Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 92


__ADS_3

Dan benar saja, Miguel sungguh terusir dari kantor.


Dan untuk kesekian kali nya, wibawa dan keangkuhan seorang Miguel sirna dihadapan calon penerus keluarga Walson yang belum lahir.


Miguel menyandar pada sandaran setelah sebelumnya Ia harus membatalkan beberapa pertemuan tuan Hazelo dengan klien.


Pertemuan yang telah diatur sejak lama pun harus tertunda dan tentu saja Miguel harus mengatur ulang jadwal yang seharusnya berjalan lancar.


Ia benturkan kepala nya di atas kemudi. Menghela nafas menetralisir dirinya untuk lebih bersabar.


"Apa wanita hamil se merepotkan ini ya? . " Miguel menarik nafasnya panjang.


"Memangnya ada, nyidam dengan sangat membenci ku. Dan hanya nona yang mual saat mendengar nama ku disebut."


Miguel mendengkus. "Wanita sungguh merepotkan!. "


Dan untuk kesekiankali ini, wibawa Miguel sungguh seketika jatuh. Tidak mampu berkata kata


protes pun percuma saja.


***


Mobil limousine milik nona Gabriella telah terparkir Di area khusus di perusahaan utama group Walson.


Di dalam ruangan presedir.


"Silahkan nona. " Bele membukakan pintu, Ia menutupnya kembali kemudian berdiri untuk berjaga di luar.


Untuk apa lagi Ia berdiri di depan pintu ruangan presedir kalau bukan menggantikan tugas Miguel menjaga nona dan tuan muda.


Melakukan dengan ikhlas sebab sedang bertanggung jawab dengan tugas.


"Kemarilah sayang. " Hazelo bangun dari duduknya merentangkan tangan saat Gabriella masuk kedalam ruangan, tentu karena


agar nona Gabriella mendekat.


Gaby pun mendekat,


wajah nya tersenyum cerah saat melihat Hazelo yang menyambutnya dengan senang.


"Daddy, apa kami mengganggu mu?. " Berkata sambil mengusap perutnya. Seolah olah Ia tiba tiba ingin ke kantor atas kemauan anak nya.


Entah sedang bertingkah atau memang kenyataan nya begitu.


"Aku senang kau datang, ini kali kedua nya kau datang ke kantor setelah kita menikah. "


Hazelo meraih tubuh Gaby dengan hati hati, Ia mendekap nya erat sambil menciumi pucuk kepala istri nya.


Gaby memang jarang sekali bahkan hampir tidak pernah mengunjungi Hazelo di kantor.


Jika diingat ingin ini kedua kali nya Gabriella datang berkunjung.


"Maaf aku kurang memperhatikan mu. " Mengusap usap punggung Hazelo yang kini Ia berada dalam dekapan.

__ADS_1


Hazelo tersenyum, Ia rendahkan tubuh nya. Ia kecup perut Gabriella yang sudah kian membesar. "Hi boy, Kau merindukan Daddy?"


Hazelo mengecupnya lagi dan lagi sambil sesekali mengusap usap. "Daddy mencintai mu. "


*Hazelo...


"Sayang, kau pasti lelah. Kita istirahat dulu di dalam." Hazelo merengkuh bahu istri nya membawa Gaby menuju ke dalam.


Terdapat kamar khusus di dalam ruangan presedir itu yang biasa nya digunakan untuk Hazelo beristirahat.


*Ini kamar kan?


" Aku baik baik saja."


Gaby menghentikan langkah nya, enggan untuk masuk ke dalam. Was was kalau kalau Hazelo meminta sesuatu yang tidak masuk akal pada nya.


"Aku baru selesai meeting dan menguras cukup tenaga. "


*Lalu apa hubungan nya dengan ku.


Gaby menggerutu.


Perlahan Hazelo mendorong dan membawanya naik ke atas ranjang.


Hazelo telah berbaring di ranjang dan meletakkan kepala nya pangkuan Gabriella.


"Aku dengar kau sibuk sekali hari ini, kenapa tidak bangun dan selesaikan semua nya? Aku akan menunggumu disini sampai kau selesai." Selalu berusaha mencari celah untuk Gaby menghindar.


Sebab alih alih berbaring, tangan Hazelo sudah berada di dal-am pakaian nya.


Tangan Hazelo sudah berada di bukit favorit paling sensitif.


Kau mau apa!


"Aku sudah menyuruh Miguel membatalkan semua urusan ku hari ini. " Mengherdikan bahu.


"Apa?. "


"Yang benar saja?!. " Terkejut


"Aku datang bukan untuk merusak acara mu"


"Kau lebih penting dari apapun, bagaimana mungkin aku mengabaikan.


" Bagaimana jika kau mengalami kerugian besar karena aku. "


"Aku tidak perduli. " Meringsut, bangun dari tidurnya. Duduk di samping Gabriella dengan kepala Ia letakkan di bahu.


"Sayang, ini di kantor. " Berusaha menurunkan tangan Hazelo yang sekarang berada di da..da..


"Aku tidak mengatakan ini di pasar. "


Terus me.. re..mas.

__ADS_1


Aa, Kau suka sekali menyentuh bagian itu!!


Memekik dalam hati.


Ini aneh, aku yang hamil kan?


Tapi kenapa kau yang semakin manja??


Berkata sambil mengusap usap pipi Hazelo yang sekarang sedang menciumi bahu nya.


"Tuan muda, apa yang kau lakukan?!. " Kecupan itu beralih ke le.. her kemudian menelusuri te.. linga.


"Mencium istri ku. Apa tidak boleh. "


Tidak menghiraukan Gaby yang menolak.


"" Sayang, um... "


Hazelo menutup bibir Gabriella dengan bibir nya.


Bertaut lembut hingga beberapa waktu berlalu. Tangan jahil itu berada pada bukit indah sensitif.


"Cukup, sayang. ini di kantor. " Tegas Gabriella melepaskan. "Aku datang bukan untuk menawarkan diri ya. Hanya bosan di rumah dan ingin mengunjungi mu. "


"Padahal Aku seharian merindukan mu lho.


Tidak disangka ya, kau menolak. "


Eh, kenapa bersikap begini sih. Kau semakin manda Kenapa jadi aku yang selalu tertindas.


"Aku jadi sedih. "Meringsut turun dari ranjang.


" Sayang, tunggu. " Mencegah.


"Baiklah, kau bisa melakukan apapun. "


Seringai tipis terlihat, hazelo kembali duduk di tepi ranjang kemudian menatap istri nya.


"Apapun?. " Memastikan.


"Ya, apapun kau inginkan. " Gabriella mengecup bibir Hazelo.


Melepaskan Blazer, menyisakan Dress tanpa lengan kemudian naik di atas pa.. ha Hazelo.


"Kau ingin menikm..ati tubuh ku?" Nada Hazelo terdengar menggoda.


"Kenapa tidak?!. " Balas Gabriella yang langsung menghujani Hazelo dengan ciuman.


Tangan nya membantue mengendurkan dasi, melepas kan.. cing baju nya satu persatu.


Sambil terus menghujani ciuman di le.. her hingga da.. da.


Se. akun kebawah hingga jas dan kemeja pun berhamburan di lantai.

__ADS_1


Dan terjadilah di dalam ruangan khusus ruangan presedir. Di gedung berlogo keluarga Walson. Di kota Brazilia


__ADS_2