
Aaaaa Hati ku berdebar debar...!!!!" Gaby berteriak dalam hati.
"Lihat dirimu Gaby, dadamu berdebar." Lirih Hazelo sambil melepaskan pelukannya, bangkit naik keatas melangkah menjauhi Gabriella dengan tawa mengejek yang menggema memenuhi ruangan, memutar Kran mengguyur tubuh nya dengan shower dibalik dinding kaca buram meninggalkan Gaby yang melengos memalingkan wajahnya yang semakin memerah malu.
Dasar Sialan!!
Gaby terus mengumpati Hazelo hingga Hazelo menyelesaikan mandi nya melilitkan handuk di pinggang, menuju pintu keluar kemudian.
Hazelo berhenti dengan tangan meraih handle pintu. " Aku harus ke kantor, kita bisa melanjutkan nya nanti malam."
"Eh?." Gaby menoleh pada Hazelo. Mencerna setiap suku kata yang Ia dengar barusan. Seketika Hazelo mengerlingkan sebelah mata nya ketika tatapan mata saling bertemu.
"Memangnya siapa yang menginginkan ITU???!!!!." Gaby memekik kesal setelah menyadari apa yang Hazelo maksud. Semakin kesal saat Hazelo menertawakan nya sambil menghilang di balik pintu yang baru saja tertutup.
***
Mobil terparkir di depan rumah utama, disambut dua penjaga dan empat pelayan tidak terkecuali Bele yang telah menunggu kedatangan Miguel di depan pintu utama.
"Selamat pagi tuan."
Ujar mereka serempak.
"Pagi."
Jawab Miguel melewati mereka masuk kedalam rumah. "Apapun yang kalian liat, kalian dengar semalam. Simpan saja untuk kalian sendiri." Melirik pada tiga pelayan dan dua penjaga yang mematung.
Glek.
Yang menerima tatapan membun*h dari Miguel Menelan silva. Menunduk tidak berani membalas tatapan Miguel yang berlalu pergi diikuti Bele melangkah menaiki anak tangga dibelakang nya.
Miguel Berdiri mematung di depan pintu mendengarkan suara tawa Hazelo yang menggema.
Tuan Muda tertawa, sepertinya kehawatiran ku berlebihan.
Terdengar tarikan nafas lega dari pria yabg berdiri tegap di hadapan Bele. Bele turut merasa lega sebab kehawatiran nya pada Tuan Muda membuat nya sulit sekali tidur semalaman.
Miguel berdiri beberapa menit di depan pintu, Mengetuk pintu kamar kemudian setelah memastikan tidak terjadi apapun didalam kamar.
Tok..Tok..
" Apa Saya boleh masuk Tuan Muda?."
"Masuklah Miguel."
Terdengar suara Hazelo menyahuti.
Pintu Kamar terbuka, Miguel melangkah masuk ke dalam kamar diikuti Bele dibelakang nya menutup pintu.
__ADS_1
Hazelo sedang merapikan dasi nya, melangkah mendekati Miguel dan Bela. Langkah tegap pria tampan itu yang hampir mendekati sempurna.
Bagaimana bisa Miguel tahu jika tuan muda sedang berganti pakaian?
Gumam Bele dalam hati, mengingat tadi Ia lama sekali menunggu di depan pintu bersama Miguel.
Tentu saja bukan Miguel jika tidak tahu kebiasaan Tuan Muda. Gumam Bele lagi menjawab pertanyaan dalam hati nya.
"Sarapan Anda sudah siap Tuan." Bele berkata dengan ramah.
Hazelo melewati Miguel dan Bele, Keluar dari kamar setelah Miguel membukakan pintu. Melangkah tegap menuruni anak tangga diikuti Miguel di belakang nya. Hazelo menuju meja makan sedangkan Miguel menuju ruang kerja Hazelo.
Bele yang masih di dalam kamar berdiri dengan sikap sempurna menunggu Gaby yang masih di dalam kamar mandi.
Tidak lama pintu kamar mandi terbuka, Gabriella keluar dengan bathrobe menutupi tubuh nya. Terkesiap ketika melihat Bele Sudah menunggu nya di samping sofa di dalam kamar itu.
"Selamat pagi Nona." Sapa Bele sambil sedikit membungkuk ramah.
"Pagi Bele, Ada apa?."
Tidak biasanya Bele pagi pagi menunggu ku kan? Gumam Gabriella dalam hati.
