Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 64


__ADS_3

Sudah satu Minggu setelah pesta pernikahan Bele berlangsung. Bele pun mengajukan cuti bulan madu selama dua pekan.


Sangat keterlaluan bagi Miguel cara Bele membujuk tuan muda Hazelo melalui Nona Gabriella. Membuat Hazelo mau tidak mau menyetujui permintaan istri tanpa Miguel bisa mencegah.


Gabriella duduk di balkon sekarang, sambil menikmati sejuknya udara pagi Ia duduk menyilang kan kaki.


Tubuhnya dibalut bathrobe dan Kepala nya masih tergulung handuk, terlihat segar sepertinya nona Gabriella baru saja mandi. Di tangan nya secangkir sereal bertengger. sementara di meja, tepat disamping Ia duduk


dua potong roti di atas piring kecil siap menemani sarapan pagi.


Sedangkan Hazelo masih memejam di bawah selimut putih tanpa Bu..sa..na.


Dada bidang terekspose sempurna, selalu terlihat menawan meskipun sedang tidur.


Gaby menoleh pada Hazelo, memperhatikan wajah tampan nya dengan seksama membuat nya tersenyum senyum sendiri. "Lucu ya, semakin hari kau terlihat semakin tampan saja.," Ujar Gaby sambil memasukkan sereal dengan sendok kecil kedalam mulut nya.


Gaby sengaja membiarkan Hazelo terlelap. tidak membangunkan


"ini ahir pekan, Hazelo tidak ke kantor sekarang" batin Gabriella yang masih menikmati sarapan pagi nya sendirian.


Waktu terus berputar


Terdengar percikan air dari kamar mandi Sepertinya Hazelo sudah bangun. batin Gabriella.


Ia masih di tempat nya semula belum beranjak.


"Aww!!." Gaby terkejut ketika kedua bukit nya ada yang me..re..mas dari belakang.


"Sayang!." Gaby menoleh memukul dada Hazelo.


Hazelo tergelak, tubuh nya bergetar menahan tawa sambil menenggelamkan wajah nya di bahu Gabriella. Rambut Hazelo yang basah menempel di pipi Gabriella sekarang. Sebab Ia memeluk istrinya dari belakang.


"Si Jody tiba tiba bangun, kau harus tanggung jawab!." Hazelo berbisik di telinga Gabriella sebelum meraih tubuh Gaby lalu menggendongnya.


"Sayang, Kau mau apa? Semalam kan sudah." Gaby menyandar pada dada Hazelo yang juga masih basah.


Rambut Hazelo yang basah Gabriella usap usap sebelum Hazelo menjatuhkan tu.. buhnya di ran--jang di atas Gabriella.


"Aku menginginkan mu." tarik Hazelo pada handuk yang sejak tadi melilit di pinggang melemparkan sembarang arah.


"Sayang kau mau apa.."Gaby menarik telinga Hazelo.


Alih alih menjawab Hazelo malah mengerlingkan sebelah mata.


" Kau nakal sekali!." cubit Gaby pada pinggang Hazelo.


"Aku tidak tahan untuk tidak me..ni..duri mu." Berkata sambil meraup le--her, bergerak cepat hingga ke te..Li..nga menggelitik


men..ji..Lat menciptakan rasa geli dan nik..mat disana.


Hazelo mendekat kan wajah nya, menciumi dahi, pipi hingga menautkan bibir nya sempurna. Berciuman dalam waktu yang lama, membelitkan Li..dah dengan tangan kanan menjelajah bukit indah terawat sempurna.

__ADS_1


Memainkan bukit itu me..re..Masi menciptakan efek tertagih yang sempurna.


Li..dah beralih ke leher jenjang menciptakan tanda tanda, menelusuri da..da mulus dengan tangan kanan menarik tali bathrobe hingga terbuka di bagian depan.


Aaa....hhhh


Suara khas yang mulai terdengar saat Hazelo memainkan li..dah nya di atas bukit indah itu. Dengan tangan kanan meraup me..re..mas bukit di sebelah nya yang besar indah mul..us sempurna. Tidak terkecuali tato bunga mawar tidak luput dari ci..Uman Hazelo.


Gaby mencakar rambut Hazelo saat permainan Hazelo yang semakin lincah di at..as da..da nya. Bermain dengan ha..s..rat yang menguat penuh cinta.


Setiap sen..tu..Han Hazelo membuat suara laknat Gabriella semakin mendayu Dayu.


Hazelo me..re..mas


Me..Nye..sap me..lu .mat bukit indah itu membuat sesuatu di bawah sana menjadi basah.


