Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 58


__ADS_3

Di area pusat perbelanjaan di kota Brazilia.


Logo Keluarga Walson terpampang di gedung itu. Tentu saja Gabriella melihat nya, saat sampai di depan pintu masuk, seseorang terkejut tidak percaya hingga menjatuhkan paper bag tanpa terasa.


"Nona Gabriella, Istri tuan Hazelo?." Seseorang itu bicara dengan terpana, Mantan model cantik yang sekarang bekerja pada salah satu anak cabang perusahaan Hazelo. Tidak menyangka ia akan bertemu istri tuan nya di sini


Dalam sekejam terjadi kesibukan para staf di gedung itu, tidak terkecuali sang manager yang tergopoh gopoh bergegas menuju lantai dasar tempat dimana Gabriella berdiri.


Tentu saja siapa yang tidak mengenal Gabriella.


Istri pengusaha ternama Hazelo Walson. Pertunangan hingga pernikahan mereka menjadi sorotan publik hingga mendunia mengalahkan selebriti bahkan putra president sekalipun.


"Silahkan nona." Bele mengajak Gabriella masuk ke dalam, diikuti para pelayan yang lain.


"Pilih apapun yang kalian suka." Ujar Gabriella.


"Terimakasih nona." Jawab mereka antusias.


Kapan lagi ada kesempatan emas begini?. Hehehe* Batin salah satu pelayan, membayangkan apapun yang diinginkan bisa terbeli dalam sehari.


"Selamat sore nona. Suatu kehormatan anda berkunjung kemari." Manager dan beberapa karyawan lain membungkuk hormat. Membuat para pengunjung menoleh pada mereka.


Alhasil seketika itu Gabriella menjadi sorotan.


"Aku hanya ingin jalan jalan, jangan formal begitu." Gaby merasa kurang nyaman.


" Baik nona, Silahkan."


"Nona cantik, bolehkah aku berfoto dengan anda." Gadis kecil dengan rambut ikal nya datang menghampiri, membawa camera mainan berwarna merah muda mendekati Gabriella.


Wanita yang sepertinya ibu dari gadis kecil itu seketika mengejar. "Maaf nona, Anak ku tidak sopan mengganggu anda." Ibu muda itu membungkuk hormat kemudian Gadis kecil itu di angkat ibu nya di gendong untuk menjauh.


"Tidak apa apa. Ayo sayang, kau ingin berfoto dengan ku?." Gabriella mengeluarkan ponsel dari dalam tas. mendekati wanita yang menggendong gadis kecil nya. Gabriella meraih gadis kecil itu kemudian menurunkan dari gendongan ibu nya yang masih menganga.


"Tidak nona, anak ku ini memang nakal." Ujar ibu itu merasa sungkan.


Gaby hanya tersenyum, merendahkan tubuh nya, mengambil foto bersama Gadis kecil itu hingga beberapa kali.


Ckrek.


Ibu muda itu menangis mengharu ketika Gabriella mengecup pucuk kepala anak nya, "Nona."


Wanita bangsawan itu mau mencium rakyat biasa. Membuat semua orang yang menyaksikan itu menghangat dan kagum. Seseorang yang jauh disana mengabadikan moment itu kemudian mengirimkan pada Miguel.


Ya, Beberapa bodyguard yang diperintahkan menjaga Gabriella dari jauh.


"Nona hanya ingin berbelanja, mohon kerja sama nya untuk tidak mengganggu dan menimbulkan ketidak nyamanan." Tegas Bele membuat orang orang seketika mundur kebelakang.


Gaby mulai berkeliling, bersama Bele juga para pelayan yang dengan girang nya melihat lihat membeli ini dan itu. Sedangkan beberapa wanita yang membawa anak mereka sesekali menyapa Gabriella saat berpapasan.

__ADS_1


Mata Gaby tertuju pada outlet pakaian anak. Brand ternama terpampang disana.


"Bele, lihat." Gaby menuju kesana.


Disambut sedikit membungkuk dari salah satu karyawan disana. "Silahkan nona." sapa nya ramah.


Gaby membalas dengan senyuman.


"Sepertinya ini bagus untuk baby mu." Gabriella menunjukan gaun anak warna merah muda pada pelayan nya yang sedang mengandung.


"Iya nona, tapi aku belum tahu dia pria atau wanita." Menjawab dengan sopan.


Lagi pula baju itu sangat mahal, hampir sebulan gaji ku.


