
London
Rintik butiran putih mulai berjatuhan, Terhembus angin sepoi membuatnya semakin terhempas mengudara.Yang akan terasa lembut dan dingin menyentuh di kulit.
Di bawah sorot lampu malam yang tamaran
Gabriella mendongak ke langit membiarkan butiran salju mengenai wajah nya. Merentangkan tangan nya menikmati
dingin nya udara di kota London malam ini.
Di ujung sana mobil Limousine terparkir. Dengan sopir yang menunggu setia duduk menyandar di belakang kemudi sambil mendengarkan musik.
Di telinga
Earphone itu bertengger.
Terkadang melirik spion mengawasi sekitar.
Sementara nona Gabriella masih di tempat nya berdiri, menyentuh besi tralis pembatas sambil mendongak Ia bergumam. "Terimakasih tuan muda, Ini indah sekali."
Gumam Gaby sambil memejamkan mata menikmati.
Rintik salju yang semakin deras berjatuhan menimpa lembut wajah cantik itu. Setelah tadi lelah berkeliling sendirian Ia merasa cukup bosan.
Hazelo dan Miguel tidak berada disini. Mereka sedang melakukan beberapa pertemuan dengan para pengusaha ternama di kota itu.
Sebelumnya Gabriella meminta izin untuk pergi berjalan jalan. Memohon dengan puppy eyes khas nya membujuk tuan Hazelo yang pada akhirnya luluh juga mengizinkan.
"Ge?!." Suara wanita memanggil.
Gabriella terkejut ketika nama nya di sebut. lebih terkejut lagi ketika ada yang memanggilnya dengan nama itu. Nama panggilannya di masa lalu saat dirinya masih bagian dari komunitas itu.
Gaby refleks menoleh ke belakang.
Seorang wanita dengan tergesa mendekati Gaby bersama seseorang yang berjalan dengan santai mengikutinya di belakang.
"Ge? Kau Gaby kan? Kau disini? Apa yang kau lakukan?!" Belum sempat Gabriella menjawab wanita itu mengoceh lagi.
"Lihat dirimu Ge, kau sangat berbeda, Semakin terlihat cantik dan berkelas. Oh ya Ge, Aku sangat merindukan mu." Merentangkan tangan berniat memeluk.
Gaby mundur ke belakang, mengambil jarak aman agar wanita itu tidak jadi memeluk. "Hazelo akan sangat murka jika ada wanita memeluk ku!."
Gaby belum menjawab pertanyaan wanita itu, Gaby sangat mengenali siapa wanita ini. Dia Nathalie sahabatnya dulu.
Namun sorot mata Gaby lebih tertuju pada perut Nathalie yang membesar. Tubuhnya jauh lebih berisi sekarang, wajahnya lebih cerah dari sebelumnya dan hampir saja Gabriella tidak mengenali. Terahir mereka bertemu saat di dalam Club' malam kala itu di kota Brazilia.
Ya, saat Nathalie berulang tahun dan acara malam itu adalah hari terakhir Gaby bersama komunitas nya dan awal dari sebuah hubungan kedekatan nya dengan Hazelo.
"Nathalie? kau kah itu?." Gaby berkerut dahi.
__ADS_1
Ya, itu benar Nathalie, sahabat nya dulu ketika masih dalam naungan komunitas wanita UB normal me..nyu..kai se..sama je..NIS .
Nathalie belum menjawab, Ia tersenyum lebar setelah pria di belakang nya tiba tiba mengusap perutnya. "Sayang, berjalan lah lebih berhati-hati. Itu sangat berbahaya." Ujar Pria itu menegur Nathalie dengan kelembutan.
Kemudian pria itu menoleh pada Gabriella, sedikit membungkuk menyapa.
"Selamat malam Nyonya Hazelo Walson, Suatu kehormatan aku bisa bertemu dengan anda."Ujarnya sopan.
Dia mengenal ku?Ah benar juga, Aku istri Hazelo. Mana mungkin tidak dikenali.
"Selamat malam tuan. senang bertemu dengan Anda."Balas Gabriella ramah
"Ge, ini suami ku. Kami telah menikah." Tersenyum memperlihatkan gigi gigi nya. Sangat terlihat Nathalie mencintai pria itu.
"Menikah?" Gaby cukup terkejut tidak percaya. Ambigu masalalu mencuat.
"Oh, maksudku selamat."
