
Dua bulan berlalu
Tuan Muda Hazelo melangkah keluar rumah sakit sambil menggenggam tangan istri nya.
Setelah hampir dua bulan Ia menjaga istri dan putra nya di bantu para perawat dan pelayan yang ada.
Begitu besar rasa cinta Tuan Hazelo pada istri nya hingga Ia melepaskan semua urusan dan menyerahkan pada Miguel.
"Aku Hazelo, pantang untuk aku mengingkari janji." Itulah semboyan yang tertanam di hati tuan Hazelo. Termasuk janji untuk Gabriella.
Menikahi nya, mencintai nya dan hidup bersama hingga tutup usia.
Miguel mendorong Sroller dimana putra mahkota berada.
Baby boy itu terlihat begitu manis, imut dan tampan.
Kulit putih nya dan rambut pirang yang ada, sangat mirip dengan Nona Gabriella.
Namun raut wajah, bentuk hidung, bibir hingga binar bola mata nya justru mirip dengan Miguel.
APA?! Bagaimana bisa?!.
Entahlah, memang beginilah ada nya.
Sebab karena ini lah yang selalu menjadi perdebatan antara Gabriella dan Hazelo.
Kejadian di mulai saat putra mahkota dinyatakan telah sehat dan berat badan nya pun telah normal. Lincah aktif namun semakin sering menangis.
Putra mahkota keluar daru ruang perawatan intensif kemudian dibawa perawat masuk kedalam ruangan khusus VVIP yang di buat senyaman hotel berbintang.
Perawat menyerahkan baby boy itu pada pangkuan nona Gabriella yang sedang duduk di sofa.
"Selamat nona, Putra anda sudah dinyatakan sehat"
Meletakkan putra mahkota di pangkuan nona Gabriella dengan hati hati.
Senyum Gaby mengembang, mata nya berkaca kaca
Waktu yang telah di tunggu ahir nya tiba.
Putra nya berada di dalam pelukan.
Tidak lama Hazelo mendekat, Diikuti Miguel yang juga berada di dalam sana.
"Anak ku tampan Miguel. Lihatlah."
Hazelo menoleh pada Miguel kemudian menatap putra nya lagi.
Gabriella memperhatikan putra nya, menatap Hazello dan memperhatikan putra nya lagi.
Kenapa tidak mirip?*
Ah, mungkin dia mirip dengan ku* Batin nya.
Tapi setelah di perhatikan,
Gabriella bergumam
"Kenapa mirip sekali dengan Miguel." Menoleh pada Miguel yang berdiri tepat di belakang Hazello yang sekarang sedang merendahkan tubuh nya mengecup dahi putra nya tercinta.
Bayi di pangkuan Gabriella seketika menangis.
"Sayang, maaf Daddy mengagetkan mu."
__ADS_1
Bayi itu semakin histeris pun membuat panik di dalam ruangan.
"Sayang, maafkan Daddy." Berusaha menenangkan.
Namun baby boy itu tak kunjung terdiam.
Seketika Miguel mendekat, "Tenanglah tuan muda. Tidak ada yang menyakiti mu." Miguel menyentuh jari baby boy itu.
Seketika putra mahkota terdiam. Bola mata yang berbinar menatap Miguel seperti melihat mainan baru.
Bayi itu tersenyum untuk pertama kali nya pada Miguel.
Tentu saja membuat Gabriella dan Hazello cemburu.
"Kenapa anak ku mirip dengan Miguel?!"
*
Sejak saat itu, Putra mahkota semakin dekat dengan Miguel. Sebab tidak ada yang mampu membuat putra mahkota berhenti menangis selain mendengar suara dan sentuhan Miguel.
Puncak nya, malam tadi sebelum mereka keluar dari ruangan VVIP dan meninggalkan rumah sakit itu putra mahkota menangis.
Menangis dan terus menangis histeris membuat kepanikan semua tim medis di rumah sakit itu. Sebab tuan muda Hazelo menjadi sangat murka, tidak ada satupun perawat atau Dokter specialis anak yang mampu membuat Baby boy itu tenang.
Dokter psikologi pun di kerahkan, tidak juga mampu membuat putra mahkota diam.
Hazello junior itu terus menangis histeris hingga membuat Gabriella juga ikut bersedih.
Kejadian yang baru pertama kali tuan Hazello mengalaminya. Tidak mampu berbuat apapun ketika berhadapan dengan putra nya.
Sungguh membuat Hazello frustasi dan menghubungi orang tua nya juga Miguel.
"Kau dimana BODOH!!." Pekik Hazelo pada Miguel.
