
"Gabriella No!!!!."
Peluk Hazelo pada tubuh Gabriella. "Jangan tinggalkan Aku, Bangunlah Ku mohon."
Hazelo semakin mempererat pelukannya.
Dada nya sesak. Perasaan nya pun tak tergambarkan.
"Sakit." Tubuh Gaby menggeliat.
Hazelo berkerut dahi, kemudian bangkit melepaskan pelukannya nya. Perlahan Ia tarik kain putih yang menutupi istrinya kemudian Hazelo hempaskan.
"Sakit sayang kau memelukku terlalu keras." Gaby meringis, sambil menyengir kuda tersenyum seperti tanpa Dosa menyentuh perutnya.
"Kau tidak mati? Kau masih hidup? Kegilaan macam apa ini!." Raut wajah Hazelo seketika berubah.
Dokter Faros mengangkat kedua tangan nya menunjukkan dua jari. Kemudian tersenyum memperlihatkan gigi gigi nya.
"Jangan katakan itu Ide mu!." Hardik Hazelo.
"Maaf Tuan Muda Hazelo, Sebenarnya Nona Gabriella sudah siuman sebelum Aku datang. Aku hanya penasaran seberapa besar kau mencintai istri mu." Melirik pada Miguel yang terlihat mendengkus.
"Omong kosong! Apa anda sangat penasaran." Miguel menimpali.
"Ya, tentu saja." Tersenyum memperlihatkan gigi nya sambil mengangkat dua jari.
"Dasar Idiot!!."
Cih kenapa jadi kau yang marah?!. Batin Dokter Faros.
Nyonya Mamoju terkejut ketika tuan muda Hazelo berlutut di samping ranjang. Mengusap rambut Gabriella dan mengecup tangan nya berkali kali. Begitu sangat terlihat seberapa besar Gabriella memenuhi hati tuan muda.
"Gaby, jangan pernah kau lakukan ini lagi. Aku bisa benar benar gila." Menciumi tangan Gabriella yang masih terpasang selang infus di punggung tangan.
"Maaf, Aku hanya ingin melihat seperti apa reaksi mu jika Aku tiada." Menyentuh pipi Hazelo tersenyum teduh kemudian.
Wajahnya masih pucat namun terlihat lebih baik sekarang.
"Aku sangat berterima kasih pada Semesta yang mempertemukan Aku dengan mu, Memberikan kesempatan untuk menemani mu lagi. Aku mencintaimu tuan muda."
Hazelo mengecup punggung tangan Gabriella lagi dan lagi. Bangkit berdiri kemudian duduk di tepi ranjang. Hazelo perlahan menyentuh perut Gabriella.
"Terimakasih sayang, Aku berjanji dengan nama ku. Akan Aku jaga kalian dengan baik." Mengusap perut Gabriella.
"Kalian?." Gaby tidak mengerti.
"Dia tumbuh disana, di rahim mu. Hazelo junior, Anak kita." Hazelo terharu sambil merendahkan tubuh nya mengecup perut Gabriella yang masih rata.
"Sungguh?."
__ADS_1
Hazelo mengangguk.
Gabriella tersenyum sambil mengusap air mata nya. Air mata bahagia yang menetes saat keharuan memenuhi perasaan nya
Moment romantis antara Hazelo dan Gabriella membuat Dokter Faros menghangat.
"Ku harap ada pria yang mencintai ku seperti anda tuan muda." Mendekati Miguel sambil berdiri di hadapan nya Ia berkacak pinggang.
Ia menatap Miguel seketika mengerlingkan sebelah mata.
"Kau sungguh tidak tertarik dengan ku?." Dokter Faros tidak lagi menggunakan bahasa Formal.
"Jaga sikap anda Dokter!." Ujar Miguel sambil berlalu meninggalkan ruangan.
"Tunggu?!." Dokter Faros mengejar Miguel. "Bisakah kita bicara sebentar?." Dokter Faros meninggikan suara sambil tergesa mengikuti Miguel keluar dari ruangan.
Sedangkan Nyonya Mamoju tersenyum sambil mengusap air mata nya melihat tuan muda Hazelo dan putri nya. " Aku semakin yakin jika memilih menjodohkan anak ku dengan anda memanglah yang terbaik. Ku serahkan Gabriella untuk anda. Jagalah Dia dengan baik."
