Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 45


__ADS_3

(Selagi masih bisa Up, tetap di lanjutkan. Semangat dan terimakasih untuk yang telah mendukung. jika tiba tiba berhenti akan tetap dilanjutkan meski berbeda judul. )


Terimakasih untuk semua nya kawan..


Selamat membaca.


***


"Baik tuan muda." Miguel sedikit membungkuk Kemudian Ia pun mengikuti yang Hazelo perintah kan menuju ke ruang kerja, melangkah mengikuti Hazelo kemudian menutup pintu setelah Ia masuk kedalam.


Hazelo duduk di dalam ruang kerja nya sedangkan Miguel masih berdiri tidak jauh dari tempat Hazelo duduk.


Miguel meletakkan lembaran kertas yang tersusun rapih di dalam map di hadapan Hazelo. Meletak kan bolpoin dengan hati hati di atas kertas.


"Ada yang harus anda tanda tangani tuan muda."'


"Hazelo membuka setiap lembaran itu, fokus dengan apa yang sedang Ia kerjakan.


"Apa kau sudah bertemu dengan nya?." Bertanya pada Miguel setelah menandatangani kertas kertas itu dan meletakkan bolpoin di atas nya.


"Sudah tuan muda."


Tarikan nafas Hazelo terdengar berat " Apa dia hidup dengan baik?." Hazelo melirik Miguel.


Yang Hazelo maksud adalah Viona.


Yang ditanya hanya diam. Hazelo mengerti meski tanpa di jelaskan Viona menjalani hidupnya dengan berat. "Sudah ku duga, Dia tidak menerima semua yang aku berikan."


Hazelo mendorong mundur kebelakang


kursi yang Ia duduki.


"Aku sudah sangat menyusahkan nya."


" Aku akan tenang jika Dia hidup dengan layak."


Bangkit berdiri kemudian menepuk bahu Miguel. Berlalu begitu saja meninggalkan Miguel yang sedikit membungkuk kemudian Hazelo menghilang dibalik pintu ruang kerja yang telah tertutup.


Miguel masih diam di tempat nya tak bergeming. menatap pintu yang telah tertutup, di dalam ruangan kosong itu Ia berfikir.


Sangat faham siapa tuan muda Hazelo, seorang pria yang sangat bertanggung jawab Bahkan tentang hal apapun.


Tentang semua yang Ia ucapkan sampai hal hal kecil.


Melindungi orang orang di sekeliling nya dan berdiri bersama Miguel.


***


"Sayang aku sudah siap." Gaby berkata pada Hazelo sambil menuruni anak tangga. Senyum mengembang terlihat, tidak hanya itu, bahkan rona bahagia terpancar dari raut yang terbiasa marah marah itu.


Miguel mendengar itu, panggilan untuk Hazelo diubah. Bukan panggilan itu yang membuat alam bawah sadar nya merespon. Mata Miguel bergerak, Sorot mata nya mengarah pada


tuan muda Hazelo yang menyambut dengan senyum sambil berdiri di samping tangga mengulurkan tangan.

__ADS_1


Bagaikan tuan putri yang disambut pangeran. Begitulah yang Gabriella rasakan saat ini.


Meraih tangan Hazelo yang seketika mencium tangan lembut Gabriella


"Kita pergi sekarang. Istri ku."


Ucapan tuan muda Hazelo terdengar tulus di telinga sungguh tidak dibuat buat. Ada helaan nafas lega meski samar terdengar


dari pria yang berdiri beberapa langkah di belakang Hazelo yaitu Miguel.


Senyum mengembang di bibir Gabriella saat bibir lembut Hazelo menyentuh jari nya, perasaan malu malu tidak terelak kan sebab Hazelo menunjukkan langsung dihadapkan semua orang yang berdiri hendak melepaskan kepergian mereka ke Mexico.


Di perlakukan secara istimewa sudah lebih dari cukup bagi nya, meskipun masih menunggu Hazelo mengatakan "Aku Mencintaimu Gabriella".


Namun itu tidak penting, Sebab akulah istri Hazelo yang berdiri disampingnya menggenggam lengan sambil melangkah keluar dari pintu utama saat ini* Gumam Gaby dalam hati.


Dengan bangga Ia menatap kedepan bersama pria yang Ia cintai Tuan muda Hazelo Walson.


Helicopter siap menerbangkan Hazelo dan Gabriella yang kini tengah melambai pada Bele juga pelayan yang mengantarkan sampai landasan di taman belakang.


