Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 71


__ADS_3

Ceklek.


Miguel menodongkan revolver pada sang pemilik toko tepat di depan wajah nya membuat sang pemilik toko seketika pucat pasi.


"Katakan apa yang kau lihat, Apa yang kau dengar dan jangan sampai ada yang terlewat."


Ujar Miguel yang kemudian menarik kursi duduk di hadapan sang pemilik toko


Membuat pemilik toko itu terduduk tanpa terasa, kakinya lemas lunglai seketika.


Ia duduk di lantai sekarang.


Miguel duduk menyilangkan kaki, semakin membuat mereka bergetar sebab Pria ini tidak sedikit pun menurunkan revolver ditangan.


"Semuanya sudah dijelaskan di kantor polisi tuan." Ujar pemilik toko dengan terbata.


Miguel tidak menanggapi tatapan matanya tajam menusuk, raut wajah nya kaku sedingin kutub Utara.


Lirikan Miguel tertuju pada tiga karyawan toko yang masih berdiri di ujung sana. Membuat mereka saling pandang. Dengan satu jentikan jari membuat tiga karyawan itu mengangguk kemudian mendekat.


Merendahkan tubuhnya seketika berlutut.


"Kalian mau mati?." Ujar Miguel sambil meniup ujung revolver.


Glek


Mereka menelan silva.


Mulut mereka seolah terkunci oleh rasa takut hanya menjawab dengan menggelengkan kepala.


"Katakan!." Miguel menodongkan revolver nya lagi.


Mereka pun menceritakan kejadian tadi tanpa jeda, dengan nafas terengah engah salah satu karyawan pun menjelaskan.


Tentang Nona Gabriella dipeluk seorang wanita tomboy bertatto, juga semua yang mereka saksikan siang tadi.


"Saya sempat mendengar pertengkaran mereka ketika di depan pintu toilet." Ujar seorang cleaning servis yang tiba tiba muncul dari belakang menimpali.


Miguel berkerut dahi.


"Nona juga membeli sebaket bunga sbelum keluar dari toko ini,tuan." Balas karyawan yang bertugas sebagai penjaga mesin kasir.


Miguel bangun dari duduknya, melangkah masuk kedalam, ekor matanya tertuju pada sang pemilik toko bunga itu membuat nya terhipnotis untuk mengikuti Miguel dari belakang.


"Oh God, Habislah Aku " Batin sang pemilik toko bunga sambil mengikuti Miguel di belakang.

__ADS_1


Semua yang ada disana hanya diam tanpa sepatah kata, saling melirik dengan dada yang masih berdebar. Rasanya lebih menakutkan dari pada di interogasi di kantor polisi.


Miguel membuka pintu yang tertutup. Disinilah ruangan sang pemilik toko itu berada. Miguel menarik kursi kemudian duduk disana. Menyentuh layar lipat yang terdapat di atas meja.


"Buka password nya!." Miguel menunjuk ke laptop di hadapannya.


"Ba-Baik tuan." Dengan bergetar sang pemilik toko itu menekan beberapa huruf dan digit nomor.


"Sudah tuan." Mundur dua langkah kemudian menunduk.


Miguel memeriksa layar lipat itu, dahi nya berkerut ketika menemukan rekaman Cctv yang telah terpotong.


"Astaga, Dia semakin marah." Batin nya lagi sambil melirik Miguel yang mengepalkan tangan.


BRRRAAAKK..!!


Pemilik toko bunga itu terlonjak kaget. Saat baru saja Miguel menggebrak meja.


Raut wajah Miguel berubah semakin kaku membuat wanita di sampingnya semakin berdebar takut, mundur dua langkah lagi mengambil jarak.


"Rekaman cctv telah terhapus. Kau yang melakukan nya?." Miguel menatap tajam wanita ini.


"Ti-tidak tuan, Aku tidak melakukan apapun, Kami baru pulang dari kantor polisi sebelum anda datang."


Miguel menelisik, tidak ada kebohongan dari wanita itu. Miguel bangkit berdiri, melewati sang pemilik toko kemudian keluar tanpa sepatah kata pun, melangkah lebar melewati tiga karyawan yang sedikit membungkuk refleks saat Miguel melintas, juga petugas cleaning servis pun melakukan hal yang sama.


