
"Mau ku?" Senyum tipis terlihat
Membuat Gaby meng..ge..liat saat tangan Hazelo me..nyent..uh area bukit paling sensitif.
"Sayang, menyingkir." Gaby berusaha meronta.
"Kau belum bisa melupakan Viona, Aku juga tidak pernah mendengar kau menyukai ku." Gaby menepis tangan Hazelo. "Aku belum pernah mendengar kau mengatakan mencintaiku Hazelo." Gaby memalingkan wajah. Bekas air mata terlihat.
"Gaby kau menangis?." Hazelo mengusap itu. Mengecup mata yang tadi basah. "Kau panggil apa aku tadi?."
"Jika sudah dengar, untuk apa bertanya!."
"Apa kau meragukan ku?. "Hazelo bangkit dari atas tu..buh Gaby. Duduk di sofa sambil
Meraih ro..kok mematik nya mulai mengudarakan asap. Raut wajah yang selalu berubah saat mendengar Gaby menyebut nama Viona, namun kali ini Hazelo nampak tidak senang.
Gabriella bangun dari tidurnya, selama menikah hanya sekali Gaby mencium bau asap ro..kok di bibir Hazelo kala itu. Ketika Hazelo sedang marah
Ya, ketika Ia berciuman untuk pertama kali nya di dalam Club' di pesta ulang tahun Zoe mantan kekasihnya.
Dan kali ini Hazelo melakukan nya lagi.
mengapa kau marah? Harus nya aku yang marah kan?
"Kau marah?." Gaby meringsut mendekati Hazelo. Menyandar di lengan.
"Haruskah aku mengatakan pada dunia untuk meyakinkan mu?." Hazelo mengudara kan asap nya lagi.
"Kau meragukan ku Gabriella?." Hazelo menyeringai.
Hazelo marah, berdebat pun tidak berguna saat ini.
Hazelo terus saja mengudara kan asap, membuat Gaby tidak nyaman pun berusaha meredam.
"Sudah cukup! " Meraih ro..kok di tangan Hazelo dan membuangnya. "Aku minta maaf sayang."
"Maaf?." Hazelo berkerut dahi.
"Iya maaf, pendengaran mu masih cukup baik kan?."
"Jika kau belum bisa melupakan Viona, maka aku yang akan membuatmu melupakannya."
"Aku sudah pernah mengatakan itu pada mu bukan?."
__ADS_1
Hazelo terkejut ketika Gaby tiba tiba duduk di pangkuan nya dengan tangan mengalungkan di leher. Entahlah mood nya tiba tiba berubah ubah.
"Gaby?!."
"Sttttt ... Diam!." Gaby penutup bibir Hazelo dengan telunjuknya.
"Aku mencintaimu tuan muda, aku istri mu dan kau milik ku malam ini." Dengan berani Gaby melepaskan outer nya, melempar sembarangan hingga teronggok di lantai, kemudian dengan berani Ia menciumi bibir Hazelo.
"Gaby mm..."
Siapa yang sanggup menahan jika begini, Hingga terjadilah,
di atas sofa di dalam kamar yang tamaran, Gaby memimpin pergulatan yang menciptakan suara suara laknat mengudara.
Hazelo pun membalas Gabriella meresapi cinta kedua nya dengan bukti nyata bukan hanya sekedar ungkapan. Semakin menggila kedua nya bertaut.
Udara dingin disertai hujan bahkan badai sekalipun
sama sekali tidak mampu mendinginkan mereka yang menggila di atas sofa.
Hingga hentakan demi hentakan semakin menciptakan suara syahdu mendayu dayu mengalahkan bunyi petir yang menggelegar terdengar dari luar jendela kamar.
Di dalam kamar utama sebuah Mansion di kota Brazilia.
***
Angin kencang disertai hujan deras yang biasa di sebut badai terjadi di kota ini.
Di gedung utama perusahaan yang telah tampak sepi namun hanya satu lampu di lantai tertinggi terlihat masih menyala.
