
"Cari Gaby sekarang!." Ujar Hazelo di perjalanan.
"Baik tuan muda." Miguel menghubungi lagi orang orang nya yang tadi telah Ia perintahkan mengikuti taxi yang membawa Gabriela sejak tadi.
Miguel pun melesatkan mobilnya, menembus malam di kota Brazilia, mengikuti lokasi yang orang orang Miguel kirimkan.
Miguel melirik Hazelo yang terlihat sangat gusar. Miguel menghela nafas nya panjang kemudian semakin melajukan mobil nya melesat di atas jalanan menembus malam.
Hazelo memijat pelipisnya sambil menyandar di sandaran. Wajah Viona dan Gabriella menghiasi di dalam ingatan. Entah mengapa rasanya seperti sedang tertangkap basah berselingkuh. Meskipun Gaby pernah melakukan sesuatu yang lebih dari ini bersama kekasihnya, namun tetap saja, ada setitik rasa bersalah nya pada Gabriella.
Namun disisi lain, Hazelo tidak mampu untuk membohongi dirinya sendiri jika Ia begitu merindukan Viona.
"Baru kali ini aku merasa sangat bodoh." Ahirnya Hazelo bersuara.
"Maafkan aku tuan Muda. Aku tidak bermaksud--" Belum selesai Miguel bicara.
"Sudahlah Miguel, Aku tahu apa kau fikirkan. Kau hanya ingin melindunginya kan?."
"Maafkan aku tuan muda, itu hanya agar semua berjalan sebagaimana yang seharusnya.*Ujar Miguel dalam hati sambil terus mengemudikan mobilnya.
Mobil berhenti di depan hotel tempat Gabriella menginap, telah menunggu sang pemilik Hotel beserta Manager nya.
"Selamat datang tuan muda Hazelo, Suatu kehormatan anda berkunjung ke hotel kami." Ujar sang pemilik Hotel beserta Manager nya Setelah Hazelo masuk kedalam Hotel itu.
Beberapa menit yang lalu, timbul kepanikan di dalam Hotel sebab Miguel mengirim pesan singkat langsung pada sang pemilik Hotel. Jika tuan muda Hazelo akan berkunjung menjemput istrinya malam ini. Semakin takut akan terkena imbas atau pihak Hotel nya melakukan kesalahan.
"Aku tidak suka berbasa basi." Melirik Miguel yang kemudian mengikuti Hazelo melewati sang pemilik Hotel beserta manager nya yang membungkuk hormat.
Hazelo dan Miguel di persilahkan masuk kedalam lift khusus mengantarkannya menuju depan kamar tempat Gaby menginap.
Pintu lift terbuka, Hazelo melangkah lebar diikuti Miguel dan Sang pemilik hotel beserta Manager nya menuju kamar yang ditempati oleh nona Gabriella.
"Klik.." Seketika manager Hotel itu membuka pintunya. Membuat Miguel meraih Handle pintu kemudian mempersilahkan Hazelo masuk kedalam. " Silahkan tuan muda."
Hazelo masuk kedalam kamar seketika itu Miguel menutup pintu.
"Tuan Hazelo akan menginap malam ini." Ujar Miguel pada Sang pemilik Hotel dan Manager nya yang bergetar berdiri. Berdebar takut melakukan kesalahan.
"Terimakasih tuan Miguel, itu suatu kehormatan bagi kami." Membungkuk lagi.
***
Sementara di dalam kamar...
Hazelo perlahan mendekati ranjang. Gabriella tertidur, Ia tidak berpakaian hanya handuk putih yang Ia gunakan untuk melilit tubuh. Meringkuk dengan wajah yang sembab seperti nya baru saja menangis.
Hazelo menarik selimut menutupi Gabriella yang meringkuk kedinginan. Kemudian sorot mata nya tertuju pada Dress dan dalaman Gabriella yang berserak di lantai.
"Dasar Bodoh!!." Ujar Hazelo sambil memunguti dress Gabriella beserta dalaman nya kemudian melemparkannya kedalam tempat sampah. Meraih remote untuk mematikan lampu menggantinya dengan remang remang lampu tidur.
Hazelo melepaskan alas kaki nya mengganti dengan sandal hotel masuk kedalam kamar mandi membersihkan diri.
__ADS_1
Gabriella terbangun, terkejut sebab lampunya telah padam berubah menjadi remang remang.
"Apa aku bermimpi ya" Gumam Gaby kemudian memejamkan mata nya lagi.
Namun, telinga Gaby mendengar gemericik air, sontak saja Ia terkejut terbangun kemudian menyibak selimut bangkit dari tidur nya.
Gaby meraba remote hendak menyalakan lampu, namun sorot mata nya tertuju pada sepatu hitam mengkilap seperti nya Ia kenal itu milik siapa. Semakin terkejut hingga menjatuhkan remote di tangan nya saat Hazelo keluar dari kamar mandi, rambut dan tubuhnya basah. Handuk warna putih Ia gunakan melilit di pinggang.
"Hazelo?!." Membelalak tidak percaya.
