
Pagi ini Hazelo dan Gabriella masih memejam di dalam kamar. Keduanya baru tidur ketika hampir menjelang pagi, berenang di tengah malam Membuat mereka lelah dan tertidur. hingga pagi pun telah terlewat.
Sementara di ruang makan, Tuan dan Nyonya Walson menikmati sarapan berdua seperti biasanya. Secangkir sereal bertengger di atas meja, Entah sudah menjadi kebiasaan atau tradisi turun temurun. Keluarga Walson tidak pernah meninggalkan sereal untuk menemani di setiap pagi nya.
" Kau tidak membangunkan putramu?" Tuan Walson bertanya pada istrinya.
"Aku tidak ingin mengganggunya, Kudengar mereka berenang semalam." Berkata Kemudian menyesap secangkir sereal di tangan.
"Begitu ya."
"Kalau begitu biarkan saja mereka, Aku juga bisa melakukan nya dengan mu." Bangun dari duduknya Kemudian mendaratkan kecupan di dahi. " Aku pergi dulu sayang."
"Aku ikut saja dengan mu." Nyonya Walson bangun dari duduk nya. Sedangkan Tuan Walson berkerut dahi, bertanya tanpa mengeluarkan suara.
"Aku tidak ingin mengganggu Hazelo, kau benar. Kita juga bisa melakukan nya dengan berkencan berdua bukan? Nyonya Walson meraih lengan suami nya.
" Tapi setelah Aku selesaikan dulu urusan di kantor." Tuan Walson menyentuh pipi nya setelah sang istri mendaratkan bibir nya disana. "Kau sejak dulu tidak pernah berubah ya"
"Orang orang mu telah mengerjakan semuanya, tapi kau selau terlihat menyibukkan diri."
"Seperti nya kau cemburu pada mereka, Baiklah kita berkencan" Tuan Walson melingkarkan tangannya di bahu, Kemudian melangkah bersama sang istri keluar dari dari mansion.
***
Sementara di dalam kamar Hazelo.
Kedua anak manusia itu masih memejam, meski sinar matahari telah meninggi, namun kedua nya belum juga beranjak, Hazelo masih memeluk Gaby menjadikan nya seperti bantal.
Hingga beberapa jam pun berlalu.
"Gaby, kau belum bangun?." Hazelo menoleh pada Gaby sambil mengenakan arloji di tangan nya.
Gaby membuka mata, "Kau mau kemana Hazelo?." Melihat Hazelo yang telah rapih dengan pakaian formal seperti biasa.
"Mengantarmu ke rumah sakit." Hazelo duduk di tepi ranjang.
"Aku tidak sakit Hazelo." Gaby enggan beranjak masih memeluk bantal.
"Bangun Gaby." Hazelo menarik bantal itu memindahkan nya jauh dari Gabriella.
"Aku masih mengantuk Hazelo." Gaby menutupkan mata nya lagi.
Hazelo menarik nafas nya panjang. "Aku akan menemani mu. Bangunlah"
Gaby menghangat saat tangan itu menyentuh dahi nya.
"Jangan sekarang." Gaby bangun dari tidurnya, meringsut dan duduk menyandar pada sandaran ranjang sambil menatap Hazelo Kemudian.
"Aku belum siap." Gaby menghela nafas nya, Kemudian menunduk.
__ADS_1
"Privasi mu akan terjaga, Aku menjamin dengan nama ku." Tegas Hazelo.
Jika Hazelo Sudah mengatakan itu, tentu tidak akan pernah mungkin untuk nya mengingkari.
Gaby teringat kembali kenangan mengerikan saat Ia masih kecil.
"Haruskah aku memohon pada mu?." Sentuh Hazelo pada dagu Gabriella membuat Gaby tersadar kembali.
Membuat Gaby tertegun mendapati tatapan nanar Hazelo yang tampak sangat sangat serius.
Dada Gaby lagi lagi berdebar, menepis tangan Hazelo Kemudian meringsut turun dari ranjang. "Tunggu aku dalam 30 menit, aku harus bersiap." Gaby berkata Kemudian melangkah menuju Kamar mandi.
"Aku akan membantumu, Kau akan sembuh Gabriella." Ujar Hazelo setelah Gabriella menghilang dibalik pintu.
***
1 jam berlalu. Berkali kali Hazelo melihat arloji sambil duduk menunggu di lantai bawah, tepat nya di ruang tamu. Miguel tetap berdiri di tempat nya menyandar santai diri pada dinding sambil membuka ponsel.
Sedangkan Hazelo terlihat gelisah sebab Gaby Sudah terlambat dari kesepakatan yang Gaby buat sebelumnya.
"Berani sekali kau membuatku menunggu." Meninggikan suara ketika Gaby baru saja muncul.
Gaby mendekati Hazelo "Maaf, aku masih butuh waktu." Gaby terkejut ketika Hazelo tiba tiba menggenggam tangan nya.
" Aku akan menemani mu. Semua akan baik baik saja."
Rasanya hampir menangis tetika di dalam mobil Hazelo meraih nya memasukkan nya kedalam dekapan. "Apapun yang kau rasakan, berbagilah dengan ku."
