Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 39


__ADS_3

Rio de Janeiro. Brazil.


Dibawah senja yang tamaran, di atas perbukitan yang nampak indah nya pemandangan kota terlihat


dengan lampu lampu telah di nyalakan.


Di bukit tinggi inilah Gabriella berada, Berdiri menatap arah yang jauh. Menikmati indahnya kota berusaha melepas semua kenangan yang bagi nya harus terlupakan. Bayang bayang Hazelo masih menghiasi,


Gaby, merentangkan tangan menerima angin yang semilir padanya.


Beberapa menit pun berlalu, Gaby masih di tempat nya berdiri belum kembali masuk kedalam Villa yang Ia sewa sejak sore tadi.


Deg..


Gaby terkejut ketika tiba tiba seseorang di belakang nya mendekap nya erat, Membelalak sebab bahu nya menjadi berat saat Ia refleks akan menoleh terhalang


kepala pria yang sesuka hati dijatuhkan di bahu.


Semakin membeku ketika hendak meronta menghempaskan namun semakin erat seseorang itu mendekap.


Aroma yang sama, hangat nya suhu tubuh yang sama, dada bidang yang sama yang sangat hafal ketika mendekap.


Hazelo..


Dada terenyuh dengan menyebut nama itu. "Apa aku sedang bermimpi? Atau hanya perwujudan dari khayalan?" Batin Gaby berseteru.


"Diam lah, aku hanya ingin memelukmu." Ujarnya saat Gaby berusaha melepaskan diri.


Apa Ia dengar yang aku ucapkan dalam hati?* Melirik ke arah bahu tepat tepat dimana Hazelo menjatuhkan kepala. Aroma yang Ia rindukan, ketika rambut itu menyentuh pipi


Dengan nafas hangat yang terasa di bahu.


Seperti biasa, seolah terhipnotis dengan semua itu Gabriella pun diam menikmati hangat nya pelukan pria yang ingin Ia lupakan.


Hembusan angin melintas...


"Bagaimana bisa kau menemukan ku."


Masih dengan posisi tadi Gaby menyentuhkan pipi di rambut Hazelo.


Hazelo melepaskan pelukannya, menuntun Gaby agar memutar tubuh membalik menghadap pada nya.


"Bodoh!." mendorong dahi Gaby perlahan dengan kedua jari nya.


"Jawab saja, Apa susahnya?!." Gaby mendorong Hazelo, menepis tangan yang berada di dahi nya itu.


"Jika kau bersembunyi di lubang semut, Mungkin tidak bisa aku temukan." Menyentuhkan kedua tangan Hazelo di pipi Gabriella.


" Kau mudah sekali marah, mungkin itu yang membuat Aku hampir gila saat aku kau tinggalkan, Jangan mengulangi nya ya, Aku hampir gila karena mencemaskan mu."


"Hazelo " Bibir nya bergetar berkaca kaca, Seketika itu Gaby menghambur memeluk Hazelo. Menangis di dalam dekapan, entah tangis sedih ataukah bahagia.


Bisa kembali memeluk dan mendekap satu satunya pria yang pernah ada di hati Gabriella hingga saat ini pun.


"Sejak kapan kau berada disini. Padahal aku sekuat tenaga berusaha untuk kabur menghindari orang orang asisten sialan mu itu."


"Jangan terus memaki nya, dia baik meski jahat terlihat. Kau hari ini sangat menyusahkan nya." Hazelo menunjuk Helicopter yang jauh itu terlihat. "Aku sampai disini sebelum kau datang."

__ADS_1


Gaby menoleh melihat pada Helicopter yang memang telah ada sebelum Gabriella datang.


"Sungguh? Bagaimana bisa?."


Hazelo menggunakan kekuasaan nya untuk mencari Gabriella.


"Bukan hal sulit untuk aku menemukan mu."


Ujar Hazelo sambil mengusap rambut Gabriella.


Di atas bukit yang terlihat indah pemandangan kota, Disinilah Hazelo berdiri di atas bebatuan bersama Gabriella, Menarik nafas lega sebab seharian pencarian nya membuahkan hasil.


Hazelo menyentuh dagu Gabriella. "Jangan kau lakukan lagi ini pada ku. Aku tidak akan sanggup jika kau benar benar pergi."


"Tapi..." Gaby belum sempat menyelesaikan ucapannya.


Terhenti dengan telunjuk Hazelo Ia letakkan di bibir.


Sssttt


"Kita mulai semua dari awal. "


Hazelo menyentuhkan bibir nya di dahi Gabriella. Membuat Gaby memejam merasakan debaran di dadanya. Perasaan cinta nya tumbuh pada pria ini. Pria yang bagi nya sangat hebat dan berwibawa.


"Ajari aku mencintaimu. My wife." Ujar Hazelo kemudian mendekatkan wajah nya.


Menyentuh kan bibir nya pada bibir Gabriella hingga waktu yang lama. Tangan Gabriella Ia kalungkan di leher Hazelo dengan Hazelo menahan tengkuk Gabriella,


Berciuman dengan sisi pemandangan kota indah menghiasi


Bibir saling bertaut di bawah langit malam di kota Rio de Janeiro.


