
Pagi hari Daniel sudah lebih dulu untuk berangkat ke perusahaan. Ia memiliki meeting penting dengan salah satu investor perushaannya di Australia. Sedangkan Callista, pagi ini ia langsung menuju rumah sakit.
Setibanya Callista di Queen Hospital, ia langsung berjalan menuju ruang kerja Olivia.
Tok
Tok
Suara ketukan pintu
“Masuk”
“Liv” Panggil Callista.
“Cal?” Olivia menoleh dari laporannya dan kini menatap Callista.
Callista langsung berjalan masuk ke dalam ruang kerja Olivia.
“Liv, aku butuh bantuan mu” Ucap Callista.
“Ada apa Cal?”
“Begini, kamu tahu perusahaan ku dan perusahaan Daniel sedang dalam masalah bukan?”
Olivia mengangguk.
“Orang di balik semua ini adalah Mike, dia ternyata pemilik Linfard Company. Salah satu perusahaan besar di Australia.” Ujar Callista yang membuat Olivia terkejut.
“Kau ini bercanda kan?”
“CK! Mana mungkin aku bercanda dalam keadaan seperti ini” Callista berdecak kesal.
“Bagaimana mungkin Mike pemilik dari Linfard Company. Dia itu kan dokter specialist jantung” Jawab Olivia yang masih tidak percaya.
“Dia sengaja menutupi identitasnya. Sama seperti ku yang menutupi identitas ku” Balas Callista.
“Lalu kenapa dia ingin menghancurkan perusahaan mu dan perusahaan Daniel?”
“Kau tahu pasti alasannya Liv. Dia sebelumnya sudah ku tolak, terlebih aku yakin dia sakit hati dengan Daniel. Kau tahu sendiri bagaimana sikap suami ku itu” Ujar Callista dan Olivia langsung mengangguk setuju dengan ucapan sahabatnya.
“Lalu bantuan apa yang kamu inginkan dari ku?”
“Aku butuh kamu pinjamkan mobil untuk ku. Aku akan pergi ke Linfard Company. dan Aku sudah meminta supir ku untuk membelikan makanan untuk ku, aku sengaja mengelabuinya. Dan tolong jika dia datang kesini, katakan padanya aku memiliki jadwal operasi”
“Apa kau ini sudah gila? Bagaimana jika suami mu tahu?”
__ADS_1
“Aku akan mengatakannya nanti malam saat aku pulang ke rumah. Jika aku mengatakannya sekarang, percayalah dia tidak akan mengijinkan ku. Kau tahu suami ku itu selalu melarang ku pergi sendiri”
Olivia menghela nafas dalam, lalu ia mengambil kunci mobilnya di dalam tas.
“Ini kamu pakai saja mobil ku.” Ucap Olivia sambil menyerahkan kunci mobilnya.
“Thank you Liv, jangan lupa tangani supir ku jika datang. Katakan padanya aku ada jadwal operasi. Lalu makanan yang dia belikan untuk mu saja” Ucap Callista yang langsung meninggalkan ruang kerja Olivia.
Setelah Olivia memberikan kunci mobilnya, Callista langsung berjalan meninggalkan rumah sakit. Ia langsung menuju parkiran mobil. Syukurlah Nick belum tiba, karena Callista memang memintanya untuk membelikan makanan yang tempatnya cukup jauh dari Queen Hospital.
Callista mengendarai mobil milik Olivia dengan kecepatan penuh. Ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Mike. Ia ingin langsung menanyakan apa sebenarnya tujuan dari Mike hingga berniat menghancurkan perushaan miliknya dan milik Daniel.
Kini Callista sudah tiba di Linfard Company. Bangunan yang sangat mewah, wajar saja karena memang Linfard Company adalah salah satu perushaaan terbesar di Australia.
Setelah memarkirkan mobil, Callista berjalan masuk ke lobby perushaan dan ia langsung menuju receptionist.
“Selamat pagi nona, ada yang bisa saya bantu?” Sapa receptionist dengan sopan.
“Pagi, aku ingin bertemu dengan Mike. Presdir dari Linfard Company” Ucap Callista dengan nada dingin.
“Maaf, apa nona sudah membuat janji dengan presdir kami?”
“Belum, katakan saja Callista Hutomo datang untuk bertemu dengannya”
Callista menatap receptinist yang kini sedang menelepon.
