
Di dalam apartement, Viona membuka mata. Terkesiap menyibakkan selimut mengedarkan pandangan. "Sudah pagi?" Berkata sambil mematikan jam weker yang sejak tadi berdering.
"Aku sudah dirumah?."
Lebih terkejut ketika Jas Miguel ada di sana.
"Ini milik siapa?." Viona menghirup aroma parfum khas Miguel, tentu saja seketika tahu Jas itu milik siapa. "Miguel"
"Aku semalam tertidur di dalam mobil, atau aku berjalan tanpa terasa hingga sampai disini." Bangun dari tidur nya duduk menyandar kan di sandaran ranjang.
Viona menutup mulut nya saat memikirkan yang terjadi semalam. "Atau Miguel yang menggendong ku?
Viona, bagaimana bisa kau tidak terbangun?!." meringsut turun dari ranjang kemudian masuk ke kamar mandi membersihkan diri, sebelumnya telah menggantungkan Jas itu nya dengan hati hati Ia simpan rapi di dalam lemari.
"Akan aku cuci dan ku kembalikan jika bertemu lagi dengan mu."
Viona bergegas mempersiapkan dirinya mempersiapkan diri untuk bergegas pergi bekerja, Salah satu perusahaan ternama menerima nya bekerja di sana. Bukan tanpa alasan Ia diterima hingga mendapatkan fasilitas apartement bahkan mobil pribadi. Semua itu Miguel yang telah mengatur nya.
Di bawah perintah Hazelo untuk memastikan Viona hidup dengan layak. Sebagai balasan kebaikan Viona juga rasa bersalah Hazelo menjalin cinta yang rumit dengan Viona dan harus meninggalkan nya.
***
Di tempat lain. Di sebuah Mansion Hazelo Walson.
Gabriella masih memejam di dalam pelukan Hazelo, Lengan Hazelo dijadikan nya sebagai bantal menangkub di dada membuat nya merasa sangat hangat dan nyaman.
Semalaman mereka tidur di sofa bahkan jendela kamar pun tidak tertutup hingga pagi.
Gaby membuka mata "Sudah pagi." Mendongak menatap Hazelo yang masih memejam.
Gaby mengusap pipi Hazelo sambil berkata. "Tampan."
Mengusap pipi nya lagi hingga memandangi Hazelo beberapa saat. "Aku mencintaimu." mengecup perlahan bibir satu satu nya pria yang memenuhi hati nya.
Dengan kecupan itu sama sekali tidak membuat Hazelo terbangun.
Gaby pun meringsut perlahan memindahkan tangan kanan Hazelo yang memeluk pinggang nya. Perlahan turun dari sofa, mengecup dahi Hazelo juga sebelum melesat membersihkan diri.
Di dalam kamar mandi Gabriella mengeluarkan alat tes kehamilan, Setelah Ia rasa sudah telat datang bulan hingga dua pekan.
Gabriella mulai mencelupkan alat tes nya di dalam urine yang Ia tampung di dalam cawan.
Menunggu dengan cemas, selalu seperti ini jika melakukan nya. Sudah ke tiga kali nya Gabriella melakukan hal ini, kedua kali negatif dan sekarang sedang berdebar menunggu hasil dari alat tes itu.
Waktu berputar sangat lama harap harap cemar menunggu harapan garis dua muncul disana.
Lagi lagi Gaby meneteskan air mata, sebab yang muncul bukan lah yang sesuai diharapkan. Satu garis lagi lagi muncul. Hanya bisa pasrah sambil men desa h kan nafas nya kelu.
"Belum" ujar Gaby sambil memasukkan alat tes itu kedalam tempat sampah.
__ADS_1
Selang beberapa waktu Gaby telah menyelesaikan aktifitas nya di kamar mandi. Mulai mempercantik diri di depan cermin sebelum membangunkan Hazelo.
"Kau sudah bangun?." Gaby menoleh pada Hazelo yang sekarang memeluk nya dari belakang. Dagu Hazelo Ia jatuhkan di bahu istri nya membuat Gaby mengecup pipi nya seketika.
Semakin hari terlihat sangat jelas begitu manja nya Hazelo pada Gaby. Sikap yang hanya ditunjukkan pada istri nya.
"Aku merindukan mu." Suara serak khas bangun tidur terdengar sambil mengecup telinga. Gabriella.
Hangat nafas nya membuat Gabriella merinding mengherdikan bahu.
" Aku disini. Semalaman kau juga memeluk ku bukan? dan sekarang pun."
"Hm, Aku--" Hazelo diam. Menatap cermin melihat pantulan bayangan mereka.
