Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 90


__ADS_3

Di dalam gedung IGD rumah sakit berlogo keluarga Walson.


Disinilah Miguel berada.


Ruang IGD yang sebelumnya telah Miguel perintahkan hanya ada perawat wanita disini.


Ketika gelapnya malam mulai tergantikan sinar mentari,


Miguel masih duduk memejam dengan nafas nya terdengar tenang


*Jika diperhatikan, anda memang tampan. batin Noorin yang sejak tadi berdiri di hadapan Miguel memperhatikan.


Seketika Ia menepis fikiran nya,


sebab pria yang sedang duduk tepat di hadapan nya berdiri adalah pria kejam nan angkuh Miguel.


"Sampai kapan kau akan terus berdiri disitu?!. "


Apa!


Dia tidak tidur? Batin Noorin.


"Ma-- maaf tuan. " Salah tingkah sendiri.


Namun berhasil membuat mimik wajah tenang.


Miguel bangun dari duduknya kemudian melihat arloji di pergelangan.


Sudah pukul enam pagi, dan sejak semalam sedikitpun belum memejam.


"Selamat pagi tuan. " Seseorang dengan stelan jas rapih datang mendekat,


"Pakaian anda tuan. " sedikit membungkuk menyapa kemudian menyerahkan pakaian untuk tuan nya perlahan.


Stelan jas lengkap beserta dasi.


Kemudian menyerahkan kunci mobil dengan hati hati,


menganggap benda itu seolah lebih berharga dari nyawa nya. "Mobil sudah di steril kan sesuai perintah anda tuan. "


Berkata kemudian sedikit melirik Noorin.


*Siapa wanita ini?


Kenapa dia?


Di steril kan?


Noorin bergumam sambil sempat memastikan apakah Ia salah dengar.


Apa karena aku naik mobil tuan Hazelo semalam, hingga mobil di sterilkan?


Noorin semakin menciut sebab itu benar ada nya. Sangat terlihat bukan,


seberapa tinggi perbedaan sosial antara mereka.


Miguel meraih kunci mobil dari tangan pria itu. "Antarkan dia pulang. "


"Baik tuan. " Mengangguk.


"Ini Milik mu, aku menemukan nya semalam. " Miguel mengeluarkan ponsel dari kantung celana. Ia serahkan pada Noorin.


"Anda menemukan nya? Terimakasih tuan. "


"Hubungi Viona, dia mencemaskan mu. " berkata acuh.


"Baik." Noorin mengangguk.

__ADS_1


"Satu lagi, Di dalam perusahaan Group Walson. Tidak ada karyawan yang bekerja hingga 24jam. Dan tidak pernah untuk tidak memanusiakan karyawan." Tegas Miguel membuat Noorin merinding.


Aku salah ya, terlalu bersemangat hingga lupa waktu.


Itu tidak lain sebab pesan singkat dari Viona malam tadi.


" Aku terlalu bersemangat hingga pulang larut malam. Aku Sangat menyukai pekerjaan ku tuan. " Balas Noorin dengan nada sopan.


Memang sangat bangga ketika hasil karya nya dikenakan putra mahkota nanti.


Sambil sedikit membungkuk mengikuti pria di samping nya yang juga membungkuk saat Miguel berlalu pergi.


"Tuan, tunggu sebentar. " Noorin sedikit mengejar.


Miguel pun berhenti tanpa menoleh kebelakang. Ia mengangkat tangan melihat arloji yang menunjukkan bahwa Ia sedang buru buru.


"Jas anda,


akan aku kembalikan setelah aku cuci. " Jas Miguel memang masih berada di tangan Noorin sejak se.malam.


"Buang saja!. " Balas Miguel sambil melanjutkan langkah nya.


"Apa, Buang?."


Baik lah. "


Noorin terlihat menghela.


"Terimakasih tuan, Maaf menyusahkan anda. " Berkata santun khas Noorin sambil melihat punggung pria itu yang menjauh.


"Mari saya antar pulang nona. " Ujar pria berstelan jas itu pada Noorin.


