Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 47


__ADS_3

Mexico


Disinilah Mereka berada sekarang.


Hazelo Gabriella juga Miguel.


Deru Helicopter yang mulai mendarat di sekitar halaman kediaman Nyonya Mamoju, Ibunda Gabriella.


"Siapa yang datang?." Ujar Nyonya Mamoju pada suami nya yang sedang membantu nya menyusun bunga mawar di memasukkan nya kedalam Vas di atas meja makan.


Suatu rutinitas setiap sore menjelang malam.


Meskipun Gabriella tidak lagi tinggal dirumah ini, namun sangat terlihat bukti mereka mencintai putri nya dengan mengisi setiap Vas di dalam rumah itu dengan sebaket bunga mawar berbagai warna di setiap Vas yang ada bahkan kamar Gaby sekalipun dengan tangan mereka sendiri.


"Entahlah, Aku tidak memiliki janji dengan siapapun malam ini." Ujar Ayah Gaby mengherdikan bahu.


Salah satu pelayan keluar memastikan. Melewati ruang makan ruang tamu kemudian menuju pintu utama.


Pelayan itu terkejut ketika dua penjaga di depan pintu utama membungkuk hormat. Lebih terkejut lagi melihat siapa yang datang.


"Selamat datang Tuan muda Hazalo dan nona Gabriella. Semoga tuan dan nona panjang umur panjang umur - panjang umur." Ujar dua penjaga sambil membungkuk hormat.


" Astaga! Panjang sekali umur nya, Telinga ku sakit mendengar ocehan dua penjaga itu! Selalu berlebihan jika menyambut mu." Gerutu Gaby.


"Sssttt!! Aku bisa mencium bibir mu sekarang jika terus saja marah marah." Hazelo berbisik sambil sedikit membenturkan kepala nya pada Gabriella.


"Jangan bertingkah macam macam ya, Ayo masuk." Tarik Gaby pada lengan Hazelo.


"Eh Tunggu!!" Gaby mengurungkan niat.


" Bagaimana jika Mommy masih marah?." Nyali Gaby seketika menciut,


teringat lagi masalalu nya yang bagi nya sekarang sangatlah menjijikkan di dalam ingatan.


"Aku sangat malu mengingat hal itu.* Gumam Gaby dalam hati. Apalagi jika teringat hubungan nya dengan Zoe membuat nya merinding.


Menjijikkan!


Gaby berhenti melangkah,


tidak


Bahkan Ia mundur satu langkah ke belakang.


Dada nya semakin berdebar, nyali nya menciut, antara malu, rindu juga rasa bersalah jauh mendominasi hati nya sekarang.


"Kau mau kemana? " Tarik Hazelo pada tangan Gaby saat Gaby berusaha mundur satu langkah lagi.


"Eh?." Seketika Gaby terkejut ketika Hazelo mencium jari nya.


"Tidak akan terjadi apapun, percaya lah." ujar Hazelo.

__ADS_1


Gaby menghangat


tentu saja sebab katena terhipnotis dengan ucapan Hazelo barusan. "


*Aaa jadi ingin menangis kan?!


Satu pelayan yang tadi nya sempat menganga terkejut dengan kedatangan nona Gabriella, lebih membuat wanita ini menganga saat Ia melihat Tuan muda Hazelo dan tuan Miguel secara langsung.


Apa lagi sorot mata nya melihat tuan muda Hazelo yang mencium jari nona Gabriella, Semakin membuat nya Limpung seketika menarik nafas menyadarkan otak jomblo nya ketika tuan muda Hazelo tiba tiba mencium bibir nona Gabriella, di depan pintu utama dihadapan dua penjaga dan satu pelayan juga Miguel yang memalingkan wajah.


"Sayang?!." Gaby mendorong Hazelo.


"Marah lagi?" Hazelo berkerut dahi.


" Kau mengejutkan ku. Lagi pula tidak sopan mencium istri di sembarang tempat kan?"


"Kau pemarah dan sangat menggemaskan, Aku tidak tahan untuk tidak mencium mu." Berkata sambil mengusap bibir Gabriella dengan ibu jari.


"Si-silahkan tu-tuan muda, Nona juga tuan Miguel." Mbungkuk berkali kali dengan gemetar.


Tingkah seperti itu membuat Gaby terlihat sangat jengah.


"Cih! Tidak kah pinggang kalian sakit? Berkali kali membungkuk seperti kurang kerjaan*


Batin Gaby sambil melangkah berlalu masuk kedalam meninggalkan satu pelayan dan dua penjaga yang membungkuk lagi dengan hormat.


