
Hazelo meraba ranjang sambil memejam. Alam bawah sadarnya menghawatirkan Gaby yang Ia dekap semalaman di sebelah nya, tidak ada Gaby disana. Hazelo membuka mata ketika matahari mulai meninggi. Mengedarkan pandangan ke sekeliling benar tidak ada Gabriella disana.
Hazelo menyibak kan selimut, bangun dari tidur nya kemudian melesat keluar menuju sofa. Hazelo Menarik nafas lega, melihat Gaby berbaring disana sambil mainkan ponsel. Rambutnya basah, wajah nya cerah dan bibir dipoles merona seperti nya Gaby sudah mandi.
Hazelo berjalan mendekat. "Kau sudah bangun?." Suara lembut Hazelo terdengar di telinga.
"Hm?" Gaby menoleh.
Hazelo mendekati Gaby duduk di samping nya, membuat Gaby meringsut. "Kau mau apa?." Melotot pada Hazelo sebab Ia sesuka hati merebahkan diri di samping Gabriella.
"Sofa ini cukup untuk ku dan tubuh kecil mu!."
"Siapa yang mengijinkan mu tidur disini! Minggir!." Ucapannya ketus.
" Hotel ini milikku. Terserah apapun yang aku mau lakukan." Berkata sambil mengherdik kan bahu menatap langit langit di kamar.
Cih menyebalkan sekali orang ini!
Gumam Gaby dalam hati.
"Hazelo minggir!" Gaby mendorong tubuh Hazelo.
"Kalau kau terus memberontak, aku bisa menciumi lho.."
"APA!!." Gaby membalik kan tubuh, menyembunyikan wajah nya menghadap ke sofa. Memunggungi Hazelo yang tertawa puas mengerjai nya.
Hazelo sialan.
"Terus saja tertawa!!." Kesal Gabriella.
"Tidak bisa kah kau sedikit lembut?."
"Eh?." Gaby terkejut ketika tangan Hazelo berada di perut nya, Mendekap dari belakang sambil menenggelamkan wajah nya di leher. Nafas hangat Hazelo mengenai belakang leher Gabriella, menghirup dalam dalam aroma yang perlahan Hazelo mulai menyukai nya. Membuat Gaby merinding seketika refleks bergedik.
"Menyingkir Hazelo! Apa yang kau lakukan!." Meringsut berbalik lagi mendorong dada Hazelo agar terjatuh dan menjauh dari nya.
"Eh?." Gaby membeku ketika tangan Hazelo menyentuh bibir nya. Tangan nya terjatuh dari dada Hazelo hingga sepersekian detik kembali tersadar.
"Apa masih sakit?." Hazelo mendekatkan wajah nya.
"Tidak! ini tidak sakit." Gaby menepis tangan Hazelo seketika berbalik memunggungi nya lagi. Wajah merah nya Ia sembunyikan di sana.
Hazelo memperhatikan tangan nya, rona bersalah terlihat. "Kau masih marah?." Hazelo kembali mendekap Gaby seperti tadi, Hembusan nafas nya mengenai belakang leher dan bisikan nya membuat dada berdebar dan berdiri seluruh bulu halus nya.
"Mengapa kau mengganti pakaian ku?."
Astaga! Untuk apa aku menanyakan nya??? Bikin malu saja!! Dasar bodoh.
Memekik dalam Hati.
"Bele yang melakukan nya, Bersama Dokter yang mengobati luka mu. Oh ya, ada obat dan salep di atas meja. Bele akan menyiapkannya untuk mu setelah kau makan siang." Hazelo bangun dari tidur nya. "Kau tertidur hingga melewati sarapan mu." Hazelo turun dari sofa.
__ADS_1
"Aku mandi dulu, setelah itu kita sarapan bersama."
Gaby terkejut ketika bibir hangat itu menyentuh kepala nya sebelum berlalu pergi meninggalkan sofa.
Apa yang kau lakukan?!
Gaby menyentuh dada nya.Menarik nafas panjang, menghembuskan perlahan Menetralisir detak jantung nya yang meningkat cepat.
***
Gaby mendekati meja setelah Bele meletakkan beberapa potong roti dan salat dengan secangkir sereal menemani.
"Silahkan nona, Panggil saja jika nona membutuhkan sesuatu." Bele mundur dua langkah kemudian berlalu Keluar.
"Sepertinya enak." Gaby menusuk potongan buah, hendak memasukkan ke mulut nya. "Mana Hazelo, mengapa lama sekali mandi nya." Menoleh ke arah ranjang.
