
Suara suara laknat mengudara di dalam kamar itu.
Mengekspresikan adegan adegan yang sedang mereka lakukan.
namun tiba tiba...
"BRRRAAAKK..!!"
Pintu kamar pun terbuka.
Miguel melangkah masuk sambil meno..dongkan revolver pada Zoe juga wanita kekasih nya.
Seketika wanita yang berada di dalam menjerit menarik selimut menutupi tubuh polosnya melesat menuju kamar mandi.
"Sial! bagaimana dia menemukan ku." Batin Zoe sambil mengangkat tangan berdiri di atas ranjang.
Tubuhnya polos tanpa sehelai pun terpampang terekspose disana.
***
Satu Jam yang lalu....
Helicopter mendarat tidak jauh dari Club' malam di ujung negara Inggris, tepat nya hampir sampai di perbatasan dengan Scotlandia.
Sebuah komunitas ub normal mengadakan pesta di sana. Seolah seperti surga nya para wanita pe..nyu..ka sesama je..NIS mengekspresikan diri bertingkah bebas tanpa batas.
Disinilah Miguel berada, bersama satu orang kepercayaan nya turun dari Helicopter sambil melangkah lebar menuju gedung berlantai dua.
Cklek!!
Miguel menyiapkan revolver, Ia selipkan di pinggang sambil melangkah lebar Ia melepaskan kaca mata hitam.
"Sorry sir, you are not allowed inside" Security yang berjaga di depan pintu menghalangi.
"Kau mau mati?." Ujar Miguel mengeluarkan senjata.
Membuat mereka terlonjak sebab revolver itu Miguel to..dongkan tepat menempel di dahi.
Seketika mereka bergetar takut. Menatap wajah Miguel secara langsung, sudah sangat khafal wajah pria di hadapannya. Mereka pernah melihat nya di acara salah satu stasiun televisi juga sosial media, Pria yang selalu berdiri di belakang pengusaha besar Hazelo Walson.
"Ti-tidak tuan, silahkan masuk" Security mundur satu langkah, bergetar takut sebab sangat tahu jika pria di hadapannya adalah manusia berdarah dingin.
Miguel pun masuk kedalam, melangkah lebar dengan revolver masih di tangan. Diikuti bodyguard nya yang siaga tepat dibelakang.
Dentuman musik malam mengudara, masih terlihat erotis para penari tanpa Bu..sa..na di waktu menjelang pagi.
Dorr!!
__ADS_1
Miguel melepaskan tembakan ke udara.
Membuat beberapa wanita seketika menjerit.
Penari yang berada di lantai dansa pun seketika menghentikan aktivitas nya berlari takut mencari tempat yang aman untuk berlindung, musik yang menggema pun berhenti seketika.
Sorot mata mereka tertuju pada Miguel.
"Dimana Zoe!." Bodyguard yang berada di belakang Miguel sambil me..no..dong kan senjata pun angkat bicara.
Mereka saling pandang, dengan bergetar salah satu wanita menjawab."Di-Dilantai dua tuan." ujarnya terbata.
Miguel bersama bodyguard nya bergegas menuju lantai atas nya, dengan gaya sejuta wibawa Miguel melewati para wanita yang bergetar takut sambil mundur kebelakang.
Flash back off
"O.. S**t!!
Umpat bodyguard yang berdiri di belakang Miguel memalingkan wajah.
Dengan gaya menantang Zoe masih berdiri tanpa Bu..sana di atas ranjang menyembunyikan rasa takut.
Dengan tatapan penuh amarah Miguel melangkah masuk kedalam.
"Lihat tub..uh ku tuan, tidak kah kau tertarik?." Seringai mengejek disana, sambil berkacak pinggang Zoe memamerkan tu..buh nya.
Plak..!!
Tam..pa..ran keras mendarat di pipi Zoe.
"Apa salahku tuan?!." ujar Zoe yang tersungkur di lantai.
Cklek
"Ajalmu di tangan ku, apa yang akan kau sampaikan pada ibu mu sebelum abu mu aku kirimkan." Ujar Miguel sambil mengarahkan revolver pada kepala wanita di hadapan nya.
"Brengs*k,!!." Balas Zoe sambil mengusap darah yang menetes dari bibir.
"Kau masih punya nyali rupanya."
Bugh!!
Satu Ten..da..Ngan mengenai kepala Zoe membuat nya tidak sadarkan diri. Tergeletak di lantai dengan telinga mengeluarkan darah.
"Jangan kotori tangan anda tuan, biarkan ini jadi urusan ku."
"Kau tahu, kematian apa yang pantas ku berikan untuk nya."
__ADS_1
"Ti-tidak tuan." Mundur kebelakang tidak lagi berani mencegah.
Pria di belakang Miguel hanya memalingkan wajah, dalam hati nya bergumam "Anda memang tidak punya hati tuan."
Miguel menghelakan nafas nya, Ia mendongak menatap lampu. Teringat kembali kesedihan tuan muda membuat emosi nya semakin tersulut.
Dengan satu tendangan tubuh Zoe menabrak dinding kaca kemudian..
Prraaang!!!
Dinding kaca itu pecah
Bodyguard terkejut ketika tubuh Zoe terhempas keluar jatuh ke lantai dasar.
Glek
Bodyguard menelan Silva. "Anda lebih kejam dari yang ku bayangkan." Gumam nya sambil menatap kebawah, Zoe terkapar di bawah sana dengan kepala berdarah darah.
Miguel berlalu meninggalkan bodyguard itu.
"Bereskan dia, kirim abu nya setelah di kremasi." ujar Miguel sebelum berlalu meninggalkan pria yang hanya mampu menelan Silva.
Miguel menuruni anak tangga, terjadi kehebohan di luar gedung Club' malam. Semua keluar untuk melihat tubuh Zoe yang terkapar.
Zoe tewas mengenaskan tanpa Bu..sa..na. Terjatuh dari lantai dua beserta alat bantu Se..x.u .al yang tadi Ia gunakan bersama kekasih nya.
Miguel melangkah melewati kerumunan orang orang itu, Dengan gaya khas nya Miguel mengenakan kaca mata.
Sirine mobil kepolisian pun mulai terdengar mendekat.
"Semua sudah dibereskan tuan."
Pesan singkat masuk ke dalam ponsel Miguel yang sekarang berada di dalam Helicopter yang telah mengudara meninggalkan tempat itu.
Tidak ada satu pun dari mereka berani membahas Miguel.
Hingga pada akhirnya polisi mengungkapkan Zoe tewas disebabkan karena Bunuh diri.
Sementara kekasih Zoe yang sejak satu jam yang lalu berada di kamar mandi, Sekarang di tarik paksa salah satu polwan untuk dimintai keterangan.
Mulutnya terkunci, sedikitpun tidak berani membahas tentang tuan Miguel.
Sementara Miguel yang masih berada di dalam Helicopter, membuka ponsel nya menghubungi seseorang.
"Kerahkan tim dokter terbaik untuk nona Gabriella." Ujarnya sebelum mematikan ponsel.
-
__ADS_1
-Next