Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode 77


__ADS_3

Mohon maaf untuk para pembaca tercinta 🙏 Saya bukan tidak Up untuk episode selanjutnya, namun episode lanjutan ini melanggar pe..Ra .tu..ran tentang ke.. kerasan dan adegan de..Wasa sehingga tidak bisa lolos re..vi..ew.


Dengan sangat terpaksa alur cerita harus sedikit di ubah.


Beribu ribu Terimakasih kawan, kalian masih setia menunggu.


Selamat membaca


***************


Brazilia


Di dalam Mansion


Tepatnya di kamar utama milik Tuan Muda Hazelo.


Gabriella mengeryipkan mata, rasa kantuk yang membuatnya belum juga terjaga hingga sinar matahari pagi sudah mulai memasuki sela sela jendela, hawa sejuk menyeruak melalui pintu lobby yang telah terbuka.


Angin sejuk menghembus kedalam membuat Gaby semakin nyenyak memejam di atas ranjang.


Gabriella menggeliat di dalam selimut, alam bawah sadar nya mengingat Hazelo, hingga tangan nya meraba ke samping


Tidak ada,


tidak ada Hazelo di sampingnya membuat Gaby seketika terbangun.


"Sayang kau sudah bangun?." Suara serak khas bangun tidur.


Hening, tidak ada jawaban.


Gabriella mengeryipkan mata, melihat sekeliling tidak nampak Hazelo disana.


"Kemana Hazelo?." Bangun dari tidur nya kemudian menyibak selimut seketika.


" Sayang, kau di dalam?." Gabriella turun dari ranjang, menuju kamar mandi kemudian membuka pintu. Mengedarkan pandangan


Kosong, tidak ada Hazelo di dalam sana.


"Kemana Dia?, Apa Hazelo ke kantor? Ini hari libur bukan?." Bergumam sendiri sambil menutup lagi pintu kamar mandi.


Dengan malas Ia melangkah menuju lobby.


Tidak ada Hazelo disana, Hanya secangkir sereal yang telah kosong tergeletak di atas meja.


Gabriella meraih cangkir yang telah kosong dan memperhatikan nya. "Hazelo menikmati ini sendirian." Berkata kemudian meletakkan cangkir itu di tempatnya semula. "Mengapa tidak membangunkan aku."


Gabriella menguap, merentangkan tangan nya merenggangkan otot otot sambil menarik nafas panjang menghempaskan rasa kantuk sambil menikmati udara sejuk yang terhirup.


"Senangnya bisa berada di sini lagi." Sambil berkata Ia sentuh bekas luka operasi yang hampir memudar. Ia mengingat kejadian tempo hari.


Pintu kamar di ketuk, "Apa anda sudah bangun nona, kami boleh masuk?."


Terdengar suara Bele.


"Masuklah Bele."

__ADS_1


Bele pun masuk kedalam bersama salah satu pelayan. Menutup pintu dengan hati hati sebelum berjalan mendekati nona Gabriella.


"Selamat pagi nona." Bele dan pelayan itu sedikit membungkuk menyapa.


"Pagi."


"Tuan besar dan Nyonya menunggu anda di bawah nona." Yang Bele maksud adalah tuan Walson.


"Mommy? Astaga, aku hampir lupa."


"Kami akan membantu anda membersihkan diri."


"Ya? Apa?"


"Tidak, tidak. Aku bisa mandi sendiri."


Melangkah meninggalkan Bele.


"Tapi ini perintah nona." Bele mengikuti Gabriella dari belakang.


"Siapa yang berani memerintahkan ku Bele. Jika kau berani, coba saja!." Mengherdikan bahu.


"Perintah dari tuan muda." Tersenyum kemenangan.


Gabriella berhenti kemudian berbalik.


Bele terkejut ketika Gabriella menyentuh dahi nya. Eh?


"Bele, kau masih waras bukan?"


"Aku tidak Gila nona." Pungkas nya. Raut wajah nya sedikit berubah kesal.


"Tapi ini perintah langsung dari tuan muda, nona. Kami akan mbantu anda membersihkan diri."


Jawaban Bele seperti nya tidak bisa lagi di bantah. Senyum kemenangan nampak di bibir Bele, Membuat Gabriella mendengkus kesal, pasrah adalah jalan satu satunya.


"Saya permisi nona."


ujar pelayan di samping Bele hendak membantu melepaskan pakaian.


"Aku bisa sendiri." cegah Gabriella kemudian masuk kedalam Walk in closed mengganti pakaiannya dengan bathrobe.


