Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 34


__ADS_3

Gaby bingung mengapa pelayan restoran itu terlihat sangat tidak asing, semakin bingung melihat Hazelo yang menatap nanar pada gadis itu. Mata nya berkaca kaca dengan raut wajah yang sama saat mengenang gadis yang memenuhi hati nya bernama Viona.


"Tuan muda." Gadis itu sedikit membungkuk kemudian berlalu pergi. Sekilas nampak air matanya menetes. Meski Hazelo tidak melihat, namun Gaby menlihat nya jelas.


"Viona?!."


Deg...!! Jantung Gaby berdebar ketika Hazelo menyebutkan nama nya.


Seketika Hazelo bangkit berdiri kemudian mengejar Gadis itu yang berlari.


Hazelo menggeser pintu kemudian berlari mengejar Viona melewati lorong restoran.


"Viona tunggu." Hazelo meraih tangan Viona menarik nya agar tidak pergi.


"Lepaskan tuan muda." Viona meronta, namun nada bicaranya lembut seperti biasa.


"Viona tunggu?!." Hazelo menarik Viona, menatap dan mengukung Viona di dinding dengan tangan Hazelo berada di samping nya menempelkan di dinding.


mengapa harus bertemu dengan mu disini?


Batin Viona.


Viona menunduk, Pipinya basah. Air mata yang susah payah Ia sembunyikan menetes tiba tiba.


"Tuan muda Lepaskan aku." Ujar Viona semakin menunduk. meski berusaha menahan, tetap saja tidak mampu untuk tidak menangis.


"Ini benar dirimu kan?."Hazelo menyentuh dagu Viona, menuntun nya agar menatap Hazelo. Viona pun memberanikan diri menatap pria yang Ia cintai sejak kecil, Yang Ia jaga dan Ia kagumi.


Pria itu menatap Viona berkaca kaca, membuat semakin sakit membuatnya menunduk lagi. Tubuh nya bergetar menahan rasa sesak di dada dan air mata yang tak mampu lagi Ia bendung.


"Maafkan aku."


Lirih Hazelo. Terlihat jelas jika air mata Hazelo pun ikut menetes. Membasahi pipi seketika Hazelo menghapusnya. Kemudian meraih Viona masuk kedalam dekapannya memeluknya erat.


Terlihat begitu sangat jelas, bagaimana kerinduan Hazelo, bagaimana cinta Hazelo, bagaimana kedua nya saling mencintai saling membutuhkan.


Viona tersendu, bergetar melepaskan tangis nya di dalam dekapan Hazelo.


Brraakk..!! Gaby tanpa sengaja menyenggol vas bunga hiasan yang ada di lorong itu hingga pecah terjatuh di lantai. Membuat Hazelo dan Viona melepas pelukannya menoleh pada sumber suara.


"Gaby?!." Hazelo terkejut.


"Maaf." ujar Gaby sedikit membungkuk Sepersekian detik Gabriella berbalik berlari keluar dari restoran, tidak mengidahkan orang orang yang menoleh pada nya sebab Ia keluar dari restoran sambil mengusap air mata.


Miguel yang melihat itu hanya menghela nafas. "Sudah kuduga." Ujar Miguel yang melihat Gabriella berlari keluar dari restoran. Seketika itu pula Miguel mengangkat ponsel.


Gaby melambai pada taxi yang kebetulan sedang lewat. Masuk kedalam mobil taxi itu seketika setelah mobil taxi berhenti.


"Cepat jalan." Ujar Gabriella sambil mengusap mata nya yang basah.

__ADS_1


"Baik nona." Balas sang sopir. Kemudian melajukan mobilnya berlalu meninggalkan tempat itu.


Gaby terus menangis sambil menatap kaca sepanjang jalan. Kepala nya Ia sandarkan pada sandaran. Gaby meraih tisu saat sopir taxi itu menyodorkan. Seperti nya merasa iba pada Gaby yang sejak tadi terus mengusap air mata.


Sudah hampir 30 menit Ia berada di dalam taxi itu, Ingatan kejadian tadi terus berputar di kepala. Sebab tadi Ia mengikuti Hazelo yang mengejar Viona. Terlihat jelas tatapan betapa Gadis itu begitu berharga untuk nya. Gadis yang terlihat sangat baik dan lembut. Gadis Pakistan yang Gaby sering melihat nya di masa kecil, seorang anak dari pelayan setia keluarga Walson.


Gaby melihat sendiri secara langsung, bagaimana air mata Hazelo menetes.


*Apa Seperti ini sakitnya.


