
"Hazelo...."
Gaby melingkarkan tangan nya, mendekap pria yang aroma nya mulai meracuni otak nya. Dada hangat pria ini yang perlahan membuatku merasa nyaman." Gumam Gaby dalam hati.
"Bersihkan dirimu, Kita akan makan malam."
Ujar Hazelo sambil melepaskan pelukannya. Gaby sebenarnya masih nyaman dengan posisi nya tadi ingin sekali berkata Aku masih ingin memelukmu namun rasa gengsi mengalahkan semuanya.
Gaby melesat menuju kamar mandi, sedangkan Hazelo menuju sofa duduk menunggu di sana. Tidak bisa Ia bohongi, wajah Viona masih saja menari nari di ingatan nya. Sampai hari ini pun meski Ia telah berusaha melupakan. Namun disisi lain, ada Gaby yang sekarang menjadi istri nya, Yang harus Hazelo jaga dan Ia lindungi.
"Maafkan aku Viona."
***
Malam semakin larut, Hazelo mengajak Gabriella keluar untuk makan malam. "Kau siap? Daddy sudah menunggu." Hazelo mengulurkan tangan.
"Aku berdebar, aku tidak percaya diri setiap bertemu dengan tuan Walson*Gumam Gabriella.
Gaby menarik nafas nya panjang. "Baiklah, ayo." Gaby meraih tangan itu.
Tarik nafas, tenang ..tenang ...tenang*Batin Gaby sambil melirik tangan nya dan pria yang disamping nya menggenggam erat membawa nya keluar dari kamar.
Melangkah menuruni tangga bersama pria yang selalu tampil menawan dan sempurna.
"Tangan mu di gin sekali? Apa kau takut?." Hazelo berbisik.
"Ah, iya. Sedikit berdebar."
"Ini hanya makan malam, Daddy tidak akan memakan mu. Jangan takut." Berbisik lagi
Bisikan Hazelo terlalu menempel di telinga, tanpa sengaja bibir itu menyentuh telinga Gaby.
Sial!! Kondisikan bibirmu Hazeellloo..Aku sangat sensitif!
(Merinding lah kau Gabriella...ha...ha....)
"Hanya makan malam keluarga saja mengapa sangat formal begini.*Batin Gaby yang melihat dirinya sendiri terbalut Dress terbaik di kelas nya. Dress panjang tanpa lengan warna hitam yang terbuka di bagian punggung dan belahannya memanjang dari bawah hingga paha namun Bagian dada tidak begitu terekspose. Tentu Miguel lah yang Memilih kan dan menyiapkan semua itu.
"Seleramu bagus Hazelo" Gaby menyentuh dress nya.
"Itu Miguel yang membelinya." Berbisik lagi.
"What?! Bahkan sampai se detail itu pekerjaan Miguel? Apa jangan jangan semua pakaian ku Miguel yang siapkan?."
Hazelo mengangguk. "Termasuk Dalaman"
Aaaaappppppppppaaaaaaaa....!!!
"Dasar gila!."Kesal Gaby sambil terus melangkah menuju ruang makan bersama Hazelo yang tawa nya Ia tutupi dengan tangan.
__ADS_1
" Daddy." Ujar Hazelo mendekati meja makan yang panjang nya seperti meja makan di kastil istana.
Kemudian Tuan Walson bangun dari duduknya mendekati sang putra kemudian memeluknya.
"Aku senang kau datang."
Melepaskan pelukannya kemudian.
"Hi Gabriella." Tuan Walson menyapa Gaby.
"Hallo tuan Walson, maksud ku Daddy." Sedikit membungkuk dan berkata santun.
"Duduklah." Tuan Walson kembali ke tempatnya setelah pelayan menarik kursi dan Tuan Walson duduk disana.
"Ayo Gaby, duduklah" Ujar Hazelo.
"em" Gaby mengangguk, menuju tempat nya disamping Hazelo setelah pelayan menarik kursi untuk nya.
"Apa rencana kalian saat ini? " Ujar mommy.
"Secepatnya kembali ke Brazil, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Jawab Hazelo.
"Tidak kah lebih baik kalian berbulan madu?. Berkeliling dunia misalnya?." Mommy mengherdikan bahu. "Miguel bisa mengurus semuanya dan kalian bisa bersenang-senang. Mommy sangat menginginkan cucu, Penerus keluarga Walson." Berkata sambil memotong steak kemudian menyuapkan ke mulut nya.
What!! CUCU!!
"Eh?" Gaby terkejut ketika Hazelo mengusap punggungnya dan menyodorkan air putih menyuapkan nya pada Gaby agar Ia meminum nya.