Semakin ingin menangis sebab dari cara Hazelo menatap nya, ada rasa ingin menyelamatkan nya dari lembah hitam itu kemudian melindungi nya.
Yang lebih menyedihkan, bukan tatapan cinta disana melainkan hanya untuk melindungi.
Mobil terus berjalan, sedangkan Gabriella masih nyaman di dalam dekapan. Hingga beberapa menit berlalu, sampai lah Hazelo di sebuah gedung rumah sakit berlogo keluarga Walson.
Gaby dan Hazelo keluar setelah Miguel membukakan pintu. "Silahkan tuan."
"Terimakasih Miguel." Ujar Gabriella.
Eh? Apa aku tidak salah dengar? terimakasih? Nona Berterima kasih pada ku,?
Batin Miguel.
Hazelo masuk kedalam rumah sakit menggunakan jalur Khusus yang tidak di lewati siapapun kecuali Keluarga Walson dengan Miguel mengikuti di belakangnya.Menuju ruangan Dokter yang telah menunggunya sejak tadi.
"Silahkan tuan." Miguel membukakan pintu.
Hazelo dan Gaby masuk kedalam, Gaby terlihat begitu gemetar. Tidak siap dengan ini semua. Rasanya ingin berlari saja dari tempat itu dan mengatakan pada Hazelo Aku sudah berubah. Aku mungkin sudah sembuh dan aku bahkan merasa jijik pada diriku sendiri yang dulu.
Hazelo membawa Gaby duduk di hadapan dokter.
__ADS_1
"Selamat sore nona Gabriella, apa kau masih mengingat ku?" Ujar Dokter itu yang juga seorang wanita.
"Gabriella menatap dokter itu menelisik, rasanya tidak asing namun Gabriella benar benar lupa.
"Faros." Ujar Gabriella setelah lama baru menyadari. Teman sekelas Gaby ketika masa kanak kanak nya di Roma. Putri dari keluarga bangsawan kala itu dan sekarang mengabdikan diri di rumah sakit milik keluarga Walson.
Faros memeluk Gaby dengan mata berkaca kaca. "Aku akan membantumu, maka katakan apa yang ingin kau katakan."
Faros melepaskan pelukannya, Kembali duduk dengan mode profesional mereka.
15 menit berlalu, Faros bertanya ini dan itu namun Gabriella tetap bungkam. Ambigu masalalu menari nari, dan ruangan ini terasa gelap mencekik. Gaby bergetar Hebat, keringat nya bercucuran menunduk meremasi jari nya.
Hazelo menatap iba, terlihat begitu rapuh wanita yang biasanya keras kepala dan memiliki hoby memaki itu.
Gaby terkejut ketika Hazelo meraih nya, memeluk menenangkan. "Semua akan baik baik saja." Ujar Hazelo mendaratkan kecupannya di dahi.
Sementara Faros mengulas senyum sambil berkata. "Aku sahabat mu. Kau bisa berbagi dengan ku dan aku akan membantu mu menyelesaikan nya." Faros meraih tangan Gaby menggenggam nya. Kemudian melirik Hazelo agar meninggalkan mereka.
Hazelo melepaskan pelukan itu bangkit berdiri berlalu dari ruangan Kemudian. Meninggikan Gaby yang bergetar menangis dihadapan Faros. Hingga Faros mendekati Gabriella berusaha menenangkan.
"Katakan lah Gaby. Ceritakan pada ku." Menyentuh bahu Gaby.
"Tidak mungkin tidak ada alasan bukan? Katakan apa yang kau rasakan dan ingin kau katakan."
Lirih Faros.
Flash Back...
Kejadian malam itu ketika perjodohan Gaby dan Hazelo telah ditetapkan Gaby dijemput dari rumah Hazelo seperti biasa, Menggunakan Helicopter yang mendarat di tempat biasa pula. Namun ada yang sedikit berbeda, kali ini paman Gabriella yang datang sendiri untuk menjemput nya bersama pilot dan tanpa pengawalan. Dengan ramah dan senyum yang indah paman itu menggenggam Gaby kecil masuk kedalam Helicopter.
Saat di dalam Helicopter tidak biasanya paman itu meletakkan Gabriella di pangkuan. Gabriella kecil perlahan menyadari jika paman nya menggesek sesuatu di belakang nya semakin lama ritmenya semakin cepat, Membuat Gaby memaksa ingin turun sebab merasa tidak nyaman.
Helicopter pun menerbangkan mereka, Dengan alasan cuaca buruk mereka harus mendarat di suatu tempat bukan dimana mesti nya.
"Paman mengapa kita kemari?." Mengedarkan pandangannya menoleh sekeliling. Mereka berada di atap gedung sebuah Hotel...
-
-
Next.....
Pengumuman.....
Maaf jika suatu saat nanti "Tak Kusangka bisa mencintaimu" Tidak bisa lanjut. Sebab novel ini me...la..nggar.. Aturan pihak N.....T.... Sebab mengandung banyak konten De...Wa...sa dan ******* Sejauh ini masih saya usahakan Update meski tidak akan pernah di Kon...tra...k.
Saya mengucapkan banyak Terimakasih telah mendukung hingga sejau ini...
Tunggu episode selanjutnya ya .
__ADS_1