"Aku berjanji." Balas Hazelo.
Nyonya Mamoju mengusap air mata nya lagi. "Teruslah seperti itu tuan muda, cintai Gabriella dengan sepenuh hati anda." Batin Nyonya Mamoju saat melihat Hazelo mencium dahi istri nya.
Nyonya Walson tersenyum bahagia di dalam pelukan suami nya sekarang.
Sedangkan Dokter Faros masih mengejar Miguel yang melangkah tergesa melewati lorong lorong rumah sakit hingga sampai di area parkir rumah sakit itu.
"Tunggu?!"
Hingga sampai di area parkir Miguel meraih pintu mobil.
"Jika tidak berhenti maka Aku akan terus mengejar mu!." Pekik Dokter Faros yang akhirnya membuat Miguel berhenti. Ia tutup kembali pintu mobil kemudian memutar tubuh nya berbalik.
"Aku sudah berhenti, maka enyahlah dari hadapan ku!."
Kata kata pedas Miguel sudah sering Dokter Faros dengarkan.
"Bisakah kau membuka hati mu sedikit saja untuk ku?"
"Bisa kah kau melihat ketulusan ku sebentar saja?." Mata Dokter Faros berkaca kaca. Sambil melangkah mendekati Miguel Ia menitikan air mata.
"Menyerahlah, berhenti mengganggu ku!."
Meskipun sudah ribuan kali di tolak, di acuhkan bahkan di maki, Namun tetap saja Dokter Faros tidak mampu berpaling dari sosok Miguel.
Entah sudah berapa pria yang dekat dengan Dokter Faros namun tidak juga mampu menggantikan posisi Miguel di hati nya. Semua datang dan pergi begitu saja tanpa cinta, kenangan dan rasa yang membekas.
"Bukalah hati mu sedikit saja untuk ku, Aku akan membuat mu bahagia."
"Sudah?." Miguel melihat arloji.
__ADS_1
Menunjukkan jika Ia tidak memiliki banyak waktu. Miguel sama sekali tidak mengidahkan ocehan Dokter Faros sejak tadi.
Sialan! kesal Dokter Faros dalam hati.
Dokter Faros terus melangkah mendekat, hingga keduanya berdiri berhadapan dan sorot mata Dokter Faros tertuju pada bola mata Miguel menelisik. "Apa kau menyukai gadis Pakistan itu?."
"Bukan urusan mu!." Miguel berbalik kemudian meraih handle pintu berniat masuk kedalam mobil.
"Jawab Aku!." Tegas Dokter Faros.
"Dasar Idiot!."
"Cium Aku Miguel. Cium Aku sekarang."
Miguel tidak mengidahkan, Ia tetap saja membuka pintu mobil berniat masuk ke dalam.
"Cium Aku, maka Aku akan berhenti mengganggu mu sampai kapan pun." Ucapan tegas Dokter Faros.
Miguel terlihat menghelakan nafas nya.
"Jaga sikap anda Dokter."
"Cium Aku, maka Aku akan berhenti menyukai mu." Dokter Faros menarik nafas nya panjang.
"Aku tidak akan pernah lagi mengganggu hidup mu selama. Lirih Dokter Faros.
Miguel pun menutup pintu mobil sebelum berbalik.
Ia melangkah mendekati Dokter Faros, tatapan mereka bertemu kemudian semakin dekat.
Miguel sedikit menunduk mendekat kan wajahnya,jarak mereka semakin dekat dan sangat dekat.
Seketika Dokter Faros menutup mata nya saat bibir mereka hampir bertemu.
Menunggu....
Dokter Faros masih menutup mata nya saat bibir mereka hampir bertemu.
Tidak lama terdengar mobil yang berlalu, Dokter Faros membuka mata setelah beberapa saat menunggu mendengkus kesal sambil menatap mobil yang kian menjauh.
Ternyata Miguel pergi meninggalkan nya yang berdiri mematung di area parkir.
Tanpa di pedulikan dan tanpa ciuman hangat seperti yang diharapkan.
"Miguel sialan!!" ujar nya kemudian pergi meninggalkan area parkir itu.
-
-
__ADS_1
Next