
Brazilia.
Setelah mengantarkan kepergian tuan muda dan nona nya
Bele masuk kedalam, dengan gaya formal nya tampak kewibawaan wanita ini
Diikuti pelayan yang lain berjalan di belakang hingga memasuki rumah belakang tempat para karyawan mansion beristirahat.
"Tuan dan nona akan kembali dalam tiga hari. Selama tuan dan nona pergi, bekerja seperti biasa
bisa izin untuk pulang sesuai jadwal." Bele menunjuk papan pengumuman yang ada di dinding.
Papan pengumuman etektrik yang berisi jadwal pekerjaan mereka setiap hari nya. Akan berganti setiap ada hal penting atau apapun yang berhubungan dengan rumah ini. Setiap karyawan yang baru mulai bekerja di rumah ini, harus menghafal setiap Jadwal dan tugas mereka masing masing diluar papan pengumuman yang tertera.
"Baik." Jawab mereka serempak.
Bele berlalu meninggalkan mereka yang sedang membaca pengumuman itu. Nama Bele terpampang di sana.
"Bele, kau izin malam ini?." Tanya rekan nya menunjuk nama Bele yang pertama kali tertera.
"Iya."
Ujar Bele menoleh dengan senyum cerah merona.
"Kau terlihat malu malu. Apa kau ingin bertemu kekasih mu?. Kau ingin pergi berkencan?." Ujar rekan nya menggoda saling pandang kemudian sorot mata mengarah pada Bele.
"Ya, tentu saja." Bele mengherdikan bahu.
"Bye?!." Melambai sambil tersenyum hingga memperlihatkan gigi nya kemudian berbalik melesat ke kamar.
"Capatlah menikah, Kami menunggu undangan dari mu lho." Meninggikan suara menggoda Bele sebelum Ia masuk kedalam kamar menutup pintu.
***
Bele keluar dari kamar dengan tampilan yang berbeda, wajah cantik nya semakin terlihat. Dibalut Dress cantik dan high heels menghiasi kaki jenjang nya.
Ditangan nya tas dan ponsel nya bertengger.
"Wow, kau cantik sekali Bele. " Ujar rekan nya saat melintas di depan kamar Bele tanpa sengaja berpapasan.
"Terimakasih, Aku pergi dulu ya. Bye!." Bele tersenyum girang sambil mencium pipi rekan kerja nya itu.
"Oh ya, Aku tidak pulang malam ini." Bele memekik sambil melambai
Rekan nya itu hanya menggelengkan kepala saat Bele melambai melesat dan pergi.
BIP... BIP
Bele masuk kedalam mobil, setelah barusaja memperingatkan para penjaga untuk bekerja menjaga Mansion dengan baik, menepuk bahu mereka, membuat mereka merasa Bele menekankan jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan didalam Mansion.
__ADS_1
Itulah kira kira pesan tanpa suara dari wanita senior nya yang memiliki kekuasaan dibawah Miguel.
Bele mengenakan kaca mata hitam masuk kedalam mobil dengan gaya nya melesatkan mobil sport milik nona Gabriella.
"Terimakasih nona." Berkata sambil menginjak pedal gas melesatkan mobil nya.
Mobil melaju pelan keluar dari Mansion, menyerahkan surat izin pada penjaga gerbang sebelum mereka membukakan pintu.
Pintu gerbang terbuka. Dua penjaga sedikit membungkuk hormat
tentu saja menghormati siapa yang melintas setelah Bele menurunkan kaca mobil.
"Bekerjalah dengan baik seperti biasa selama aku pergi." Ujar Bele menegaskan.
"Baik senior." Jawab mereka serempak.
Setelah mendapatkan jawaban itu Bele menaikkan kaca mobil kembali melesatkan mobil nya, meninggalkan mansion dengan kecepatan tinggi.
Menghempaskan udara dingin di jalanan kota Brazilia di waktu yang tamaran menjelang malam. langit tidak lagi nampak cerah. seperti nya mentari hendak kembali ke peraduan.
Dibawah tamaran ini lah wanita cantik dengan wajah cerah nya menginjak kan kaki diatas pedal gas melesatkan mobil.
"Sayang tunggu aku."
Bele mengetik pesan di ponsel nya, sambil mengirim foto jalan ya sedang Bele lalui.
