Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 73


__ADS_3

London


Di dalam rumah sakit.


Malam telah berganti pagi,


Gabriella telah di pindahkan ke ruang khusus dengan fasilitas VVIP.


Alat alat medis masih menempel di tubuhnya. mata nya masih memejam, Ia belum juga sadarkan diri.


Hazelo duduk di sofa, menyandar di sana sambil memijat pelipisnya. Semalaman ini Ia sama sekali tidak bisa memejam. Ia juga belum mengisi perutnya sejak kemarin. Hanya sarapan bersama sang istri lah terahir perutnya terisi.


Hazelo bangun dari duduknya, melangkah mendekati istrinya yang terbaring lemah.


Hazelo lagi lagi berlutut di samping ranjang, Ia sandarkan kepala nya di samping Gabriella sekarang.


"Bangunlah sayang." Hazelo usap rambut istri nya.


" Kita besarkan dia bersama, Dia membutuhkan mu, Aku juga."


" Aku mencintaimu Gaby, bangunlah Ku mohon."


Menyentuh perut Gabriella perlahan.


"Baby tumbuhlah dengan sehat, Daddy menantikan mu."usah Hazelo pada perut Gabriella perlahan.


" Maafkan Aku yang tidak bisa menjaga mu." Kecup Hazelo pada dahi Gabriella.


Tok..tok..


Pintu ruangan itu di ketuk, Tuan Walson beserta istrinya masuk ke dalam.


Hazelo menoleh sekilas, kemudian Ia tidak peduli lagi.


Nyonya Walson datang mendekati, Suami nya mengikuti di belakang. Raut wajah sembab Nyonya Walson terlihat, seperti nya Ia telah lama menangis.


Nyonya Walson berlutut di belakang punggung Hazelo, Ia sandarkan kepala nya disana. "Gaby pasti akan sembuh, percaya lah Haze." Nyonya Walson berkata dengan wajah nya Ia tangkubkan di punggung Hazelo


tak lama pun bergetar sesenggukan.


"Mommy." Hazelo berbalik, Ia peluk Mommy nya seketika.


"Gaby akan sembuh" Kecup Hazelo pada dahi Mommy nya.


Nyonya Walson mengangguk"Ya, Dia pasti akan sembuh. Ku dengar ada anak mu disana, di rahim nya. Dia tumbuh disana Hazelo, penerus Keluarga Walson."


Mommy kemudian menangis lagi.


"Malang sekali menantu ku, cucu ku, Oh Tuhan." Tangis Nyonya Walson semakin menjadi.

__ADS_1


Tuan Walson pun ikut mengharu, Ia raih tubuh istri nya. Ia bawa ke atas sofa.


"Tenanglah Mom. Gaby akan baik baik saja."


Meraih segelas air putih, membantu istrinya untuk minum.


***


Nyonya Mamoju beserta suami baru sampai di rumah sakit. Setelah sebelum nya mendapatkan kabar dari Miguel serta orang orang nya datang ke Sando Paulo untuk menjemput.


Nyonya Mamoju melangkah tergesa sambil sesekali mengusap air mata nya diikuti suaminya yang berada di tepat di belakang.


"Tenanglah sayang, Gaby pasti baik baik saja."


"Mana mungkin Aku bisa tenang." Menepis tangan suami nya di bahu.


Nyonya Mamoju menarik nafasnya dalam. Ia berdiri di depan pintu sekarang.


Dengan berdebar perlahan Ia mengetuk pintu kemudian meraih handle pintu dan masuk kedalam.


Nyonya Mamoju menyapa Tuan dan Nyonya Walson yang berada di sofa, Kemudian mendekat menuju ranjang tempat Gabriella berbaring.


Semakin mengharu Ia melihat putrinya.


Alat alat medis terpasang disana.


Hazelo bangkit berdiri mundur beberapa langkah membiarkan orang tua Gaby menyapa putri nya.


Nyonya Mamoju meraih tangan Gabriella meletakkan di pangkuan. "Dulu setiap Aku melihat mu, ingin sekali Aku menghajar mu. Memiliki Anak seperti mu adalah hal memalukan."