Bukan nya mendapat respon baik malah Nyonya Walson memarahi Hazello.
Sebab merahasiakan kelahiran putra mahkota.
"Cucuku sudah lahir? Sudah dua bulan?! Kau keterlaluan tuan muda! Aku Ibu mu dan kau tidak memberi tahu kami?."
Bla...bla...bla...Nyonya Walson terus saja marah marah membuat Hazello semakin panik.
Hingga ahir nya datang lah Miguel yang baru saja turun dari Helicopter seketika berlari menuju rumah sakit segera ke dalam ruangan.
Brraak
Miguel mendorong pintu seketika meraih putra mahkota masuk kedalam dekapan.
Seketika itu Putra mahkota terdiam.
Seluruh tim medis yang berada di sana saling pandang.
Megusap keringat nya di dahi setelah lelah berjam jam berusaha membuat putra mahkota terdiam.
"Aku mengerti tuan muda, mengapa saat dalam kandungan anda begitu membenciku." Kecup Miguel pada pucuk kepala bayi itu.
"Tenanglah tuan muda, Aku disini menjaga mu."
***
Setelah melewati perjalanan panjang, menggunakan pesawat pribadi hingga berpindah menggunakan helicopters ahirnya sampailah rombongan tuan Hazelo di landasan helicopter tepat nya di taman belakang Mansion Hazello di kota Brazilia.
Tuan dan Nyonya Walson telah menunggu di sana. Tidak terkecuali keluarga Bangsawan berdarah biru dari Negara Roma.
__ADS_1
Keluarga besar bangsawan tuan dan Nyonya Walson tidak sabar lagi menunggu putra mahkota penerus keluarga.
Pewaris tunggal Group Walson.
Begitupun Keluarga besar Mamoju.
Gabriella adalah anak satu satu nya kebanggaan keluarga mamoju dan juga pewaris tunggal dari keluarga mereka.
Gabriella turun dari helicopter dengan Hazello meraih tangan nya, seperti seorang tuan putri yang turun dari kreta kencana di sambut pangeran.
Hazelo mengecup tangan Gabriella, "Selamat datang kembali Nyonya Hazello Walson."
Senyum bahagia terpancar.
Menguap sudah kesedihan saat drama lahir nya putra mahkota tempo hari.
"Terimakasih tuan muda. Tuan Hazello Zhadurengaz Walson. Suami ku."
Gabriella berdiri di hadapan Hazello dengan Ia kecup dahi istri nya.
Disambut tepuk tangan dan mata yang berkaca kaca dari segenap keluarga.
Apalagi ketika Hazello, Gabriella, Miguel dengan menggendong bayi dan Bele yang setia mengikuti beserta para perawat yang melangkah di beldkang mendekati keluarga yang telah berdiri menyambut.
Suasana bahagia bercampur haru saat Nyonya Walson memeluk Gabriella
" Terimakasih sayang, Terimakasih. Kau hadiahkan cucu untuk keluarga kami. Terimakasih kau mencintai Hazello dengan srpenuh hati mu. Terimakasih." Nyonya Walson sesenggukan di dalam dekapan
Semua mengharu mengucapkan selamat pada Gabriella dan Hazello.
Nyonya Walson segera meraih cucunya dari gendongan Miguel.
Wanita yang sedang berdiri di ujung sana, dengan cengar cengis khas nya Ia mendekati Miguel.
"Hay Baby. Lama tidak jumpa." Dokter Faros mendekati Miguel menjinjit berusaha mencium nya.
Miguel mundur seketika.
"Jaga sikap anda Dokter."
Ucapan tidak senang.
"Sayang, Bsgaimana kabar mu? Kau semakin tampan saja." Menyentuh rahang Miguel, Seketika Miguel hempaskan.
"DOKTER..!"
Meninggikan suara.
Namun wanita di hadapan Miguel sedikitpun tidak gentar. Malah tertawa kemudian terbahak.
"Sayang, serindu itu kau pada Ku?." Mengerlingkan sebelah mata.
Miguel menghelakan nafas nya. Ingin sekali Ia melempar wanita di hadapan nya itu.
"Jangan membuatku hilang kendali Dokter."
"Sayang, apa kau hilang kendali karena ingin mencium ku?" Mata nya berbinar berkedip kedip,
"Ok, Cium aku sekarang!." mendekatkan wajah nya berharap segera di cium.
"Anda sudah gila Dokter." Melengos kemudian menjauhi Dokter Faros.
"Hei tunggu Miguel, sayang. Aku masih merindukan mu lho..?!."
__ADS_1
Dan Satu satu nya wanita yang berani memanggil Miguel sayang hanyalah Dokter Faros.