinya membawa NIck.
"Aku akan menemukan Mike. Dia harus membayar apa yang dia lakukan. Aku pastikan akan membunuhnya dengan tangan ku sendiri" Seru Daniel.
"Tapi sayang, lebih baik kamu pun harus mencari Alvonso. Dia juga ikut ingin menghancurkan perusahaan kita" Ujar Callista.
"Aku sudah mencarinya, tapi dia melarikan diri ke kanada. Aku sudah meminta anak buah ku untuk menemukan Alvonso" Balas Daniel
"Kamu tenang saja, Grace juga akan mendapatkan pengawalan ketat. Dan bukan hanya Grace kamu pun juga akan mendapatkan pengawalan ketat"
"CK! aku ini bisa melindungi diri ku" Callista berdecak kesal.
Daniel langsung menyentil dahi istrinya yang keras kepala dan berkata "Kau ini jangan keras kepala. Dokter bodoh itu belum aku temukan, jika aku sudah menemukan dan membunuhnya, kamu bisa pergi dengan Nick saja"
"Aku tidak suka sayang, aku tidak suka pergi ramai-ramai. Aku mohon cukup Nick saja bersama ku. Jangan seperti papa ku yang selalu membawa banyak pengawal. Aku tidak suka" Bujuk Callista.
Daniel menghela nafas dalam, ia tahu pasti istrinya akan menolak.
"Yasudah, tapi kau harus bersama dengan Nick" Ucap Daniel dan Callista langsung mengangguk setuju.
"Ayo kita tidur" Daniel langsung menarik tangan istrinya masuk kedalam pelukannya. Dan Callista pun langsung membalas pelukan suaminya.
***
Follow Ig Author : abigailranadewi
Bersabarlah readers, alur sudah ada. kalau diganti nanti jadi berantakan, hehe
__ADS_1
Like, coment dan vote terus setiap karya author yaa.
Terimakasih atas dukungan kalian.