Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 13


__ADS_3

Hazelo terkejut ketika menyenggol tubuh Gaby yang memejam menangkup kan kepala nya di dada. Beruntung sebab Hazelo pada posisi tidur miring nya sehingga Gaby tidak menindih tubuh nya.


"Gaby?! Apa yang kau lakukan!."


Sia sia saja, Sebab Gabriella tidur pulas sekali dengan tangan kiri memeluk pinggang Hazelo. Tubuh mereka saling menempel, apalagi tanpa di sadari Hazelo mendekap Gabriella semalaman menjadikan Gaby sebagai guling.


"Astaga?!. Kau tidur atau mati." Hazelo memperbaiki posisi tubuh nya. Tetap saja Gaby tidak terbangun akibat pergerakan Hazelo.


Hazelo mengulas senyum, ketika menyadari Gabriella hanya mengenakan bathrobe. Hazelo kembali memejamkan mata berpura pura tidur membiarkan tubuh nya pada posisinya tadi.


Tidak lama Gaby terbangun. "Astaga?!." Gaby membelalak, terkejut menyadari posisi tubuh nya. Mengingat ingat kejadian semalam Ia bermimpi dan melompat dari ranjang ikut berbaring disini dan memeluk Hazelo.


Deg.. Deg. Deg.. detak jantung Gaby meningkat.


"Bagaimana ini, bagaimana jika Hazelo terbangun dan berfikir yang tidak tidak." Bergumam dalam hati. "A... Kenapa aku jadi berdebar begini sih?!" Seketika teringat kejadian malam itu, dimana seluruh tubuh nya disentuh Hazelo.


"Tidak.. Otak ku tidak bekerja dengan baik. Sadar..!! Sadar..!! Sadar.!!" Gaby menampar nampar wajah nya dalam khayalan.


"Sial..!! tubuh nya berat sekali, susah sekali digeser." Terus bergumam gumam.


"Gawaaattt!! reputasi ku bisa hancur di hadapan Hazelo jika dia bangun dan mendapati aku di sini. " Gaby berteriak dalam hati.


Meringsut.. Meringsut dan meringsut sedikit demi sedikit agar Hazelo tidak terbangun. Namun Hazelo semakin mempererat pelukannya, mendekap erat hingga Gaby sulit sekali untuk bernafas. "Aaa.. Sialan?!. Hazelo benar benar mengira aku ini adalah guling." bergumam dalam hati.


Meski dalam hati Hazelo ingin sekali Tertawa sebab Ia telah bangun sejak tadi. Rasanya rugi jika tidak mengerjai Gabriella.


Kau menggemaskan?!


Batin Hazelo.


Seketika Hazelo sadar, jika benda kenyal itu mengganjal dan menempel sempurna di sana.


Sekelebat ingatan malam itu muncul, dimana Ia pernah menyentuh dan memainkan benda itu meski dengan rasa marah dan benci.


Namun jika boleh jujur, Hazelo sedikitpun tidak menyesal melakukan nya. Hahaha..!!* Otak mes*UM pun ikut bekerja. Mata Hazelo masih memejam, sengaja Ia menggeser tubuh nya menindih Gaby.


"Hoaam..!!" Hazelo masih dengan berpura pura.


"Aww?!." Gaby refleks menjerit saat tubuhnya terasa berat.


Hazelo membuka mata. "Gaby apa yang kau lakukan?!." Hazelo meringsut mendorong tubuh Gaby hingga terjatuh.


"Aww?! Kau menyakiti ku!." Gaby terjatuh dari atas sofa, kepala nya terbentur meja.

__ADS_1


Kepala Hazelo menoleh ke bawah sofa. Gaby melengos antara kesal dan malu.


"Aku terkejut saat kau menjerit tadi, aku hanya refleks mendorong mu ketika sadar kau berada di bawah tubuh ku." Hazelo berkata dengan suara serak khas bangun tidur, Sungguh akting yang bagus. Hazelo menggeser tubuh nya menoleh ke bawah sambil mengulurkan tangan pada Gabriella.


Wajah Gaby semakin memerah malu. Sialan!! Hazelo pasti berfikir aku ingin menggoda nya.


"Aku bisa bangun sendiri." Gaby bangkit dari lantai, hendak pergi meninggalkan Hazelo sebelum Ia menyadari sesuatu.


"Tunggu kau mau kemana?." Langkah Gaby terhenti sebab Hazelo menahan nya menyentuh pergelangan tangan. "Kau belum menjelaskan mengapa kau bisa tidur bersama ku di sofa?." Hazelo sedikit menarik ujung bibir nya.


