Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 93


__ADS_3

Malam sudah larut, Namun lampu di dalam gedung lantai dua sebuah butik ternama berlogo Keluarga Walson itu terlihat masih menyala.


Di dalam salah satu ruangan itu,


Jendela kaca pun masih terlihat bergeser terbuka, tirai tirai penutup dibiarkan terbuka hingga angin pun bebas untuk keluar masuk.


Pendingin ruangan pun di matikan.


David masih duduk menunggu pria yang sore tadi menghubungi nya. Mengudarakan asap disana sambil sesekali mengumpat mendengkus kesal.


(Tetap disana jangan pergi kemanapun.) itu adalah pesan singkat yang muncul di ponsel nya sore tadi.


Pesan yang seperti sedang mengintimidasi yang tentu saja berasal dari pria paling disegani


di dalam Group Walson setelah tuan muda Hazelo, yaitu Miguel.


"Sialan Miguel itu, dia sengaja mengerjai ku ya, Aku


bahkan sudah menunggu nya hampir tiga jam. "


Mende.. sah kesal menekan puntung ro..kok pada asbak.


Sebelum menjatuhkan diri nya di sofa.


"Aku seharusnya sudah berkencan dengan kekasihku, jika aku sore tadi tidak kau hubungi


sialan?!." David terus mengumpat sambil berbaring di sofa di dalam ruangan nya


di dalam butik itu.


Ingin rasa nya melompat melesat kabur dari sana.


Namun tentu saja nyali nya menciut. Takut takut ini adalah hari terakhirnya dia bekerja jika berani membangkang.


"Miguel Brengs*k!!."


Ponsel David berdering.


Secepat kilat Ia meraih ponsel nya yang tergeletak di atas meja. Berharap itu panggilan dari Miguel membatalkan rencana bertemu hari ini. .


Namun, Ia sedikit kecewa


karena yang menelpon bukan lah Miguel. Melainkan kekasihnya yang sejak tadi sudah jengah menunggu David tidak kunjung datang.


"Sayang, maaf. Aku masih bekerja dan kurasa akan pulang larut malam.


kita tunda dulu makan malam nya ya, sayang. Lain kali. Aku janji. "


Berbicara di telephone.


"Sebaiknya kau fikirkan ulang untuk hubungan kita, Aku tidak tertarik dengan pria omong kosong. " Nada kesal terdengar dari sana.


tut


Memutuskan panggilan sepihak.


"Sayang tunggu, sayang?! Sayang?!. "


Panik. Mendengkus kemudian David melemparkan ponsel nya.


"Miguel sialan! Ini semua gara gara kau?! Aku bersumpah tidak akan ada wanita yang mau dengan mu!!. "

__ADS_1


Prakk!!.


David seketika bangkit dari tidur nya dengan mulut menganga, saat menyadari baru saja Ia melempar Miguel menggunakan ponsel.


Glek (Menelan silva)


*Mati aku!


Melirik Miguel yang sudah terlihat kesal.


Wajahnya mengerikan.


Semoga dia tidak dengar yang aku ucapkan tadi.


*Cih?!! seharusnya dia pergi bersama tuan muda. Bukan kemari dan mengacaukan kencan ku!


Masih mengumpat dalam hati.


"Kau mau mati?. " Suara Miguel membuat nyali nya menciut,


jantung David seperti mau lepas saat menatap mata nya.


"Miguel, jangan di ambil hati. Aku hanya bosan dengan ponsel ku. Aku melemparnya dan tanpa sengaja mengenai mu. " (Berbohong)


*Semoga saja dia percaya.


Krek


David mbelalak saat ponsel nya justru ter injak sepatu Miguel.


Tidak, Miguel sengaja menginkak nya dan menghancurkan ponsel.


"Akan aku bantu kau menghancurkan nya"


Pekik David dalam hati.


Pasrah


Itu lah yang terjadi


Saat Ia mendekati dan memungut ponsel yang layar nya saja sudah hancur.


*Benar benar bukan manusia.


David menghela.


"Kalau tentang wanita, sebenarnya nya kau yang lebih menghawatirkan. " Miguel berkata sambil duduk di sofa.


Astaga, dia mendengarnya tadi.


Batin David sambil kembali ke sofa.


Ia duduk berharapan dengan Miguel sekarang.


"Ada apa kau menghubungi ku? "


Miguel diam, tampak wajah serius nya disana. Sorot mata nya tertuju pada asbak yang terletak di meja penuh dengan putung rokok.


"Ada apa Kau serius sekali. Apa ini ada hubungannya dengan pakaian putra mahkota.?. "


Miguel diam. Yang artinya David tidak salah.

__ADS_1


"Tim ku akan mengantarnya sendiri ke dalam Mansion. Lengkap dengan semua perlengkapan bayi seperti semua yang kau inginkan. "


Miguel masih diam.


"Kau bisa cek sendiri di sana. " Bangkit berdiri meraih handle pintu mempersilahkan Miguel keluar dari ruangan itu.


Miguel berada di depan David menuju ruangan khusus yang dinding dinding nya terbuat dari kaca kaca begitu juga dengan beberapa lemari disana.


"Semua sudah dipersiapkan, Lengkap. "


Miguel masuk kedalam, Ratusan pakaian bayi lengkap tersusun rapih di dalam kaca kaca juga beberapa diantaranya tergantung cantik disana.


"Ini semua Noorin yang merancang. Dia keren dan sangat berbakat. Bahkan hasil nya melebihi yang kau inginkan. "


Miguel masih diam. Sorot mata nya tertuju pada lemari kaca transparan yang didalam nya terdapat satu Jas kecil yang melekat di atas patung.


Miguel mendekati lemari itu, menekan tombol yang melekat di sana dan seketika lemari terbuka.


Miguel menyentuh Jas itu.


"Itu Noorin yang buat dengan tangan nya sendiri. Khusus untuk putra mahkota jika sudah bisa berjalan. " David menjelaskan tanpa ditanya.


"Dia pekerja keras. Masuk paling awal dan pulang hingga larut. "


"Dia bekerja dengan hati, Sudah seharusnya kau memperhitungkan kinerja Noorin. "


Miguel masih diam, Namun Ia juga tidak terlihat keberatan saat David terus saja mengoceh.


Miguel menekan tombol lagi, lemari itu kembali tertutup.


Kemudian Ia keluar dari ruangan itu tanpa bicara


David berjalan di belakang Miguel.


Ia menarik nafas nya lega.


Miguel tidak berkomentar artinya Dia menyukai nya.


Jika Miguel tidak suka, tentu saja Ia akan menghancurkan nya tadi.


Atau membanting Jas beserta patung nya di hadapan David.


Miguel kembali duduk di tempat nya semula.


David pun duduk tepat di hadapan Miguel.


Hanya ada meja yang menghalangi.


Miguel meletakkan kertas beserta Card di meja.


"Berikan pada nya, Dia lolos masa percobaan. "


Miguel bangkit berdiri kemudian berlalu begitu saja.


David meraih kertas kertas itu dan membaca nya satu persatu.


Kertas yang berisi kontrak kerja, beserta keterangan fasilitas yang akan Noorin dapatkan.


Dan Card yang terletak di meja, itu adalah Card apartement acces


"Fasilitas apartement untuk designer putra mahkota. "

__ADS_1


Mulai hari ini Noorin secara resmi menjadi designer keluarga Walson setelah kontrak kerja resmi di tanda tangani.


Khusus nya yang menangani langsung setiap detail penampilan putra mahkota kelak.


__ADS_2