Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 27


__ADS_3

"Kita bisa kemari besok, Tapi sekarang kau harus pulang. Mommy Membuat pesta kecil untuk mu."


Gaby menoleh pada Hazelo. "Pesta?."


"Barbeque, kau akan suka."


Gaby menghangat ketika tangan itu menyentuh kepala nya. "Syukurlah, Kau terlihat lebih baik."


Kau memperlakukan ku seolah aku adik mu..


"Hazelo." batin Gaby menatap Hazelo, berpaling kemudian menoleh pada kaca mobil memandang jauh keluar.


"Ada apa?" Tanya Hazelo.


"Ya?." Gaby menoleh sambil berkerut dahi.


"Tatapan mu." Ujar Hazelo sambil memandang kedepan.


"Apa maksudnya?."


"Kau menatapku seolah kau telah jatuh cinta padaku. Secepat itu kah?." Hazelo menoleh kemudian mendekatkan wajah nya.


"What?!" Gaby terkejut meninggalkan suara. Mendorong wajah Hazelo agar menjauh.


"Siapa yang jatuh cinta pada mu Hazelo. Itu Mustahil!! "Melengos kesal memalingkan wajahnya "Kau terlalu percaya diri! "


"Benarkah?!."Hazelo menyandarkan kepalanya di sandaran merentangkan tangan sengaja menggoda Gabriella. " Kau mencintaiku Gaby, akui saja. Jika kau ingin memeluk ku sekarang, maka aku sudah siap."


"Omong kosong Hazelo, Singkirkan tangan mu!." Menepis Hazelo.


Hazelo menahan tawa hingga tubuh nya bergetar puas menggoda Gabriella. Membuat Gaby kesal dan terus mengumpati nya di sepanjang perjalanan.


Miguel yang sedang mengemudi enggan berkomentar, tidak tertarik dengan hal hal kecil Yang bukan urusan nya. Namun didalam hati nya tersemat kata Tuan muda sering tertawa sekarang.


Ada perasaan lega terlihat dari cara nya bernafas.


Miguel melajukan mobilnya melewati malam hingga sampai di dalam Mansion.


"Silahkan tuan." Seperti biasa Miguel membukakan pintu.


Hazelo dan Gabriella turun dari mobil. Hazelo Keluar lebih dahulu kemudian mengulurkan tangannya pada Gaby.


"Aku bisa turun sendiri." Berkata ketus namun tangan nya tetap meraih tangan Hazelo. Keluar dari mobil kemudian berjalan menuju taman belakang dengan tangan yang saling bertaut.


Sedangkan Miguel masuk menuju kamar nya memeriksa pekerjaan di layar lipat nya.


Terlihat dari kejauhan, Asap mengudara dari sebuah pemanggang dan aroma daging mendominasi.


"Sayang kemarilah." Nyonya Walson melambai.


Gaby mengembangkan senyum. "Mommy sangat baik pada ku Hazelo." Memandang Nyonya Walson yang sedang melambaikan tangan nya pada Gaby sambil menyodorkan piring dari kejauhan.

__ADS_1


"Dia menyukaimu." Balas Hazelo sambil terus melangkah mendekati mommy dan Daddy nya.


"Ayo sayang, Nikmati selagi hangat."


"Terimakasih mom." Gaby tersenyum manis kemudian memetong daging itu memasukkan kedalam mulut nya.


"Daging rusa sangat cocok untuk mu yang sedang program kehamilan."Ujar Mommy.


"Aku meminta Daddy untuk mendatangkan rusa langsung dari negara bagian timur.


"Uhuk..! Uhuk..!"


What?! Program Hamil..!! Daging rusa!! Gaby memekik dalam hati.


"Pelan pelan makan nya, kau jadi tersendak kan?." Hazelo mengulurkan air putih membatu Gabriella minum.


"Apa yang kau katakan pada Mommy?!." Berbisik pada Hazelo dan membelalakkan mata ketika setelah Hazelo membantu Gabriella minum.


"Diam lah, menurut saja! Aku tidak memiliki alasan mengapa kita kerumah sakit."


Benar juga.


Al hasil Mommy terus menyuruh nya terus memakan ini dan itu, yang Mommy buat hingga perutnya penuh dan sangat mual.


"Aku sudah tidak sanggup lagi"Ujar Gaby dalam hati.


Berlari kabur melesat menuju ke kamar setelah mendapatkan alasan Ia kelelahan dan harus istirahat.


Sementara Hazelo, Tuan dan Nyonya Walson. Mereka menikmati malam ini, bercengkrama sambil menikmati pesta kecil yang Mommy buat. Dibawah terang nya sinar. bulan di dalam Mansion di kota Roma.


***


"Kau belum tidur?." Berkata sambil menutup pintu.


Gaby menggelengkan kepala. Hazelo mendekati Gabriella mengusap kepala nya kemudian mendekatkan wajah nya di telinga.


