Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 76


__ADS_3

Mexico


Utusan dari Miguel telah sampai di depan rumah klasik milik orang tua Zoe.


Disambut dengan baik setelah Ibu nya Zoe membukakan pintu, kemudian dipersilahkan masuk. "Silahkan masuk tuan, sebaiknya kita bicara di dalam."


Keluarga Zoe tidak terkejut, sebab pemberitaan sejak dua pekan terakhir mengenai putrinya membanjiri dunia maya.


Mereka duduk di ruang tamu sekarang, Utusan Miguel menyerahkan guci yang Ia bawa sejak tadi. "Kami mewakili dari kepolisian menyerahkan ini pada anda."


Ibu nya Zoe menerima guci yang berisi abu putri nya itu, beserta surat surat dan cek dari pihak asuransi yang tersimpan rapih di dalam map.


Sebenarnya bukan lah asuransi, melainkan Miguel lah yang sengaja memberikan sejumlah uang untuk keluarga Zoe tanpa mereka ketahui.


Dengan terisak, Ibu nya Zoe menerima dan mencium tutup Guci itu kemudian memeluk nya erat. "Dasar anak bodoh, Ku harap kau kembali kemari dengan menyadari perbuatannya mu. Tapi seharusnya bukan dengan cara seperti ini aku menyambut kau datang" Ibu nya Zoe terisak sambil menundukkan kepala. Semakin erat pula Ia memeluk guci dengan air mata yang terus jatuh mengenai guci yang Ia peluk itu.


"Terimakasih tuan, anda telah mengantarkan putri kami." Balas ayah Zoe sambil menyentuh bahu istri nya berusaha menenangkan.


"Sampaikan permohonan maaf dari kami untuk keluarga korban. Mungkin ini hukuman dari Tuhan untuk putri kami." Ujar Ibu nya Zoe yang terus menangis hingga tidak lagi mampu menahan pun bangkit berlalu meninggalkan ruangan.


"Maaf tuan." Ujar Ayah Zoe sambil membungkuk hormat.


Kemudian utusan Miguel berpamitan dan keluar dari rumah orang tua Zoe.


Saat di dalam mobil Ia menyandarkan kepalanya di sandaran sambil mencengkram kemudi. Meraih ponsel di dalam kantong jas kemudian menghubungi tuan Miguel.


"Pekerjaan saya sudah selesai tuan."


Utusan itu melaporkan pekerjaan nya.


***


Brazilia


Armada besi telah menerbangkan Tuan Muda Hazelo dan nona Gabriella.


Keluar dari pesawat pribadi berlogo Keluarga Walson.


kemudian menuju mobil yang telah dipersiapkan untuk menjemput.


Mobil melesat meninggalkan landasan pesawat berlogo Keluarga Walson.


Pengawalan super ketat dilaksanakan, beberapa mobil mengawal di depan dan dua mobil tepat di belakang.

__ADS_1


Penjagaan untuk nona Gabriella dibuat melebihi perdana menteri atau presiden.


"Kau lelah? Kau tampak pucat."


Ujar Hazelo pada istri nya yang menyandar di dada nya sekarang.


"Aku tidak apa apa." Gabriella menggelengkan kepala.


"Aku panggilkan Dokter?."


Berkata sambil mengusap usap perut rata nya.


"No, Aku tidak mau." Menggelengkan kepala.


"Kau masih saja keras kepala, Dokter akan memeriksa mu begitu kita sampai di rumah."


"Aku benci Dokter tuan muda, aku tidak mau!." Meringsut menjauh dari Hazelo. (Merajuk)


Hazelo tergelak sambil tersenyum Ia mendekati istri nya. "Kau marah?."


Hazelo menyentuh dagu Gabriella kemudian mengecup nya tiba tiba.


"Menyingkir!." Mendorong Hazelo agar menjauh.


Hazelo berbaring sekarang. Tangan jahil Hazelo Ia gunakan untuk meremas Bu..kit itu secepat kilat.


"Sayang, kondisikan tangan mu!." Berbisik sambil melirik Miguel yang terus fokus mengemudi.


Miguel Tidak bergeming dan tidak mengeluarkan suara apapun, bahkan tarikan nafas pria menyebalkan itu nyaris tidak terdengar.


