
Biarkan Aku Matii..!!. Aku ingin mati Hazelo..!! Aku ingin mati!!" Gaby menjerit histeris.
"Sssstttt... Tenang lah, Maafkan aku. Maafkan aku Gabriella." Hazelo melembutkan suara, menyentuh pipi Gaby yang memar perlahan dengan kedua tangan nya. Mengusap darah yang menetes di bibir Gabriella akibat dari tamparan pria itu.
"Kau jadi begini karena aku."
"Aku membenci mu Hazelo, pergi kau dari sini dan biarkan saja aku mati!!." Gaby menepis tangan Hazelo.
"Maaf.." Hazelo merapikan rambut Gaby yang berantakan, menyelipkannya ditelinga. Menenggelamkan kepala Gaby di dadanya kemudian.
Namun Gaby tetap saja menangis histeris memukul dada Hazelo berkali kali. Hazelo membiarkan itu, menerima semua kemarahan Gabriella sambil berusaha mendekap nya erat.
"Maafkan aku, ku mohon."
Hazelo kembali meraih Jas nya untuk menutupi tubuh Gaby yang hanya terbalut pakaian dalam, sambil perlahan menenggelamkan di dada mendekapnya erat.
"Aku berjanji tidak akan ada yang mengganggu mu lagi setelah ini. Aku berjanji akan menjaga mu. Aku berjanji dengan nama ku. "
"Kau jahat!."
"Maaf"
Gaby mulai lebih tenang, namun masih terus menangis membasahi kemeja Hazelo yang sedang mengusap usap kepala nya.
Suara tangis Gaby mulai menghilang, nafas Gaby semakin beraturan. Ternyata Gaby kelelahan dan tertidur di dalam dekapan.
Hazelo mengulas senyum sambil merapikan rambut Gaby yang berantakan itu. Menggendong Gaby kemudian membawa nya. Melangkah melewati Miguel yang berdiri tegap sambil menghubungi seseorang.
" Pastikan mereka tidak lagi bisa melihat. Sebab dengan lancang berani melihat tubuh istri ku!." Berkata sambil melirik pada Miguel.
"Baik tuan muda." Miguel sedikit membungkuk ketika Hazelo melewati nya, sempat sempat nya Hazelo menendang kaki pria tidak berdaya tergeletak tidak sadarkan diri itu. Pria ini lah yang tadi menampar Gabriella.
"Lenyapkan saja kedua tangan nya, dan pastikan mereka mengingat kejadian ini seumur hidup." Ujar Hazelo sambil berlalu melangkah membawa Gaby meninggalkan tempat itu. Terus berjalan sambil menggendong Gaby yang tertidur menuju mobil yang terparkir jauh di persimpangan.
Hazelo membuka pintu mobil meski sedikit kesulitan. Masuk kedalam mobil dengan masih menggendong Gaby membiarkan Gaby berada di atas pangkuan nya.
"Maafkan aku." Lirih Hazelo sambil mengusapkan tisu membersihkan wajah Gabriella perlahan. Membersihkan sisa sisa darah dan air mata yang telah mengering.
Hazelo juga membersihkan kaki Gabriella yang sangat kotor dan bengkak berdarah. "Apa yang sudah kau lewati hingga bisa seperti ini."
__ADS_1
Gaby menggigil kedinginan. Tubuh Gaby yang hanya tertutup pakaian dalam, dan Jas Hazelo menutup di luar. Hazelo mendekapnya semakin erat berusaha menghangatkan.
Sedangkan Miguel baru saja muncul setelah menyelesaikan urusan nya, menyuruh orang orang nya untuk mengikat tiga pria Brengs*k itu memasukkan nya kedalam mobil yang baru saja keluar melewati persimpangan.
"Maaf membuat anda menunggu tuan muda." Ujar Miguel sambil masuk kedalam mobil. Tidak lupa Miguel mematikan pendingin ruangan yang ada di dalam mobil itu kemudian melajukan mobilnya.
Miguel memang selalu memahami situasi.
Miguel mulai melajukan mobilnya, Melewati jalanan kota yang masih sangat sepi di malam yang hampir menjelang pagi.
"Maafkan aku"
"Maafkan aku."
Itulah kata kata yang Miguel dengar terlontar berkali kali dari bibir Tuan muda nya di sepanjang perjalanan.
Miguel menghela nafas, ?menginjak pedal gas. melesatkan mobil nya dengan kecepatan tinggi, sebab Jalanan masih sangat sepi meski Langit sudah nampak berwarna merah di ujung timur. Dan seperti nya fajar pun mulai akan terbit.
