Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 21


__ADS_3

Rome,ITALY


Roma, Italia.


Di bawah tamaran senja, ketika mobil telah menjemput saat turun dari pesawat, dan membawa mereka melewati kota Tua nan indah dengan bangunan Klasik mengelilingi di sepanjang perjalanan hingga sampai di depan pintu gerbang tinggi dengan dua penjaga membukakan pintu.


Pintu gerbang terbuka. Degh...Sekelebat ingatan muncul Gabriella pernah datang ketempat ini.


Mobil masuk melewati hamparan luasnya halaman, Gaby menatap kaca mobil yang tertutup. Memperhatikan pemandangan luar yang sudah berbeda dengan apa yang muncul di ingatan nya.


Gaby menghela nafas, mobil pun berhenti dan Miguel telah membuka pintu. Gabriella tidak menyadari nama nya di sebut,hingga ketiga kali baru Gaby tersadar dari lamunan dan terkejut lalu berkata"Ada Apa?."


"Kita sudah sampai, Kau melamun." Hazelo mengulurkan tangan.


Gaby pun meraihnya dengan tersenyum. Lagi lagi dia berdebar. "Perasaan macam apa ini." Batin nya sambil keluar dari mobil.


"Eh?" Lagi lagi Gaby membeku atas perlakuan lembut Hazelo, menraih pinggang nya kemudian merangkul bahu.


"Kita masuk."


Gaby menatap Hazelo dengan tersenyum, kemudian masuk kedalam. Sekelebat ingatan kembali muncul.


Ia mengingat Hazelo kecil, tuan muda di rumah ini yang sedang menuruni anak tangga. Dengan gadis kecil berambut hitam panjang dan lurus, mata nya kebiruan sepertinya gadis kecil dari Pakistan yang selalu Hazelo perintah ini dan itu, Bahkan Hazelo sering menyuruh nya memijat kaki nya hingga mengelapi alas kaki. Ya, gadis kecil itu adalah anak pelayan yang mengabdi bekerja pada keluarga Walson dari turun temurun.


Nyonya Walson, menyambut Gaby dan Hazelo. Namun nama Gaby disebut hingga dua kali tidak menyahuti. Gaby kembali melamun.dan tersadar saat Hazelo mencubitnya.


"Aww!. Kenapa mencubit ku." Berbisik.


"Kau melamun."Balas nya.


"Sayang, apa yang kau fikirkan?." Nyonya Walson memeluk.


"Aku-- Aku teringat sesuatu."


" Sepertinya aku pernah kemari."Gumam Gaby dalam hati.


Gaby diam saat Nyonya Walson melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Baiklah Sayang, kalian beristirahat saja. Sepertinya Gaby lelah." Ujar Nyonya Walson sambil mengusap lembut tangan Gaby.


"Maaf mom," Balas nya.


"Sudahlah, tidak apa apa. Kita bertemu lagi saat makan malam. Panggil Bele jika membutuhkan sesuatu."


Gaby pin tersenyum kemudian berlalu dari sana menaiki anak tangga bersama Hazelo yang masin merengkuh bahu nya. "Ada apa? Kau tidak menyukai tempat ini?."


"Bukan, aku mengingat sesuatu." Ujarnya sambil menoleh pada Hazelo.


"Apa itu?."


"Gadis kecil yang sering kau kerjai dengan menyuruh nya ini dan itu yang membuatmu senang. "


Hazelo diam, Ia pun tidak menjawab.


"Dia bukan aku."Ujar Gaby sambil memasuki kamar Hazelo saat pintu telah terbuka.


Gaby terkesiap mengedarkan pandangan, ingatan masa lalu kembali muncul.Saat Hazelo kecil berbaring di dalam ranjang itu dalam waktu yang lama. Alat alat medis terpasang, Nyonya Walson hampir setiap hari menangisi putra nya.


"Selamat siang Hazelo, Apa kabarmu sore ini?. Tersenyum manis kemudian naik keatas ranjang. "Lihat, Aku bawakan ini untuk mu." Gadis kecil itu mengeluarkan hadiah. Dia buah boneka berpasangan.