"Selamat bersenang senang nona!." teriak Bele saat Helicopter sudah meninggi mengudara. membuat angin ribut bergemuruh seiring dengan meningginya Helicopter disana.


Sementara di dalam Helicopter.


"Aku gugup." Ujar Gaby sambil mempererat genggaman tangan nya pada Hazelo.


"Tidak akan terjadi apapun. percayalah." Hazelo mengecup lagi jari Gabriella.


Membuat Gaby menarik nafas nya panjang hingga menyandarkan kepala nya di bahu Hazelo.


"Untuk?." Hazelo berkerut dahi.


"Untuk semuanya. Terimakasih kau tidak meninggalkan aku dan bertahan saat masa sulit mu di awal pernikahan." Teringat tingkal laku nya sendiri dulu. Kata kata pedas nya mengudara di dalam ingatan.


"Sudahlah, Tetaplah disisiku. Jangan berfikir untuk meninggalkan aku lagi juga--." Hazelo menggantungkan kalimatnya.


"Ya?" Gaby menoleh pada Hazelo menunggu kata lanjutan. Pandangan Hazelo lurus kedepan, Gaby menatap Hazelo beberapa saat


masih menunggu


"Juga-- Jangan pernah berfikir untuk menyukai wanita lagi ya." Ujar Hazelo sambil men-desa-ah kan nafas nya.


Gaby diam. Sadar akan dulu Ia bukan lah wanita yang seperti wanita pada umum nya.


Namun jika Ia boleh jujur.


"Sebenar nya Sekar Aku merasa jijik pada diriku yang dulu."


Air mata menggenang di pelopak mata, menetes di pipi saat ini teringat betapa menyedihkannya dirinya.


Menyesal, itu saja yang Gaby rasakan meski tidak berguna.


"Maaf." Ujar Gaby kembali merebahkan kepalanya di bahu Hazelo, hingga Hazelo pun melingkar kan tangan meraih bahu Gabriella mendekap nya erat.

__ADS_1


"Jangan menangis. Kau juga tidak perlu minta maaf. Kau unik dan menggemaskan. Ya.. Meski aku benci mengatakan nya." Semakin mempererat dekapan.


"Sayang!!." Gaby mencubit pinggang Hazelo.


"Aww!!."


"Kau menggoda ku ya? Jangan salahkan aku melakukan nya disini." Hazelo Tergelak.


"Apa!." Terkejut.


Disini? ditempat ini? Di Helicopter?


Gila!! Yang benar saja?!


Hazelo yang tergelak pun Akir nya tertawa, melihat raut serius dari Gabriella.


"Jangan berfikir yang tidak tidak! Dasar mes*UM." Menyentuhkan jari nya di dahi Gaby sedikit menekan menyadarkan Ia yang sedang berfikir jauh kemana mana.


"Jangan menggodaku!." Melengos.


"Marah?. Kau hobby sekali marah." Menarik nafas nya panjang sambil meraih tubuh Gaby mendekapnya erat.


"Sayang"Marah nya mencair seketika merasa nyaman di dalam pelukan.


Miguel yang berada tepat di jok belakang Hazelo terlihat memalingkan wajah. Seperti biasa manusia itu tidak nampak tertarik dengan apapun.


Saat terjadi tautan bibir di hadapannya, Ia memilih berpaling tanpa bergeming. Raut wajah yang standar Ia seperti biasa.


"Apa yang kau lakukan? lihat ada Miguel." Memukul dada Hazelo yang baru saja melepaskan ciumannya.


" Miguel sudah terbiasa." mengusap bibir Gabriella yang basah dengan ibu jari Hazelo.


Gaby menirik Miguel, benar saja. Ia tidak merespon apapun.


"Sayang, jodohkan saja asisten mu dengan Bele. mereka terlihat serasi, sama sama menyebalkan." Menyungging kan bibir merasa menang.


"Tidak perlu memikirkan orang lain, fokus saja dengan anak kita."


"Apa sih?! Aku tidak hamil tuan muda." Mengusap usap rahang Hazelo.


Keduanya terus bercengkrama di dalam Helicopter yang menerbangkan mereka menuju kota Mexico.


Hingga Helicopter mendarat tepat di halaman mansion milik keluarga Mamoju.


-


-


Next


Maaf lama ga Up ya kawan...


Memerlukan prosedur yang dilewati sebelum bisa Up dan berusaha melanjutkan Carita ini.

__ADS_1


Semua berkat dukungan dari kalian.


Terimakasih untuk semua nya Kawan...


__ADS_2