
Didalam Ruang Kerja.
Gabriella berdiri mematung sejak 5 menit yang lalu. Miguel duduk di kursi nya dengan memainkan bolpoin berkali kali mengetuk kan nya di atas meja. Masih hening suasana di ruang kerja itu, hanya bunyi jam dinding yang terdengar berputar di setiap setengah menit nya.
"Kau menyeruhku kemari hanya untuk berdiri mematung di depan mu?!."
Gabi memicingkan mata nya, melipat tangan di bawah dada seperti menantang pada Pria di depan nya.
Miguel masih diam, melihat arloji di pergelangan tangan kiri nya kemudian mengetuk ngetik kan bolpoin nya lagi di atas Meja.
Tek.. Tek...Tek...
Sialan! Apa dia sedang mengerjai ku?.
Tidak lama deru Helicopter terdengar bergemuruh di luar sana di landasan taman belakang.
Gaby berfikir mungkin itu anggota keluarga Hazelo yang lainnya.
10 menit berlalu Miguel masih tetap diam hingga menguras kesabaran Gabriella. "Jika kau tidak ingin berkata apapun, maka aku akan pergi!." Gaby berbalik, ketika hendak keluar suara pintu diketuk. Tidak lama pintu itu terbuka, Gaby membelalak melihat siapa yang datang.
"Mom, Dad? "
Membelalak tidak percaya.
"Aaa...Aku rindu."
Gaby memeluk Ibu nya. Namun Ibunya Gaby melepas pelukannya cepat.
"Eh? Ada apa mom?!."
Gaby tidak mengerti.
Sedangkan orang tua Gaby tidak meng idah kan berjalan mendekati meja kerja, tempat dimana Miguel mengetuk kan bolpoin nya tadi. "Ada apa kiranya anda memanggil kami kemari, apa putri kami berbuat kesalahan?" Tanya Ayah Gaby setelah dipersilahkan duduk oleh Miguel.
Miguel masih diam, terlihat tangan nya mengeluarkan sesuatu dari dalam map coklat.
"Tuan Muda sakit, boleh kah kami menjenguk nya?." Ibu nya Gaby ikut menimpali bertanya pada Miguel dengan nada yang sangat santun.
Plak!
Orang tua Gaby tersentak ketika
Miguel melempar foto foto di atas meja di tepat dihadapan mereka.
Ibu dan ayah Gaby meraih dan melihat semua foto foto itu. Dada mereka berdebar, nafas kedua orang tua Gaby seperti tercekik. raut wajah mereka pun berubah seketika mendapati foto foto kejadian semalam,
semua adegan yang terjadi malam itu dan apa yang dilakukan para wanita disana,.
__ADS_1
Bahkan Ciuman antara dia dan Zoe pun tidak terlewat. hanya Foto Hazelo yang mencium Gaby sengaja tidak di perlihatkan.
Lembaran Foto itu terjatuh dengan sendirinya.
Ibu Gaby bangkit dari duduknya mengumpulkan tenaga yang Limpung Lemas.
Plaaakkk!!!
Tamparan keras mendarat di pipi Gaby.
Sedikit oleng hingga terjatuh handuk yang membungkus kepala nya, rambut pirang itu terurai bersama air mata nya. Ini kali keduanya nya Ia di tampar Ibu nya selama seumur hidup.
Kejadian seperti ini pernah terjadi dua bulan sebelum pernikahan nya dengan Tuan Muda.
Kala itu Gaby sedang melanjutkan pendidikan magisternya di Kanada, Di universitas itu lah Ia mengenal Zoe, mengenal para wanita dengan kondisi yang sama dengan nya.
Malam dimana untuk pertama kali nya Zoe mengajak nya ke Club' khusus para wanita. Memperkenalkan Gaby sebagai kekasih nya dana Berciuman di tengah ramainya pesta di hadapan para wanita.
Tidak disangka orang suruhan Daddy nya membuntuti hingga Ibu tercinta menampar Gaby di hadapan semua orang di pesta menyeret membawa pulang Gaby kemudian.
Dan hari ini pun kembali terjadi, Bukan hanya tamparan itu yang membuat Gaby sakit, namun ibu nya yang kemudian berlutut di depan Miguel menundukkan kepala sambil menitikkan air mata.
