
Di dalam sebuah gedung hotel masih di London City.
Disinilah Hazelo berada. Duduk menyilangkan kaki sambil melemparkan seberkas Dokumen hingga mendarat di meja membuat lawan bicara tidak bisa berkata kata hanya menelan silva.
Glek
Baru baru saja Sang pemilik Hotel yang sedang berada di ambang kebangkrutan berharap pria di depan nya itu berbelas kasih atau setidaknya mau menerima tawaran untuk membeli hotel ini dengan harga tinggi, sebelum pihak Bank melelang sebab
saham perusahaan nya anjlok serta terlilit hutang yang dalam jumlah fantastis.
Berusaha mengerahkan karyawan terbaik nya untuk mempresentasikan
memperlihatkan kelebihan kelebihan dari Hotel yang akan di jual pada Group Walson. Apalagi jika bukan upaya untuk menyelamatkan hidup nya.
Miguel dengan tenang berdiri di samping tuan muda Hazelo.
Ponsel Miguel berkedip. Tanpa bicara ia meraih ponsel nya seketika menghindar
Mencari jarak aman untuk bicara. Setelah tahu salah satu orang suruhan nya menghubungi.
Miguel memastikan jarak aman untuk bicara, Sambil h berdiri di samping dinding kaca di ujung ruangan yang memperlihatkan pemandangan kota itu.
Panggilan yang baru saja masuk itu membuat raut wajah Miguel bereaksi.
Miguel mematikan panggilan nya kemudian menghubungi seseorang lagi.
"Siapkan penerbangan sekarang!!." Suara Miguel mengudara, membuat Hazelo menoleh pada Miguel.
"Apa yang terjadi?." Hazelo bangkit berdiri.
Sang pemilik hotel itu pun bertanya dalam hati mengapa dan ada apa.
Hazelo sangat hafal pada sikap Miguel
yang tidak pernah membuat keputusan sendiri kecuali sesuatu yang serius terjadi.
"Maaf tuan muda, tapi kita harus kembali sekarang."
Seketika Miguel bergegas mendekat.
"Terjadi sesuatu dengan nona."
Ujar Miguel menatap serius pada Hazelo.
Tidak lama terdengar suara Helicopter mengudara mendekat. Mendarat pada atap gedung itu.
"Gaby." batin Hazelo bergetar. Tanpa basa-basi Hazelo bergegas menuju ke arah di mana Helicopter itu mendarat.
"Lalu apa yang kau lakukan Miguel??? Cepat bawa Aku kembali sekarang!!." Hazelo meninggikan suara.
"Baik tuan muda."
Raut wajah panik terlihat. Hazelo tahu jika sesuatu terjadi pada istrinya, tidak mungkin seorang Miguel meninggalkan hal sepenting ini jika tidak ada sesuatu yang mendesak.
__ADS_1
Sambil melangkah tergesa Hazelo diikuti Miguel masuk kedalam elevator.
Meninggalkan meeting begitu saja membuat sang pemilik hotel bertanya tanya.
Di dalam Lift.
"Apa yang sebenarnya terjadi Miguel?!."
Dengan tenang Hazelo bertanya. Meski kecemasan nya sangat nampak dari raut wajah itu namun Hazelo berusaha meredam.
Miguel diam. Menarik nafas panjang memulai bicara.
"Maaf tuan muda."
"Katakan Miguel ??!!." Hazelo menarik Krah leher Miguel.
"Nona Gabriella menjadi korban penusukan , itu kabar terakhir yang Aku dapat."
Duar!
Bagaikan tersambar petir Hazelo mendengar. Ia mendorong Miguel seketika.
Mundur kebelakang beberapa langkah, hatinya bergetar membayangkan hal buruk terjadi pada istri nya.
"Gaby, NO!!." Bayangan Hazelo tertuju pada istrinya, perutnya berdarah darah dan Gabriella di ambang kematian. Itu yang Hazelo fikirkan sekarang.
Hazelo memukuli dinding elevator. Merasa bersalah sebab Ia melarang orang orang Miguel masuk kedalam mengganggu Gabriella dan hanya menunggu sambil berjaga diluar.
"Ini salah ku tuan muda, Jangan sakiti diri anda." Miguel berlutut. "Lampiaskan semua kemarahan anda pada ku tuan muda."
Semakin membuat nya gelisah sebab disaat seperti lift pun terasa berjalan begitu amat lambat.