“Nona, silahkan naik ke lantai 58.” Ucap Receeptinist sambil menyerahkan kartu akses gedung.
“Terimakasih” Callista mengambil kartu akses gedung, lalu ia langsung berjalan menuju lift.
Ting
Pintu lift terbuka
“Selamat pagi, saya Denis assistant dari presdir kami” Sapa Denis.
“Pagi, saya Callista Hutomo ingin bertemu dengan presdir anda” Jawab Callista.
“Baik nona, mari ikut saya”
Tok
Tok
Suara ketukan pintu
__ADS_1
“Masuk”
Setelah Denis mengetuk pintu, ia langsung meminta Callista masuk ke ruang kerja Mike. Dan Denis pun langsung pergi meninggalkan Callista.
Mike yang berdiri dan menatap Callista yang kini berjalan masuk ke ruang kerjanya.
“Apa kabar Callista?” Sapa Mike yang masih menatap Callista.
“Aku sangat baik, lalu bagaimana dengan mu Mike?”
“Seperti yang kau lihat. Aku pun baik”
“Aku rasa kau tahu tujuan ku datang kesini untuk apa” Ucap Callista yang menatap tajam ke arah Mike.
“Ya, tentu aku mengetahuinya”
“Apa tujuan mu Mike? Kenapa kau berniat menghancurkan perusahaan suami ku dan perusahaan keluarga ku?”
Mike yang mendengar kata Suami ku. Ia benar-benar tersulut emosi.
“Callista, sudah ku katakan. Tujuan ku adalah memiliki mu. Jika bukan aku yang memiliki mu, maka tidak ada yang bisa memiliki mu” Seru Mike.
“Ah, perasaan bodoh macam apa itu? Kau berpikir aku memilih Daniel karena dia seorang Daniel Renaldy? Pemilik dari Renaldy Company? itu yang kau pikir Mike?” Seru Callista yang membat Mike terdiam.
“Mike, kau ini sangatlah bodoh! Aku memilih Daniel karena aku mencintainya dan satu hal jika bukan Daniel maka aku tidak akan pernah memilih pria lain” Ujar Callista yang benar-benar membuat Mike marah.
Mike berjalan mendekat ke arah Callista, kini jarak keduanya sangatlah dekat. Callista yang melihat Mike berjalan mendekat ke arahnya, ia sama sekali tidak takut. Ia langsung menatap tajam Mike yang kini berhadapan dengannya.
“Callista, jangan salahkan aku jika aku membuat perushaan suami mu hancur. Dia pantas mendapatkannya. Sikap sombong dan angkuhnya serta selalu menggunakan kuasa yang dia miliki membuat ku muak dengannya” Seru Mike yang membuat Callista tersenyum.
“Suami ku pantas untuk seperti itu. Dia adalah pria yang hebat. Aku rasa kau lupa, meskipun Linfard Company besar tapi perusahaan suami ku tetap lebih besar dari milik mu. Dan satu hal Mike Linfard. Aku adalah putri dari Michael Hutomo. Jika aku memberitahu ayah ku, tentang kau yang berusaha menghancurkan perusahaan keluarga ku, maka bersiaplah menghadapi ayah ku” Seru Callista yang menbuat Mike kembali terdiam.
“Mike Linfard, aku tahu siapa yang menolong mu. Alvonso pemilik dari Leonard Company menolong mu bukan? Kalian bekerja sama bukan? Ah, aku harus memberitahu mu suami ku yang hebat itu telah berhasil mengakuisisi Leonard Company. Kau tahu bukan itu artinya apa? Artinya adalah suami ku pemilik dari Leonard Company” Ujar Callista sambil tersenyum licik ke arah Mike. Sedangkan Mike wajahnya masih terkejut medengar ucapan dari Callista.
“Kenapa kau diam? Karena aku tahu kau bekerjasama dengan Alvonso?” Seru Callista yang masih tersenyum melihat wajah Mike yang masih terkejut.
“Callista, aku bisa dengan mudah menghancurkan perushaan keluarga mu. Dan pada saat itu terjadi, aku yakin kau akan berada di pelukan ku” Seru Mike.
***
Like,coment dan vote terus setiap karya author.
Baca juga semua karya author yaa.
Terimakasih atas dukungannya😘
__ADS_1