Hingga semilir angin menerpa keduanya menerbangkan dress yang Gabriella kenakan.


***


Di tempat yang jauh, namun bisa melihat Hazelo dan Gaby dari arah sana. Miguel berdiri menyandar di bawah pohon. Menghela nafas nya lega sambil melipat tangan nya di dada sebab satu pekerjaan nya telah terselesaikan.


Mengeluarkan ponsel mengabadikan moment di atas bukit itu yang Hazelo dan Gabriella lakukan. Raut wajah datar tak bergeming seperti biasa. Bukan Miguel jika tertarik dengan hal hal yang seperti sedang Ia lihat sekarang.


Miguel berlalu meninggalkan tempat nya barusan, menuju Villa berniat menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda akibat ulah nona Gabriella


Juga tuan muda Hazelo yang hampir kehilangan kendali.


Membuat nya harus siap menerima kemarahan tuan muda nya hari ini.


Sejak pagi tadi Ia menjadi saksi juga menerima amukan tuan muda Hazelo yang frustasi kehilangan Gabriella.


Hazelo memaki semua yang berhubungan dengan peginnya Gaby dengan hotel tempat nya menginap. Membuat semua keamanan yang ada di sana di berhentikan sementara. Beruntung tidak di pecat secara tidak hormat sebab sang pemilik hotel memohonkan ampun untuk mereka.


Membuat pekerjaan Miguel semakin bertambah sebab harus memeriksa sendiri cctv yang ada di seluruh penjuru kota itu,


Mulai dari Brazilia Hingga kota Rio de Janeiro.


Sorot mata tajam nya menangkap sosok nona Gabriella yang berada di Cabin


Sebuah kontainer yang berhenti di pemberhentian lalu lintas sedang menatap ke arah kaca terlihat di layar.

__ADS_1


Sontak saja Miguel melacak nomor kendaraan itu hingga mengarah pada satu perusahaan pengantar barang pemilik kontainer tersebut.


BRAAAKKK!!


Hazelo menendang pintu ruang direktur perusahaan pengantar barang itu.


"Tu-tuan muda Hazelo." Seketika sang pemilik perusahaan itu bangkit berdiri bergetar ketakutan melihat siapa yang datang.


Miguel datang menghampiri, menunjukan foto kontainer yang membawa Nona Gabriella.


"Maaf tu-tuan muda. Itu salah satu unit kami yang akan mengantar barang menuju Rio de Janeiro. Kami tidak tahu perihal wanita yang anda maksud menumpang di unit kami." Bergetar dihadapan hadapan Hazelo.


"Dia istri ku!"


Apaaa Istri?


***


Direktur perusahaan itu menghela nafas setelah Hazelo dan Miguel pergi, Ia kira tadi perusahaan nya akan segera gulung tikar, sebab kesalahan salah satu karyawan yang membawa istri tuan muda penerus Keluarga Walson.


Nyatanya tidak, Miguel malah berterimakasih dan menawarkan kerja sama akibat perbuatan baik salah satu karyawan nya pada nona Gabriella.


Senyum penuh kebanggaan mengembang di bibir Direktur perusahaan kecil itu, menatap punggung dua orang hebat yang menjauh pergi.


Hazelo dan Miguel menggunakan Helicopter ketempat yang tadi direktur perusahaan itu sebut kan.


Hingga sampai satu jam sebelum Gabriella datang.


*


Di tempat lain.


Sopir kontainer pulang kerumah nya setelah mengantar barang. Flat sempit yang hanya mampu Ia sewa untuk tinggal bersama kedua anak dan istrinya.


Sopir itu terkejut ketika banyak orang orang berstelan jas rapih di depan Flat tempat tinggal nya itu. Telah tersusun di dalam koper serta kardus kardus pakaian milik nya beserta istri dan anak anak nya.


Pasrah


Itulah yang dilakukan sopir itu sambil mengusap air mata nya, Anak dan istri nya sembab sepertinya habis menangis sebab di usir dari rumah sewa yang dua bulan belum Ia bayar.


Sopir beserta anak dan istri nya masuk kedalam mobil yang para bodyguard itu siapkan.


Pasrah mengikuti kemana mereka akan di buang* Batin nya.


Betapa terkejutnya, ketika para bodyguard itu membawa nya ke sebuah rumah yang baginya adalah hunian impian. Bahkan membayangkan memiliki hunian seperti ini pun tidak pernah.


"Tuan Muda Hazelo menghadiahkan rumah ini untuk anda, sebagai balasan terimakasih sebab anda telah menolong istri nya." Ujar salah satu bodyguard menyerahkan kunci kemudian berlalu pergi.


Sopir itu beserta keluarga nya berlutut berkomat Kamit mengucapkan Do'a Do'a bersyukur atas apa yang Ia dapat dan menengadah ke langit mendo'akan kebaikan untuk tuan muda beserta istrinya.


-


Next



Rio de Janeiro Brazil

__ADS_1


__ADS_2