***
Sementara di dalam pusat perbelanjaan.
Keadaan semakin tegang sebab korban pe .nusu..kan itu adalah istri dari tuan muda Hazelo Walson.
Bodyguard yang sebelumnya berjaga diluar serentak masuk kedalam dimana Gabriella berada.
"Berpencar!!." Salah satu bodyguard memberi perintah.
Bodyguard kemudian berpencar mencari pelaku hingga salah satu dari mereka menuju area cctv.
Ada pula yang berdiri di samping nona Gabriella menjaga sebelum datangnya pertolongan tim medis sambil menghubungi Miguel.
Sedangkan tim medis khusus datang dengan tergesa memasuki pusat perbelanjaan itu. Sirine Ambulance terdengar nyaring mengiang memekik telinga. Tergopoh gopoh dengan membawa tandu mengangkat tubuh lemah Gabriella menuju mobil ambulance.
"Bertahanlah nona." Lirih salah satu perawat sambil melakukan pertolongan pertama. Alat bantu pernafasan terpasang. Semakin tegang pula para pengunjung yang melihat.
"Cepat bawa nona ke mobil." Ujar salah satu Dokter pada perawat itu.
Dengan tergesa tim medis membawa Gabriella, Di dalam Ambulance alat bantu pernafasan di kencangkan. Sirine seiring dengan laju nya mobil Ambulance mengudara.
__ADS_1
Sementara sirine mobil aparat kepolisian kota London mulai mendekat.
Garis polisi mulai di pasang dan para pengunjung pun dievakuasi.
Reporter dilarang mendekat apalagi pengunjung dilarang mengabadikan moment itu dengan ponsel.
"Bertahanlah Nona." Gumam salah satu perawat dalam hati. Meskipun Ia tidak pernah bertemu nona Gabriella secara langsung, Namun Ia pernah melihat nona Gabriella di stasiun televisi.
Sampai lah mobil Ambulance di rumah sakit. Tim medis telah menunggu. Rumah sakit terbaik di kota itu mengerahkan seluruh tim dokter terpilih untuk menangani nona Gabriella.
"Bawa ke ruang operasi, Kita lakukan operasi sekarang." Ujar salah satu Dokter dengan langkah tergesa bersama beberapa perawat yang sedang mendorong bed.
"Baik, Dokter." Dengan langkah tergesa mereka menuju ruang operasi sambil mendorong Bed tempat nona Gabriella terbaring dengan nafas yang semakin pendek. Darah terus mengalir dan raut wajah nya semakin pucat pasi.
"Kondisi pasien semakin kritis Dokter." Ujar salah satu Dokter pada rekan nya. Sambil menyerahkan gunting dan alat yang diperlukan.
Secepat kilat selang infus terpasang di kaki, di tangan nya teraliri sekantong darah untuk transfusi.
Dahi Dokter berkeringat meskipun ruangan ini sangat dingin.
"Kita sudah berupaya melakukan yang terbaik"
Dengan wajah pucat Dokter itu menggelengkan kepala.
***
Sementara Hazelo masih di dalam Helicopter. Wajahnya terlihat sangat gusar. Berkali kali mengusap kasar wajah nya berkali kali pula menarik Krah Leher Miguel agar mempercepat laju nya Helicopter itu.
Entah sudah berapa kali Miguel menerima pukulan dari Hazelo. Wajah dan perutnya seperti sudah kebal.
"Apa tangan anda terluka tuan muda?."
"DIAM!!."
"Baik tuan muda."
***
Sementara Di dalam pusat perbelanjaan.
Bodyguard bersama tim khusus investasi terbaik dikerahkan.
Cctv di putar berkali kali belum juga ada yang mencurigakan.
Sebab Cctv yang mengarah pada eskalator sempat terpotong.
Pergerakan pelaku sangat rapih, sepertinya sudah profesional.
Tidak ada apapun yang membekas, sidik jari atau apapun tidak pelaku tinggalkan.
Aparat kepolisian berupaya bersama tim khusus suruhan Miguel.
Terus berusaha mencari pelaku hingga beberapa orang saksi yang hari ini bertemu dengan nona Gabriella.
__ADS_1
Tidak luput sang sopir nona Gabriella menjadi saksi hingga pemilik toko bunga beserta karyawan pun ikut menerima lontaran pertanyaan dari tim penyidik.
Untuk mengungkap pelaku pe..NU..sukan nona Gabriella.