Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 60


__ADS_3

Pada ahir nya malam ini mereka berdua menghabiskan waktu untuk berkencan. Para pelayan sudah pulang ke Mansion begitupun juga dengan Bele.


Sopir mengantar mereka beserta mobil box yang mengangkut barang belanjaan.


Di bawah sinar lampu yang tamaran, dengan lilin di atas meja yang menyala dan dua gelas anggur bertengger di sana. Vas bunga warna putih berdiri kokoh berisi satu bunga mawar warna merah terdapat di tengah tengah meja.


Mereka duduk berhadapan sekarang.


" My wife." Senyum Hazelo saat meraih tangan Gabriella sebelum mengucup tangan nya.


Wajah Gabriella memerah, rona bahagia terlihat. Ada cinta di sorot matanya, Cinta pada pria di hadapannya yang mendalam memenuhi hati.


"My Husband, tuan muda Hazelo Walson." Balas Gabriella.


"Aku mencintaimu."


Tidak lama pramusaji meletakkan beberapa piring berisi makanan yang sebelumnya telah dipesan.


"Selamat makan sayang." Ujar Gabriella sambil menyuapkan potongan sayur ke mulut Hazelo.


Hazelo menerima itu. "Selamat makan." balas Hazelo. Keduanya pun menikmati makan malam sambil sesekali bercanda.


"Untuk kebahagiaan kita." Hazelo meraih gelas berisi wine itu mengajak bersulang.


"Untuk kebahagiaan kita." Balas Gabriella.


"Ciiirss.."


"Berdansa?."Hazelo pun mengulurkan tangan.


"Ya, tentu saja."Gaby meraih tangan Hazelo. Berdansa diiringi musik klasik yang romantis.


Tangan Gaby beralih mengalung di leher, Hazelo menundukkan kepala mendekatkan wajah nya.


"Aku mencintaimu." Lirih Hazelo menyentuhkan dai nya pada dahi Gabriella.


Mendengar pengakuan cinta Hazelo membuat mata Gaby berkaca. "Aku juga mencintaimu, tuan muda."


Dan terjadilah,


ciuman hangat kedua nya hingga beberapa saat terlewat suasana semakin romantis diiringi alunan musik klasik.


Semakin memperdalam ciuman itu dengan meresapi rasa cinta kedua nya.


Di dalam restoran di pusat kota Brazilia....


***


Di kamar hotel berbintang berlogo Keluarga Walson.


Di kota Brazilia.


Tepatnya sebuah kamar dengan fasilitas terbaik, disinilah mereka berada sekarang. Melepas lelah serta melepaskan rasa yang sempat tertunda ketika di restoran tadi.

__ADS_1


Juga Hazelo yang melepas lelah bekerja dan rasa rindu jauh dari istri nya siang tadi.


De..sa..Han laknat mendayu mengudara. Saat setiap inci lekuk nya tidak luput dari sen..tu..Han.


Ji..la..Tan dan hisa..pan membuat erangan hingga mencakar rambut Hazelo mengekspresikan hal yang sedang terjadi. Dipadu guyuran air hangat dari shower itu dan sentuhan sabun yang ge..Li nik..mat menggelitik.


Apalagi jika bukan bukit indah nya di re..mas. Di mainkan sesuka hati hingga suhu tubuhnya meningkat


Otak li-ar bekerja dengan has..Ra .t melonjak memenuhi di jiwa nya.


Gabriella yang semakin hari semakin ag..re..sif membuat Hazelo menggila saat lu..ma..Tan itu mengulum si Jody.


Semakin menegang, tentu saja. Saat tak mampu lagi untuk menahan ingin segera me..ma..Suki inti disana seketika itu Hazelo menggendong Gabriella membawa nya berpindah


Ke atas ra..n..Jang.


Si Jody menyeruak memasuki inti disana, De..sa..han laknat semakin menggila mengudara.


Penyatuan yang nik..mat sempurna, Hingga setiap hentakan mengiringi suara yang semakin mendayu.


Nafas yang tidak lagi beraturan, diiringi pantulan ranjang sebagai saksi bisu bagaimana aktivitas yang sedang terjadi di ka..mar itu.


Dengan lincah nya si Jody naik turun. Desertai hentakan hentakan yang nik..mat sempurna.


Hingga pada akhirnya pelepasan terjadi. Hazelo pun memperdalam ciuman nya menikmati rasa yang mencuat menekankan si Jody menusuk kedalam.


