Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 68


__ADS_3

"Apa kabar Baby, Aku merindukan mu."


Ucapan itu refleks membuat Gabriella melepaskan pelukan. Sedikit mendorong agar orang itu menjauh.


"ZOE..?!"


Gaby terkejut tidak percaya. Wanita berambut pendek dengan dress mini melekat di tubuhnya itu adalah Zoe. Da..da dan Pa..ha yang terekspose memperlihatkan tato berada di sana tidak luput di punggung nya terdapat nama Gaby terukir di sana.


Hingga Piercing pun memenuhi telinga. Tampak Zoe lebih liar dari sebelumnya.


"Kenapa Baby, kau terkejut?." Ujar Zoe mendekat. "Aku sangat merindukanmu." Terus mendekati berniat memeluk Gabriella.


Tentu saja membuat Gaby sangat tidak nyaman. Semua karyawan serta pemilik toko bunga melihat nya.


"Zoe jaga sikapmu."


"Ada apa? Kau kekasihku dan kita saling mencintai."


Ucapan lantang dari Zoe membuat karyawan toko bunga itu saling pandang memastikan apa telinga mereka tidak salah dengar.


"Zoe, jaga bicaramu!."


Gaby sangat tidak nyaman. Apa jadi nya jika timbul opini yang tidak tidak nantinya.


Gaby menarik tangan Zoe membawa nya dengan tergesa.


"Kenapa Baby kau terlihat ketakutan?!." Zoe menyeringai berusaha menepis tangan Gaby yang menarik nya menuju ke arah toilet.


"Sudah kukatakan jaga sikap mu!." Terus menarik Zoe hingga sampai di depan lorong pintu toilet masih di dalam toko bunga itu.


"Kenapa Ge, Apa kau malu?. Kita saling mencintai bukan?!" Meninggikan suara.


"Sudah ku katakan jaga sikap mu!. Apa yang akan mereka fikirkan nanti?!."


" Persetan dengan mereka Gaby." Menepis tangan Gaby hingga terlepas.


"Kita sudah berakhir, semua hanya masa lalu dan ku harap tidak ada yang perlu lagi untuk diingat."Tegas Gabriella.


"Cih! Omong kosong!!" Zoe memukul dinding.


"Bukalah mata mu Zoe, Perasaan mu adalah kesalahan!."


Zoe terlihat sangat kesal. Tatapan nya berubah bengis, mendekati Gabriella kemudian men..ce..Kik nya. "Aku mencintaimu Gabriella, lalu apa masalah nya? Aku berniat membawa mu pergi dan kita hidup bersama. Kita akan bahagia Gabriella Mamoju." Zoe meninggikan suara.


"Lepaskan Zoe, sakit." rintih Gabriella. Semakin merintih Gabriella semakin kuat Zoe men..ce..Kik leher nya.


" Persetan dengan siapapun bahkan tuan muda sekalipun tidak akan menemukan kita!." Mendekatkan wajah nya hendak mencium bibir Gaby.


Bugh..!!


Dengan sekuat tenaga Gaby menen..dang Zoe.

__ADS_1


"Aww!!. Brengs*k kau Gaby!." Zoe mengaduh kesakitan, Membuat nya melepaskan tangan nya dari leher Gabriella.


"Kau sangat tidak waras!." Gaby mendorong Zeo hingga tubuh nya terbentur dinding kemudian pergi meninggalkan wanita itu.


"Kau jatuh cinta pada tuan muda?." Zoe meninggikan suara membuat Gabriella seketika berhenti.


"Aku tanya kan pada mu sekali lagi. Apa Kau mencintai nya? Gabriella Mamoju???."


Gaby menoleh kebelakang. "Ya, Aku mencintai tuan Hazelo Walson. Kau masa lalu yang sudah Aku lupakan, Tidak! Bahkan Aku malu untuk mengingat nya!!." Berkata kemudian berlalu pergi.


"Jika Aku tidak bisa mendapatkan mu, maka tidak akan da seorang pun yang bisa memiliki mu. Ingat itu!!."


Gabriella tidak meng indahkan ancaman dari wanita itu, melangkah dengan tergesa kemudian meraih bunga sembarangan membawanya ke kasir.


Gabriella menunjukan Card untuk membayar bunga itu. Tujuan nya hanya menghapus opini yang akan muncul di kemudian hari.


"Apa yang kalian lihat tadi, anggap saja tidak pernah terjadi." Melirik pada sang pemilik toko.