Bukan nya mereka akan bertemu? Memang sedikit tidak masuk akal jika manusia jatuh cinta. Begitu pula dengan Bele yang masih menunggu Gustav kekasih nya membalas pesan singkat yang telah terkirim kan tadi.
Brak!!
Ponsel Bele terjatuh, tepat di samping kaki nya Bele meraba dengan satu tangan berniat meraih ponsel. Dengan tangan yang kiri mengendalikan kemudi.
"Aaaaaaaaa....!!"
BRRAAKK......!!!!!!
****
Sirine mobil aparat kepolisian beserta Ambulance mengudara. Membuat jalanan satu arah itu lumpuh seketika pun Ahir nya di tutup sementara.
Petugas medis dan orang orang yang melintas berkerumun. Baru menjauh setelah garis polisi terpasang.
Itu adalah garis pembatas dimana tidak seorang pun diizinkan melintas selain petugas berwenang.
Kecelakaan tunggal sebuah mobil sport hingga terguling di badan jalanan aspal disebab kan mobil sport melaju dengan kecepatan tinggi menabrak sebuah pembatas jalan hingga terguling disana.
Seorang polisi berusaha meraih tubuh Bele yang tidak berdaya di dalam mobil yang telah terbalik.
Kepalanya terluka, wajah nya penuh dengan darah juga robek di bagian lengan.
__ADS_1
"Bertahan lah nona." ujar salah satu aparat kepolisian yang sekarang sedang meraih Bele menggendong nya membawa meletakkan di atas bed ambulance dibantu tim medis.
Tim medis sigap dengan memasangkan alat bantu pernafasan membersihkan darah darah dengan sigap mendorong bed masuk kedalam Ambulance.
Sirine Ambulance mengudara seiring dengan melaju nya mobil Ambulance itu menembus kota Brazilia di bawah langit yang telah nampak gelap.
***
Seorang pria berstelan jas formal duduk di dalam sebuah restoran mewah tepatnya di dalam ruang yang cukup privasi.
Di atas meja itu sebaket bunga bertengger, Harum nya bunga mendominasi selaras dengan suasana hati nya saat ini.
Ditangan kanan pria itu menggenggam kotak perhiasan berwarna putih sedangkan di tangan kiri nya menggenggam ponsel yang baru saja memeriksa pesan yang masuk.
Wajahnya cerah, nampak terlihat rona bahagia menunggu datang nya satu satunya wanita yang Ia cintai setelah Ibu nya
Ya, Ialah Gustav. Berniat melamar dan menyematkan cincin untuk kekasih nya Bele yang telah lama Ia tunggu. Membuktikan keseriusan hubungan mereka kedepan. Sebab usia yang sudah tidak lagi muda juga hati nya yang hanya berlabuh pada satu wanita
Waktu terus berlalu, Gustav mulai nampak gelisah sebab sudah dua jam Ia menunggu. Tidak biasanya Ia menghubungi Bele bertanya ada apa
Namun kali ini Ia membuka pinsel nya mulai mengetik sesuatu.
Ponsel Gustav tiba tiba berkedip, Nama "Honey" tertera. Senyum samar tertera, ada perasaan lega terlihat.
Gustav pun mengangkat, belum sempat bicara suara seseorang disana terdengar.
"Maaf tuan, Saya dari kepolisian Brazilia, apa anda mengenal wanita pemilik ponsel ini?." Tanya seorang pria dari dalam ponsel milik Bele.
"Ya. "
Dada Gustav mulai berdebar. tangan nya bergetar. Ponsel ditangan nya jatuh tanpa terasa.
Setelah baru saja Gustav mendapatkan kabar itu
Dimana Bele mengalami kecelakaan dan sekarang sedang menuju rumah sakit.
Gustav melesat berlari seperti orang gila menabrak para pengunjung yang memasuki restoran itu, menabrak pelayan yang membawa nampan hingga terjatuh semua isi yang ada di nampan itu Gustav pun tidak perduli.
Sorot mata para pengunjung yang tertuju pada nya Gustav pun tidak mengidahkan.
"Bele." Satu nama dihati nya yang membuat nya seperti sedang tercekik saat ini.
Gustav melesatkan mobil nya, tidak lagi mengidahkan seberapa cepat diri nya mengemudi seperti orang gila. Air mata tanpa terasa menetes
"Beeelee....Nooooo!!!."
-
Next
__ADS_1