
Dan terjadilah.
Ciuman hangat di tepian kolam dalam waktu yang lama.
Meresapi cinta tulus diantara kedua nya.
Pasangan suami istri yang telah terikat janji pernikahan dan akan selalu bersama sampai ahir
tok
tok
"Apa aku diizinkan masuk, tuan muda?. "
Terdengar suara di balik pintu.
*Cih mengganggu saja!
Hazelo melepaskan ciuman, menurunkan tangan yang tadi nya berada di atas bukit indah di da.. da.
*Seperti suara Bele.
Gaby bergumam.
"Masuk lah. " Hazelo menyahuti.
Pintu kamar itu pun terbuka, Bele masuk bersama dua pelayan Villa
di belakang nya membawa nampan.
"Anda melewatkan makan siang anda tuan muda, itu tidak baik untuk kesehatan anda dan juga nona. "
Masuk kedalam melewati kamar menuju meja yang terletak di tepian kolam dan meletakkan yang mereka bawa disana.
"Bele, kau juga disini?. "
"Tugasku kan melayani anda nona. Mana mungkin Aku tidak menemani anda disini.
Jika membutuhkan sesuatu, panggil saja. Jangan sungkan. " Membungkuk kemudian berdiri tegap di samping meja.
*Kalau Tidak ada Hazelo, tidak mungkin kau se ramah itu pada ku Bele. DASAR!!
"Kau sudah selesai mengantar makanan kan? "
"Iya Nona. "
"Lalu kenapa masih berdiri disitu??? " (Kesal)
"Tidak baik marah marah saat mengandung nona. " Tersenyum manis.
*Kau benar benar ya!
"KELUAR Bele, kau mengganggu kami!. "
Bukan nya lekas pergi malah tersenyum sambil sedikit membungkuk.
"Oh God, Kau menyebalkan sekali. " Memijat pelipisnya pening.
Hazelo tergelak, "Keluar lah Bele, Gaby mau menggoda ku dan malu jika kau terus berada disini. "
Apa!!
Gaby mendelik. "Siapa yang mau menggoda mu."
__ADS_1
"Baik tuan muda, aku permisi. " Bicara sopan kemudian berlalu.
"Selamat bersenang senang nona. " Menggoda sebelum menghilang dibalik pintu.
"Apa yang kau katakan tadi, siapa yang mau menggoda mu?. " Meninggikan suara.
"Tidak baik wanita hamil marah marah." Hazelo turun lagi, masuk kedalam kolam renang.
Melepaskan kaos polos yang melekat di tubuh nya, dan melemparkan sembarangan.
Tu.. buh indah terlihat.
Mengulurkan tangan agar Gabriella merangkul nya dan masuk ke dalam air.
Mereka berada di dalam air sekarang.
"Sayang."
"Hm?. " Hazelo menyentuh pipi Gabriella, Meraih ujung rambut kemudian mencium nya.
"Aku mencintai mu. "
"Aku juga. " Gabriella menenggelamkan wajah nya di dada Hazelo.
Da.. da kekar yang basah, membuat wanita manapun yang melihat itu sudah pasti menelan silva.
"Air ini hangat, kau tidak akan sakit" Berbisik,
Sambil menggigit teli..nga namun tidak sakit.
Justru sebaliknya, membuat desiran hangat yang mampu mereflek pada bulu halus untuk berdiri.
"Kenapa menggigit ku."
menautkan bibir nya, lembut.
Menyentuh da.. da sensitif tempat favorit nya, dengan tangan kiri menahan di ping.. gang.
Ciuman semakin dalam di bawah langit yang tamaran menjelang malam. Bertaut sempurna meresapi cinta tulus yang ada.
Tangan Hazelo mulai naik ke pung.. gung Gabriella dan menurunkan res..leting perlahan.
Membuka perlahan hingga terbuka di bagi.. an da.. da.
Tangan Hazelo terus me.. re.. masi bukit indah itu dengan bibir yang masih saling bertaut sempurna.
Lidah Hazelo mulai menjalar melewati le.. her menuju te.. Li.. nga dan terus menelusuri hingga da.. da.
Menyesa.. p
pu.. ting itu sambil
me.. re.. mas yang lain.
Lidah masih terus bermain pada bukit indah itu, sambil terus me..re..mas dan menelusuri hingga se..la sela pa..ha.
Suara suara mulai mengudara syahdu, saat Hazelo memasukan milik nya perlahan.
Memang entah sejak kapan kedua nya polos tanpa sehelai pun.
Membuat kedua nya semakin meni..kmati pergulatan juga adegan yang sedang terjadi.
Aaaahh....
__ADS_1
Hazelo memompa perlahan, dengan tangan yang menahan pi..ng..gul Gabriela dan lidah yang meneluduri le..her.
Terus memompa hingga menciptakan gelombang ombak air yang terdapat di sekitar mereka.
"Hazelo, sayang.."
Suara lirih yang terdengar indah
"Aaahh..."
Gaby mence..ngkram lengan Hazelo, saat sesuatu yang hangat di dalam sana menyeruak untuk meledak keluar.
Membuat Hazelo semakin tertantang untuk mempercepat ritme nya,
menghentak...hen..tak memompa milik nya menyeruak naik turun.
De..sa..h han nafas semakin menggebu, suara suara laknat semakin nyaring terdengar.
Hazelo melepaskan milik nya berganti posisi.
Mengangkat Gabriela menuju ke tepian kolam renang dalam posi..si duduk.
Dengan Hazelo yang masih berdiri di dalam kolam renang meraih kedua tangan Gabriela untuk merengkuh leher.
"Peganglah disini."
Hazelo mulai me re..gangkan pa..ha Gabriela.
Memasukkan mi..li..k nya lagi menyeruak
masuk ke dalam.
Aaa...hhh
Hazelo menutup bibir Gabriela dengan bibir nya, meski suara itu hanya mereka yang mendengar, namun alangkah lebih baik di redam dan semakin dinikmati.
Hazelo terus menggoyangkan pin.g..gul nya. Memompa dan terus memom..pa nik..ma..t.
Berkali kali Gabriela mencapai ke..nik..matan namun Hazelo belum juga usai.
Tenaga nya yang luar biasa tidak sedikitpun lelah terlihat.
Tetesan peluh memenuhi tu..buh yang basah menciptakan kilap kilap saat tersorot lampu yang tamaran.
Semakin terlihat betapa per..ka..sa nya pria ini.
Da..da kekar, pe..rut dan tu..buh atletis. Tinggi badan yang menjulang, wajah tampan dan tentu saja
Tenaga yang per..ka..sa yang sempurna.
Dan Aaahhh......
Hazelo mencapai puncak nya.
Menautkan bibir nya memperdalam ciu..man.
Semakin dalam pun juga memperdalam milik nya di bawah sana.
Di dalam Villa berlogo sang Trilioner
Keluarga Walson.
Bibir itu kembali bertaut
__ADS_1