"Apa? Kau ingin mengatakan sesuatu?."
"Aku lupa jika semalam memeluk mu." Berkata sambil me..re..mas area bukit sensitif.
"Sayang!." Gaby menepis tangan Hazelo.
"Aku menyukai nya." me..re..mas lagi sambil tergelak Kemudian melepaskan pelukannya berlalu meninggalkan tawa sambil melangkah menuju kamar mandi.
"Dasar tuan muda!."Ujar Gaby sambil senyum senyum sendiri terbayang semalam.
Otak mes..UM nya mengiang menari nari.
"Apa?!"Gaby terkejut menoleh kearah kamar mandi dan melihat kepala Hazelo muncul disana.
Hazelo tertawa lagi setelah mengerlingkan sebelah mata nya.
"Cepat bersihkan dirimu atau kau akan terlambat!."
"Baik nona.." goda Hazelo dengan tawa kembali terdengar disana.
***
Miguel telah berdiri dengan sikap wibawa sempurna di bawah tangga, Dengan pakaian formal lengkap seperti biasa menunggu tuan muda Hazelo keluar dari kamar.
Miguel melihat arloji di pergelangan tangan nya, tidak ingin terlambat dari waktu yang telah di tentukan tentu nya.
Tidak lama Hazelo muncul sambil merengkuh pinggang Gabriella Ia menuruni anak tangga.
"Aku tidak bisa menemani mu sarapan, Makan yang banyak ya, Aku pulang larut malam ini." Kecup Hazelo pada pucuk kepala Gabriella.
"Mau bagaimana lagi." Gaby mengherdikan bahu.
" hm, baiklah." Gaby menghelakan nafas nya.
"Kau keberatan?." Hazelo menoleh pada istri nya.
__ADS_1
"Tidak, Sepertinya aku makan malam sendiri lagi. Tapi bolehkah aku datang ke kantor mu?." Menoleh pada Hazelo, berkedip kedip memohon.
"Aku tidak pernah keberatan, hanya saja ada agenda keluar kota siang ini, aku tidak dikantor hingga sore nanti. Tetaplah dirumah menunggu ku kembali, panggil Bele jika membutuhkan sesuatu." Kecup Hazelo pada dahi Gabriella.
Seolah terhipnotis dengan yang Hazelo katakan, Gaby pun mengangguk meng iya kan.
"Selamat pagi nona" Sapa Bele yang berdiri di samping Miguel.
"Bele?." Gaby menoleh pada Bele.
"Aku sudah sembuh nona, bisa kembali bekerja." Sedikit membungkuk hormat.
Hazelo bersama Gaby melewati Bele dan Miguel. Keluar melewati pintu utama dengan Bele dan Miguel mengikuti di belakang.
Nona berubah menjadi wanita penurut, Tuan *muda memang luar biasa. Pesona mu tidak hanya menaklukkan lawan bisnis namun juga hati para wanita.
Tidak terkecuali wanita seperti nona*. tertawa dalam hati.
Batin Bele sambil mengantar tuan muda nya hingga depan pintu utama.
"Aku pergi dulu." Kecup Hazelo pada dahi Gabriella.
Gaby mengangguk, sikap manis Hazelo membuat nya semakin hari semakin jatuh cinta.
Miguel telah siap membukakan pintu mobil, Bele juga penjaga telah berdiri di tempat nya mengantar tuan muda Hazelo dengan sedikit membungkuk hormat.
Hazelo pun melangkah mendekati Miguel hendak masuk kedalam mobil.
"Aku akan menunggu mu." Ujar Gaby membuat Hazelo menoleh mengurungkan niat nya masuk kedalam mobil.
Seketika Hazelo berbalik mendekati Gabriella.
" Terimakasih--." Hazelo mengecup bibir Gabriella juga menggantungkan kalimat.
"Sayang." ucap Hazelo kemudian berbalik masuk kedalam mobil.
Mobil meninggalkan Gabriella yangasih menganga tidak percaya.
"Hazelo panggil apa aku tadi?." Ujar Gaby sambil menyentuh bibir nya. Bertanya pada Bele berusaha memastikan pendengaran nya apakah masih berfungsi dengan baik.
"Sayang" Panggilan yang baru kali ini Ia dengar membuat dada nya bergetar hingga menampar pipi nya dalam khayalan berusaha memastikan ini bukan lah mimpi.
***
Aku mencintaimu Gabriella Mamoju. Batin Hazelo sambil menatap kaca yang yang memperhatikan jalanan luas.
-
next
__ADS_1