Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 32


__ADS_3

Dan pagi nya...


Cahaya mentari sudah mulai memasuki sela sela kamar utama, Gaby menggeliat membuka mata. "Sudah pagi." Gumam nya sambil meraba Hazelo tidak lagi ada di sebelah nya.


"Kau sudah bangun?." Hazelo berkata sambil memasang arloji di pergelangan tangan. Penampilan nya sudah tampak sempurna Sepertinya Ia akan segera pergi ke kantor.


"Em" Gaby Menyahuti, membuka mata kemudian menyibak selimut bangun dari tidurnya melihat Hazelo yang telah rapih dengan pakaian formal dan rambut yang telah tertata rapih. Aroma khas Hazelo telah mendominasi di ruangan.


"Maaf, aku baru bangun." ujar Gaby dengan suara serak khas bangun tidur.


"Untuk apa minta maaf, memang selalu seperti itu kan." Bicara sambil memandang cermin merapihkan Jas nya.


"Aku berniat memasangkan dasi untuk mu setiap paginya." Ujar Gaby kemudian masuk kedalam kamar mandi.


Hazelo berkerut dahi melihat Gaby yang tampak kecewa berlalu begitu saja menghilang dibalik pintu kamar mandi.


Gaby menanggalkan pakaian nya "Padahal aku ingin melayani mu seperti seorang istri pada umumnya." Gumam Gaby mempercepat mandi nya agar bisa mengantar Hazelo dan melihat mobil nya menjauh keluar dari mansion.


Gaby sudah menyelesaikan mandi nya, mengenakan bathrobe kemudian meraih handle pintu keluar dari kamar mandi rambut basah nya Ia gulung keatas dengan Handuk, Cukup terkejut sebab Hazelo masih berada di dalam kamar dengan duduk di sofa sambil mengangkat ponsel nya.


"Kau belum pergi?." Gaby terkejut kemudian berjalan mendekat, sorot mata nya menangkap Krah leher Hazelo yang terbuka.


"Aku hanya berniat mengabulkan yang kau inginkan." Hazelo menunjuk dasi yang tergeletak di atas ranjang, kemudian bangun dari duduknya berdiri tegap.


Permintaan ku?


Gaby berfikir sejenak. Eh iya, tadi kan aku mengatakan ingin memasangkan dasi untuk Hazelo.


" Kau melepaskan dasi nya lagi?."Gaby terkejut tidak percaya.


Hazelo tidak menjawab, hanya saja sorot mata nya melirik ke arah ranjang kemudian melihat arloji di pergelangan tangan. Itu menandakan jika Hazelo sedang buru buru.


"Baik lah, aku akan memasang nya sekarang" Gaby menoleh ke ranjang meraih dasi kemudian melangkah mendekat dengan antusias Mengalungkan dasi itu ke leher Hazelo, memasang nya saat Hazelo mendongak.


"Kau sudah berjanji ya, maka lakukan lah setiap hari." Hazelo menyentuh tangan Gaby kemudian melepaskan nya lagi.


Padahal hanya memasang dasi, tapi dada ku sudah berdebar debar.


"Lain kali bangun lah lebih awal. Hari ini kau membuatku terlambat, yang hanya sekali sepanjang sejarah aku melakukan nya." Hazelo menyentuh pipi Gabriella.


"My wife."


Gaby mematung,menyentuh dada nya yang berdebar wajah nya memanas dengan nafas yang sedikit ngos ngosan hampir saja Gabriella Limpung kemudian terduduk di atas sofa sebab baru saja Hazelo mengecup bibir nya sekilas sebelum pergi dan menghilang keluar dari kamar.

__ADS_1


Seperti tanpa dosa pria itu pergi begitu saja meninggalkan Gabriella.


***


Dan benar saja, pekerjaan Miguel jadi bertambah dengan Hazelo yang mengulur waktu, hingga beberapa meeting terpaksa mundur hingga satu jam. Perjalanan bisnis ke luar kota siang ini pun harus di undur esok pagi, Sebab semua jadwal Hazelo yang telah di tentukan mundur akibat ulah Gabriella.


Hazelo menuruni anak tangga dengan tergesa, Miguel telah berdiri di sana menunggu bersama Bele.


"Aku sarapan di kantor." Berkata sambil melewati Bele kemudian keluar dengan tergesa diikuti Miguel.


"Silahkan tuan muda." Hazelo Masuk kedalam mobil setelah Miguel membukakan pintu. Dengan Bele juga para penjaga sedikit membungkuk menghormati Hazelo yang akan pergi setiap hari nya selalu seperti biasa.