"Benar juga." Gaby berfikir sejenak.


Para pelayan juga karyawan di buat menganga, sebab hampir satu isi toko Gabriella beli semuanya. mulai dari perlengkapan bayi, dari pakaian anak hingga calon baby pelayan nya itu remaja.


"Kemas semua yang sudah aku pilih."


"Baik nona." Balas nya di bantu karyawan yang lain mengemas hingga puluhan dus.


"Untuk apa nona membeli sebanyak ini?." Tanya Bele sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.


Astaga! Dengan apa aku membawa nya. Batin Bele menatap dus dus yang tergeletak disana.


"Kau bisa menyuruh seseorang kan? Menyewa mobil box pengangkut barang misal nya."


"Itu untuk ku nona?." tanya pelayan tidak percaya.


"Itu hadiah untuk bayi mu. Selamat." Gaby tersenyum.


"Huaaaa..." Pelayan itu malah menangis, tidak tahu harus berkata apa rasanya ratusan kata Terimakasih pun tidak cukup untuk mengutarakan nya saat ini. Semakin mengeraskan tangisan nya bahkan tidak mengidahkan orang orang yang melihat juga rekan nya yang membujuk menyuruh diam.


***


Setelah lelah berkeliling, Membeli apapun yang diinginkan, Serta mengisi perut mereka di restoran yang tidak jauh dari pusat perbelanjaan.


Gaby duduk di samping Bele, menatap layar lebar sambil menikmati pop corn di tangan.


"Bele, kau tertidur?."


Melirik Bele yang memejamkan mata.


"Aku tidur sebentar nona." Balas Bele sambil memejam.


Bahong! Padahal aku takut. Aku benci Film horor. Tapi anda malah menyukai nya. Sialan!!


"Apa kau takut Bele?." Gaby berbisik.

__ADS_1


"Aku tidak takut apapun nona." Gengsi? tentu saja iya!*


"Benar juga, mustahil kau takut Film horor. Wajahmu saja lebih horor." Hahaha batin Gabriella menistakan Bele.


Waktu berputar sangat cepat, hingga larut malam mereka belum kembali.


***


Sementara di dalam Mansion.


Hazelo yang sudah pulang sejak sore tadi, kesal sebab menunggu Gabriella yang tak kunjung datang, meskipun orang orang nya mengawasi dan mengirim foto melaporkan.


Namun tetap saja Hazelo kesal menunggu Gaby yang tak kunjung pulang.


Hazelo duduk di sofa, beberapa menit kemudian berbaring. Tidak juga memejam kemudian menyalakan televisi, itu pun tidak membuat hati nya senang. Ahir nya Ia keluar dari kamar bergegas menuruni anak tangga.


Miguel sudah pergi sebab mengurus beberapa pekerjaan nya di kantor.


"Siapkan mobil untuk ku " Ujar Hazelo sambil melangkah keluar melewati pintu utama.


Seketika terjadi kesibukan, Mobil sport Hazelo keluar dari garasi. Diparkiran sempurna di depan pintu utama.


"Silahkan tuan muda." Membuka pintu dengan hati hati untuk Hazelo.


Seketika Hazelo pun masuk, pintu mobil ditutup dan Hazelo melesatkan mobil nya jauh meninggalkan Mansion.


***


Gaby masih duduk fokus dengan layar di depannya, Sedangkan Bele sungguh tertidur.


Gaby terus Fokus dengan layar di depan nya, sedikit terlonjak sebab mencium harum parfum yang sangat Ia hafal diluar kepala.


Ah, mungkin hanya perasaanku saja. Tidak mungkin kan Hazelo disini.


Batin Gaby sambil terus menikmati pop corn di tangan.


Gaby terkejut saat ada yang mengecup pucuk kepala nya, seketika mendongak.


"Kau bersenang senang dan melupakan aku ya?."


"Sayang?"


Suara Gaby cukup keras hingga membangunkan Bele.


"Tuan muda?." Bele terkejut, seketika bangkit kemudian mundur kebelakang.


Tidak lama Hazelo pun mendekat, duduk di samping Gabriella dan memeluk. Kepala nya ia sandarkan di bahu Gabriella, rambut nya basah menempel harum sampo masih tercium. Dan sepertinya Hazelo baru saja mandi.


"Aku cepat kembali karena memikirkan mu."

__ADS_1


Kau belajar dari bertingkah seperti itu?.


__ADS_2