
"Sayang, kau sudah siap?."
Hazelo masuk kedalam kamar setelah Bele beserta pelayan yang lain meninggalkan kamar utama.
Pakaian nya formal lengkap dengan stelan Jas beserta dasi.
"Kau dari mana, Aku tadi mencari mu."
"Apa kau merindukanku?."
Berkata sambil mengecup bahu. Hazelo memeluk Gabriella dari belakang sekarang.
Gabriella memutar tubuhnya, menghadap Hazelo dengan tangan Ia kalungkan di leher.
"Ya, aku merindukan mu." Menjinjit mengecup pipi Hazelo.
"Kau sangat cantik, My wife." Hazelo tersenyum, Ia sentuh kan dahi nya pada dahi Gabriella. Tangan Hazelo berada di pinggang Gabriella sekarang.
"Aku mencintaimu Gaby."
"Love you too."
"Kau sudah siap, kita keluar sekarang. Semuanya telah menunggu."
Kecup Hazelo pada bibir Gabriella.
"Menunggu? Siapa,? Kita mau kemana? mengapa formal begini."
"Kau akan tahu jika telah bertemu mereka."
Gabriella melangkah keluar dari kamar bersama Hazelo, Ia berpegangan pada lengan Hazelo sambil melangkah bersama.
"Kau tidur atau mati tadi?."
"Ya? mengapa bertanya begitu?" Menoleh pada Hazelo yang tersenyum samar.
"Aku sempat menggoda mu semalam." Mengerlingkan sebelah mata.
"Oh ya?."
"ya, seperti ini." Dengan iseng nya Hazelo me..re..mas dada istrinya.
"Aww! Hentikan. Mengapa tidak kau bangunkan saja tadi?!."
"Kau sangat nyenyak, aku tidak tega membangunkan mu." mengecup pucuk kepala Gabriella.
Pintu kamar terbuka,
__ADS_1
Gaby terkejut ketika keluar dari kamar, melihat ke lantai bawah sambil menuruni anak tangga.
Alunan musik klasik terdengar merdu memenuhi ruangan. Keluarga besar Hazelo telah berada di sana.
Keluarga bangsawan dari negara Roma.
Gabriella pernah bertemu dulu saat prosesi pernikahan nya dengan Hazelo.
"Selamat atas kehamilan kakak ipar semoga Kaka ipar panjang umur panjang umur panjang umur." Ujar seluruh dari keluaga yang hadir sambil mengangkat gelas mengajak bersulang." Semua pun bersulang disana. Tidak terkecuali Miguel yang berdiri tepat di bawah tangga sambil mengawasi keadaan sekitar.
Keluarga besar Hazelo menuju ke Brazilia hanya untuk mengucapkan selamat atas akan hadir nya calon penerus Keluarga Walson.
Mata Gaby berkaca kaca penuh haru, keluarga Hazelo sungguh menerima nya dengan sangat baik, hal yang selama ini terlewatkan bahkan Gaby tidak pernah peduli untuk itu.
"Selamat kakak ipar, Kami sudah menanti kan nya sejak lama lho." ujar salah satu dari mereka sambil menyerahkan hadiah.
Ayah Miguel juga berada di sana, mengucapkan selamat untuk nona dan juga tuan Muda.
"Terimakasih." Senyum mengembang tidak bisa terlepaskan dari bibir Gabriella saat mereka mengucapkan selamat dan mendo'akan kebaikan untuk nya dan anak yang sedang Ia kandung.
Yang lebih membuatnya terharu Orang tua nya yaitu Tuan dan Nyonya Mamoju berada di sana, mendekat dan memeluk Gabriella seketika.
"Selamat sayang. Semoga kebahagiaan selalu menyertai mu." Peluk Nyonya Mamoju pada putrinya.
"Terimakasih mom."
"Maaf kan kami Gaby, perlakuan Kami selama ini tidak lain karena Kami sayang pada mu." ujar Ayah Gaby sambil mengusap kepala nya. "Kami sangat menyayangi mu Gaby."
"Maaf karena aku selalu membangkang."
Tuan dan Nyonya Walson pun menghampiri.
"Selamat sayang."
Nyonya Walson memeluk Gabriella. Mata nya berkaca kaca, begitu terlihat betapa bahagianya wanita ini.