Rasanya sakit sekali. Aku disampingnya, aku di pelukannya setiap malam. Namun tidak bisa menggantikan posisi gadis itu di hatimu.


Tapi bukan kah aku tidak menyukai Hazelo*?


"Sudah Hampir satu jam nona, anda mau


kemana?." Pertanyaan itu sudah tiga kali sopir tanyakan pada Gabriella. Gaby melamun sebab itu ia tidak bisa dengar.


"Antar aku ke hotel terdekat, namun yang bukan berlogo Walson."


"Baik nona."


Mobil terus melaju hingga sopir memutuskan untuk berhenti di depan Hotel. Sebuah hotel cukup ternama namun bukan milik Hazelo sesuai yang Gaby inginkan.


Gaby mengeluarkan kartu untuk membayar taxi itu. Kemudian bergegas keluar dari mobil kemudian masuk ke dalam hotel memesan kamar seketika Melesat menuju kesana dengan elevator yang mengantarkan.


Gaby masuk kedalam kamar hotel melampiaskan amarahnya. Membanting pintu.


"Hazelo bodoh! Aku membenci mu." Hik..hik..haaaaaa....


Gaby menangis sejadi jadi nya sambil memukuli bantal.


"Aku membenci mu Hazelo."


"Aku membenci mu."


"Aku mencintaimu Hazelo, Aku Mencintaimu. Aku sangat mencintaimu tuan muda." Gaby terus menangis hingga membasahi bantal yang Ia peluk dan Ia pukuli sejak tadi.


Gaby bangun dari duduknya, turun dari atas ranjang menanggalkan semua yang Ia kenakan membiarkan tergeletak beserak di lantai, masuk ke kamar mandi membiarkan air hangat mengguyur tubuhnya.


Gaby menangis lagi, bayangan kejadian tadi terus berputar di kepala. Meski hanya saling memeluk, dan sangat biasa di negara nya. Namun ada cinta disana. Ada cinta antara Hazelo dan Viona.


"Tak Kusangka Bisa Mencintaimu."


"Aku bisa mencintaimu."


"Aku mencintaimu Hazelo Zadureingaz Walson." Gaby memukuli dinding kemudian membentur kan kepala nya di sana.


Tubuh nya bergetar di bawah shower yang mengguyurnya sejak tadi.

__ADS_1


"Tak ku bisa mencintaimu."


Gaby keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuh nya. Merebahkan diri di atas ranjang dengan air mata yang masih mengalir hingga lelah kemudian memejam.


******


Beberapa jam yang lalu di dalam restoran.


Hazelo terkejut saat melihat Gabriella. Sesaat Ia bahkan lupa dengan Gaby istrinya.


"Kejarlah nona, tuan muda." Viona melepaskan pelukannya mendorong perlahan Hazelo agar menjauh kemudian Viona pergi berlari hingga menghilang dari pandangan.


"Gaby? O...****?!." Hazelo bergegas keluar dari restoran, tidak perduli sepasang mata para pengunjung yang menatap Hazelo.


Hingga Miguel pun harus turun tangan.


"Tidak akan ada pembahasan apapun. Semua yang dilihat dan apapun yang terjadi malam ini. hanya untuk diri kalian sendiri."


Glek.


Para pengunjung menelan silva, saling pandang kemudian menunduk menghabiskan kemudian makanan nya.


Hazelo mengedarkan pandangan, Gaby telah menghilang. Ia menuju Miguel yang berdiri di samping mobil.


Bugh..!! Bugh..!!


Hantman Hazelo mengenai pipi Miguel.


Miguel hanya diam, menerima amarah Hazelo.


Hazelo menarik krah leher Miguel. "Mengapa kau menyembunyikan nya? "


Miguel diam.


"Jawab! Kau sudah tahu kan jika selama ini Viona berada di Brazil?!." Hazelo tersulut emosi, Ia memukul pipi Miguel lagi dan lagi.


"Maafkan saya tuan. Apa tangan anda tidak terluka?."


Bodohnya Miguel, Selalu seperti itucemasnya Miguel pada Hazelo. Kemudian membukakan pintu agar Hazelo masuk kedalam mobil.


"Silahkan tuan muda." ujar Miguel.


"Cari Gaby sekarang!." Ujar Hazelo di perjalanan.


"Baik tuan muda." Miguel menghubungi lagi orang orang nya yang tadi telah Ia perintahkan mengikuti taxi yang membawa Gabriela sejak tadi.


-


-

__ADS_1


Next.....


Bunga mawar nya doooong...😘


__ADS_2