"Bahkan Aku malu memiliki Anak seperti mu Gabriella."


Hik..hik..


Nyonya Mamoju mengusap air mata nya.


" Namun, kali ini Aku ingin berkata Aku bangga pada mu Gaby." Berkata sambil mengusap air mata lagi dan lagi. "Kau berhasil keluar dari lingkaran hitam itu dan mencintai tuan muda."


"Kau mengandung dan akan memberikan cucu untuk ku."


Air mata Nyonya Mamoju terus mengalir.


"Aku bangga pada mu Gabriella, Kau menjadi Istri dari tuan muda. Wanita istimewa yang dicintai tuan Hazelo, Seperti impian mu saat kau masih kecil."


"Bangun Gaby, Dasar Anak Bodoh!! Padahal Kami ingin memeluk mu sekarang." Ujar Nyonya Mamoju sambil mengecup tangan Gabriella berkali kali.


Suasana semakin mengharu biru, Nyonya Walson pun semakin histeris menangis. Tuan Walson pun hanya pasrah tidak mampu menenangkan istri nya.


Hazelo membiarkan Nyonya Mamoju bersama Gabriella. Ia keluar dari ruangan. berjalan menuju elevator yang mengantar kan nya menuju lantai dasar, melewati koridor serta lorong lorong rumah sakit menuju taman di area rumah sakit itu.

__ADS_1


Hazelo terdiam, di sana. Sambil duduk di kursi taman itu Hazelo mengudara kan asap. Tidak meng idahkan papan peringatan yang terpampang disana.


"Tuan muda." Miguel datang menghampiri.


Mobil nya baru saja Ia parkir kan di gedung ujung sana. Sambil keluar Ia melihat Hazelo yang duduk di kursi sehingga datang menghampiri.


Hazelo tidak menanggapi Miguel, tetap diam sambil mengudara kan asap.


Nampak sangat jelas betapa kacaunya Hazelo tanpa Gabriella.


"Tuan Muda." Miguel duduk di samping Hazelo.


Meraih rokok dari tangan Hazelo kemudian melempar nya ketempat sampah.


"Jangan melarang ku." Lirik Hazelo pada Miguel.


"Maaf Tuan Muda."


Hazelo dan Miguel saling diam. Hingga beberapa menit hembusan angin melintas.


"Jika semua aset yang aku miliki bisa ditukar dengan kesembuhan istri ku. Akan Aku lakukan Miguel."


"Aku mengerti Tuan Muda, Nona pasti akan sembuh. Tim Dokter terbaik dari berbagai Negara telah disiapkan. Juga tentang pelakunya telah dibereskan."


Hazelo menyandarkan kepalanya di bahu Miguel. "Semua itu tidak mengubah apapun. Gaby Ku tidak juga bangun meskipun pelakunya telah kau bereskan."


"Tuan Muda.,"


Miguel membiarkan Hazelo menyandar kepala di bahunya.


Hingga beberapa menit terlewat.


Tiba tiba salah satu perawat berlari menghampiri Hazelo dan Miguel.


"Tuan, Dimohon untuk ke kamar Nona Gabriella sekarang " Dengan wajah panik perawat itu bicara.


"Ada apa?." Seketika Hazelo bangkit berdiri.


"Maafkan kami tuan. Dokter telah berusaha namun takdir berkata lain. Kami sungguh minta maaf." ujar wanita itu sambil membungkuk.


"Apa!." Hazelo terkejut kemudian berlari. Melewati lorong lorong rumah sakit menuju elevator yang mengantarkan nya ke ruangan dimana Gabriella di rawat.


Pintu ruangan terbuka, Jantung Hazelo seolah berhenti berdetak. Ketika melihat Nyonya Mamoju telah terjongkok menangis histeris.


Nyonya Walson juga semakin histeris memeluk suami nya.


Sekujur tubuh Gabriella telah di tutup kain berwarna putih. Dokter Faros yang entah sejak kapan berada disana pun menggelengkan kepala.


"Gabriella No!!!!."

__ADS_1


__ADS_2