Lihat wajah mu Gaby.. Kau pasti malu kan?!


Hahaha..


Tertawa dalam hati.


"Itu.. Aku.. M..."


*Aku bingung!!!!


"Aww*?!."


Hazelo menarik tangan Gaby, seketika tubuh Gaby tertarik dan ambruk di atas dada Hazelo.


"Tidak Tidak...!! Kau yang menarik ku!." Gaby bangkit dan duduk di sofa. Sedangkan Hazelo tetap berbaring di sofa memeluk bantal.


Aaaa.. Hazelo mengapa terlihat imut begitu sih?!


"Wajahmu memerah Gabriella, Kau menginginkan tubuh ku kan?" Hazelo merentangkan tangan.


"Anggap aku sedang berbelas kasih pada mu, kau bebas menyentuh ku pagi ini."


Seringai mengejek muncul di bibir Hazelo.


"What?! Tidak Hazelo, aku tidak ingin menyentuh mu! " Gaby mengangkat tangan.


"Aku semalam mimpi buruk dan aku takut. Aku tidak berniat menyentuh mu apalagi mengajak mu tidur bersama." Gaby bangun dari duduknya sambil memijat pelipisnya pening.


"Astaga, mana mungkin aku tidur dengan mu semalaman!."


"Tunggu?!." Hazelo kembali menarik tangan Gaby. "Bagaimana aku mempercayai nya, jelas jelas kau berada di sofa pagi ini. jangan katakan kau semalaman memeluk ku dan mengagumi ketampanan ku."


"Tidak Hazelo!!. Tidak sama sekali?!." Gaby menepis tangan Hazelo melesat menuju kamar mandi dan membanting pintu kamar mandi.

__ADS_1


Hazelo tertawa hingga tubuh nya bergetar, Ia tutupi tawa nya di atas bantal.


Dia menggemaskan* Hazelo bergumam dalam hati.


Sementara di dalam kamar mandi,


Gaby mengunci kemudian menyandar di balik pintu. Wajah malu nya Ia sembunyikan di sana. Menarik nafas panjang mendekati wastafel kemudian. Gaby sedang menggosok gigi nya sambil memperhatikan wajahnya di depan cermin.


"Oh Tuhan.. Aku semalam tidak berganti pakaian. Dan aku memeluk Hazelo semalaman hanya dengan mengenakan ini??." Gaby menyentuh bathrobe nya berkumur dan menyiramkan air di wajah agar tersadar.


"Dada nya sungguh membuatku tidur nyenyak semalaman." Gaby menyentuh wajah nya yang merona memanas malu.


*****


Ini hari libur, Miguel berlari pagi di area taman sekitar apartemen. Dengan kaos putih polos melekat di tubuh kekar nya dan celana olahraga warna hitam Ia kenakan. Handuk kecil putih di lehernya bertengger dan dengan earphone di telinga. Hanya seperti itu saja sudah menjadi pusat perhatian para wanita di taman.


Para wanita saling berbisik melihat Miguel secara live, bukan hanya pemberitaan di social media atau layar televisi.


"Tampan, keren, tubuh kekar dan tinggi sempurna." Batin salah satu wanita.


Namun mereka tidak berani berkomentar terlalu banyak, sebab tatapan menyeramkan Miguel siap menerkam.


"Dia menyeramkan sekali. Ayo pergi!.' Bergedik ngeri menarik lengan rekan nya menjauh dari Miguel.


Miguel kembali berlari mengelilingi taman, Beristirahat duduk di kursi panjang taman itu sambil menenggak air mineral. Ia meremas botol air mineral yang telah kosong. Mata tajam nya menangkap sosok wanita yang tempo hari Ia tampar di seberang jalan.


"Lepaskan aku Daddy!! LEPASKAN!!." Zoe di tarik paksa ayah nya untuk masuk ke dalam mobil.


Ayah nya berencana mengirimkan Zoe untuk menjalani terapi dan rehabilitasi bersama bibi nya yang kebetulan seorang dokter.


Pada akhirnya Zoe pasrah mengikuti. Melawan pun percuma saat ini, sebab komunitas nya telah Miguel bubarkan. Beberapa diantara sahabat nya masuk rehabilitasi namun juga ada yang mendekam di dalam jeruji besi akibat mengedarkan obat obatan terlarang.


Zoe pasrah masuk kedalam mobil, berlalu menjauh dari sana. Miguel melihat itu menarik nafas panjang nya lega.


"Setidaknya berkuranglah satu pekerjaan ku."


Batin Miguel sambil melihat arloji yang melingkar di tangan nya.


-


-


Next

__ADS_1


__ADS_2