Nyonya Walson merendahkan tubuh nya, membuat Gaby sangat sungkan pun mundur dua langkah. Nyonya Walson menyentuh perut Gabriella yang masih rata, Mengeluarkan sesuatu dari dalam tas.
"Pakailah, ini gelang keberuntungan keluarga kami. Yang selalu di kenakan ketika sedang mengandung." berkata sambil memakaikan gelang itu di tangan kiri Gabriella.
"Kau tahu bukan, Daddy dan Hazelo adalah anak tunggal. Juga putra kebanggaan keluarga."
Gabriella mengangguk. ,"Bangunlah mom, jangan seperti ini." Gabriella membantu Nyonya Walson bangkit berdiri.
Nyonya Walson menatap jauh kedepan, melihat keluarga yang sedang bercengkrama satu sama lain. "Kau lihat mereka, meskipun mereka keluarga jauh Daddy. Mereka menyayangi kami seperti saudara kandung. Itu sebabnya kau dipanggil kakak ipar.
Gabriella mengangguk. "Iya mom".
__ADS_1
"Maka Aku mohon pada mu. lahirkan lah anak yang banyak, yang akan meramaikan rumah kami yang sunyi."
"mom." Gabriella terenyuh.
Nyonya Walson meraih tangan Gabriella dengan kedua tangan nya. "Berjanjilah kau akan men Cintai anak ku dengan sepenuh hati mu dan terus bersama nya hingga akhir."
"Aku berjanji."
Gaby dan Nyonya Walson pun saling memeluk.
Gabriella mengusap air mata nya, saat keharuan tidak mampu lagi terbendung.
Tuan Walson menepuk bahu putra nya "Daddy selalu bangga pada mu."
Hazelo mengangguk. "Terimakasih Dad, Aku banyak belajar dari mu."
Alunan musik masih terdengar, semua yang berada di sana menikmati hidangan yang telah di sediakan di meja panjang di sana.
Cangkir cangkir sereal bertengger di meja. Di sampingnya sepotong roti menemani. Aneka buah dan salat tersusun rapih.
"Eh?."
Hazelo tiba tiba mengecup tangan Gabriella "Selamat Sayang."
"Terimakasih. Ini kejutan yang luar biasa."
Hazelo menggenggam tangan Gabriella membawa nya menuju meja panjang di mana keluarga telah berkumpul, menarik kursi mempersilahkan Gabriella untuk duduk.
"Terimakasih Sayang." Gaby pun duduk disana. kemudian Hazelo duduk di samping Gabriella.
Semua bersulang kemudian menikmati sereal, minuman favorit khas keluarga saat sarapan pagi dan malam sebelum tidur. Menikmati hidangan Sambil sesekali bercengkrama membahas hal hal yang tidak terlalu penting pun terkadang pula bercanda.
Bele yang berdiri di ujung sana menarik nafasnya lega. dengan kepala Ia sandarkan di bahu Gustav suami nya.
"Melihat tuan muda bahagia, itu tujuan hidup mu kan,?." Gustav mengusap rambut Bele.
Bele hanya menjawab dengan satu kali anggukan kepala.
"Aku juga ingin melihat mu bahagia Bele." Gustav melingkarkan tangan nya mendekap bahu sang istri mengecup dahi nya kemudian.
Sementara Miguel memilih melangkah keluar dari ruangan itu, enggan untuk sarapan bersama. Ia menuju ke taman, melangkah santai sambil menarik nafas nya panjang menghirup udara segar.
Sebab sejak nona Gabriella mengandung, Nona semakin membenci Miguel. Aroma parfum Miguel selalu membuat Gabriella ingin memuntahkan isi perutnya.
"Menjauhlah Miguel, Gaby sangat membencimu." Itu kata kata tuan muda Hazelo jika Istrinya merengek menyuruh nya mengusir Miguel.
Baru kali ini pria yang biasanya terlihat hebat Cool dan berwibawa tidak berdaya di hadapan wanita hamil.
__ADS_1
Miguel duduk sendiri di kursi taman belakang, membuka ponsel memeriksa pesan yang masuk.
Miguel sungguh mempersiapkan semuanya untuk menyambut lahirnya tuan muda junior, penerus keluarga Walson hingga perancang busana untuk bayi yang belum lahir pun di seleksi untuk mencari siapa designer terbaik.