
Lebih sangat terkejut ketika Hazelo meletakkan dagu nya di bahu Gabriella. Mau tidak mau Gabriella pasrah meski harus membeku ketika Hazelo memeluknya dari belakang.
Gaby mulai terbiasa dengan Perlakuan manis Hazelo yang selalu membuatnya berbunga dan untuk kali ini Ia mulai memiliki rasa yang belum pernah ada untuk semua lelaki.
Di bawah langit yang cerah. Di taman belakang Di dalam mansion keluarga Walson.
****
Dan pagi nya...
Setelah satu Minggu berada di Roma,
Sudah saat nya kembali ke Brazil. Tuan dan Nyonya Walson mengantar sampai di depan pintu utama. Rasanya enggan untuk melepas, saat Gaby berasa di pelukan Nyonya Walson saat ini.
Dada sesak ingin menangis, Sebab di dalam hati Gabriella sangat merindukan mommy nya yaitu Nyonya Mamoju. Hubungan mereka sedang buruk, entah sampai kapan akan terus seperti ini.
"Sering seringlah berkunjung kemari. "Ujar Nyonya Walson sambil melepaskan pelukannya. Membuat Gaby tersadar dari lamunan.
Gaby terkesiap saat Nyonya Walson merendahkan tubuh nya dan mengusap pada perut Gabriella yang masih rata.
Apa yang mommy lakukan.
"Cepat lah tumbuh." Usap Nyonya Walson pada perut Gabriella.
*Astaga, Mommy benar benar menginginkan aku hamil. Tidak! Nyonya Walson sungguh mengira aku sedang hamil.
Hazelo sialan! Ini semua ulah mu*.
Berteriak dalam hati sambil Melototi Hazelo yang seperti tanpa dosa hanya membalas dengan mengherdikan bahu.
*Bagaimana aku bisa mengandung, sedangkan Hazelo tidak pernah berniat untuk melakukan nya dengan ku.
Aaa.. Apa yang aku Fikirkan sih!
Bayangan malam pertama yang Dokter Faros bicarakan berputar di kepala.
Ya, meskipun awalnya itu memang kesalahan ku yang sempat membuat semuanya menjadi sangat rumit*. Batin Gaby lagi.
Nyonya Walson kembali tegap berdiri Kemudian mendekati Hazelo memeluk putra nya. "Jagalah istri mu dengan baik, Mommy menunggu hadirnya penerus Keluarga Walson selanjutnya." Ujar Nyonya Walson.
"Aku akan memikirkan nya " Balas Hazelo kemudian melepaskan pelukannya.
" Lahirkan lah baby yang lucu yang akan membuat rumah ini menjadi ramai." Ujar Nyonya Walson terdengar antusias.
What?!
Gaby semakin Syok.
"Selamat jalan tuan muda dan juga Nona Gabriella." Ujar para penjaga yang berdiri di depan pintu utama sambil membungkuk hormat. Juga para pelayan yang ikut melepaskan kepergian Hazelo dan Gaby mengikuti.
Oh God..?! Mereka sangat kurang kerjaan. Mengantar kami seperti melepas kepergian Perdana Mentri.
BUKAN !! Lebih tepat nya putra raja.
Batin Gabriella sambil tersenyum terpaksa dan melambai cantik pada mereka.
__ADS_1
Tuan Walson menepuk bahu Miguel. Miguel pun mengangguk mengerti. Meskipun tanpa Tuan Walson berkata, Miguel faham ya Ingin Tuan Walson katakan padanya.
Jagalah selalu putraku Miguel. Seperti ayahmu yang menjaga kami semua.
Batin tuan Walson sambil menatap tiga mobil yang telah Miguel kemudikan dan berlalu pergi.
***
Di dalam pesawat.
Armada besi telah meninggi mengudara.
Didalam sana ada Hazelo yang merebahkan diri di ranjang. Kepala Hazelo Ia letakkan di atas paha Gabriella yang menyandar pada sandaran ranjang sambil meluruskan kaki nya, di dalam kamar yang terdapat di dalam pesawat pribadi berlogo keluarga Walson itu.
Tangan Gabriella yang sempat Ia pelototi sebab refleks mengusap usap kepala Hazelo dan memijat kepalanya perlahan.
"Refleks tangan mu cukup baik ya."
"Diamlah. Nikmati saja." Balas Gabriella sambil terus memijat.
"Ternyata menyenangkan juga memiliki istri." Pijatan Gaby membuat Hazelo ingin memejam kan mata menikmati.
Istri?!
