Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.

Tak Kusangka Bisa Mencintaimu.
Episode Terahir.


__ADS_3

Di dalam gedung sebuah butik ternama berlogo Group Walson.


Disinilah Noorin berada, di dalam ruang kerja nya Ia Masih fokus dengan pekerjaan memeriksa ulah hasil pembuatan baby shoes untuk putra mahkota bersama tim nya tadi.


Juga menyelesaikan Dress yang David minta untuk di kenakan seorang Dokter dalam acara penyambutan putra mahkota esok malam.


"Noorin, Kau masih di dalam?." Terdengar suara David dari balik pintu yang tertutup.


"Ya, Silahkan masuk senior." Balas Noorin.


"Apa sudah selesai? Miguel meminta ku mengantar nya malam ini." David mendekati lemari berdinding kaca memperhatikan hasil yang Ia inginkan.


"um." Noorin mengangguk.


"Sempurna, Kau hebat Noorin. Rekan ku pasti akan menyukai nya."


"Oh ya Noorin, Ini untuk mu." David menyodorkan kotak berpita.


"Apa ini?."


"Permintaan maaf dari ku perihal makan malam itu. Apa Miguel menyakiti mu?."


"Tidak ada, Itu sudah lama senior. Anda tidak pernah membahas, dan Aku pun sudah melupakan nya." Tersenyum.


"Begitu ya, Tp Aku tulus meminta maaf lho." David tertawa.


"Ya, Aku maaf kan. Tapi tidak akan ada kejadian serupa untuk lain kali ya, senior." Ujar Noorin ramah.


Namun Ia tidak menceritakan tentang tidur di mobil bersama Miguel semalaman.


"Maaf Noorin,


terimalah permintaan maaf dari ku" Menyodorkan kotak berpita itu lagi.


Noorin menerima itu, membuka kotak berpita itu. Berisi Cake berwarna cokelat. "Seperti nya enak. Terimakasih tuan."


"Makanlah Noorin, Kau belum makan malam bukan?." Mendekati sofa dan duduk disana.


"Ku dengar dari Ayah, Karya mu di akui. Nona menyukai nya dan Nona Gabriella ingin bertemu langsung dengan mu." Duduk di sofa sambil menyilangkan kaki.


Noorin berkerut dahi, antara terkejut dan tidak percaya.


"Kau hebat Noorin. Kau akan jadi sorotan publik disana, Sebagai designer terpilih khusus untuk putra mahkota." Ujar nya bersemangat.


"Kau akan populer di kalangan bangsawan."


"Kau akan melampaui ku Noorin." Semangat ber api api.


Noorin malah tertawa, "Anda berlebihan senior."


"Oh ya Noorin, Aku tidak keberatan jika kau meminta ku jadi pasangan mu saat datang ke pesta esok malam." Mengerlingkan sebelah mata nya menggoda.


Noorin tertawa. "Dasar Play boy. Aku tidak akan tergoda dengan anda senior."


Mendekati David dan duduk di depan nya. Hanya meja yang menjadi penghalang antara Dia dan David.


"Ayolah Noorin, Kita pasangan yang serasi." Menyentuhkan kedua tangan nya di pipi, bertingkah seimut mungkin agar Noorin berubah fikiran.


"Tuan David, Aku tidak mendapatkan undangan. Lagi pula, jika di undang pun Aku tidak akan berpasangan dengan anda." Berkata kemudian memasukkan cake ke mulut nya.


"Kau kejam sekali, Aku jadi sedih kan?!."


"Em, Ini enak sekali senior. Terimakasih." Mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Apa Aku terlihat kurang tampan?." Menyentuh rahang nya. "Aku sangat tampan Noorin, seharusnya kau beruntung bisa pergi dengan ku."


Noorin tertawa lagi. "Aku tidak yakin anda akan aman dari para wanita wanita kekasih anda senior."


David menggaruk kepala nya yang tidak gatal. "Benar juga."


Kedua nya pun tertawa bersama.


Dengan Noorin menikmati cake yang David berikan.


Hingga beberapa waktu terlewat David pun berpamitan.


"Aku pergi dulu Noorin." Bangkit dari duduk nya. "Miguel bisa memecat ku jika tidak Aku antar itu malam ini." Membuka lemari kaca, meraih baby Shoes dan mengemas nya.


"Hati hati Senior, sampai jumpa besok." Noorin melambai pada David, Ia pun membalas nya.


"Bye Noorin, Selamat malam."


*


Malam semakin larut, Butik sudah sangat sepi bahkan lantai bawah sudah tak berpenghuni.