Diikuti Ayah Gaby yang melakukan hal yang sama, memohonkan ampun meski tindakan Gaby tidak mampu lagi untuk di maafkan.
"Cih!!"
"Katakan pada Tuan Muda."
Ayah Gaby menarik nafas nya kemudian menghembuskan perlahan. "Tuan Muda jangan pernah menahan diri lagi, Beri anak ku pelajaran yang berharga untuk menyadarkan otak nya. Katakan pada Tuan Muda, Kami memohon maaf. Juga berterima kasih telah melindungi putri kami dari tuan besar." Ayah Gaby menitikkan air mata masih dengan menunduk.
Ia mengerti jika Tuan besar tidak mengetahui hal ini, Terlihat dari sikap tuan besar yang sangat baik menyambut mereka.
Brrraak.!!
Miguel membanting pintu Kemudian pergi tanpa berkata apapun.
Gaby tidak mampu berkata lagi, ketika melihat ibu nya yang semakin sesenggukan. Menangisi putri nya yang berperilaku menjijikkan itu.
"Mom..."
Gaby memberanikan diri bersuara, Ibu nya tidak menyahuti malah semakin menangis sejadi nya.
"Diam kau?! Aku salah mendidik mu!."
Berkata tegas tanpa menatap Gabriella.
" Adalah aib bagi siapapun keluarga yang memiliki anak seperti mu, Gabriella mamoju?!" Suara Ayah Gaby menggema di dalam ruangan.
__ADS_1
" Kau membawa nama belakang Ibu mu tapi tingkah mu mempermalukan keluarga!!" Ayah Gaby berkata sambil meraih tubuh istri nya menenangkan.
"Aib? Daddy masih berkata ini Aib?! Lalu mengapa kalian dengan sangat egois menjodohkan aku dengan Hazelo??" Gaby Meninggi kan suara.
"Ini semua salah Daddy, mengapa kalian menentukan hidup ku bahkan sejak aku kecil sudah menandai tubuh ku menjadi milik Tuan Muda!."
" Daddy selalu membatasi pergaulan ku dengan pria, bahkan tidak seorang pun pria di perbolehkan menyentuh ku! Alasannya adalah aku Milik Tuan Muda! Tidak kah kalian berfikir aku tidak menderita?! Aku tidak diizinkan dekat dengan pria manapun meski hanya bermain. Daddy mengatur Hidup ku agar dikelilingi wanita, lalu bukan salah ku jika aku pun menyukai wanita..!!"
Pllaakkk!!
Ayah Gaby benar benar kehilangan kesabaran, Ia mendaratkan tangan nya di pipi Gabriella. Menggenggam tangan sang istri keluar dari ruang kerja.
"SAKIT..."
Perasaan itu lah yang muncul di hati kedua orang tua Gabriella.
"Tidak kah kau merasa istimewa, bahkan keluarga Walson memilih mu untuk jadi istri Tuan Muda" Itu kata terahir yang muncul di bibir Ibu nya Gaby sebelum berlalu menutup pintu.
Gaby terduduk di lantai.
"Brengs*k..!! Brengs*k..!! Brengs*k..!!" Gaby memukul mukul lantai sambil menitik kan air mata menggeram kesal. Terus menangis menunduk hingga air mata itu terjatuh membasahi lantai.
Tidak lama terdengar deru Helicopter lagi, Gaby tidak peduli. Masih sesenggukan menangis di sana. Hingga Helicopter kedua menderu pergi Gaby pun belum juga bangkit dari tempat nya.
Namun ketika Helicopter ke tiga menderu terbang meninggi, Gaby bangkit kemudian segera menyibak kan tirai penasaran.
Geby mengusap air mata nya, menatap kaca jendela yang memperlihatkan Tiga Helicopter meninggalkan mansion itu.
Tidak lama Gaby pun keluar dari ruang kerja, menoleh ke kiri dan ke kanan memperhatikan sekeliling.
Sepi...
"Apa mereka telah pergi?."
gumam Gaby dalam hati.
Tidak ada yang bisa di tanya kali ini, Ia memilih menaiki tangga menuju lantai dua masuk ke dalam kamar utama.
"Kemana Hazelo?."
Gumam gumam.
"Tuan Muda berangkat ke Mexico nona, jika anda memerlukan sesuatu bisa memanggil saya." Ujar Bele.
-
-
__ADS_1
Next