Apakah itu artinya Hazelo mengakui ku?
Hati Gaby tersentuh, Entah mengapa ucapan Hazelo kali ini membuat nya senang.
" Perjalanan ini akan memakan waktu cukup lama dari ITALY menuju Negara Brazil. Jika kau bosan, Tidur saja." Ujar Hazelo lagi.
"Hazelo." Ujar Gaby sambil mengusap-usap rambut Hazelo.
"Hm?." Hazelo menyahuti namun matanya tetap masih memejam.
"Kau tidak membawa Bele? Atau kau sengaja meninggalkan nya."
"Untuk apa kau menanyakan nya. "
" Tidak kah itu aneh jika kembali ke Brazil tanpa membawa nya juga?."
"Apa kau juga mulai tertarik dengan Bele?." Hazelo seketika bangun dari tidurnya, ambigu masalalu terlintas ketika Gaby berhubungan dengan Zoe. "Seperti saat kau berselingkuh dengan Zoe?."
"Apa yang kau fikirkan?!. Aku hanya terbiasa dengan Bele yang menyiapkan semua yang aku butuhkan. Meskipun Dia sering menyebalkan dan membuatku kesal! Zoe dan semua hal yang berhubungan dengan itu ku harap kau tidak lagi membahas nya." Gaby meringsut menggeser tubuh nya turun dari ranjang kemudian.
"Bele memiliki sedikit urusan. Ia akan sampai di Brazil sebum kau dan Aku. Hazelo berkata saat Gaby berniat keluar dari dalam kamar.
Gaby mengurungkan niat nya kemudian berbalik.
"Kemarilah." Hazelo menepuk bantal Ia letakkan di paha.
"Kau mau apa?!." Meskipun nada bicaranya kesal, namun Gaby tetap saja naik lagi ke atas ranjang kemudian merebah kan kepala di bantal di atas paha Hazelo.
"Eh?." Gaby terkejut ketika tangan Hazelo mulai memijat kepala nya. Rasanya begitu nyaman.
Kau terlihat imut jika menurut ya
__ADS_1
Batin Hazelo.
"Hazelo."
"Hm?." Menyahut dengan tangan nya terus bergerak di atas pelipis Gaby.
"Ini tentang yang Mommy bicarakan tadi."
Hazelo berkerut dahi berusaha mencerna kata kata Gabriella. "Baby?." Hazelo menebak.
Gaby mengangguk. "Tidak mungkin kau mendapatkan nya." Membuka mata menatap Hazelo.
"Kau sudah menginginkan nya? Maka kita lakukan sekarang!." Membungkukkan badan mendekatkan wajah nya pada Gaby.
"NO!!." Secepat kilat Gaby menutup Bibir Hazelo mendorong nya kemudian bangun dari tidurnya. "Apa yang kau lakukan?!." Kesal.
"Aku hanya ingin mengabulkan yang kau minta." Seringai kemenangan muncul di bibir Hazelo.
"Memang nya apa yang aku minta?!." Berkacak pinggang meninggikan suara.
"BABY." Hazelo meninggikan alis nya menggoda Gabriella. "Kita bisa membuatnya sekarang."
"No Hazelo,?! Tidak!!." Berbalik seketika melesat keluar dari kamar sambil memijat sendiri pening pelipis meninggalkan tawa Hazelo yang mengudara kemudian Ia tutupi tawa itu dengan bantal.
Di dalam pesawat pribadi yang berlogo Khusus Keluarga Walson.
***
Armada besi terus mengudara membawa mereka hingga sampai di tempat tujuan.
Brazilia
Armada besi telah mendarat sempurna. Telah menunggu tiga mobil dengan pengawalan ekstra menyambut dengan hormat orang orang Hazelo sesuai kehendak Miguel.
Hazelo turun dari pesawat bersama Gabriella yang sudah jengah menatap orang orang yang selalu membungkuk dengan perlakuan mereka yang baginya sangat berlebihan dan diluar akal sehat.
Dan seperti nya yang lebih tidak waras adalah Miguel*Batin Gaby kemudian mengikuti Hazelo masuk kedalam mobil Limousine setelah Miguel membukakan pintu.
"Silahkan tuan muda."
Hazelo pun masuk kedalam diikut Gabriella.
Duduk berdampingan seperti biasa.
"Eh?." Gaby menoleh pada Hazelo ketika tangan Hazelo meraih bahu nya.
Membuat Gaby menyandar pada dada Hazelo, dengan Hazelo mendekapnya erat.
-
-
Next
Vote Vote Vote...
__ADS_1