Tangan Hazelo mulai bergerilya kebawah sana memainkan inti dengan jari nya itu


Keluar masuk masih sambil me..Nye..sap PU..ti.ng membuat De..sa..Han Gabriella semakin menguat.


Si Jody sungguh tidak ta..Han lagi. Hazelo meraih dan melepaskan bath..ro..be membuat setiap inci tu..buh Gabriella terekspose tanpa cela.


Hazelo menuntun milik nya menenggelamkan sempurna di sana Aaa....hhhhhh


Penyatuan yang sempurna terjadi. Hazelo mulai menggerakkan pi..ng..gul nya perlahan, hingga Henta..kan demi hen..Takan terjadi di sana.


Membuat pantulan lembut di atas ran..Jang king size akibat dari aktivitas yang sedang terjadi.


Hazelo terus me .mompa, mempercepat ritme nya saat Gabriella telah meledak mengeluarkan hang..at nya di bawah sana. Membuat Hazelo semakin menggila mempercepat ritme nya dan....


Aaa....hhhhh .....


Terjadilah pelepasan bersama.


"Aku mencintaimu sayang." Kecup Hazelo pada dahi Gabriella.


"Aku juga mencintaimu tuan muda."


Dan terjadilah, ciuman hangat keduanya sebagai pelepasan rasa nik..mat yang baru saja terjadi. Diwaktu yang cukup lama, saling memeluk dengan nafas yang masih terengah engah dan tetesan peluh yang masih mendominasi.


Si Jody pun masih berada di dalam sana, Ter..Tan..cap sempurna. Membiarkan ke..ha..ngatan terus menyeruak masuk kedalam. Tidak membiarkan setetes pun mengalir keluar.


Di dalam kamar utama, Di dalam Mansion di kota Brazilia.


***


Sementara di depan pintu utama, Miguel keluar dari mobil.


Pria yang selalu tampil formal dengan tampang sejuta wibawa Ia menutup pintu mobil kemudian masuk kedalam melewati penjaga yang membungkuk hormat.


Ini Ahir pekan, orang ini tetap saja datang. batin salah satu penjaga.

__ADS_1


Miguel berhenti melangkah saat di depan anak tangga. Menarik nafas nya panjang sebelum menaiki anak tangga itu perlahan.


Miguel melihat arloji di pergelangan tangan. Berdiri mematung di depan kamar utama. Masih enggan untuk mengetuk pintu sebab Sepertinya Ia faham apa yang sedang tuan muda nya lakukan.


Sementara pelayan yang melihat Miguel mematung di depan pintu tidak berani menegur atau bertanya. Hingga beberapa menit terlewat Miguel pun mengetuk pintu.


tok tok


"Apa aku boleh masuk tuan Muda?."


Hazelo belum menyahuti,


Sementara di dalam kamar Gabriella dan Hazelo mendengar suara Miguel. Seketika melepaskan ciumannya menoleh ke arah pintu.


"Miguel?" Gabriella berkerut dahi. "Ini Ahir pekan, apa kau akan bekerja?."


Hazelo yang masih di atas tu..b..uh Gabriella meringsut melepaskan si Jody kemudian merebah di samping istri nya, menarik selimut untuk menutupi mereka.


"Kita akan ke London, bersiaplah."


"Kita?."Menoleh pada Hazelo.


Hazelo mengangguk, senyum licik terlihat.


"Senyumu jelek sekali?! apa yang kau rencanakan?."


"Beberapa urusan pekerjaan mengharuskan aku meninjau secara langsung. Dan---" Hazelo menggantungkan kalimat.


"Dan?." Gaby tidak mengerti.


"Di London musim dingin bukan? Aku bisa menghangatkan mu setiap malam." Hazelo mengerlingkan sebelah mata nya, selalu seperti itu jika menggoda Gaby.


"Aku tidak mau!." Melengos.


"Aku bisa sedih jika kau menolak ku." Dengan wajah memelas Hazelo menatap istrinya.


"Astaga, kau belajar dari mana bertingkah imut begini. "Gabriella menggelitik Hazelo. "Memang nya ada, wanita yang sanggup menolak mu! Dasar menyebalkan!."


"Aww!!." Hentikan.


Hazelo tertawa sekarang. Tawa Hazelo yang mengudara bersama Gabriella terdengar hingga keluar. Membuat Miguel mendengkus kesal sebab telah lama menunggu mematung di depan pintu.


-


-


Next....


Selamat hari raya idul Fitri


Mohon maaf lahir dan batin 🙏

__ADS_1


__ADS_2