Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 57


__ADS_3

"Sayang jika waktu bisa diputar, aku akan membuatmu lebih berharga dari Bele."


"Masuk." Ujar Hazelo membuyarkan lamunan Gabriella.


"Terimakasih tuan muda." Gustav sedikit membungkuk sebelum melangkah melewati pintu ruang terbuka dan masuk kedalam ruangan.


Ternyata lebih berdebar dari yang aku bayangkan. Batin Gustav yang bergetar meski berusaha berdiri tegap. Dadanya Bertalu, jauh lebih menegangkan dari saat Gustav meminta izin pada Ibunya Bele.


"Siapa namamu?." Berkata tanpa menoleh pada lawan bicara, malah fokus dengan jari jari Gabriella yang sedang Ia kecup.


"Gustav tuan muda. Gustavano Alpha. " menyahut dengan gemetar, menarik nafas panjang perlahan menetralkan suasana hati nya.


"Kau berniat menikahi Bele?." Masih dengan posisi tadi belum menoleh pada lawan bicara.


"Benar tuan muda, sebab itu aku datang untuk meminta restu dari anda." Berkata dengan memantapkan diri.


"Sepercaya diri itu kah kau setelah kejadian tempo hari?." Kali ini Hazelo menoleh pada Gustav meski salah satu tangan nya masih berada di pinggang Gabriella.


Kata kata Hazelo seperti menampar Gustav, Ia tersentak dengan ucapan Hazelo seketika membuat nya menunduk.


Bele terenyuh tidak tega, kecelakaan itu bukan lah kesalahan Gustav, meski benar jika Gustav menjemput Bele kemungkinan kecelakaan tidak akan pernah terjadi.


Gabriella hanya diam, membaca situasi. Terlihat jika Hazelo menganggap Bele bukan lagi seperti kepala pelayan, melainkan keluarga yang sepantas nya dilindungi.


Sedangkan Miguel sama sekali tidak tertarik dengan hal hal seperti ini. Hanya berdiri dengan santai menyandar di pintu sambil melipat tangan memandang lurus kedepan.


Gabriella terkejut begitupun dengan Bele yang ketika Gustav mendekati Hazelo kemudian berlutut dihadapan tuan muda.


"Tuan muda, aku minta maaf untuk kejadian yang sudah terjadi. Aku memang tidak mampu mengubah nya, namun untuk kedepannya akan Aku jaga Bele dengan nyawa ku."


"Akan aku pastikan Bele hidup bahagia bersama ku, tuan muda. Aku berjanji"


Mata Bele berkaca kaca mendengar itu. Sedangkan Gabriella mengusap usap lengan Hazelo juga memberi kode untuk mengijinkan.


"Sayang, Biarkan saja mereka menikah. Kau lihat Bele, dia hampir menangis." Gabriella mengusap usap pipi Hazelo berusaha membujuk.


Hazelo menghelakan nafas nya, ekor mata nya melirik Bele yang sedang mengusap air mata.


Perasaan Bele ntara terharu juga takut. Takut jika tuan muda tidak mengijinkan.


Tangan Bele berkeringat, dada nya berdebar menunggu jawaban dari tuan muda Hazelo.


Hening suasana di dalam ruangan itu. Meski Gabriella berkali kali memberikan kode untuk menyetujui, namun Hazelo tidak mengidahkan.

__ADS_1


Jam dinding berputar, semakin hening suasana di ruangan itu. Hanya tarikan nafas nya terdengar telinga masing masing.


Membuat Bele dan Gustav semakin tegang dan hanya mendengar dentuman hati nya yang semakin menguat.


"Segera lah persiapkan pernikahan mu." Suara itu memecah keheningan.


Hazelo bicara yang kemudian memeluk istrinya yang masih dalam pangkuan nya sejak tadi.


Bagaikan api yang menyala terguyur runtuhan balok es, padam, mencair dan dingin seketika. Begitulah perasaan Gustav digambarkan saat ini.


"Terimakasih tuan muda, terimakasih." Sedikit membungkuk kemudian membungkuk lagi dan lagi, berterimakasih. Perasaan lega dan bahagia terlihat di wajah nya


"Terimakasih tuan muda." Bele menyahuti sambil mengusap air mata nya yang menangis penuh haru.


"Kau berjanji dengan nyawa mu. Maka tepati lah jika kau itu lelaki." Hazelo melirik Miguel, yang seketika mengerti apa yang tuan muda nya inginkan.


