
Di dalam Mansion
Tuan Muda berangkat ke Mexico nona, jika anda memerlukan sesuatu bisa memanggil saya." Ujar Bele.
Hazelo tidak ada, kesempatan bagus untuk mengorek informasi.
"Bele, kau Bekerja di sini telah lama bukan?."
Gaby mulai bertanya.
*Iya, ada apa memang nya nona? apa anda ingin mengorek informasi? jangan harap! Bergumam dalam hati.
"iya nona."
"Duduklah sebentar Bele."
Mempersilahkan.
" baik Nona."
"Bele,mm.. Apa kau tahu tentang Viona? Aku pernah dengar Hazelo membicarakan nya pada Miguel."
Gaby mengecilkan volume bicara nya.
"Maaf nona, saya hanya kepala pelayan. Tidak berhak mencampuri urusan pribadi tuan Muda. Tentang wanita yang anda maksud, saya tidak tahu."
Apa? Sial!!! Bele tidak mungkin buka mulut.
Bele bangkit dari duduk nya. "Saya permisi jika anda tidak lagi ada urusan."
"tunggu?!."
Gaby mencegah.
" Apa yang Hazelo sukai dan tidak dia sukai."
Apa aku sudy gila?! untuk apa bertanya hal tidak penting begitu.
Bele tersenyum samar. "Tuan Muda menyukai ketenangan, menyukai senyum di wajah yang Ia sukai. juga menyukai bunga mawar."
"Bunga mawar?!"
Gaby berkerut dahi.
"A-Ada apa nona? Apa aku salah bicara?"
Bele gelagapan.
"Tidak, lanjut kan."
Ehm..! Berdehem sebelum melanjutkan ceritanya. "yang tuan muda tidak suka , 1 diacuhkan. 2 dibantah. 3 di tertawakan. 4 dipandang melebihi lima detik 5 dibohongi. 6 dikecewakan. 7 dipermainkan. 8 dihianati. 9 disentuh tanpa izin. Bla....Bla...Bla...
........................................................................."
Mulut Gaby menganga, banyak sekali yang Hazelo tidak suka bahkan Bele menghafal nya diluar kepala.
Bele masih terus melanjutkan yang Hazelo tidak sukai hingga berjumlah lebih dari seribu.
" 1133 Tidak suka yang banyak kata terlalu 1134 Tidak suka terlalu asin, terlalu manis, terlalu pahit dan terlalu asam. 1135 tidak suka pedas. 1136 Tidak suka.." Belum selesai melanjutkan ucapannya.
" Diiiiiiiaaaaaaaa....mmmmmmmmmm kau Bele!!.
" KELUAR DARI KAMAR KU..!!"
BRAAAKKK!!
Gaby membanting pintu setelah Bele Ia dorong Keluar dari kamar nya.
__ADS_1
"Pelayan Sialan ?!. Apa dia sudah gila ya? Bisa bisa menghafal hingga begitu detail."
Gaby duduk sambil memijat pelipisnya tidak habis Fikir .
"Eh tunggu?! Bukan kah Hazelo lebih gila lagi, bagaimana bisa di tidak menyukai apapun selain tiga hal. "
"Bunga mawar, ketenangan dan senyum di wajah yang disukai. Hanya itu? DASAR IDIOT."
Sementara di balik pintu yang baru saja tertutup. Kenapa tiba tiba marah? Nona kan bertanya, lalu aku jawab. Salah nya dimana?
Mengherdikan bahu sebelum berlalu pergi.
Gaby kembali duduk di tempat nya semula, Sofa yang ada di kamar utama tempat Hazelo tidur selama satu bulan lebih menikah dengan nya. Aroma maskulin khas Hazelo masih tersisa di sofa itu. Perlahan Gaby merebahkan diri di sana, menghirup aroma yang pernah melekat di tubuh nya di kolam renang saat itu.
Gaby menarik nafas nya dalam, memandang ranjang tempat nya tidur. Sedikit rasa bersalah muncul, teringat jika kata kata pedas yang hampir setiap hari Keluar dari bibir nya untuk Hazelo.
Aku membenci bau pria!
Itulah ucapan saat malam pertama, hingga beberapa kali terlontar dari bibir nya.
Setelah lama Ia berfikir, mata nya pun ikut memejam.
***
Ponsel Bele berdering, nada panggilan yang khusus ia buat jika Miguel menelpon.
" Ya Tuan." Sapaan formal ketika jam kerja. Diluar itu Bele menyebut Miguel dengan sapaan Megy.
" Apa yang dilakukan Nona Gabriella?."