Miguel membaca copy struk pembelian bunga nona Gabriella, Ekor tertuju pada nama bunga yang nona Gabriella beli.


"Bukan bunga mawar." Miguel meremas stuk itu, melangkah menuju tong sampah dan membuka nya. Sebaket bunga bertengger disana, nama bunga yang sesuai dengan copy struk pembelian bunga tadi.


Miguel menghelakan nafas, Nona salah membeli bunga, batin Miguel mengingat ucapan cleaning servis tentang sempat mendengar pertengkaran di depan pintu toilet.


Rintik salju mulai berjatuhan, Miguel pun mendongak keatas. Teringat kesedihan Tuan muda Hazelo di rumah sakit Miguel pun memejam.


Kemarahan nya pun menjadi, Dengan langkah lebar nya Miguel menuju mobil kemudian membuka pintu dan masuk kedalam.


"Lacak keberadaan Zoe sekarang!!." Miguel Menghubungi seseorang.


Miguel mematikan ponsel nya, kemarahan nya masih sangat nampak terlihat.


Miguel mengudara kan asap, itu yang dilakukan ketika emosi nya tersulut sambil menyandar pada sandaran Ia pun melihat arloji di tangan.


Tidak lama layar ponsel nya berkedip.


"Jangan lakukan pergerakan apapun, Aku akan melakukan nya sendiri." Balas Miguel seketika melesatkan mobil nya sambil mematikan ponsel.

__ADS_1


Mobil Miguel melesat dengan kecepatan tinggi, semakin kuat Ia menginjak pedal gas membuat mobil itu melaju diatas Batak izin berkendara di negara itu.


Bahkan Miguel tidak mengidahkan mobil polisi yang berpatroli mengejar memberikan peringatan.


Terus melesatkan mobil nya hingga sampai di depan lapangan luas yang telah menunggu Helicopter beserta satu pilot dan penjaga.


Mereka membungkuk hormat menyambut Miguel yang keluar dari Mobil, Sambil mengenakan Blazer Miguel melangkah lebar menuju Helicopter, di tangan nya revolver bertengger sambil melangkah Ia kenakan kaca mata hitam.


Helicopter meninggi mengudara, meninggalkan kota London dan polisi patroli yang mengejarnya tadi.


Ponsel Miguel kembali bergetar "Target sudah dikepung tuan." Terdengar suara dari dalam ponsel.


"Tunggu perintah selanjutnya." Balas Miguel kemudian mematikan panggilan itu.


***


Dentuman musik malam mengudara, gemerlapnya lampu disco mendominasi. erotis nya pergerakan mereka di lantai dansa seiring dengan larut nya malam menjelang pagi.


Aroma asap bercampur alkohol semerbak mengudara. Gelas gelas wine beserta botol nya bertengger di meja meja. Putung ro..kok berserak di atas asbak.


Puluhan wanita dengan pakaian serba mini memperlihatkan setiap lekuk disana, Dada di buat me..nonjol memperlihatkan betapa indah miliknya.


Pa..ha mulus terekspose, tak jarang ta..Ngan ta..ngan nakal Mera..ba kedalam.


Di lantai dansa para penari pun terlihat mele..paskan Dress yang dikenakan, hingga terlihat tanpa sehelai bu..sana.


Bu..gi..l memperlihatkan kan keelokan milik nya menciptakan ga..irah mencuat.


Bahkan diantara mereka ada yang melayang sebab efek dari obat obatan dan semakin menggila.


Di ujung sana dua wanita sedang ber..cum..Bu, menikmati kemesr..aan dengan cara mereka yang bagi manusia normal sangatlah menjijikkan.


Terdapat kamar kamar di lantai dua, penuh berisi pasangan pasangan yang sedang melepaskan ha..s..rat abnormal memicu adrenalin.


Tidak ada satupun pria disini, bahkan bartender nya juga adalah wanita.


Zoe, sedang bersama kekasih baru nya di dalam salah satu kamar VVIP, di lantai dua mereka menikmati dingin nya malam.


Suara suara laknat mengudara di dalam kamar itu.


Mengekspresikan adengan adegan yang sedang mereka lakukan.


namun tiba tiba...


"BRRRAAAKK..!!"

__ADS_1


Pintu kamar pun terbuka.


__ADS_2