Noorin belum juga beranjak dari tempat nya semula, Sedangkan David telah pergi untuk mengantar baby shoes untuk putra mahkota.


Serta Dress untuk teman lama.


Noorin berkemas, meraih Blazer long Coat yang terdapat di kursi nya lalu mengenakan nya. Meraih tas dan menyusun beberapa buku di meja lalu bergegas mematikan lampu sebelum keluar dari ruangan.


Melangkah tergesa sedikit merinding sebab tidak ada lagi penghuni di dalam gedung itu.


Semua sudah gelap, hanya remang remang lampu hias di dinding dan sorot sinar bulan yang masuk melalui dinding dinding kaca yang dibiarkan tidak tertutup tirai.


Noorin keluar dari elevator, melangkah menuju pintu keluar melewati lantai bawah yang terdapat ratusan Dress cantik yang tergantung dan terpasang di patung patung.


Langkah kaki Noorin terhenti, saat di hadapan nya berdiri sosok seorang pria.


Wajah nya samat terlihat, sebab lampu lampu di lantai ini sudah di padam kan.


Namun dari postur tubuh nya, Noorin mengenal pria itu siapa.


.Ini sudah malam kan? Mau apa dia kemari.


"Selamat malam tuan, Tuan David sudah pergi. Ia mengantarkan Baby shoes yang anda minta." Menyapa dengan sopan, sedikit membungkuk dan tersenyum ramah.


Itulah kebiasaan Noorin untuk mencairkan suasana yang canggung.


"Aku mencari mu." Berkata kemudian berbalik menuju pintu keluar. Langkah nya santai seperti nya tidak sedang terburu buru.


Mencari ku?


Ada apa?


Apa Aku membuat kesalahan?


"Tuan ada apa Anda mencari ku? Apa Aku membuat kesalahan?." Melangkah tergesa menyusul Miguel.


Ia berjalan di belakang Miguel sekarang.


Brugh!


Aww


Miguel tiba tiba menghentikan langkah nya dan seketika itu pula Noorin menabrak punggung tinggi tegap itu.

__ADS_1


"Kau ceroboh sekali ya."


"Maaf tuan. Maaf." Mundur dua langkah.


Aku bodoh sekali


Miguel masih berdiri di tempat nya hingga Noorin pun memberanikan diri melangkah maju kedepan.


Noorin berada di samping Miguel sekarang.


"Tuan, Ada apa anda mencari ku? Apa Aku membuat kesalahan." Berbicara dengan tenang sekarang.


Eh?


Noorin mendongak menatap Miguel saat Miguel menyodorkan sebuah kartu undangan.


Noorin faham itu apa, Kartu undangan berkelas berlogo Group Walson.


"Untuk ku?." Noorin tidak percaya.


"Untuk mu, Nona Gabriella ingin bertemu secara langsung." Berkata datar.


Noorin meraih kartu undangan itu dengan kedua tangan nya dengan hati hati. Memperhatika Apa yang Ia pegang.


Tersemat Nama nya di sana.


"Terimakasih tuan, Aku senang sekali."


Miguel diam, Ia melangkah keluar melewati pintu kaca butik itu.


Noorin pun mengikuti Miguel, hingga Ia berjalan di samping nya sekarang.


Noorin mendongak menatap Miguel yang masih diam. Entah mengapa hanya seperti ini saja sudah membuat nya teduh dan senang.


Mereka berjalan hingga sampai di depan mobil yang Miguel bawa terparkir.


Miguel menoleh pada Noorin, Bertanya ada apa tanpa mengeluarkan suara. Hanya seperti itu saja sudah membuat Noorin menciut.


"Maaf tuan, "


"Apa tidak ada kata lain?." Balas Miguel sambil meraih handle pintu mobil.


"Eh?."


"Apa tidak ada kata lain selain "Maaf dan terimakasih."


"Itu, Aku..."


Mau jawab apa?


"Maaf karena Aku mengganggu waktu anda. Terimakasih sebab sudah mau Aku repoti." Berbicara ramah dan tersenyum.


Miguel hanya menggelengkan kepala sebelum masuk kedalam mobil.


"Selamat malam tuan." Noorin membungkuk.


"Hati Hati tuan." Meninggikan suara melambai pada mobil yangvtelah menjauh.


Seharus nya kau mengatakan itu sebelum Ia pergi.


Batin Noorin sambil melambai pada mobil yangvtelah menjauh.


Namun di dalam mobil, ada senyum samar yang terbesit saat melirik ke arah spion mobil terlihat ada wanita yang melampai pada mobil nya yangvtelah menjauh. Ia pijat pelipis nya sendiri meskipun tidak merasa pening.

__ADS_1


__ADS_2