
Di dalam sunyi nya malam, Di Sebuah Mansion tepatnya di kamar utama.
Gaby masih dengan posisi terikat tangan dan kaki nya, air mata nya mengalir sambil terus menggeleng gelengkan kepala berusaha memohon untuk Hazelo melepas kan.
Mulut nya masih tersumpal, Dengan tubuh yang telah terekspose sebab Hazelo menggunting Dress nya tadi. Dress telah koyak terbelah menjadi dua Seketika Hazelo hempaskan hingga tergeletak di lantai.
"Kenapa Gaby, Kau takut? Lihat wajah mu begitu pucat." Hazelo berkata sambilĀ menyentuhkan ujung gunting di leher Gabriella.
Gaby membeku ketika Hazelo menurunkan gunting di dadanya. " Sepertinya kau terbiasa bersentuhan dengan wanita sejenis mu." Menyeringai menatap benci pada Gabriella.
Krek..!!
Tiiidddaaakkk...!! Gaby berteriak dalam hati dengan terus menggelengkan kepala berusaha terus memohon, ketika Hazelo terus menggunting penutup dada nya hingga beberapa bagian melemparkan nya diudara kemudian.
Hazelo menanggalkan gunting itu di atas kepala Gabi, Semakin Membuat Gaby membeku ketika Hazelo merendahkan tubuh nya menciumi telinga, bermain dengan lidah disana membuat Gaby merinding dari ujung kaki hingga kepala.
"Tubuhmu cepat sekali merespon?!." Hazelo berbisik di telinga, nafas hangat yang mengalahkan dingin nya ruangan di kamar utama. Bukan perasaan cinta yang ada di hati Hazelo, melainkan rasa ingin nya balas dendam dan membuat Gabriella jera akan tingkah laku Gaby selama ini.
Sial!! Memalukan sekali tubuh kau Gaby!!
Umpat Gaby dalam hati pada dirinya sendiri sambil memalingkan wajah nya menutupi wajah yang memerah.
Kepala Hazelo mulai turun ke area leher memainkan lidah nya di sana men--ji..Lati leher mulus hingga ke atas dada. Mengecup tato bunga mawar yang ada di dada dengan Tangan kiri menyentuh lembut bukit indah itu. Lidah mulai beraksi memainkan bukit Gabriella, menyesap pu--ting merah muda yang belum pernah ada yang pernah menikmati nya.
Perasaan apa ini?! Gumam Gaby dalam hati ketika tubuh nya seperti mendapatkan aliran listrik yang begitu terasa geli dan Nik-mat menjalar di sekujur tubuhnya. Rambut Hazelo tercium oleh nya, tubuh yang sangat dekat Membuat aroma Hazelo mendominasi disana. Maski Gaby terus meronta, namun tubuh nya sangat menikmati. Ingin terus merasakan lagi dan lagi.
Gaby berusaha menahan nya dengan menggigit tisu yang ada di mulutnya, menahan agar suara laknat itu tidak mengudara. Sebab Hazelo mempermainkan bukit indah nya dengan lembut dan terkadang me..re..mas menjilat itu di sana Membuat nafas Gaby tidak lagi beraturan.
" Lihatlah Gaby, tubuhmu sangat menikmati." Hazelo berbisik di telinga dengan nada yang mengejek, men..de..sahkan suara disana Membuat Gaby semakin merinding sebab kedua tangan Hazelo terus merema..si bukit indah nya itu.
Hazelo kembali memainkan lidah nya di dada, Dengan tangan kiri terus me..re..masi bukit di sebelahnya. Namun tangan kanan mulai bergerak nakal menelusuri perut yang rata, terus kebawah hingga menyentuh pangkal pa-ha. Bergerak nakal masuk kedalam segitiga berenda bermain di area inti yang tentu saja telah basah sejak tadi.
__ADS_1
Pergerakan lembut mendominasi, Membuat Gaby tertagih menginginkan lagi dan lagi. Hazelo semakin menggila men..hi..Lati bukit itu memainkan inti dengan jari bergerak nakal hingga Gaby merasakan ada sesuatu yang ingin segera memuntahkan nya, Cairan berefek Nikmat keluar dari bawah sana, Mengenai tangan Hazelo Membuat Hazelo tersenyum sinis.