Miguel masih terus melajukan mobil menuju ke arah hotel sedangkan mobil orang orang Miguel membawa tiga pria itu ke sebuah gudang tua.
Mobil terparkir di depan Hotel, Miguel membukakan pintu sambil memalingkan wajah, kemudian Hazelo meringsut Keluar perlahan membawa Gabriella tanpa membangunkan nya, Masuk kedalam hotel melewati elevator yang membawa nya menuju lantai tertinggi diikuti Miguel.
Apa yang terjadi?* Batin Bele bertanya tanya.
Sebab sejak dua jam yang lalu Miguel menghubungi nya untuk menyiapkan Dokter, dan menyuruhnya menunggu di depan pintu kamar. Membuat Bele gelisah Ingin sekali bertanya ada apa, namun Bele tidak berani melampaui batas nya.
Bele dan tiga orang di belakang nya sedikit membungkuk menghormati ketika Hazelo keluar dari elevator melangkah datang mendekat.
Miguel membukakan pintu kamar "Silahkan tuan muda."
Hazelo pun masuk kedalam, Sedangkan Miguel menunggu di luar setelah Ia menutup pintu.
"Lakukan tugas kalian tanpa membangunkan Nona." Ujar Miguel pada Bele dan Dokter itu.
"Baik Tuan." Jawab Dokter dan dua perawat itu serempak.
Sementara di dalam kamar, Hazelo membawa Gabriella menuju ke ranjang, membaringkan nya di sana perlahan. Gaby tertidur sangat pulas, sama sekali tidak terbangun hingga Hazelo menarik selimut menutupi tubuh Gaby dan keluar dari sana setelah mendaratkan bibirnya di dahi.
"Tidurlah"
__ADS_1
Lirih Hazelo kemudian berbalik keluar meninggalkan Gabriella.
"Masuklah." Ujar Hazelo yang baru saja Keluar dari kamar itu.
"Baik tuan muda."
Bele masuk kedalam kamar diikuti Dokter dan dua orang perawat kemudian Miguel lah yang menutup pintu. Berdiri tegap di depan pintu bersama Hazelo.
Raut wajah cemas terlihat, Hazelo Mendes..ah kesal sebab lama sekali Bele dan Dokter itu di dalam sana.
Sementara di dalam kamar. Dokter dan Bele terkejut saling pandang saat Dokter itu mulai memeriksa tubuh Gabriella. Pipi Gaby memar dan bibirnya pecah, ada bekas darah yang masih tertinggal disana.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Nona, mengapa jadi seperti ini." Batin Bele sambil membersihkan tubuh Gabriella perlahan dengan air hangat. Mengganti dalaman yang Gaby kenakan dengan Piyama. Bele dan kedua perawat sangat profesional, bergerak tanpa membangunkan Nona Gaby sesuai perintah.
Dokter dan dua perawat keluar setelah tugas nya selesai.
"Nona sudah tidak apa apa tuan, kami juga telah memberikan salep dan meletakkan obat di meja untuk Nona minum setelah Nona bangun."
"Kalian boleh pergi." Ujar Hazelo kemudian masuk kedalam kamar setelah Miguel membukakan pintu.
"Selamat beristirahat tuan muda, Aku permisi." Ujar Bele sedikit membungkuk kemudian berlalu keluar dari kamar.
Hazelo tidak menyahuti, Hanya mengangguk kemudian masuk kedalam kamar mandi setelah Bele menghilang di balik pintu.
Hazelo memutar Kran, membiarkan air hangat yang keluar dari shower mengguyur kepala hingga tubuh nya atletis nya. Pakaiannya telan tertanggal di lantai dan seketika Ia lemparkan ke dalam keranjang.
Hazelo mengusap rambut dan wajahnya meredam emosi yang menjalar di otak nya. Sekelebat Ingatan saat pria itu menghimpit Gabriella muncul. Bahkan saking kesalnya Hazelo memukul dinding dengan tangan nya sendiri. Ada rasa sakit dan tidak rela tubuh Gaby dilihat pria lain.
***
Hazelo naik ke atas ranjang dengan piyama pendek yang Ia kenakan, Masuk kedalam selimut perlahan meraih tubuh Gaby memasukkan nya kedalam dekapan.
Ini untuk pertama kalinya setelah hampir tiga bulan menikah, Mereka tidur satu ranjang. Di dalam hotel milik keluarga Walson.
Di kota Venesia Italia.
-
-
__ADS_1
Next