"Nathalie? Kau mengandung?." Lirih Gabriella setelah melangkah mendekati, Ia ulurkan tangan nya perlahan menyentuh perut Nathalie yang membesar sambil sedikit membungkukkan badan.
Mata Gaby berkaca kaca, Ia tidak menyangka sahabat nya itu berhasil keluar dari kelainan menyimpang nya itu dan berhasil mencintai seseorang pria.
Tidak, Tapi Nathalie berhasil menjadi wanita normal dan akan menjadi Ibu.
Aku jadi iri kan?! batin Gaby sambil mengusap perut besar itu
"Seperti yang kau lihat Ge, Aku sudah menikah dan aku bahagia. Aku hidup normal dan bahagia sekarang."Menoleh pria yang berdiri di sampingnya merengkuh bahu.
Ah Astaga Aku hampir lupa, Apa kabar Nyonya Hazelo Walson?. " Nathalie sedikit membungkuk kemudian tertawa. "Aku tidak menyangka akan ada perubahan besar yang aku akhirnya mengikuti jejak mu menikah."
Suami Nathalie mengusap usap bahu nya mengecup dahi nya kemudian.
Mereka manis sekali.
batin Gaby sambil mengusap air mata nya terharu. Sambil tersenyum melihat Nathalie yang sedang tertawa Ia berfikir. Entah apa yang telah Nathalie lewati hingga Ia benar benar menikah dengan pria dan jatuh cinta.
Mungkin hal yang sama seperti dia dengan tuan muda Hazelo. Sering bertengkar Atau sebaliknya lebih romantis dan menikmati indahnya cinta di awal pernikahan.
Mereka mengobrol sebentar, membahas hal yang sebenarnya tidak penting tanpa sedikitpun mengingat masa lalu. Hal hal yang telah mereka kubur dalam dalam sangat tidak pantas untuk diingat apalagi jika dibahas.
Rintik salju mulai deras, Udara pun semakin dingin. Hingga asap pun terlihat keluar dari mulut saat berbicara.
"Sayang, ini sudah larut. Udara semakin dingin dan kau bisa sakit. Ayo kita pulang." Ujar lembut suami Natalie membujuk sang istri.
"Sebaiknya kau pulang Nathalie, cuaca semakin dingin tidak baik untuk ibu hamil seperti mu." Usap Gaby pada perut Nathalie lagi.
"Baiklah, Sampai jumpa Ge. Selamat malam." Nathalie melambai sebelum Ia pergi menjauh.
"Bye."
__ADS_1
"Lain kali kau harus mengundangku makan malam." Teriak Nathalie sebelum mobil nya melaju pergi.
Gaby melambai pada mobil yang telah menjauh, "Aku menginginkan nya juga." Ujar Gaby sambil mengusap perut nya yang rata. Masih menatap pada jalanan yang telah kosong. Mobil Nathalie sudah tidak terlihat namun Gabriella masih berdiri di tempat.
"Ayo kita membuatnya."
Gaby terkejut ketika ada yang memeluknya dari belakang.
"Sayang?!." Sangat khafal aroma pria yang sekarang menyentuhkan bibirnya di bahu. Nafas hangat terasa, sedikit menepiskan udara dingin disana.
"Kau sangat menginginkannya bukan?" Seringai licik muncul disana.
"Apa?."
"Kita bisa membuatnya lagi kan? Mungkin harus lebih sering dari biasanya."
Gabriella mencubit pinggang Hazelo yang tertawa. Sambil meraih tubuh Gabriella
Hazelo masih bargetar menahan tawa.
Gabriella berada di gendongan Hazelo sekarang dengan tangan Gaby mengalung dileher.
"Apa kau bersenang senang hari ini?."
Gaby mengangguk. "Tapi ada yang kurang jika tidak kau temani."
"Lusa. Aku akan mengantar mu berkeliling kota London."
"Sungguh?." Gaby sumringah.
Hazelo mengangguk.
"Kemanapun yang aku inginkan?." Antusias.
" kemanapun."Ujar Hazelo sebelum menurunkan Gabriella di depan mobilnya.
"Terimakasih sayang. Aku mencintaimu." kecup Gaby pada bibir Hazelo.
Muach!!
"Bukan begitu cara nya berciuman."
"Ya?."
Di bawah sorot lampu yang tamaran, Di bawah rintik salju dan hembusan angin yang dingin. Hazelo mencium Gabriella. Bibir mereka saling bertaut hingga beberapa menit terlewat. Berciuman hingga waktu yang lama....
-
-
__ADS_1
Next..