Ya, Miguel masih fokus pada layar di hadapan nya. Apalagi jika bukan menyelesaikan pekerjaan dan memeriksa ulang semua agenda hari ini.
Juga membuat jadwal untuk dilaksanakan sepekan kedepan. Meskipun jadwal terkadang berubah bahkan pekerjaan nya semakin bertambah jika nona nya membuat ulah.
Badai besar masih menghempas, security di bawah memilih masuk ke lobby dan mereka duduk disana sambil memakan cemilan yang Miguel bawakan, serta secangkir kopi menemani sambil berjaga dan menunggu tuan Miguel.
"Jika melihat dia, antara takut dan salut."Yang mereka maksud adalah Miguel.
"Benar, aku bahkan tidak sanggup membayangkan berapa gaji nya jika dilihat dari pekerjaan nya. Selalu pulang larut malam, dan selalu siap di belakang tuan muda Hazelo." Rekan nya menimpali.
"Selalu saja berkhayal tentang uang, seperti nya gaji mu selama setahun tidak akan sebanding dengan yang Dia dapat sepekan."
"Ssstt dia datang." Terdengar suara langkah kaki dengan bunyi sepatu yang menggema memecah keheningan.
__ADS_1
Selalu seperti ini setiap malam. Miguel pulang larut malam, keluar dari pintu kubaikel besi membuat empat security bangkit berdiri dan membungkuk hormat.
Sorot mata mereka tertuju pada kemeja Miguel yang seumur hidup mereka baru kali ini Miguel masuk ke kantor tanpa Jas.
Tidak ada yang berani berkomentar apapun lagi, mereka hanya menyapa dengan seksama.
"Selamat malam tuan Miguel."
Miguel tidak menjawab, Ia keluar begitu saja menuju mobil yang siap terparkir. Seketika salah satu security membukakan pintu mobil.
"Silahkan tuan."
Miguel masuk kedalam tanpa bicara kemudian melajukan mobil itu,
dibawah guyuran hujan Ia melajukan mobilnya menembus angin kencang dengan hujan lebat disertai petir menggelegar.
Melaju kan mobilnya perlahan sambil terus fokus pada jalanan sepi itu.
Miguel melihat arloji, sudah lewat tengah malam.
Miguel belum juga beristirahat bahkan hanya mengisi perutnya dengan sepotong roti pagi tadi.
Bele masih dirumah sakit, biasanya Bele lah yang sangat memperhatikan jadwal makan untuk Miguel.
Setelah beberapa waktu terlewat, sampailah Ia di rumah, apartement sepi yang Ia tinggali. Tempat dimana Ia melepas lelah.
Miguel pun membuka pintu. Saat Miguel hendak masuk kedalam, Seseorang datang mendekat.
"Tuan." Seorang pria yang bekerja di Mansion tuan Hazelo datang menghampiri. Karyawan yang selalu Bele perintahkan mengantarkan makan malam untuk Miguel.
"Ada apa"
"Senior menyuruh ku mengantarkan ini untuk anda." Berkata sambil sedikit membungkuk dengan nampan ditangan.
"Masuklah."
"Terimakasih tuan " Pria itu pun masuk kedalam meletakkan nampan di atas meja dengan hati hati. Menghadap lagi pada Miguel sedikit membungkuk kemudian undur diri.
"Silahkan menikmati makan malam nya tuan. Selamat malam ."
Ujar nya kemudian berlalu pergi.
Tangan kekar itu membuka apa yang Bele berikan. Meskipun Bele sedang di rawat di rumah sakit. Tetap saja Ia tidak bisa untuk tidak perduli pada Miguel.
__ADS_1
Miguel mulai memasukkan potongan cake kedalam mulut nya. Hingga tidak lagi tersisa dilanjutkan dengan mengunyah potongan buah.
Miguel masuk kedalam kamar mandi setelah merasa cukup untuk perut nya terisi. Menanggalkan semua pakaiannya kemudian masuk kedalam bathub menikmati air.