"Kau harum sekali, apa kau berniat menggoda ku malam ini?." Hazelo berbisik di telinga.


"Tidak Hazelo, tidak sama sekali." Gaby berdalih, Dan sial nya Ia terlihat seperti maling yang ketahuan mencuri.


Sedangkan Hazelo berlalu meninggikan tawa kemudian menghilang di balik pintu kamar mandi.


"Dasar Menyebal kan." Bohong jika nafas Hazelo barusan tidak membuat nya merinding.


Kondisi kan otak mu Gabriella..!! Memekik dalam hati.


Gaby berfikir di depan cermin. Bodoh! Mengutuki dirinya sendiri yang berdandan seperti ini dengan kimono tidur yang Ia kenakan.


Otak nya menari nari saat Ia mandi tadi, semakin traveling ketika melihat berbagai macam lingerie tergantung di dalam lemari dan mata nya tertuju pada kimono tidur yang lembut dan memperlihatkan sebagian paha dan dada nya. Namun ada penutup di bagian luar sehingga tidak tampak terlalu mencolok Ia menginginkan sesuatu. "Eh?" Gaby menutup mulut nya.


Ucapan Dokter Faros tentang malam pertama mulai meracuni dirinya, sehingga berbuat bodoh dan sangat memalukan begini.

__ADS_1


Gaby menyembunyikan rasa malu nya dengan melesat ke atas ranjang dan memejam di bawah selimut. Deg....Deg ..Deg .. (Detak jantung Gaby menguat.)


Meskipun berusaha memejamkan mata, namun seperti nya mata nya tidak bisa di ajak bekerja sama.


Gaby, Ayo cepat Tidur!! kendalikan dirimu dan singkirkan racun yang Faros tebarkan tadi


Umpat nya dalam hati,


"Astaga Hazelo datang" Batin Gaby mendengar pintu kamar mandi terbuka.


Berpura pura tertidur adalah jalan yang tepat.


"Kau sudah tidur?." Tanya Hazelo yang baru saja selesai membersihkan diri kemudian mengganti pakaian. Gaby tidak menyahut. Naik menuju atas ranjang, masuk kedalam selimut yang sama dengan yang Gaby gunakan.


Gaby membeku saat Hazelo meraih tubuh nya masuk kedalam dekapan. "Kau tidak akan bisa tidur jika tidak memeluk ku." Ujar Hazelo kemudian mengusap usap kepala Gabriella hingga benar benar memejam.


***


Malam sudah sangat larut, Miguel hingga saat ini belum juga memejam. Masih terlihat Fokus di depan laptop nya memeriksa laporan.


Tok..tok..


Terdengar suara pintu di ketuk.


Miguel sudah tahu siapa yang datang. Tidak akan ada yang pernah berani mengetuk kamar Miguel selain dua orang. Tuan muda Hazelo atau Kepala pelayan yang bernama Bele.


Malam selarut ini tidak lah mungkin jika tuan muda yang datang.* Miguel tetap duduk di tempat nya enggan beranjak.


Hingga pintu pun terbuka. "Kau sangat sibuk hingga melewatkan makan malam mu.," Bele masuk ke kamar membawa nampan berisi beberapa potongan cake dan segelas sereal.


(Sereal lagi????Itu kebiasaan keluarga Walson.)


Bele duduk di tepi ranjang setelah meletakkan nampan di meja kerja disamping Miguel.


"Kau melewatkan makan malam mu." Berbicara tidak Formal sebab diluar jam kerja.


"Terimakasih." Miguel tetap Fokus dengan layar lipat nya.


"Cepat dimakan, Aku akan mengambilkan buah untuk mu. Sepertinya kau tidak mengisi perutmu seharian " Bele bangkit lagi, kemudian berlalu hendak keluar kamar. Menoleh pada Miguel ketika Ia meraih handle pintu.


"Tidak usah, maaf merepotkan mu. Tapi ini cukup, Terimakasih." ujar Miguel pada Bele sebelum Ia keluar.


"Baiklah Megi, selamat malam." Ujar Bele.


"Kau bilang mau mengajukan cuti kan? Kau sudah mendapatkan nya. Kembalilah sebelum dua hari. " Miguel menoleh pada Bele.


"Baiklah, aku akan kembali sebelum dua hari. Terimakasih Miguel." Bele menghilang dibalik pintu.


Miguel menghela nafas nya. Sejak kecil mereka selalu bersama. Miguel, Bele juga Viona termasuk tuan muda Hazelo. Tinggal satu atap dan bernafas di ruangan yang sama Bahkan ketiga nya berebut perhatian dari tuan muda Hazelo hingga Bele pun memutuskan untuk menjaga nya sepanjang hidupnya bersama Miguel.


-

__ADS_1


-


Next


__ADS_2