"um." Noorin pun mengangguk.


***


"Cih..!! Baru kali ini aku mandi di toilet rumah sakit. " Ujar Miguel sambil menyusir rambut nya di depan cermin wastafel.


Jika bukan karena agenda meeting pagi ini, Ia tidak akan terburu buru hingga melakukan hal konyol.


Miguel melihat arlojinya lagi, tepat pukul 07.30 Ia sudah keluar dari parkiran melesatkan mobilnya,


melewati jalanan kota yang ramai dengan klakson mobil bersahutan.


Di pagi begini para penduduk kota memulai aktivitas mereka, ada yang pergi untuk bekerja,


banyak pula yang berangkat sekolah menuntut ilmu.


Bahkan pusat perekonomian berkembang pesan di ibu kota negara ini.


Mobil pun ahirnya sampai dan terparkir di depan gerbang utama Mansion tuan Hazelo.


Tidak lama Gerbang tinggi itu terbuka.


Tuan muda Hazelo keluar menggunakan mobil lain sebelum berpindah menuju Mobil yang Miguel kendarai.


"Silakan tuan muda. " Miguel membukakan pintu Mobil.


Hazelo masuk kedalam dan duduk disana.


"Jalan."


Berkata setelah Miguel kembali ke tempat nya.


"Baik tuan muda. "


Mobil pun melaju meninggal kan tempat itu.

__ADS_1


Hening suara di dalam mobil, Hazelo diam sambil menatap jalanan.


Sedangkan Miguel fokus pada kemudi.


"Miguel."


Suara Hazelo memecahkan keheningan.


"Ya, tuan muda. "


"Bagaimana Gaby menghadapi persalinan nya nanti?. "


Mengapa tanya pada ku tuan muda


Hazelo mencemaskan istrinya, itu sebab nya Ia diam sejak tadi. Mau tidak mau Miguel pun harus menjawab. "Tuan muda tidak perlu cemas, semua akan baik baik saja."


"Kau yakin?. "


Miguel mengangguk


"Jika kau seyakin itu, maka aku percaya pada mu. "


"Terimakasih tuan muda. "


Benar, Kehamilan nona semakin mendekati persalinan.


Wajar saja jika tuan muda sangat khawatir.


***


Di dalam Gedung Utama perusahaan Group Walson.


Hazelo baru saja keluar dari ruang meeting. Kerja sama nya dengan beberapa perusahaan besar pun semakin kuat terjalin.


Kesepakatan yang tentu saja saling menguntungkan.


Bahkan aliran dana dalam jumlah fantastis Hazelo keluar kan untuk kerja sama proyek ini. Ya Hazelo berencana membuat hotel nya lagi di negara Qatar.


Sebuah Hotel tertinggi yang akan memecahkan rekor di negara itu.


Yang akan diberi Nama Gabhzello tower.


Hazelo melangkah lebar keluar dari ruangan itu diikuti Miguel.


"Awasi mereka Miguel. "


"Baik tuan muda. "


Hazelo bersama Miguel memasuki elevator yang mengantarkan mereka ke ruangan presedir.


Hazelo duduk di kursi kebesaran nya.


Tidak lama Miguel datang mendekat.


"Berkas yang harus anda tanda tangani tuan muda. " Meletakkan tumpukan kertas beserta bolpoin di atas nya dengan hati hati.


Hazelo selesai dengan menandatangani berkas terahir. Kemudian meletakkan bolpoin itu di atas tumpukan kertas.


"Miguel."


"Ya tuan muda. " Miguel mendekat.


"Aku titipkan perusahaan sementara pada mu, Aku ingin mengajak Gaby pergi berlibur. "


"Anda pergi tanpa aku?" Miguel memastikan.


"Gaby tidak bisa melihat mu. Sebab itu lah kau tetap tinggal. Kau bisa mengirim orang orang mu untuk mengawasi

__ADS_1


Aku ingin bersenang senang dengan Gaby"


"Baik tuan muda. "


__ADS_2