Sampai lah mobil itu di dalam Mansion, yaitu kediaman tuan Hazelo Walson.


mobil memasuki tempat itu setelah gerbang tinggi itu terbuka. Hingga sampai di depan pintu utama Miguel menghentikan mobilnya.


Miguel tidak kunjung turun dari Mobil, mesin mobil pun belum di matikan. Meskipun Bele dan para pelayan yang lain telah berdiri menyambut sejak tadi menunggu Miguel keluar membukakan pintu. Membuat para pelayan saling pandang, dalam hati mereka mengapa tuan Hazelo lama sekali di mobil.


Di dalam mobil tepat nya di Cabin belakang.


Bibir anak manusia itu masih saling bertaut. Berciuman meresapi rasa cinta kedua nya dalam waktu yang cukup lama.


Masih dengan posisi nya tadi, Kepala Hazelo berada di pangkuan Gabriella sedangkan Gabriella membungkuk sambi menautkan bibir nya pada bibir Hazelo.


Tangan jail itu masuk kedalam dress yang telah terbuka kancing nya di bagian depan, dengan gerakan yang lembut tangan Hazelo memainkan bukit indah Gabriella dengan lidah melilit menggebu bertaut.

__ADS_1


Kedua nya tidak mengidahkan Miguel yang diam membeku sambil menyentuh kemudi.


Tidak berani menoleh ke belakang sebab tahu aktivitas apa yang sedang terjadi di belakang.


Raut wajah nya tidak berubah sedikitpun. Meskipun suara sesapan sesapan dari Cabin belakang mengudara memenuhi telinga. Namun tidak juga membuat nya menimbulkan reaksi.


Miguel masih menunggu tuan muda nya sambil sesekali ekor mata nya melirik pada arloji yang melingkar di tangan. Tidak berani menoleh kebelakang atau sekedar berkata Kita sudah sampai tuan muda


Miguel masih pada posisi semula, membeku sambil menyentuh kemudi. Diam, tutup telinga dalam khayalan dan bernafas. Hanya Itu lah yang mampu Miguel lakukan.


Sementara tepat di Cabin belakang, Hazelo masih asyik dengan posisi nya. Menikmati cinta yang bermekaran pada istri nya sambil me..re..Masi area bukit sensitif. Bibir mereka masih bertaut tidak mengidahkan Miguel yang telah menghentikan mobil nya.


Namun mesin mobil belum juga dimatikan.


Selesaikan urusan kalian dikamar tuan muda!! Pekik Miguel dalam hati setelah hampi 30 menit Ia mematung seperti orang bodoh di dalam mobil.


Sementara para pelayan dan Bele yang sudah sejak tadi berdiri di depan pintu utama untuk menyambut tuan muda dan nona Gabriella saling pandang.


Imaginasi mereka meraja Lela, Penasaran apa yang nona dan tuan muda lakukan di dalam mobil itu? Ya, tentu saja.


Mereka menerka neraka dalam khayalan masing masing.


***


Malam sudah sangat larut. Manusia pada umumnya telah kembali ke peraduan. Namun tidak dengan pria satu ini, Miguel masih di dalam gedung utama berlogo keluarga Walson.


Apa lagi jika bukan memeriksa pekerjaan.


Terlihat dari lantai dasar saat security mendongak melihat ke arah atas gedung, hanya ruangan Miguel lah yang lampu nya masih menyala, selalu seperti ini hampir setiap hari nya.


Security duduk bersama rekan nya di pos. Menyesap secangkir kopi sambil menikmati kue kue kering yang tadi Miguel berikan untuk mereka.


Menyodorkan paper bag pada security tanda bicara apapun.


Security menerima dengan antusias, menikmati kue kering khas kota London yang baru kali ini mereka menikmati.


Tidak lama lampu ruangan gedung tertinggi itu padam. Seketika empat security yang berjaga bergegas berbaris di depan pintu utama untuk menyambut.


langkah kaki Miguel terdengar mengudara mendekat. Security itu membungkuk ketika Miguel melintas.


Miguel masuk kedalam mobil kemudian berlalu begitu saja meninggalkan tempat itu.


Sambil menatap mobil yang menjauh security itu bergumam. "Semoga kebaikan selalu menyertai mu tuan." ujar nya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2