"Tuan Miguel menunggu anda di ruang kerja." Membungkuk lagi setelah selesai bicara.
"Saya permisi nona, mohon segera bersiap." Berbalik berlalu dari kamar itu setelah selesai bicara, menutup pintu dengan hati hati kemudian . Meninggalkan Gaby dengan sejuta pertanyaan di otak nya menari nari.
"Mau apa Miguel?!." Gumam gumam.
Gaby berteriak pada dirinya sendiri dalam hati. Mengingat kejadian semalam Miguel menapar Zoe hingga tersungkur di lantai. Gaby di tarik paksa Hazelo sambil memberi perintah untuk Miguel membereskan semuanya.
Bulu halus di Tengkuk Gaby berdiri, merinding membayangkan apa yang akan Pria gila itu lakukan disana.
Secepat kilat Ia memoles wajah nya, mengenakan Dress tanpa lengan Ditutupi Blazer berbulu berlengan di bagian luar.
"Jika Miguel menghajar ku, setidaknya Blazer ini empuk dan sedikit melindungi tubuh ku.
"Tidak mungkin kan Si gila itu berani menampar wajah ku?." Gumam Gaby dalam hati sambil meraih handle pintu keluar dari kamar. Melangkah dengan hati hati menuju ruang kerja perlahan Mengetuk pintu sebelum masuk kedalam ruangan itu.
"MASUK..!!"
Sialan!! Dia berani membentak ku!!
Gabriella secepat kilat masuk kedalam ruangan. Menutup pintu dengan keras Kemudian melangkah dengan percaya diri menutupi hati nya yang berdebar takut menghadap Miguel yang tengah duduk menatap tajam Gabriella.
Besar juga nyali mu Nona. Kita lihat saja, apa setelah ini anda masih bisa bertingkah?!
"Ada apa kau memanggil ku?." Berkacak pinggang menatap Miguel.
__ADS_1
Brraakk..!!
Gaby tersentak ketika tangan kekar Miguel menggebrak meja. Detub jantung nya semakin keras bertalu talu, suhu ruangan pun seperti sedang mencekik leher nya. Ruangan ini seperti kehilangan oksigen untuk bernafas.
Gawat !! Miguel murka.
" Apa yang kau lakukan pada Zoe dan teman teman ku semalam?! "
Berkata dengan nafas yang terengah engah.
"Kenapa tidak kau katakan saja pada Tuan Muda mu untuk segera menceraikan aku? Sebab kau dan Tuan mu tahu siapa aku sebenarnya,?!."
"Siapa Anda berani mengatakan itu pada ku!!." Suara Miguel menggema memenuhi ruangan. Bahkan saking keras nya menggema hingga keluar.
Nyali Gaby benar benar menciut saat ini. Sumpah Ia sangat menyesal mengatakan hal itu tadi. Ingin rasanya berteriak dan menangis memanggil orang tuanya.
Jika saja aku punya ilmu menghilang, aku sudah melenyapkan diri..!!!!
Gaby berteriak dalam hati.
"Anda sangat penasaran apa yang bisa saya lakukan pada selingkuhan anda dan para wanita Menjijikkan di dalam Club' itu???" Miguel bangkit dari duduknya menatap tajam Gabriella yang wajah nya telah pucat pasi.
"Baiklah aku akan menunjukkan seperti apa yang anda ingin ketahui."
Glek..
Gaby menelan Silva, melengos menghindari tatapan membun*h dari Miguel.
Miguel meraih laptop membuka layar itu memutar laptopnya menunjukkan pada Gabriella.
Gabriella terkesiap melihat rekaman video di dalam Club', Mulai dari Gaby datang hingga keributan yang terjadi.
( Kejadian di dalam Club' malam tadi.)
Gaby ditarik paksa Hazelo Keluar meninggalkan Club' malam itu.
Sedangkan Miguel masih di dalam Club' baru saja menampar keras wajah Zoe, kekasih Gaby.
Musik seketika berhenti, para pengawal Hazelo siap mengepung dan berjaga di setiap sudut ruangan. Sedangkan Nathali mundur beberapa langkah menjauh kan jarak dari Miguel. Zoe masih gemetar tergeletak di lantai berusaha bangkit.
"A-Ampun tu-tuan." Ujar Zoe terbata bata sambil mengusap bibir nya yang terdapat sedikit bercak darah.
Sial..?! Tamatlah riwayat ku!!
Gumam Zoe dalam hati, dengan tubuh yang gemetar takut.
-
__ADS_1
-
Next