"Bangun lah Hazelo! Bangun!. Lihatlah ini." Menunjukkan Boneka itu pada Hazelo yang masih memejam. Nyonya Walson selalu saja menangis, kemudian berlalu membiarkan gadis kecil itu berbicara sendiri dan Ia jawab sendiri. Dan seperti biasa Gadis itu mencium dahi Hazelo sebelum Ia pergi.


Hingga suatu hari, gadis itu datang menggunakan gaun Dan berkata dengan lantang pada Hazelo kecil sambil berdiri di atas ranjang. "Bangun lah Hazelo!! Bangun dan aku akan meminta mu menikah dengan ku kelak jika kita sudah Dewasa!!." Gadis kecil itu menunjuk pada Hazelo, Kemudian berbalik berkacak pinggang menatap tuan Walson.


"Wahai tuan Walson, Aku Gabriella Mamoju Hari ini datang untuk melamar putramu Hazelo Zadureingaz Walson!!." Berkata dengan lantang disaksikan Tuan dan Nyonya Walson juga tiga orang pelayan, tidak terkecuali Miguel Putra Asisten pribadi Tuan Walson dan satu satu nya orang paling Tuan Walson percayai.


Flash back off...


Gaby duduk di tepi ranjang, Ingat ingatan itu sedikit demi sedikit bermunculan. Ia mendapat jawaban sendiri mengapa mereka di jodohkan. Dan gadis Pakistan itu, dimana dia? Apa dia juga menjadi pelayan disini? Yang jelas bukan Bele. Bele berasal dari Roma."Batin Gaby.


"Ada apa?"Hazelo duduk di samping Gabriella.


Kemudian Gaby menyandarkan kepalanya di bahu. "Aku mengingat nya, aku sendiri yang meminta mu menikah dengan ku."


"Kau sudah ingat? baguslah."

__ADS_1


"Tentang Viona, Bahkan kau meninggalkan nya untuk ku? Tidak kah kau menyakiti dirimu?."Gaby menegakkan kembali kepalanya dan menoleh pada Hazelo. Tatapan mereka bertemu, sepersekian detik kemudian Hazelo berpaling.


Raut wajahnya berubah, Terlihat jelas bagaimana Viona memenuhi hati nya. "Aku pernah mencintai nya, hingga daaku terasa sesak jika mengingat gadis itu." Hazelo mendesa-h kan nafas nya. "Sudahlah, lupakan Saja!." Hazelo bergedik.


Perasaan apa ini, mengapa hatiku sakit!


Gumam Gaby dalam hati.


"Lalu kau sendiri! Mengapa kau menyukai Wanita!!." Hazelo meninggikan suara membuat Gabriella tersentak.


"Cih!! Kau menginjak injak harga diriku, Dengan perselingkuhan mu dengan Wanita itu!! Menjijikan."


Plak...!!!


Gaby tertampar dengan Kata kata Hazelo. Tersadar perbuatan nya selama menikah begitu sadis dan menyakitkan, bukan hanya ucapan pedas nya namun juga tingkah laku nya.


"Maaf" Gaby menunduk.


"Aku akan memaafkan mu jika kau mau menemaniku ke Dokter. Dokter yang akan menyembuhkan mu." Hazelo melembutkan suaranya saat Gaby telah menundukkan kepala.


"Akan aku pertimbangkan. Tapi... Apa kau tidak berusaha mencari Viona? Apa kau tidak ingin memperjuangkan wanita mu?."Menoleh pada Hazelo.


"Lalu kau akan kembali memperjuangkan kekasih mu yang juga seorang wanita?!." Hazelo tampak kesal kemudian bangkit berdiri, memijat pening pelipisnya tidak habis Fikir dengan istrinya.


"Bukan itu maksudku."Gaby bangun dari duduknya berdiri menatap Hazelo, menyentuhkan kedua tangan nya di pipi. "kau sangat mencintainya bukan?."


Raut wajahnya kembali berubah, meraih Gaby masuk kedalam dekapannya. "Aku seorang pria, Pantang untuk mengingkari janji. Termasuk Janjiku pada mu."


"Hazelo...."


Gaby melingkarkan tangan nya, mendekap pria yang aroma nya mulai meracuni otak nya. "Dada hangat pria ini yang perlahan membuatku merasa nyaman." Gumam Gaby dalam hati.


-


-


-Next

__ADS_1


__ADS_2