Terdengar suara dari dalam ponsel.
"Nona sedang tidur tuan. Seharian tidak melakukan apapun, bahkan melewatkan makan siang nya. Hanya bertanya apa yang Tuan Muda sukai dan tidak suka."
" Apa Nona marah?."
" Iya Tuan. Nona berteriak menyuruh ku diam, mendorong ku Keluar Kaman dan membanting pintu kemudian."
Menjelaskan tanpa jeda.
"Baiklah, lanjutkan pekerjaan mu."
"Baik tuan."
Miguel sengaja mengeraskan panggilan telepon nya, Melirik ke arah Hazelo yang sedang duduk di kursi kebesaran nya sambil menarik ujung bibir nya samar, Ia tutupi senyum samar nya dengan punggung tangan.
" Persiapkan agenda meeting untuk esok pagi dengan komisaris perusahaan itu. Semua tergantung penawaran, hingga kerja sama di sepakati."
Kembali dengan mode Kerja.
"Baik Tuan."
***
Gaby membuka mata, meregangkan otot-otot nya. "Sudah..Sore. Lama sekali aku tidur." Berkata sambil melirik jam dinding.
Bangkit dari tidurnya kemudian masuk ke kamar mandi, menanggalkan semua pakaiannya masuk kedalam tempat berendam kemudian. Menenggelamkan tubuh nya, hanya tersisa leher hingga kepala yang terlihat.
Seperti biasa, Ia senang berlama lama di kamar mandi. Seluruh tubuh nya Ia gosok dengan lembut. Gumpalan bisa sabun dan semerbak harum bunga mawar mendominasi.
"Mengapa aku terlihat senang dia menyukai bunga mawar.," Gaby menyentuh tato di dada nya.
"Lupakan Gaby, untuk apa kau berfikir tentang nya." Ujar Gabriella dalam hati Kemudian menyelesaikan aktivitasnya mandi nya.
Tok..tok..
"Nona, makan malam telah kami siapkan."
__ADS_1
"Aku segera turun, kau keluar lah."
Bicara sambil memoles cantik wajah nya.
"Baik nona." Membungkuk kemudian berlalu pergi.
Beberapa menit berlalu, Gaby menuruni tangga dengan Dress lembut membalut tubuhnya. Melangkah mendekati meja makan, Pelayan menarik kursi mempersilahkan Gaby duduk Kemudian kembali ke tempat nya berdiri tadi.
" Membosankan Sekali makan sendiri, selalu saja begini." Gaby meletakkan kembali sendok nya, melirik ke arah samping dimana pelayan itu berdiri.
"Temani aku makan."
Pelayan itu terkejut. "Ya? Apa nona?."
"Temani aku makan. Kau tidak dengar?."
"Ta- Tapi nona."
Gelagapan.
"Duduk di sebelah ku dan makan lah." Tersenyum manis pada pelayan.
" Ta- Tapi Aku tidak pantas nona." Sedikit menunduk.
" Jangan sungkan, Ayo."
"Tapi?."
Bingung. Apa apaan sih nona? makan satu meja dengan nona? Yang benar saja!
"Ini perintah?! Kau tidak mau? Maka jangan salahkan aku jika kau dipecat!." Melengos.
" Jangan. Jangan pecat saya nona, baik lah saya makan sekarang."
" Bagus lah kau menurut, aku tidak jadi memecat mu. Oh iya, makanan sebanyak ini tidak akan habis jika hanya aku dan kau yang makan. Ini bahkan cukup untuk 10 orang. "
"BeeeLeee..!!" Gaby memekik.
"Panggil semua pelayan wanita kemari! "
***
Untuk pertama kali nya, semua pelayan wanita makan bersama satu meja dengan Istri tuan nya. Suasana yang awalnya canggung seketika mencair.akan sambil bercengkrama menceritakan ini dan itu. Benar benar suasana seperti satu keluarga.
Mereka juga diizinkan untuk berfoto bersama Gabriella.
Cekrek..
Cekrek..
Begitu gembira mereka malam ini, hingga sejenak lupa jika Gaby adalah istri Tuan Muda
***
Mexico
Miguel memberikan ponsel pada Hazelo yang masih sibuk dengan layar lipat nya.
Terlihat diam tidak merespon namun ujung mata nya bergerak ketika terlihat rekaman Video Gaby yang sedang makan bersama para pelayan. Tersenyum manis dan tertawa lepas disana.
" Mengapa tidak pernah kau tunjukkan senyum itu pada ku!."
-
-
Next
__ADS_1