Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 7


__ADS_3

Sudah satu Minggu Hazelo belum kembali, tidak pernah Ia memberi kabar meski hanya pesan singkat untuk Gabriella. Gaby pun tidak pernah menghubungi Hazelo, meski ada setitik kehawatiran namun Gaby segera menepis hal itu.


Zoe, kekasih Gaby berkali kali menghubungi. berkali-kali pula mengirim pesan, namun hingga hari ini Gaby belum juga mengangkat panggilan nya juga membalas pesan dari Zoe.


"Zoe." Gaby menghela melihat layar ponsel yang berkedip, meletakkan kembali ponsel nya kemudian. Tidak mengindahkan ponsel yang terus berdering


Selama satu Minggu Gaby tidak pergi ke manapun Meski merasa bosan namun entah mengapa hati nya merasa bersalah pada Hazelo, sebagai ganti nya Ia ingin menunggu hingga Hazelo kembali.


Ponsel Bele berkedip. "Apa yang dilakukan Nona Gabriella" Pesan singkat dari Miguel pada layar ponsel Bele.


" Nona tidak pergi kemanapun. hanya berolahraga mengelilingi Mansion, bermain piano, berkuda dan menyapa bunga mawar yang ada di taman setiap paginya." Bele melaporkan pekerjaan nya.


"Apa Nona tidak menanyakan Tuan Muda."


Pesan dari Miguel muncul kembali.


"Tidak tuan."


Bele membalas lagi.


"Lanjutkan pekerjaan mu."


Pesan dari Miguel muncul lagi.


"Baik tuan."


Bele menuju rumah utama setelah meletakkan ponsel di kantong. Melangkah membawa nampan berisi sarapan pagi untuk Gabriella. Langkah Bele terhenti di atas tangga ketika Gaby Keluar dari kamar utama, dengan hanya mengenakan bathrobe menutupi.


"Selamat pagi Nona."


Bele menyapa.


"Pagi Bele, Kau membawakan sarapan untuk ku?." Gaby melangkah mendekat.


"Benar Nona."


Masih berdiri ditempatnya.


" Aku ingin berenang. letakkan saja sarapan ku di dekat kolam renang."


Berbicara kemudian melangkah menuruni anak tangga.


Berenang? Pagi pagi begini?


Gumam Bele dalam hati.


"Baik Nona."


Bele berbalik mengikuti Gabriella dari belakang.


"Bele." Gaby berhenti kemudian berbalik.


"Iya, Nona?."


" Apa Tuan Muda belum kembali?."


Bertanya ragu ragu.


"Belum nona." Bele menjawab.


"UM... Kapan Tuan Muda kembali."

__ADS_1


"Aku tidak tahu Nona."


Menjawab dengan sedikit mengulas senyum.


"Kenapa kau tersenyum?! Aku hanya bertanya?!." Mendengkus kesal


"Mengapa Nona tidak langsung menghubungi Tuan Muda saja jika rindu?." Meninggikan suara Sengaja menggoda.


"Tutup mulutmu Bele?! Aku tidak merindukan Tuan Muda!!." Gaby semakin terlihat kesal.


Bodoh sekali jika merindukan pria seperti Dia!!. Mengumpat dalam hati Kemudian melangkah kesal menjauhi Bele yang tertawa tanpa suara.


Secepat kilat Bele melaporkan pada Miguel setelah Ia meletakkan nampan di atas meja di samping kolam renang.


Gaby menanggalkan bathrobe menyisakan pakaian renang melompat kedalam air kemudian.


Byyyuuuuuuuuurrrrrrr!!


Ponsel Gaby terus berdering. Gaby tidak tega kekasih nya terus menghubungi, membuatnya ingin menepi, bangkit dari kolam renang meraih bathrobe mengenakan nya kemudian.


"Zoe.."


Gaby berfikir sejenak sebelum mengangkat telepon, menjawab panggilan.


"Ya?.".


Gaby menjawab panggilan telepon itu pada akhirnya.


"Apa kau baik baik saja GE?." Terdengar suara lembut khas Zoe.


"Aku sangat sibuk, maaf melewatkan panggilan mu dan beberapa pesan mu tidak terbaca." Jawab Gaby berbohong.


"Aku merindukan mu sayang. Bisa kah kau datang untuk ku malam ini?."


jawab Gaby ragu.


" Tapi? Kau mengatakan Tapi? Kau keberatan?Kau tidak merindukan ku? Atau kau mulai terbiasa tidur dengan tuan Muda Hazelo?.


Wajarkah jika aku merasa cemburu?." Terdengar ucapan manja bercampur kesal khas Zoe disana.


"Baby aku..." belum selesai Gaby bicara


"Nathali mengadakan pesta, Dia mengundang mu kan? terserah kau mau datang atau tidak bukan urusan ku!." Zoe memutuskan panggilan nya sepihak.