Kedua tangan Gaby yang melingkar di punggung Hazelo, me..re..mas disana.


Hazelo memanggilku sayang?


"Aku juga mencintaimu." Balas Gaby tulus, terlihat jelas dari cara nya menatap Hazelo.


Kedua nya pun kembali berciuman dalam waktu yang cukup lama.


***


"Sepertinya kau bersenang senang hari ini ya?." Ujar Hazelo sambil merapikan rambut Gaby yang kusut.


Gaby menangkub di atas da..da Hazelo sekarang, Dengan selimut tebal menutupi keduanya.


"Berkencan seperti rakyat biasa jauh lebih menyenangkan." Balas Gaby parau dengan kantuk nya.


"Oh ya?."


"Hm." Gaby mengangguk. "Ini pertama kalinya untuk mu kan? Tuan Hazelo Walson memasuki gedung Bioskop untuk umum." Gaby mendongak.


"Seharusnya aku foto tadi." menyentuh rahang Hazelo.


Hazelo meraih tangan Gaby kemudian mengecupnya. "Kau tidak membeli sesuatu?."


Hazelo berkerut dahi. Sebab laporan dari orang orang Hazelo jika Gabriella hanya membelikan untuk Bele dan para pelayan.


"Ada, tunggu." Gaby menggulung selimut kemudian bangun dari tidurnya berniat meraih paper bag yang Ia bawa bawa sejak tadi. Membawa selimut itu turun dari ranjang.

__ADS_1


"Lepaskan saja! untuk apa di tutupi." Tarik Hazelo pada selimut itu sambil tergelak.


"Sayang!." Gaby menggerutu sambil turun dari atas ranjang. meraih paper bag kemudian naik ke atas ranjang lagi masuk kedalam selimut meringsut mengulangi posisi nya tadi.


"Apa ini?." Hazelo mengeluarkan isi paper bag.


Dua pasang sepatu anak kembar. Yang satu pasang berwarna merah muda seperti nya untuk anak gadis dan yang sepasang lagi warna cokelat untuk baby laki laki Tersimpan rapih di dalam kotak mika bening sehingga terlihat jelas isi di dalam.


"Jangan dibuka, Aku akan membuka nya jika Hazelo junior hadir disini." Meraih tangan Hazelo menyentuhkan tangan nya pada pe..Rut rata Gabriella.


"Kau sangat menginginkan nya?." Bertanya sambil menyeringai.


"Tentu saja! Memang kau tidak?" Seketika bangun dari tidur nya berkacak pinggang.


"Jangan katakan kau masih berniat mencampakkan ku sebab itu kau tidak ingin dia tumbuh." Kesal Gabriella.


Aku sangat menyesal mengatakan itu. Sungguh sungguh menyesal.


"Kau sangat menginginkan nya ya?." Merkata sambil menyibak selimut melempar nya jauh.


"Kau mau apa???."


"Aku hanya berusaha mengabulkan yang istri ku impikan." Menyeringai sambil berbisik dan me..re..mas bukit ke .nyal yang selalu indah terawat itu.


"Aww!!." Mengge..liat.


"No,"


"No, sayang."


"Ahhh....."


Me..re..mas rambut Hazelo yang secepat kilat mendominasi dengan gerakan nya menikmati buah da......da.


Dan kembali terjadi, Suara suara mendayu Dayu yang tidak mampu Gabriella tahan meskipun sudah berusaha. Menikmati setiap sen..tu..Han yang tidak mampu Ia tepis, bagaikan candu yang membuatnya menggila di setiap aktivitas bersama Hazelo yang bahkan hampir setiap malam mereka lakukan.


Henta..kan demi hen..Takan terjadi menepis sepi nya malam di kota itu.


Meskipun para manusia yang lain sudah kembali lelap dalam peraduan, kedua manusia ini belum juga menyelesaikan aktivitasnya.


Rasa nik..mat yang mencuat membuat keduanya menginginkan lagi dan lagi.


Aaaaa....hhhhh.....


Pelepasan kedua nya terjadi. Diakhiri dengan ciuman keduanya melepaskan semua rasa cinta yang telah sah dalam segi apapun.


"Aku mencintaimu tuan muda Hazelo Walson"


Lirih Gabriella sambil me..re..mas punggung pria yang sekarang berada di a..tas nya.


-


Next

__ADS_1


__ADS_2