"Terimakasih."Ujar Gaby setelah meminum air putih.
Mereka pun menikmati makan malam, Gaby tidak lagi terlihat canggung sebab Tuan dan Nyonya Walson sangat familiar. Hingga setelah lama bercengkerama di meja makan, Tuan Walson undur diri mengajak istri nya ke lantai atas.
" Ayo Mom, jangan terlalu lama mengganggu mereka."Tuan Walson mengulurkan tangannya pada sang istri.
"Baiklah Sayang, biarkan mereka bersenang senang dan Aku juga akan melakukan nya untuk mu." Meraih tangan Tuan Walson kemudian bangun dari duduknya.
"Selamat malam Hazelo, Gabriella." Nyonya Walson melambai kemudian menyandar pada bahu suami nya dengan tangan tuan Walson berada di pinggang istri nya sambil berlalu pergi.
Gaby tercengang, Mesra sekali.
"Ada apa?" Hazelo menoleh pada Gaby.
"Tidak ada. Aku kekamar duluan Hazelo, selamat malam."
Muach..!!
Hazelo terkejut ketika Gaby mencium pipinya sebelum berlari melesat meninggalkan tempat itu menaiki anak tangga.
Hazelo mengusap pipinya. "Bodoh." Ujung bibirnya tertarik, Hazelo tersenyum.
__ADS_1
Bele yang berdiri di ujung sana menyaksikan moment tersebut, bernafas lega kemudian berbalik menuju dapur.
Sedangkan Gabriella ngos ngosan menyandar di balik pintu yang baru saja Ia tutup dengan keras. Gaby menyentuh dada nya. Debaran jantung nya meningkat. Apa yang aku lakukan tadi?
Gaby menyentuh bibir nya.
***
Malam telah larut, Gaby Membuka mata. Tidak ada Hazelo disampingnya kemudian Gaby meraba ponsel nya melihat jam berapa sekarang. "Sudah Jan 2 pagi, kemana Hazelo?." Gaby bangun dari tidurnya, mengedarkan pandangan. Tidak ada Hazelo di kamar ini.
Apa Hazelo tidak tidur di kamar ini? Batin Gaby sabil menyibakkan selimut kemudian turun dari ranjang. Memakai sandal rumah berbulu kemudian keluar dari kamar, perlahan menuruni anak tangga. Mengedarkan pandangan, rumah sebesar ini sudah sangat sepi. para pelayan dan penjaga telah terlelap. Lampu lampu telah di padamkan, hanya tersisa lampu dinding remang remang menghiasi.
Gaby terus berjalan, terkejut mendengar suara disana. Suara air, sepertinya ada yang sedang berenang. "Malam malam begini?" Gaby merinding namun penasaran. Ia terus berjalan melewati beberapa ruangan dan lorong lorong menuju ke kolam renang.
Semakin terkejut ketika melihat Hazelo muncul dari kolam renang tersorot lampu hias remang remang di taman kecil sekitar kolam.
Dada Gaby semakin berdebar menatap tubuh kekar atletis itu terekspose. Nafasnya tidak beraturan Ia sembunyikan menyandar di balik tirai. Gaby semakin penasaran kemudian Ia menyibak sedikit tirai di samping jendela kaca, melihat Hazelo yang mengusap rambut basah nya berdiri di dalam air bertelan--jang dada.
Glek..
Gaby menelan Silva, berbalik menutup tirai. Debaran dada nya meningkat cepat. Astaga..!! Ada apa dengan ku?!
Batin Gaby sambil menyentuh wajah nya yang memanas.
"Siapa disana?." Suara Hazelo menggema.
"Gawat..!!" Batin Gaby. deg..deg..deg... debaran jantung nya Bertalu talu.
Tidak ada suara, membuat Hazelo naik ke permukaan menarik handuk menutupi dalaman nya melangkah menuju ke arah kaca jendela disana.
Dada Gaby semakin berdebar. "Bagaimana jika ketahuan? Pasti Hazelo berfikir aku mengintip nya." Gumam Gaby dalam hati.
"Mommyyyy... Tolooooong..!! "Jerit Gabriella dalam hati sambil menutup wajah nya.
"Eh?." Gaby terkejut ketika tangan basah itu menyentuh pergelangan tangan.
"Jika kau menginginkan ku, tidak perlu harus mengintip?."
Gaby refleks menjatuhkan tangan nya, menganga ketika wajah Hazelo sudah berada di depan wajah nya.
"Tiiidddaaakkk...!!"
-
-
Next
__ADS_1