Baiklah tuan muda, kau mengusir kami kan.


"Tuan muda sudah merestui kalian." Ujar Miguel.


"Terimakasih tuan muda." Ujar Bele yang kemudian mendekati Gustav membantu nya berdiri. Lutut nya kram sebab digunakan untuk bertumpu saat berlutut sejak tadi.


"Terimakasih tuan muda. Maaf mengganggu waktu anda, aku permisi.," Membungkuk lagi bersama Bele kemudian berbalik meninggalkan Hazelo yang sepertinya tidak memperdulikan ucapan mereka, malah fokus lagi dengan Gabriella yang sekarang menyandar di dada.


"Hm, Tapi kau terlihat berat melepaskan Bele."


Mendongak menatap Hazelo. Tangan Gaby Ia takutkan dengan tangan Hazelo.


Hazelo diam.


"Mungkin kau berfikir sama dengan ku. Bele lebih serasi dengan Miguel. Sama sama menyebalkan." Tertawa kemudian menutup mulut nya menoleh Miguel yang masih berdiri ditempatnya.


Hazelo tidak memperdulikan Gabriella yang terus mengoceh, Ia diam sambil tangan nya mengusap usap perut Gabriella.


"Hai, Hazelo junior. Apa kau sudah tumbuh di sana?. Daddy menunggu mu."


Ucapan itu membuat Miguel bergerak, mata nya seketika melirik dan terkejut meski samar terlihat. "Tuan muda menginginkan penerus Keluarga Walson." Itulah yang tertangkap oleh Miguel. Raut wajah nya berubah, Merasa bodoh sebab itu masih diluar eksploitasi nya.


Miguel yang sangat memahami Hazelo saja, belum memikirkan hingga sejauh itu. Satu kalimat yang Miguel tangkap, Tuan muda sungguh jatuh cinta dengan nona.


"Sayang?!." Gaby meringsut.


"Kau tidak menginginkan nya?." Hazelo berkerut dahi.

__ADS_1


"Tentu saja sangat aku harapkan, Tapi..."


Gabriella menggelengkan kepala kemudian menunduk." Sudah tiga kali aku mengetes nya, hasil nya tetap sama. Aku belum juga mengandung."


Hazelo menarik nafas nya panjang. "Tidak apa, kita bisa mencoba nya lagi."


"Sayang?!" Gabriella melirik Miguel. "Dia sangat mengganggu." Yang dimaksud adalah Miguel.


"Miguel kau boleh pergi." Bicara sambil menciumi Gabriella lagi.


"Baik tuan muda." Miguel sedikit membungkuk kemudian berbalik keluar dari ruangan itu dan menutup nya perlahan.


***


Gustav dan Bele menuruni anak tangga dengan perasaan lega di hati kedua nya. Tangan kedua nya saling bertaut sambil melangkah turun menuju lantai bawah memantap kan diri.. Wajah berbinar terlihat, kebahagiaan terlihat mencuat.


"Setelah penantian yang lama, Ahir nya--" Gustav mengecup jari Bele.


"Terimakasih kau sudah mau menunggu ku, Terimakasih untuk waktu mu yang kau habis kan untuk ku. I love you, Gustavano Alpha." Bele menjinjit mendekatkan wajahnya, Gustav pun sedikit menunduk mendekatkan wajah nya, ketika bibir hampir menyatu


Terdengar suara pria


"Ehm." Suara menggema membuat Bele dan Gustav bergerak menjauh.


Tangan yang awal nya bertaut pun refleks terlepas, Saat menoleh kebelakang melihat Miguel melangkah menuruni anak tangga.


Bele dan Gustav mundur seketika, membiarkan Miguel melewati mereka.


"Jaga sikap mu!." Ujar Miguel dengan intonasi menekan.


"Glek." Gustav dan Bele menelan silva.


Skak MAT!! Ucapan itu membuat Gustav dan Bele tidak mampu lagi berkata kata hanya sedikit membungkuk. Refleks tubuh ketika bertemu manusia ini.


Miguel melangkah tegap dengan wibawa nya melewati pintu utama.


BIP..BIP..


Miguel masuk kedalam seketika menutup pintu mobil kemudian melajukan mobil nya meninggalkan tempat itu, meninggalkan Bele dan Gustav dan beberapa penjaga yang membisu menatap nya dengan sejuta rasa yang hormat.


-


-

__ADS_1


Next


__ADS_2