Gaby menarik nafas nya dalam, meletak kan ponsel nya kemudian memakan sarapan yang Bele telah siapkan. " Orang tua ku semakin membenci ku jika masih menghubungi mu Zoe."


Mungkin dengan membuat Hazelo kembali pada Viona, Dia akan mengakhiri pernikahan ini. Dan aku kembali hidub bebas menentukan jalan ku sendiri.


******


Mexico


Di dalam ruangan Presedir."


Miguel duduk di sofa. masih fokus dengan layar lipat nya, Sedangkan Hazelo di atas kursi kebesaran nya memeriksa beberapa dokumen untuk ditandatangani.


Ponsel Miguel berkedip. Sebuah pesan dari Bele masuk. Miguel tidak langsung membuka nya hingga beberapa menit kemudian pesan kedua kembali muncul.


"Nona Gabriella menanyakan tuan muda."


"Nona sedang berenang."

__ADS_1


Miguel bangun dari duduknya, mendekati Hazelo memberikan ponsel. " Tuan, Nona menanyakan anda kapan kembali."


Hazelo menutup Dokumen yang Ia baca." Akhir nya kau menyerah juga " Gaby lah yang Hazelo maksud.


"Siapkan Helicopter sekarang."


"Baik Tuan Muda."


Miguel berbalik, mengetik pesan di ponsel nya.


(Siapkan Helicopter untuk tuan muda Sekarang.)


***


Terik nya matahari berganti dengan senja yang tamaran. Gaby di dalam kamar sedang memoles wajah nya. Mengenakan Dress terbaik yang memperlihatkan setiap lekuk tubuh nya, mengekspose paha dengan High heals menghiasi kaki jenjang wanita itu. Belahan dada yang menonjol dengan tato bunga mawar di dada menghiasi.


" Maaf tapi Anda mau kemana Nona?." Tanya Bele yang melihat Gaby menuruni tangga, Bele menghalangi jalan.


"Aku ada urusan"


"Apa anda sudah minta izin pada tuan Muda,? UM.. Maksud ku apa tuan Muda mengizinkan anda pergi?."


"Teman ku berulang tahun. Tuan muda tidak pernah melarang ku kemana pun aku pergi."


Mendekati Bele menepuk bahu nya.


Itu bukan urusan mu Bele, Aku bebas pergi kemanapun yang aku mau. Bergumam dalam hati.


Gaby melewati Bele melangkah cantik keluar dari pintu utama dengan dua penjaga yang Membungkuk membiarkan Gabriella pergi.


Gaby melesatkan mobil sport nya, melewati taman. Keluar melewati gerbang tinggi yang dijaga dua security Mansion itu. Terus melesatkan mobil nya melewati tamaran yang mulai berganti malam.


Gaby singgah di butik ternama di kota itu, Memilih Dress yang bagi nya akan cocok sebagai Hadiah untuk Nathali. Juga singgah di toko bunga membeli bunga mawar untuk kekasih nya Zoe, sebagai permintaan maaf.


Gaby kembali melesatkan mobil nya, menuju sebuah Club' malam yang malam ini telah di sewa khusus untuk komunitas para wanita tersebut.


***


Di dalam Helicopter.


Miguel mengeluarkan ponsel, terdapat pesan dari Bele melaporkan, menyerahkan pada Hazelo kemudian.


"Brengs*k!!. "


Rahang Hazelo seketika mengeras, mendapati laporan dari Sang kepala pelayan.


Miguel tahu apa yang harus Ia lakukan. Seketika bangkit dari duduk nya mendekati pilot yang gemetar ketika Miguel membisikkan sesuatu.


Benar saja, seketika Helicopter berputar arah. Helicopter melesat menderu di udara melewati di atas ramainya kota malam hari, menjadi pusat perhatian ketika Helicopter mendarat di lapangan terbuka sekitar taman kota.


Hazelo Keluar dari Helicopter, melangkah lebar sambil melepas kaca mata hitam nya. Diikuti Miguel di belakang Hazelo melangkah lebar sambil menghubungi seseorang.


"Tu-Tuan Muda Hazelo." Para wanita menatap takjub pada nya. Dua pria tampan yang sangat di hormati di negara itu. "Ternyata Tuan Hazelo dan Asisten Miguel lebih tampan dari pada saat aku melihat di televisi." Ujar seorang wanita.


"Kau benar. Melihat mereka turun dari Helicopter, seperti Aku sedang melihat pangeran tampan yang Tuhan turunkan dari langit.


Para wanita masih menganga hingga Hazelo dan Miguel menghilang dari pandangan memasuki mobil yang telah pengawal siapkan melesat jauh kemudian.


-


-

__ADS_1


Next


__ADS_2