"Kau sudah bangun?." Hazelo mendekati ranjang duduk di samping Gabriella, seperti biasa seolah tidak pernah terjadi apapun.
"Mau apa kau kemari Hazelo? ." Gaby berkata dengan lantang sambil bangkit berdiri.
" Kau menginap di Hotel, dan aku mengikuti nya. Apa lagi." Mengherdikan bahu.
"Kau Fikir kau siapa?!, kau selalu bertingkah sesuka hati mu!" Memekik kemudian berpaling menjauhi Hazelo mencari cari pakaian nya berniat untuk pergi.
"Memangnya apa yang aku lakukan?." Bangun dari duduknya mendekati Gabriella.
"Apa kau amnesia?! Apa kau pura pura lupa setelah apa yang kau lakukan tadi?!." Gaby meninggikan suara.
" Aku memeluk wanita, bukan kah itu hal yang biasa?. Ataukah kau sedang cemburu sekarang." Hazelo berkerut dahi kemudian melangkah mendekati Gabriella yang terus mencari cari pakaian nya.
"Aku tidak pernah cemburu?! Persetan dengan apa yang ingin kau lakukan?!." Gaby semakin meninggikan suara nya tersulut.
"Omong kosong ?!." Hazelo semakin mendekat, Dengan Gaby pun semakin tersulut mundur kebelakang.
"Apa kau mengusir ku? Bagaimana jika aku tidak mau."
"Kau Brengs*k?!." Maki Gabriella sambil membuka buka lemari mencari pakaian nya.
"Mana pakaian ku Hazelo?." Gaby meninggikan suaranya lagi. "Tidak mungkin kau tidak tahu kan."
"Aku yang membuang nya." Hazelo menunjuk ke arah tempat sampah.
"Apa yang kau lakukan?!."
"Miguel akan mengantarkan untuk mu besok." Ujar Hazelo sambil terus mendekat. hingga Gaby tidak bisa lagi mundur sebab telah membentur di dinding.
"Bukan itu, Kau membuang salah satu Dress favorit ku!."
"Aku akan membelikan nya yang baru." Berkata sambil terus mendekat.
"Itu edisi terbatas Hazelo?!." Memekik lagi sambil terus menghindari Hazelo.
"Kalau begitu aku akan menyuruh designer nya membuat kan lagi untuk mu."
Sialan?!
Batin Gaby.
__ADS_1
"Kau jahat Hazelo,! Kau Brengs*k?!." Gaby memukuli dada Hazelo yang telah semakin mendekat.
"Kau jahat Hazelo,"
"Aku membenci mu!." pergi lah dari sini?!."
"Cepat pergi tinggalkan saja aku!." berkata sambil menangis memukuli dada Hazelo berkali kali.
"Gaby ada apa dengan mu?!." Hazelo meninggikan suara.
"Ada apa? Kau bertanya ada apa?." Memekik sambil mendorong Hazelo. "kau benar tuan Hazelo yang terhormat?!
Aku cemburu!
Aku Cemburu dan aku membenci mu! Aku membenci mu Hazelo..." Gaby histeris dan sesenggukan.
"Gaby, maaf..." Hazelo berusaha memeluk Gabriella, namun Gaby meronta dan terus memukul Hazelo.
"Maaf? kau Fikir semua selesai dengan kata maaf?!" Gaby semakin histeris memukul Hazelo lagi dan lagi.
" Apa semua selesai dengan kata maaf jika Aku mencintai mu?! " Gaby semakin keras berteriak.
"Ya, Aku Mencintaimu Hazelo, Aku Mencintaimu tuan muda." Gaby menunduk bergetar meneteskan air mata.
"Sssstttttt...... Maafkan aku"
Hazelo menarik nafas nya panjang, meletakan kedua tangan nya di samping kepala Gaby menutup kedua telinga. Membuat Gaby mendongak menatap wajah Hazelo.
Hazelo Semakin menunduk menatap mata Gaby pun ahirnya tatapan keduanya bertemu. Hazelo mengusap pipi Gaby yang basah kemudian menunduk mendekatkan wajahnya hingga hidung mancung kedua nya bersentuhan.
"Maaf"
Dan terjadilah, saat Gaby membelalak tatkala Hazelo menyentuhkan bibir nya pada bibir Gabriella, me..lu..mat lembut bibir nya hingga Gaby terbawa suasana. Ahirnya memejam membalas ciuman itu hingga waktu yang cukup lama.
Tangan Gaby beralih Ia kalungkan di leher Hazelo dengan bibir yang saling bertaut di dalam remang remang nya suasana kamar Hotel. Ciuman semakin dalam hingga tangan Hazelo menyentuh handuk Gabriella, sekali tarik seketika terjatuh teronggok di lantai.
-
-
Next..
Mohon dukungannya donk... Beri aku bunga mawar favorit Gabriella...😁😁😁
Lanjut kan besok ya kawan......😘😘
Maaf.......🙏
Kurang lebih nya A-de..gan nya seperti gambar di bawah. Namun bisa juga kalian membayangkan sendiri sesuai imajinasi masing masing...
Untuk kurang berkenan nya mohon maaf ya kawan...
__ADS_1