Gaby pun masuk kedalam bersama Hazelo yang menggenggam tangan nya erat. Membuat pelayan menatap punggung mereka heran.


Sebab telinga mereka dulu sering mendengar Gabriella adu mulut dengan Daddy nya tentang masalah perjodohan dengan tuan muda Hazelo.


Namun sekarang mereka terlihat mesra, sontak saja membuat mereka heran juga bahagia.


Namun ketika pelayan itu tanpa sengaja menatap Miguel membuatnya merinding membenturkan kepala nya di batu dalam khayalan.


"Berhenti memikirkan yang bukan urusan mu!." Ujar Miguel sambil berlalu melewati pelayan itu.


"Ba-Baik tuan." Jawab pelayan dengan gagap


***


"Tuan muda?." Nyonya Mamoju terkejut.


Ya, tidak ada pemberitahuan sebelumnya jika tuan muda Hazelo akan datang berkunjung. Sorot mata Nyonya Mamoju tertuju pada tangan tuan muda Hazelo yang berada di pinggang putri nya.


"Selamat sore mom" Ujar Hazelo.


Mom? Tuan muda memanggil ku ibu? Ada apa ini?! Apa aku tidak salah dengar?


"Se-Selamat sore tuan muda." Sedikit membungkuk menghormati. " Silahkan"


"Mom." lirih Gaby.

__ADS_1


Nyonya Mamoju menoleh pada Gaby setelah putri nya itu buka suara.


Tatapan dingin terlihat, Memalingkan wajah setelah menatap Gaby beberapa saat. Sangat terlihat bukan, bagaimana kecewa nya Nyonya Mamoju pada putri nya.


"Sorry" Lirih Gaby sambil menunduk.


Hazelo yang melihat itu semakin mempererat tangan nya pada pinggang Gabriella.


Nyonya Mamoju diam. Ayah Gaby pun hanya diam sejak tadi berada di belakang istrinya.


Saling diam tanpa menatap Gabriella.


Gaby yang sekarang berada di samping Hazelo mendongak kan kepala memberanikan diri menatap ibu nya berkaca kaca, lebih menyakitkan sebab Ibu nya


belum menatap nya sama sekali membuat air mata itu tumpah saat pelopak mata tidak mampu lagi membendung.


"Apa yang kau lakukan?!." Hazelo terkejut begitupun orang tua Gabriella.


Terkejut sebab sekarang Ini Gaby sedang berlutut di hadapan Orang tua nya.


"Maaf, Maafkan aku mom. Dad. Aku menyesal."


Gaby menunduk,


tubuh nya bergetar, Sebab Ia sambil menangis.


"Maaf"


Hening suasana di dalam ruang makan. Hanya tangis Gaby yang samar terdengar sesenggukan.


"Kalian sungguh tidak ingin memaafkan istri ku?"


Hazelo yang tidak tega melihat istrinya seperti itu Ahir nya pun buka suara. Sambil berusaha membantu Gabriella untuk berdiri.


"Lepaskan sayang, biarkan saja aku berlutut."


Gaby menepis perlahan tangan Hazelo.


"Aku tidak akan memaafkan siapapun yang menyakiti istri ku. Sekalipun itu kau Nyonya Mamoju." Tegas Hazelo. Suaranya menggema memenuhi ruangan membuat merinding di ulu hati.


Hazelo marah?


Seketika Gabriella bangkit, takut terjadi sesuatu jika Hazelo marah pada orang tua nya.


"Sayang, aku tidak apa apa." Mengusap air mata kemudian menyentuhkan tangan nya di pipi Hazelo berusaha menenangkan.


Nyonya Mamoju yang merasa situasi seperti ini membuat tidak nyaman, seketika Ia meraih tangan Gaby.


"Eh?."


Gaby tidak mampu lagi untuk menahan rasa haru. Sebab Ibu nya mendekap nya erat sekarang.

__ADS_1


"Kami menyayangi mu, meski seperti apapun jalan yang kau pilih Kami tetap menyayangi mu. Kami hanya butuh waktu untuk menerima kenyataan." Ibu Gaby melepaskan pelukannya mengusap air mata nya kemudian.


"Terimakasih Tuan Muda. Anda merubah putri ku. Anda merubah Gabriella. Terus lah menjanga nya dengan baik. Seperti Kami berusaha menjaga Gaby untuk Anda Tuan."


__ADS_2