Bele kemudian menepuk tangan nya dua kali, seketika beberapa orang masuk kedalam.


Mereka adalah tim yang bertugas khusus untuk membantu merawat kecantikan Nyonya Walson.


Terdiri dari satu Dokter dan tiga pelayan yang membawa peralatan Spa.


"Silahkan nona." Ujar Bele pada Nona Gabriella.


"Terserah kau saja!." Ujar Gabriella yang kemudian berbaring di bed yang telah di sediakan.


Mereka mulai me massage tubuh nona Gabriella, memberikan pijatan , pijatan membuat Gabriella merasa nyaman sekali.


Tubuh indah mulus terawat terlihat seolah tanpa cela.

__ADS_1


Nyaman kan? Kenapa susah sekali membujuk anda tadi.


Batin Bele.


Mereka bekerja dengan sangat profesional, hingga sela sela pa..ha bahkan kuku kuku bersih tanpa noda juga kuku kuku nona Gabriella mereka cat dengan warna bunga mawar yang indah.


Mereka juga membantu nona Gabriella membersihkan diri di kamar mandi, melakukan pijatan pijatan di kepala nyaman sekali.


"Terimakasih, kalian bekerja dengan baik."


ujar Gabriella setelah keluar dari kamar mandi.


Hanya ucapan begitu saja membuat mereka terlihat senang. "Terimakasih pujian nya nona. Kami sangat tersanjung." Ujar mereka sambil membungkuk sopan.


"Tugas kami sudah selesai nona. Kami undur diri permisi."Ujar mereka membungkuk hormat sebelum keluar dari kamar itu. Senyum kebanggaan terlihat dari bibir mereka, sebab nona Gabriella merasa senang dengan apa yang telah mereka lakukan.


Setelah tim Spa keluar dari kamar, masuk lagi dua orang perias khusus yang memang sudah terbiasa merias wajah nona Gabriella.


"Selamat pagi nona." Sapa mereka ramah.


"Sebenarnya untuk apa kau memanggil mereka Bele?." Berkata sambil melangkah menuju depan cermin kemudian duduk di depan meja rias.


"Tuan Besar dan Nyonya menunggu anda di bawah, sebaiknya anda secepatnya bersiap."


"Cih! Kau selalu saja menyebalkan, sama seperti Miguel memerintah sesuka hati."


Gabriella di bantu dua orang perias memoles wajah cantik nya.


"Silahkan pilih gaun yang anda sukai nona." ujar Bele sambil menunjukkan gaun gaun indah yang telah di persiapkan.


"Huh, terserah kau saja!." Gabriella enggan berkomentar, Ia hanya menggerutu dalam hati.


*Bertemu dengan mertua tp persiapan nya melebihi menemui kaisar!"


"Sempurna. Anda cantik sekali nona." Yang di ajak bicara tidak merespon. Hanya tersenyum di depan cermin mengagumi diri sendiri dalam hati, Gabriella menarik nafas nya panjang kemudian menghembuskan nya lagi, Ia sentuh perut nya, Dadanya seketika terenyuh.


"Selamat nona."


"Eh?." Gaby menoleh pada Bele.


Sepertinya Bele faham dengan apa yang Ia rasakan sekarang.


"Selamat atas kehamilan anda nona." ujar Bele sambil tersenyum.


"Kau bisa juga berbicara seperti orang normal ya? anyway Terimakasih." Gaby mengusap perut rata nya sambil tersenyum.


"Nona."


"HM?."


"Anda tahu? Kami sudah lama menantikan tuan muda kembali tersenyum, Sebab kami semua sangat mengharapkan kebahagiaan untuk tuan muda Hazelo."


" Namun, setelah anda hadir dan memberi warna baru di rumah ini. Terimakasih Anda mampu membuat tuan muda membuka hati untuk anda, Terimakasih anda mampu membuat tuan muda nyaman dan bahagia, bahkan anda mampu membuat tuan muda yang awalnya tidak menyukai apapun menjadi mencintai segala hal. Dan sekarang jauh melebihi itu semua, anda bahkan mampu membuat tuan muda Hazelo jatuh cinta pada Anda. Teruslah hidup dengan baik dan bahagia nona, kami semua menantikan penerus Keluarga Walson. " Bele kemudian membungkuk, air mata nya menetes hingga terjatuh membasahi lantai.


"Bele."

__ADS_1


"Terimakasih nona "


Tubuh Bergetar, Ia sungguh membungkuk sambil menangis. Disana sangat terlihat, betapa Bele sangat menyayangi tuan muda Hazelo, Seperti Ia menyayangi adik nya sendiri.


__ADS_2