
Hazelo terus bergerak mendominasi, me..mom..pa menekan milik nya kedalam sana hingga sesuatu menyemburat nikm..at di dalam inti di bawah sana. De..sa..Han.. Hazelo Ia tutupi dengan me..lu..mat bibir Gabriella lagi dan lagi. Dengan nafas yang ngos ngosan kedua nya melepaskan ha..s..rat yang tertahan selama berbulan bulan.
Di atas ranjang, Di remang remang kamar Hotel, Di kota Brazilia......
"I love you, My husband" Lirih Gabriella mengecup bibir Hazelo lagi dan lagi. Meskipun Hazelo hanya diam, Namun Gabriella tetap tersenyum tulus pada nya. Sejenak lupa akan permasalahan yang tengah di hadapi. Semua mengalir begitu saja saat penyatuan kedua nya terjadi.
Hazelo melepaskan milik nya, meraih tisu mengusap peluh di dahi Gabriella. Meraih Gabriella masuk kedalam pelukan nya kemudian menarik selimut untuk menutupi.
Dengan nafas yang masih ngos ngosan Hazelo mengecup dahi Gabriella.
Berilah aku waktu, kita akan memulai semuanya dari awal.
Batin Hazelo sambil mendaratkan kecupan di dahi.
Cup...
"Hazelo." Ujar Gaby sambil mengusap usap dada bidang Hazelo.
"Hm?."
Menyahut sambil mengusap rambut Gabriella.
"Bagaimana kau tahu aku disini dan bagaimana cara nya kau bisa masuk?."
" Itu sangat mudah, tidak perlu dijelaskan."mengusap rambut Gabriella kemudian mengecup dahi nya lagi dan lagi.
Hazelo terkejut ketika tiba tiba Gaby mengecup bibir nya kemudian mengalungkan tangan nya di leher.
"Kau menggoda ku ya, Jangan salahkan aku jika kau tidak akan tidur sepanjang malam."
"Aaaa... Kau mau apa?!." Gaby memekik saat
Hazelo kembali menyibak selimut me..nin..dih tubuh Gabriella mereka ulang kejadian yang telah terlewat menjelajahi seperti tadi.
*******Sensor******
Dan benar saja, sepanjang malam Gaby tidak dibiarkan memejam. mengulangi berkali kali adegan di atas ran..Jang itu di sana. Hazelo sungguh menjelajahi setiap inci tubuh Gabriella hingga de..sa..Han laknat mendayu Dayu sepanjang malam di dalam kamar hotel.
Hujan yang turun dan udara dingin yang keluar dari pendingin ruangan tidak mampu mendinginkan kedua nya dengan keringat basah bercucuran akibat hen..ta..kan panas juga beberapa kali berganti posisi.
Hazelo sungguh melampiaskan semuanya, Mengeluarkan rasa yang tertahan selama ini baik emosi dan perasaan nya Ia lepaskan di atas ranjang disana di sepanjang malam. Lebih mengherankan lagi tenaga nya seperti tidak berkurang apalagi memiliki rasa lelah. Membuat Gabriella lemas lunglai dan pucat pasi.
"Cukup Hazelo, aku sudah tidak sanggup."
Hazelo menyelesaikan aktivitasnya ketika hampir pagi, dimana Gabriella sudah tidak kuat lagi seketika lelap tertidur.
__ADS_1
"Istri ku."
Hazelo pun Ahirnya memejam sambil memeluk Gabriella. Nafas tenang keduanya kali ini mulai terdengar tidak lagi de..sa..Han yang mengudara.
***
Matahari mulai meninggi, namun kedua manusia itu belum juga beranjak, masih lelap saling mendekap di atas ranjang.
Gaby membuka mata perlahan, tubuh nya sakit semua remuk letih terasa.
"Hazelo, kau ini benar benar ya." ujar Gaby sambil mengusap usap kepala Hazelo yang masih tertidur.
Gaby menatapnya lekat, teringat kembali tatapan nanar nya pada Viona. terlihat sangat jelas bagaimana wanita itu memenuhi hati nya.
"Maafkan aku Hazelo, aku membelenggu mu hingga kau meninggalkan wanita mu. wanita yang baik dan bahkan terlalu baik untuk mu."
Bagaimana bisa tahu jika Viona wanita yang baik? Tentu saja semua orang yang melihat nya mengetahui itu. Tutur lembut nya, paras wajah nya, kepolosan nya sangat terlihat meski hanya sekali melintas.