Gaby tercengang, garpu di tangan nya seketika terjatuh. Melihat Hazelo yang sedang berganti pakaian dengan setengah telan-jang. "Tubuh nya indah sekali."
Glek! Gaby menelan Silva.
"Sadar Gaby!!." Memekik dalam hati. Seketika tersadar dan memalingkan wajah.
Tidak lama Hazelo mendekat, dengan kaos yang menempel di tubuh nya dan celana pendek. Namun tidak mengurangi betapa tampan nya pria ini.
"Seharusnya kau makan saja dulu, tidak perlu menungguku." Hazelo berkata sambil duduk di hadapan Gabriella.
"Selamat makan Hazelo." Berkata dengan tersenyum kemudian melahap yang ada di hadapannya.
"Eh?" Gaby menoleh pada Hazelo.
"Terimakasih." Gaby meraih gelas itu lalu meminumnya.
Gaby menyodorkan sandwich ke mulut Hazelo "Makan, "
"Tidak mau," Melengos.
"Ini enak Hazelo, cepat buka mulutmu!." Memaksa.
"Aku benci di perintah! Aku tidak mau."
"Cepat Buka!!." Gaby memaksa pun ahirnya Hazelo menggigit dan memakan nya
"Enak kan?."
Kau terlihat tampan jika kau menurut." Ujar Gaby sambil terus mengunyah.
Hazelo mengulas senyum sambil memperhatikan Gaby yang terus bicara dan menghabiskan makanan nya. "Makanlah yang banyak. Nanti kita akan berkunjung ko Roma."
"Secepat itu?"
"Disini aku membuat mu terluka, Ku Fikir kau akan senang jika berkunjung kesana. Akan aku tunjukan dan menjawab pertanyaan mu di atas gondola."
__ADS_1
Gaby diam, berusaha mencerna kata-kata Hazelo. Benar, Ia pernah bertanya mengapa mereka dijodohkan dan Hazelo berkata karena ingin memenuhi keinginan Gabriella.
Gaby diam kemudian mengangguk mengerti.
***
Miguel masih terlihat sibuk dengan layar lipat nya. Memeriksa pekerjaannya, menyelesaikan yang semalam tertunda. Sudah lebih dari dua jam Ia belum juga beranjak dari tempat duduknya semula.
Hingga suara ponsel membuyarkan semua. Sebuah pesan masuk. Pesan dari Nyonya Walson Ibunya Hazelo.
"Apa yang putra ku lakukan Miguel?"
"(Tuan muda masih di kamar nya, Nyonya.)" Balas Miguel.
"Apa mereka sudah mengunjungi tempat tempat yang aku tulis?."
(Tuan muda berniat berkunjung ke Roma siang ini, Nyonya)
"Kemari? Sungguh? Kenapa cepat sekali?."
"Tanyakan saja pada Tuan muda!." Batin Miguel enggan menanggapi Nyonya Walson. Mematikan ponsel tanpa membalas terlebih dahulu.
Miguel menutup laptopnya, bangun dari duduk kemudian keluar dari kamar melangkah masuk kedalam elevator. Mengantar kan nya menuju kamar Hazelo.
Miguel membuka pintu setelah menekan tombol bell dan meminta ijin.
"Semua telah disiapkan Tuan muda, apa kita bisa berangkat sekarang?." Berkata pada Hazelo yang sedang mengenakan Jas nya. Hazelo kembali berpakaian formal.
Hazelo melihat arloji. "Kita berangkat sekarang." Ujar Hazelo sambil meraih tangan Gaby yang telah selesai memoles wajah cantik nya.
"Eh?." Gaby menoleh pada Hazelo, terkejut ketika tangan nya Ia genggam.
"Menurutlah." Ujar Hazelo sambil melangkah lebar membawa Gaby keluar dari kamar.
Memasuki elevator bersama Miguel dan Bele mengantarkan mereka ke lantai bawah. Disambut membungkuk dari beberapa staf dan manager hotel sedikit membungkuk mengucapkan selamat jalan.
"Silahkan tuan" Hazelo masuk kedalam mobil bersama Hazelo setelah Miguel membukakan pintu. Miguel menuju tempat nya sedangkan Bele menuju samping pengemudi.
Miguel melesatkan mobilnya, melaju meninggalkan hotel menuju landasan yang telah siap membawa mereka
"Kau siap?." Hazelo mengulurkan tangan.
"Tentu saja!." Gaby pun dengan senyum menautkan jemari tangan melangkah bersama menuju kedalam pesawat pribadi milik Hazelo disana.
Armada besi pun menerbangkan mereka menuju Roma.
-
-
Next
__ADS_1