"Ba-baik nona." Sedikit membungkuk hormat.


Gaby keluar dari toko, masuk kedalam mobil setelah sopir membukakan pintu.


Gaby masuk kedalam mobil, sebelumnya bunga yang Ia beli.


tadi Ia lempar kan ke tempat sampah.


"Sial ini bukan bunga mawar. Bisa bisanya Aku salah mengambil nya " Gumam Gabriella yang masih kesal akan kejadian tadi.


Mobil melaju meninggalkan toko bunga, Gaby memijat pelipisnya pening."Bisa bisanya bertemu Zoe di tempat ini." Batinya geram.


***


Sebab Ia dan Miguel berangkat terlalu pagi, Alhasil petugas belum selesai membersihkan salju yang bertumpuk di jalanan akibat hujan salju semalam.


Daerah ini sepertinya turun salju lebih deras. Terlihat sekeliling butiran putih itu bertumpuk dimana mana.


"Sial! "Kesal Hazelo yang telah menunggu cukup lama baru akhirnya bisa melintas.


Miguel melirik ke belakang, terlihat Hazelo yang gusar. Miguel menghelakan nafasnya. Sangat mengerti perasaan tuan mudanya. Bukan karena meeting yang tertunda membuat Hazelo kesal. Melainkan akan kepulangan nya nanti sangat larut.


Gusar sebab tidak ingin istrinya menunggu lama.


"Apa Anda ingin menghubungi nona, tuan muda?." Miguel melirik kebelakang.


"Sedang apa Gaby sekarang?." Berkata sambil menatap jalanan.


"Nona berhenti di toko bunga."Balas Miguel sambil fokus mengemudi.


"Katakan pada orang orang mu, jangan mengikuti nya kedalam."Ujar Hazelo sambil menyentuh dagu mengulas senyum. Entah mengapa membayangkan istrinya saja sudah membuat Hazelo terlihat senang.


"Anda yakin tuan muda?." Miguel melirik.

__ADS_1


"Ya, Biarkan saja Gaby bebas dengan yang Ia sukai."


"Baik tuan muda."


***


Beberapa menit terlewat, Mobil Limousine yang membawa Gabriella sampai di gedung area parkir di pusat perbelanjaan.


Mood yang awalnya buruk sekarang sudah lebih baik.


Melangkah dengan gaya elegant khas nona Gabriella memasuki pusat perbelanjaan itu.


Tempat ini dipenuhi para pengunjung. Dengan wajah sumringah Gabriella membeli ini dan itu, hingga di tangan nya terlihat di penuhi paper bag.


Gaby mulai menaiki eskalator, berniat menaiki lantai di atas nya.


Seseorang yang telah mengikuti nya sejak tadi, berada tepat di belakang Gabriella sekarang. Di dalam jaket nya sebilah pisau tajam disembunyikan.


Di atas eskalator yang di penuhi pengunjung.


Tiba tiba.


"JLEB"


"A.. "


Mata Gaby membelalak. Perutnya sungguh terasa sakit, sangat sakit dan semakin sakit saat pisa..u itu semakin dalam menancap di perutnya membuat nya tidak mampu lagi berucap.


Mata nya mengeluarkan air , seketika berkunang kunang, pandangan mata pun kabur menghilang.


Gelap.


Tubuhnya lemas tidak mampu lagi menopang nafasnya pun hanya tersisa men.ce..kik di tenggorokan.


Brugh.. Brugh...Brugh..


Gaby jatuh terguling di eskalator hingga ke lantai bawah. Membuat yang melihat kejadian disana menjerit histeris.


Seketika terjadi kepanikan hebat disana. Para tim keamanan bergegas lari mendekat ke tempat kejadian dimana terdapat puluhan orang yang melihat itu menjerit histeris.


Perut Gabriella bersimpah da..rah.


Juga dari se..Lang..kangan pa..ha darah itu mengalir.


Terjadi kepanikan luar biasa, hingga tim medis tergopoh gopoh bergegas ke tempat kejadian sesaat setelah pihak dari petugas keamanan menghubungi.


Sepersekian detik orang orang Miguel masuk kedalam setelah terjadi keributan besar di dalam.


Betapa terkejutnya, ada korban pe..NU.sukan di dalam pusat perbelanjaan itu dan semakin membuat wajah mereka pucat pasi, ketika tahu korban pe..NU..sukan itu adalah Nona Gabriella istri dari tuan muda Hazelo Walson.


-

__ADS_1


-


Next


__ADS_2