Gaby mengusap air mata nya.
"Terimakasih untuk malam ini Hazelo aku bangga dan aku tidak akan pernah menyesal pernah melakukan nya dengan mu. "
"I love you Hazelo Zadureingaz Walson. Aku mencintaimu tuan muda." Gaby mengusap mata nya lagi.
"Tak pernah aku sangka bisa mencintaimu." Ujar Gaby kemudian mengecup kepala Hazelo lama, yang masih tertidur dengan pulas nya.
"Astaga Hazelo kau sangat kurang kerjaan!." Gaby membelalak menatap cermin, sekujur tubuh nya dipenuhi tanda tanda. "sepertinya semalam aku dicabik cabik serigala." Ujar Gaby sambil melihat tubuh nya yang dipenuhi tanda kepemilikan dimulai dari leher dada bukit perut hingga paha.
Gabriella mengulas senyum tatkala adegan semalam kembali berputar menari nari di kepala, membuat nya menutup wajah di depan cermin merasa malu atas suara nya yang mendayu tak terkendali.
Gaby menunggu hampir satu jam. tiba tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu.
Gaby membuka pintu perlahan agar tidak menimbulkan suara agar Hazelo tidak terbangun. Gaby mengintip keluar hanya memperlihatkan kepala nya. "Letakkan saja disitu aku akan mengambil nya. ujar Gaby perlahan.
"Baik nona." Ujar kurir pengantar barang itu kemudian meletakkan di depan pintu dan berlalu pergi.
Gaby mengambil barang barang yang Ia beli, menutup pintu lagi perlahan.
Gaby membeli beberapa helai pakaian, juga tas ransel. Secepat kilat Gaby mengenakan pakaiannya.
Dengan menggunakan celana panjang jaket dan topi Sepertinya bisa mengelabuhi orang orang Miguel yang tentu saja ada di mana mana.
Ya, Gaby berniat untuk pergi. Gaby akan pergi meninggalkan Hazelo.
Gaby mendekati ranjang. "Terimakasih untuk semuanya. Terimakasih untuk malam ini dan malam malam yang telah terlewat. Terimakasih kau menerima ku dengan segala kekurangan yang aku miliki." Ujar Gaby sambil menatap Hazelo yang masih terlelap.
__ADS_1
Air mata Gaby menetes membasahi pipi, sambil berpaling Ia berkata " Aku mencintai mu." kemudian pergi meninggalkan Hazelo sambil mengusap pipi nya yang basah.
Menoleh lagi pada Hazelo saat tangan Gaby meraih handle pintu.
"Selamat tinggal tuan Muda. Hiduplah dengan bahagia, meskipun tidak dengan ku."
Ujar Gabriella keluar dari kamar hotel itu.
******
Miguel berada di kantor, Ia pergi sendiri sebab Ia tahu jika hari ini tuan nya menghabiskan waktu di dalam kamar Hotel.
Fokus menatap layar lipat nya menyelesaikan beberapa pekerjaan.
Ponsel Miguel berdering, Nada panggilan khusus jika tuan muda nya menghubungi.
"Ya, tuan muda."
"Cari Gaby sekarang!!." Pekik Hazelo dari dalam ponsel nya.
Astaga?! Apalagi yang nona Gabriella lakukan.
Gumam Miguel kemudian menutup laptopnya.
***
Sementara di dalam kamar hotel..
Hazelo mengusap wajah nya frustasi. Sejak tadi Ia terbangun Gabriella tidak lagi ada di sisi nya.
"Gaby?." Hazelo memanggil Gabriella saat membuka mata tidak ada di samping nya.
Hening, Gaby tidak menyahut. Hazelo Fikir Gaby sedang berendam, Ia menyibak selimut melesat ke kamar mandi, namun tidak ada siapapun di sana.
"Gaby kau dimana?" Hazelo mengedarkan pandangan mencari cari Gabriella.
"Gaby jangan bercanda?! Ini tidak lucu, kau dimana,?." Mencari cari Gabriella tidak ada lagi di dalam ruangan.
Mata Hazelo tertuju pada Tas dan ponsel nya masih ada di atas nakas. Terdapat kertas kecil di samping ponsel Gabriella kemudian Hazelo meraih membaca nya.
" Sorry...."
"Gabriella...?!!!" Hazelo memekik meninggikan suara.
-
__ADS_1
-
Next