Miguel menuju ke tempat nya kemudian melajukan mobil membawa Hazelo keluar dari mansion.


***


Tok..Tok..


Bele mengetuk pintu. "Sarapan untuk anda nona." Bele masuk membawa nampan kemudian meletakkan nya di atas meja.


Gabriella sedang memoles wajah nya sambil duduk di depan cermin menoleh pada Bele kemudian menatap cermin lagi.


"Bele, siang ini aku akan ke kantor Hazelo. Buatkan makanan yang Hazelo suka. Aku akan membawakan nya kesana." Bicara kemudian memajukan bibir nya setelah mengoles lipstik.


"Suami ku." Balas Bele.


"Suami ku, nona. Tuan muda Hazelo itu suami anda. Sangat tidak sopan jika anda selalu saja memanggil nya Hanya sebutan nama." Tegas Bele namun dengan nada yang masih cukup sopan.


Gabriella menganga. "Suami ku? Yang benar saja!."


"Anda tidak mau?. Sepertinya anda tidak mengerti juga ya, hubungan anda dengan orang tua anda tidak akan pernah membaik jika tuan muda Hazelo tidak membantu anda. Maka saran ku adalah bersikap lah baik pada tuan muda dengan membuat suasana hati nya menyenangkan. fikirkan baik baik ucapan ku nona." Membungkuk kemudian berbalik meninggalkan Gabriella.


Sialan kau Bele! Kau memang mirip dengan Miguel! Sama sama menyebalkan!.


Awas kalian?!


Aku jodohkan kalian itu nanti!


Kesal Gaby dalam hati.


"Bele tunggu?!." Gaby mencegah Bele saat Ia meraih handle pintu.


"Baiklah, aku akan mengantar makan siang untuk Hazelo, Eh maksudku suami ku. Buatkan makanan kesukaan untuk nya. Aku akan membawa sendiri." ujar Gaby.

__ADS_1


Bele mengulas senyum. "Baik nona, akan aku siapkan." Bele kemudian keluar dari kamar sambil menutup pintu perlahan.


"Pelayan sialan?!." Gaby menghentakkan kaki kemudian berbalik menatap cermin mengulangi polesan nya agar terlihat cantik sempurna.


*******


Gaby melesatkan mobil sport nya, mobil kesayangan nya sejenis Ferarri yang biasa Ia gunakan untuk kepentingan pribadi nya.


Mobil melesat jauh keluar dari mansion melewati kota Brazilia menuju area gedung perkantoran yang menjadi gedung utama pusat dari perusahaan Hazelo.


Mobil Gaby Ia parkirkan di area parkir VVIP khusus mobil milik Hazelo. Sontak saja menjadikan pusat perhatian dari para karyawan juga security yang melihat itu di jam istirahat jam jam makan siang.


Dua Security menghampiri mobil Gabriella, sontak saja terkejut melihat Gabriella yang keluar dari mobil.


Wanita cantik itu sangat terkenal, Gabriella Mamoju.


"No-Nona Gabriella?." Security berkata dengan terbata, Ia pernah melihat Gabriella di acara televisi juga pemberitaan di social media. Wanita bangsawan istri dari Hazelo Zadureingaz Walson.


Ternyata aslinya jauh lebih cantik.


Gumam security sambil tertegun melihat Gabriella.


"Ma-maaf nona, silahkan." Ujar Security seketika membungkuk hormat.


Kedatangan Gabriella membuat tertegun para karyawan, mereka menyapa dan sedikit membungkuk hormat.


Gaby masuk keadaan gedung melewati para karyawan masuk kedalam lift khusus disana. Elevator itu membawa nya menuju lantai tertinggi dimana terdapat ruangan Presdir disana.


Gaby mengetik pesan pada ponsel saat baru keluar dari lift.


Hazelo, aku ada di kantor mu. Bolehkah aku masuk?


Hazelo duduk di sofa, kemudian melihat arloji. "Seharusnya Gaby sudah sampai." Ujar Hazelo yang sudah tahu Gabriella akan datang.


Tentu saja Bele yang melaporkan, juga Orang orang Miguel yang mengawal Gabriella tanpa Gaby ketahui melaporkan.


Silahkan masuk nona, tuan muda sudah menunggu anda.


"Cih! kenapa Miguel yang membalas?!."


Gaby membaca pesan di ponsel nya kemudian melangkah masuk ke dalam ruangan setelah Miguel mbukakan pintu.


-

__ADS_1


-


Next...


__ADS_2