Hazelo bangkit dari tubuh Gaby tanpa berkata, meraih tisu mengelap tangan yang basah akibat cairan milik Gabriella. Hazelo menarik tisu yang digunakan untuk menyumpal mulut Gaby, melemparkan ke dalam kotak sampah. Turun dari atas ranjang kemudian masuk ke kamar mandi.
Gaby bungkam menatap punggung Hazelo hingga menghilang dibalik pintu kamar mandi. Ia Fikir sebelumnya jika Hazelo akan melakukan hak nya sebagai suami malam ini, Ia begitu ketakutan dan tidak siap untuk hal ini, namun nyatanya tidak. Hazelo tidak melakukan hingga sejauh itu.
Sementara di dalam kamar mandi, Hazelo menanggalkan celana nya. Memutar kran, membiarkan tubuh kekar nya terguyur air hangat. Hazelo mengusap wajah nya, menahan milik nya yang sudah menegang sejak tadi.
Bohong jika Hazelo tidak menginginkan nya, namun rasa dendam mengalahkan semua nya. Juga bayangan Viona yang tersenyum manis pada nya seketika muncul disaat yang tidak tepat. "Viona Maaf kan aku." Ujar nya sambit terus mengusap kepalanya.
"Kau akan mengingat kejadian malam ini seumur hidup mu Gabriella. Membuatmu tergila gila padaku dan dengan mudahnya kau aku campak kan,!." Bergumam dalam hati sambil mengusap kepalanya dengan kedua tangan. Mendongak membiarkan air mengguyur menerpa wajah tampan nya.
*****
Dan pagi nya.
Gaby membuka mata ketika sorot matahari mulai masuk ke dalam kamar nya melalui sela sela kaca jendela yang masih tertutup tirai.
"Eh?." Gaby heran.
Gaby duduk menyandar di sandaran ranjang, menarik selimut menggelung tubuh nya, manatap Hazelo yang masih tertidur pulas di sofa.
Tampan.
PLAK!! Gaby menampar pipinya sendiri. "Sadar! Sadar! Sadar!. Tampan apa nya, Cih.!! aku benci bau pria!" Gumam nya dalam hati.
Bahkan jiwa dan hati nya berdebat sendiri hingga beberapa saat merasa kesal kemudian melompat masuk ke dalam kamar mandi.
Dia menggemaskan! Gumam Hazelo dalam hati melirik Gaby yang baru saja melompat ke kamar mandi. Hazelo sebenarnya telah bangun sejak tadi, tapi enggan beranjak menunggu reaksi bagaimana Gaby melewati pagi ini.
Hazelo teringat ketika semalam Ia Keluar dari kamar mandi mendapati Gaby yang telah tertidur, dengan tangan dan kaki masih terikat. Hazelo pun melepaskan tali yang mengikat tangan dan kaki Gaby tanpa membangun kan nya.
__ADS_1
Gaby menenggelamkan tubuhnya di dalam air hangat dengan aroma bunga mawar semerbak mendominasi ruangan.
Gaby menaikkan kaki nya menggosok kaki jenjang mulus itu mulai sela sela paha hingga ujung kuku yang berwarna merah mawar.
Mulus tubuh nya bahkan sedikitpun tidak ada cela. Memasage payu dar*, dengan krim khusus disana agar tampak selalu indah Sempurna.
Gaby menikmati waktu mandinya hingga lupa akan Pintu yang tidak Ia kunci.
Gaby terkesiap ketika Hazelo sudah berada tepat di samping nya.
Mata nya membelalak melihat hazelo yang sudah tidak berpakaian.
"Keluar kau dari sini hazelo?!."
Gaby memalingkan tubuh nya memunggungi Hazelo"
"Hahaha apa yang kau tutupi bahkan aku sudah melihat semua nya semalam."
Berkata sesuka hati sambil menenggelamkan diri nya.
"Apa yang kau lakukan?! Kau mengintip ku dari dalam air!."
Memalingkan tubuh.
"Eh?" Gaby terkesiap.
"Untuk apa mengintip mu, Sudah ku katakan aku sudah melihat semua nya." Memeluk Gaby dari belakang, tubuh pelos Hazelo menempel di tubuh nya tanpa jarak, Membuat Gaby merinding membeku.
"Aaaaa Hati ku berdebar debar...!!!!" Gaby berteriak dalam hati.
-
__ADS_1
-
Next